Museum Kretek Kudus, Wisata Edukasi & Rekreasi di Kota Santri - Manusia Lembah

Museum Kretek Kudus, Wisata Edukasi & Rekreasi di Kota Santri

Museum Kretek merupakan salah satu wisata di Kudus yang patut dikunjungi. Sesuai namanya, museum ini banyak menyimpan koleksi sejarah berupa kretek dan sejarahnya. Disini, dapat dilihat seribu lebih kretek dan benda-benda promosi rokok dari jaman dulu hingga sekarang.

Kisah kretek memang bermula dari Kudus. Menurut para pekerja pabrik rokok disana, kretek dikenal sekitar akhir abad-19 dari penemuan Hj.Djamari. Eksperimen beliau sampai pada merajang cengkih dan mencampurnya dengan tembakau untuk dilinting. Bunyi yang keluar dari terbakarnya lintingan rokok tersebut membuatnya disebut rokok kretek.

Museum Kretek Kudus
Museum Kretek berada di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati Kudus. Museum ini merupakan wahana untuk mengumpulkan, merawat dan mengkomunikasikan benda-benda sejarah kretek sebagai warisan kearifak budaya lokal bangsa Indonesia. Selain itu juga sebagai pusat informasi edukasi dan rekreasi yang perlu dikembangkan.

Museum Kretek Kudus nyaris berbentuk limasan tumpang dan memiliki halaman yang sangat luas. Tidak hanya museum saja, ada waterboom Museum Kretek dan wahana lain di sebelah kanan untuk sarana rekreasi keluarga. Sebelum dibukanya House of Sampoerna Surabaya pada tahun 2003, Museum Kretek Kudus adalah museum rokok satu-satunya di Indonesia.
 

Sejarah Museum Kretek Kudus

Rokok Kretek Kudus
Tokok-tokoh Pengusaha Rokok Kretek di Kudus

Industri rokok di Kudus diawali saat industri batik merosot karena tertinggal dari pusat produksi batik lain di Jawa seperti Solo dan Yogya. Beberapa pengusaha kemudian beralih, salah satunya ke industri kretek sekitar tahun 1870 - 1880. Saat itu Kudus mengukuhkan diri sebagai tempat asal penemuan pertama rokok kretek sekaligus pusat industri kretek terbesar di Indonesia dan Dunia. 

Berikut seluk beluk sejarah Museum Kretek Kudus :
  • 1870 - 1880 : Memulai industri kretek oleh Djamari.
  • 1906 - 1908 : Pemerintah Hindia Belanda meresmikan izin perusahaan milik Rusdi (Nitisemito) dengan cap dagang "Bal Tiga", kemudian berubah-ubah namanya.
  • 1912 : Haji Ashdi mendirikan pabrik kretek cap "Mrico" dan Haji Ali Asikin mendirikan cap "Jangkar Duren".
  • 1930 : Di Pati muncul cap "Menak Djinggo" milik Kho Djie Siong.
  • 1935 : Pabrik milik Kho Djie Siong tersebut pindah ke kota Kudus.
  • 1937 : Lahir cap "djambu bol" oleh Haji Ma'roef.
  • 1938 : Perusahaan rokok Nitisemito mengalami surut karena konflik internal, ditambah pecahnya perang dunia II pada 1939.
  • 1949 : Berdiri pabrik kretek cap "Sukun".
  • 1950 : Oei Wie Gwan membangun pabrik kretek terbesar di Kudus cap "Djarum".
  • 1953 : Pabrik milik Kho Djie Siong tersebut memproduksi kretek baru cap "Nojorono". Bal Tiga milik Nitisemito dinyatakan pailit.
  • 1986 : Museum Kretek Kudus didirikan pada tanggal 3 Oktober oleh gubernur Jawa Tengah saat itu, Soeparno Roestam.
  • 2009 : Total produksi rokok mencapai 58,9 miliar batang. Dihasilkan oleh 209 unit industri.
Museum Kretek Kudus
Interior Museum Kretek Kudus

Perusahaan rokok tersebut ada yang masih jaya hingga kini dan ada yang sudah tidak aktif. Namun, merk-merk rokok yang pernah ada tetap diingat dan kini tersimpan rapi di Museum Kretek Kudus. Kontribusi usaha kretek untuk menggerakkan perekonomian daerah menjadi salah satu sebab kenapa museum ini didirikan.

Koleksi Museum Kretek

koleksi museum kretek

Museum Kretek Kudus dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kabupaten Kudus dan memiliki sekitar 1.195 koleksi mengenai sejarah kretek. Disini terdapat dokumentasi para tokoh pendiri pabrik kretek, bahan dan peralatan tradisional, hasil produksi, benda-benda promosi, diorama pembuatan kretek dan sebagainya.
 

1. Kotak Pamer

Kotak Pamer Museum Kretek

Ini adalah tempat berbagai merk bungkus rokok klobot yang pernah dibuat di Kudus dan kota lain. Klobot adalah kulit jagung yang sudah dikeringkan untuk sarana membungkus rokok. Beberapa merk bungkus rokok diantaranya rokok Diponegoro, Bal Tiga dan sebagainya. Ada juga bungkus rokok sigaret kretek mesin diantaranya buatan Djarum, Sukun, Jambu Bol dan sebagainya.
 

2. Diorama

Diorama Rokok Kretek

Diorama di Museum Kretek Kudus ini memperlihatkan kesibukan rakyat dalam pengolahan cengkeh, pengolahan daun tembakau, proses pengolahan bahan pembungkus rokok klobot dan sistem penggilingna rokok menggunakan tangan & mesin. Dulu tembakau hanya diiris dengan alat pemotong sederhana sebelum dijemur hingga kering.
 

