Top 10 Gunung Angker Paling Terkenal di Indonesia

Gunung Angker di Indonesia. Pendakian gunung masih menjadi olah raga sekaligus wisata alam yang sangat menarik. Berada di area cincin api, banyak pula gunung-gunung berjajar di sekeliling Indonesia yang kini menjadi salah satu tujuan bagi penggiat alam bebas. Gunung di Indonesia tidak hanya menyajikan keindahan alam saja, tetapi beberapa diantaranya ada yang menyimpan situs sejarah dibumbui dengan cerita, mitos dan misteri didalamnya. Tak jarang para penggiat alam pernah mengalami suatu hal mistis ketika mendaki salah satu gunung angker di Indonesia.

Gunung adalah tempat yang disucikan pada jaman dahulu. Sehingga, di beberapa lereng gunung di Indonesia biasanya ditemui adanya candi-candi atau tempat khusus yang disucikan untuk kegiatan spiritual. Nah, banyaknya minat kegiatan pecinta alam termasuk pendaki gunung, membuat gunung yang terkesan sunyi ini menjadi ramai. Belum lagi jika ada pendaki yang melakukan hal terlarang di tempat yang telah disucikan turun termurun, tentu akan menjadi masalah tersendiri.

Oleh karena itu biasanya ketika mendaki gunung, tak jarang ada yang mengatakan untuk berlaku sopan, tidak aneh-aneh, berniat baik dan lain sebagainya. Hal itu tentu saja untuk ijin kepada penghuni tempat tersebut yang dimaksud adalah makhluk gaib penunggu gunung. Dari banyaknya gunung di Indonesia, ada beberapa gunung yang dikenal sangat angker, bahkan kemistisannya sudah dikenal kalangan pendaki. Gunung apa saja itu?

Berikut gunung angker di Indonesia : 

1. Gunung Salak

Gunung salak
Gunung Salak
Read More

Candi Kalicilik & Candi Sumbernanas - Situs Sejarah di Ponggok Blitar

Candi Kalicilik dan Candi Sumbernanas. Candi Penataran bisa dibilang masih menjadi wisata sejarah andalan di kota Blitar. Namun, sejarah tidak hanya berpusat di situ saja. Selain Candi Penataran, banyak candi dan situs yang tersebar di area Blitar kota maupun kabupaten. Bagi pecinta sejarah, mengunjungi beberapa situs candi di Blitar pasti bisa menjadi pengalaman seru, karena masing-masing candi ataupun situs tersebut memiliki kisah sejarah yang berbeda. Sebut saja Situs Kalicilik atau Candi Sumber Nanas, pasti belum banyak masyarakat yang mengenal kedua situs tersebut. tetapi bagi pecinta sejarah, kedua situs itu memiliki nilai yang sangat penting. 
Candi Kalicilik
Situs Kalicilik
Situs Kalicilik dan Candi Sumbernanas berada di Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Untuk ke lokasi kedua tempat tersebut ada dua alternatif rute :
  1. Jalan utama Pare - Blitar dan lurus ke arah timur sekitar 2 kilometer menuju Kantor Desa Candirejo. 
  2. Jalur alternatif Blitar - Kediri lewat Ponggok, tepatnya di Desa Bacem.
Letak kedua candi tersebut tidak terpaut jauh dan sudah sangat dikenal masyarakat sekitar. Jadi tidak perlu kuatir jika ingin mengunjungi salah satu situs sejarah di Kabupaten Blitar ini. Candi Kalicilik berada di pinggir jalan, di tengah kerumunan rumah-rumah warga di Desa Candirejo. Sedangkan Candi Sumbernanas berada agak jauh di tengah ladang warga. 


Situs Kalicilik

Berdasar penemuan arca Agastya, Candi Kalicilik adalah candi Hindu-Siwa dengan tampilan yang unik karena terbuat dari bata merah dan batu andesit yang masih utuh. Candi Kalicilik merupakan peninggalan Majapahit pada masa pemerintahan Tribhuwanatunggadewi dengan adanya tahun 1271 Saka (1349 M) yang terpahat di pintu masuk candi. Bangunan bujur sangkar ini memiliki ukuran 6,8 m2 dengan tinggi 8,3m. Pada bagian atas di keempat pintunya dihiasi oleh kala. 
Candi Kalicilik
Candi Kalicilik Masa Lalu

Pada bilik candi kosong dan di dindingnya terdapat relief Dewa Surya yang dikelilingi sinar matahari. Relief itu diyakini sebagai relief Surya Majapahit, yaitu simbol kerajaan Majapahit. Meski begitu, belum diketahui fungsi candi ini karena dalam Negarakertagama maupun prasasti tidak pernah menyebutkannya. 

Beberapa yang menyebut tentang Candi Kalicilik :
  1. Kitab Negarakertagama pupuh XL bait 5 : Pada tahun 1149 Saka (1227 Masehi) dia (Ken Angrok) berpulang ke sorgaloka, meninggalkan dunia. Dia didharmakan di dua tempat di Kagnangan sebagai Siwa dan sebagai Budha di Usana.
  2. Kitab Pararaton pupuh XV bait 25 : Sang amurwabhumi (Ken Angrok) mangkat pada tahun 1169 Saka (1247 Masehi) dia didharmakan di Kagenengan.
  3. Raffles (1817) dalam History of Jawa, menyebut Candi Kalicilik dengan nama Candi Genengan.
  4. Hoepermans (1866) menyebut candi ini dengan Candi Puton. 
  5. Agus Aris Munandar dalam Seminar Naskah Kuno Nusantara, kemungkinan Kagenengan tempat pendharmaan Ken Angrok adalah Candi Kalicilik. Sedangkan angka tahun yang menunjukkan masa Majapahit mungkin merupakan angka tahun peringatan terhadap peringatan  pemugaran dari bangunan yang telah ada sebelumnya dari masa Singasari.


Ken Angrok adalah pendiri dinasti Rajasa yang keturunannya memerintah di Kerajaan Singasari dan Majapahit. Mengenai Kagenengan sebagai tempat pendharmaan Ken Angrok sebagai Siwa belum diketahui secara pasti. 
Candi Kalicilik
Candi Kalicilik  
Candi Kalicilik terdiri dari tiga bagian yaitu candi, tubuh candi dan atap candi. Meski atapnya telah runtuh, tetapi masih ada ornamen kala yang diukir pada dinding batu bata merahnya. Sedangkan bagian kaki candi sebagian adalah hasil rekonstruksi karena bagian kaki yang asli sudah terkikis dan sulit untuk menopang bagian candi.

Tidak seperti tempat wisata sejarah di Blitar yang sudah populer, wisatawan yang datang ke Candi Kalicilik bisa dihitung dengan jari, bahkan sangat jarang. Sehingga tak heran jika gerbang pintu masuk ke area candi sering terkunci tanpa tahu dimana sang penjaga. Ini juga karena jarang'nya wisatawan yang berkunjung kecuali ada kunjungan khusus. Jadi jika tidak bisa masuk ya.... silahkan mencoba lagi. 

Candi Sumbernanas

Candi Sumbernanas
Candi Sumbernanas

Berbeda jauh dengan Candi Kalicilik, keadaan Candi Sumbernanas sudah runtuh ketika ditemukan pada tahun 1919 ketika tanah sekelilingnya longsor akibat letusan Gunung Kelud, menyisakan bagian kakinya san sisa-sisa reruntuhan. Candi Sumbernanas terdiri atas candi induk dan candi perwara, yang biasanya ada di depan candi induk.
Candi Sumbernanas
Sumuran Candi Bubrah
Karena kondisinya yang sudah runtuh, masyarakat sekitar sering menyebutnya sebagai Candi Bubrah. Pada bagian kaki candi terdapat lubang yang disebut sumuran. Sumur ini berbentuk persegi yang diduga sebagai tempat penyimpanan peripih atau benda-benda magis. Candi yang memiliki sumuran biasanya berlatar belakang agama Hindu. Di atas sumuran biasanya terletak Dewa Siwa dalam wujud Lingga yang diletakkan di atas Yoni.

Candi Sumbernanas masih minim informasi tentang kapan dan untuk apa candi ini dibuat. Dari gaya bangunannya yang mirip dengan candi di Jawa Tengah, candi ini diperkirakan berasal dari abad 10 - 11 M.