3. Nitisemito's Room

Ruangan Nitisemito

Ini adalah contoh ruangan kecil Nitisemito atau Rusdi yang membuat perusahaan rokok kretek di Kudus. Di depan ruangannya, ada sekilas riwayat hidup perjalanan beliau mulai dari kecil hingga berhasil mengembangkan perusahaan rokok yang pemasarannya saat itu sampai Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan Belanda. Diceritakan pula hingga tahun 1953 saat perusahaannya dinyatakan jatuh pailit.
 

4. Tembakau

Jenis-jenis tembakau

Terdapat berbagai jenis tembakau yang disimpan di Museum Kretek Kudus, beserta dengan informasinya. Tercatat dalam sejarah, tembakau pertama kali digunakan sebagai obat oleh suku Indian. Untuk memperoleh kualitas terbaik, biasanya tembakau dikelompokkan sesuai grade-grade yang telah disepakati.
  • Grade pertama : Daun tembakau tumbuh di bagian bawah, tipis dan kandungan nikotin rendah. Biasanya berharga murah.
  • Grade tertinggi : Berdaun tebal, kandungan nikotin lebih tinggi dan harga jual lebih mahal.

Sebelum diproduksi sebagai bahan rokok, tembakau harus disimpan dalam gudang sekitar dua tahun.

Selain aneka jenis tembakau, ada juga aneka jenis saus rokok yang digunakan sebagai bahan baku utama untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu. Saus rokok umumnya hampir sama dengan essen dalam industri makanan. Bedanya,saus rokok harus dilarutkan dengan ethyl alcohol agar bisa digunakan.
 

5. Peralatan & Benda

Peralatan Museum Kretek Kudus

Di Museum Kretek Kudus terdapat juga peralatan kemas rokok tradisional, peralatan penggulung rokok kretek, bahan pembungkus tembakau, peralatan membuat rokok klobot, alat perajang tembakau dan lain-lain. 

Benda promosi rokok

Selain itu ada benda - benda promosi masa lalu seperti teko, piring, tea set, serta dokumentasi penggunaan promosi melalui stand bazar, sandiwara keliling, pesawat dan transportasi. Di beberapa bagian, ada alat-alat pembuatan rokok dan replika para penjual rokok masa lalu.

Museum Kretek Kudus
 

6. Dokumentasi

dokumentasi museum kretek

Kehidupan masyarakat dan perkembangan rokok juga didokumentasikan di Museum Kretek Kudus. Mulai dari komponen pembuatan rokok modern, mesin produksi, para pekerja yang sedang memproduksi rokok, peningkatan ketrampilan SDM pekerja rokok, foto-foto perusahaan rokok kretek di Kudus, struktur organisasi perusahaan dan aneka cap rokok kretek tempo dulu.

cap rokok
 

7. Mini Movie

Ruangan ini berada di sebelah bangunan utama museum dan berfungsi untuk pemutaran film dokumenter yang menceritakan Kabupaten Kudus sebagai Kota Kretek. Untuk menontonnya dikenakan tarif Rp. 5.000 dan diperuntukkan untuk semua umur.

Itu adalah beberapa koleksi dan wahana edukasi yang ada di Museum Kretek Kudus. Selain kretek, museum ini juga dilengkapi dengan replika rumah adat Kudus berjuluk Joglo Pencu yang ada di halaman museum. Tahun 2022, museum memiliki koleksi baru lho!.

Benda bersejarah tersebut dihibahkan oleh ahli waris salah satu pengusaha rokok era penjajahan Belanda, Haji Muhammad Nur Hamid. Koleksi tersebut antara lain 26 foto, 3 piring untuk promosi dan 9 etiket rokok.

Wahana Rekreasi Waterboom

Waterboom Museum Kretek Kudus

Tidak hanya sebagai sarana edukasi, Museum Kretek Kudus juga menawarkan fasilitas taman bermain anak dan tempat rekreasi keluarga seperti waterboom di bagian belakang. Tentunya untuk masuk kesini ada tiket masuk lain ya!.

Tiket waterboom museum kretek Kudus sekitar Rp.10.000 - Rp. 15.000/ orang. Selain waterboom, terdapat terapi ikan yang diperuntukkan segala kalangan. Jadi, tidak hanya belajar saja, disini juga bisa bermain, bersantai bersama keluarga.

Berkunjung ke Kudus kurang lengkap jika tidak mengenal para "pahlawan kretek" di masa lalu. Rokok kretek dulunya adalah denyut nadi masyarakat kudus yang memiliki sejarah panjang bagi industri rokok di Indonesia. Jadi jangan lupa untuk berkunjung!
 

Tips :

  1. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi atau sore hari.
  2. Jika ingin berenang, jangan lupa membawa baju ganti.
  3. Taati tata tertib museum.
  4. Jangan mengotori area museum maupun area wisata dengan membuang sampah sembarangan maupun vandalisme.
 

Informasi Wisata Museum Kretek Kudus :

  • Lokasi : Jl. Getas Pejaten No.155, Getas, Getas Pejaten, Kec. Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Map : Klik Disini)
  • Buka / Tutup : Setiap Hari 08.00 - 15.00
  • HTM : Rp. 3.000 (museum) ; Rp. 10.000 - Rp. 15.000 (waterboom) ; Rp. 5.000 (mini movie)
  • Fasilitas : Are parkir, kamar mandi, wahana permainan anak, mini movie, waterboom, techno hall.
  • Aktivitas : Edukasi, berenang & rekreasi.
  • Wisata terdekat : Taman Lampion, Museum Jenang Kudus, Taman Menara, Makam Sunan Kudus.