Tips Wisata Candi Kalicilik & Candi Sumbernanas :
  1. Taati peraturan yang ada di area cagar budaya. 
  2. Jangan merusak, memindahkan, membawa cagar budaya tanpa ijin dari instansi terkait.
  3. Jangan melakukan vandalisme di area situs sejarah.
  4. Biasanya area wisata tetap terbuka meski pos penjagaan kosong. Jika ingin masuk, tetap taati peratuan. 
  5. Jangan mengotori area wisata yang susah terawat baik.

Referensi :
Perpustakaan BPCB JATIM, K 070,930.
wikipedia
situsbudaya.id
Read More

Danau Ranamese - Menikmati Kesunyian Danau Purba Manggarai Timur

Danau Ranamese. Flores memang memiliki panorama alam yang luar biasa. Tak heran jika Surga yang Jatuh ke Bumi ini mampu mengundang wisatawan domestik dan mancanegara. Labuan Bajo di Manggarai menjadi pintu masuknya wisatawan untuk menjelajahi pulau berjuluk Nusa Bunga ini. Menyimpan berbagai wisata bahari yang memiliki panorama bak surga, Flores juga memiliki surga wisata sejuk di dataran tinggi yang dikenal dengan Danau Ranamese. Tempat wisata di Manggarai ini bukan hanya sekedar tempat wisata, tetapi juga menyimpan sejarah menarik di masa lampau. 
Danau Ranamese
Danau Ranamese
Danau Ranamese terletak di dalam kawasan Taman Konservasi Alam Ruteng yang dikelola langsung oleh Kementerian Kehutanan. Secara administratif, Danau Ranamese berada di Rana Mese, Golo Loni, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Berada sekitar 25 kilometer dari Ruteng. Tempat wisata Danau Ranamese tidak susah dijangkau karena lokasinya berada di tepi jalan trans Flores, sehingga untuk mengunjunginya hanya perlu berhenti dan menepi dalam perjalanan. Check it out!

Mendekati wilayah Danau Ranamese, anggapan bahwa flores cenderung gersang akan sirna seketika. Danau ini diapit oleh Gunung Mandosawu (2.400 mdpl) yang merupakan puncak tertinggi dalam pegunungan Ruteng dan Gunung Ranaka (2.140 mdpl) sebagai puncak tertinggi kedua. Jauh dari pemukiman dan berada tersembunyi di tengah gunung, Danau Ranamese merupakan angin segar bagi wisatawan yang sedang dalam perjalanan jauh.

Memasuki kawasan Danau Ranamese, udara sejuk akan menemani siapapun untuk melewati hutan lebat sebelum sampai di area parkir. Sekitar 1 kilometer menjelajahi kawasan hutan, akan tiba di pintu gerbang yang akan membawa sampai ke pos penjagaan dan di pos ini, saatnya untuk parkir kendaraan dan memulai petualangan!. Di tempat ini bisa memilih,  ingin ke Danau Ranamese atau ke air terjun. Lets go!

Asal Mula Danau Ranamese

Danau Ranamese terbentuk karena letusan gunung berapi Nampar Nos atau dikenal dengan Gunung Ranaka, yang diperkirakan terjadi sekitar 400 tahun yang lalu. Erupsi yang hebat itu mengakibatkan kawah yang ada di gunung api tertutup air membentuk danau, hingga bagian tepinya terlihat curam. Danau purba ini layaknya dengan Danau Kelimutu yang terbentuk dari kawah Gunung Kelimutu yang fenomenal di Ende.

Legenda Danau Ranamese

Ada dua versi tentang asal mula Danau Ranamese ini, yaitu :

  1. Seorang pemburu bernama Empo Mese yang setelah berburu pagi siang malam, tidak mendapatkan satu ekorpun binatang. Dia naik ke atas pohon di tengah lembah dan ketika melihat ke bawah melihat ada gemerlap cincin emas. Namun ketika turun, cincin emas itu hilang. Dia berulang kali melakukannya dan tetap sama. Kemudian ketika cincin itu terlihat lagi, dia melempar tombak ke tengah cincin dan turun lagi. Ketika tombaknya dicabut, bukan cincin yang tertarik tapi air, makin lama makin besar hingga menenggelamkannya. Kepala Empo Mese menjadi batu yang diangkat bidadari dari dasar danau ke daratan.
  2. Ada dua danau yang dihuni makhluk halus, yaitu Danau Ranamese (danau kecil) dan Danau Ranahenbok (danau besar) yang terletak di Golorutuk. Penghuni Danau Ranamese dan Danau Ranahenbok berperang. Penghuni Ranamese pun minta bantuan manusia karena nyaris kalah. Pasukan manusia menang dengan mudah karena senjata yang digunakan Ranahenbok adalah belut (dalam pandangan makhluk halus adalah tombak). Manusia menebas belut itu dengan parang. Kekalahan penghuni Danau Ranahenbok dibayar dengan menukar Danau Ranamese menjadi lebih luas. 


Danau Ranamese

Danau Ranamese terletak pada ketinggian 1.200 mdpl dan memiliki kedalaman sekitar 43 meter. Dengan luas sekitar 5 Ha, Danau Ranamese menjadi danau terbesar di Manggarai. Danau yang dikelilingi oleh hutan lebat dan subur ini menghadirkan hawa dingin, sejuk dan menyegarkan. Air danau yang sedingin es melengkapi nuansa dingin khas pegunungan.
Danau Ranamese
Permukaan Danau Ranamese yang Tenang
Kawasan Danau Ranamese banyak dihuni oleh burung Samyong (Pachycephala Nudigula) atau Ngklong yang merupakan burung endemik Nusa Tenggara dan dikenal dengan burung 1.001 kicauan. Selain itu terdapat juga burung kipasan Flores (Rhipidura Diluta), Anis Nusa Tenggara (Zoothera Dohertyl), dan puluhan burung lainnya. 

Selain wisatawan, danau  berwarna khas hijau ini juga digunakan warga sekitar untuk memancing ikan nila dengan rakit kayu sederhana yang ditambatkan pada akar-akar pohon. Adanya angsa liar yang berenang dan terbang rendah melintasi danau menjadikan pemandangan alam yang nyaris sempurna.  Melihat aktivitas beberapa warga lokal ini jadi terasa damai, terlebih jika kabut sudah menyelimuti permukaan danau yang tenang di tengah hutan lebat yang jauh dari pemukiman. Hm..... dingin-dingin empuk... Biasanya, sebelum siang, danau sudah tertutup kabut.
Danau Ranamese
Memancing di Rana Mese
Danau Ranamese terkenal dengan kesejukannya di celah hutan yang hijau tetapi juga sebagai rumah bagi aneka burung. Tidak hanya itu, Danau Ranamese memiliki banyak keanekaragaman hayati. Beragam spesies flora dan fauna ada di dalamnya, termasuk sekitar 250 spesies burung, jenis ikan, mamalia dan hutan tropis ada di dalam kawasan Danau Ranamese. Kesunyian Danau Ranamese menjadi tempat bagi burung-burung untuk unjuk suara dengan kicauannya yang tak pernah habis. Sungguh harmoni alam yang begitu mendamaikan.

Danau Ranamese bukan hanya sekedar tempat wisata yang menenangkan wisatawan ataupun tempat bagi para photographer berburu satwa endemik, tetapi juga para muda mudi Nusa Tenggara  yang ingin sekedar berfoto selfie. Danau yang tenang dan damai, siapa lagi yang akan mengganggu ketika berfoto ria?.  

Tips Wisata ke Danau Ranamese :
  1. Datanglah pagi agar pemandangan danau sempurna dan belum tertutup oleh kabut yang mulai datang sebelum siang.
  2. Pakailah jaket untuk mengurangi hawa dingin yang kadang menusuk tulang.
  3. Tempat wisata danau ranamese sudah ada beberapa fasilitas seperti tempat parkir, taman,beberapa tempat berteduh dan villa untuk pengunjung yang ingin menginap.
  4. Bawalah alat pancing sendiri jika anda ingin memancing di Danau Ranamese.
  5. Berada di kawasan konservasi dan hutan yang asri, jangan mengotori area Danau Ranamese dan melakukan vandalisme. 


Read More

Pantai Pudak - Pesona Sunyi dan Alami Blitar Selatan

Pantai Pudak Blitar. Bicara tentang Blitar, tentu kaya akan pesona pantai selatannya yang aduhai dan tidak kalah dengan deretan pantai di Gunungkidul maupun Malang selatan. Tidak sedikit tempat wisata pantai di Blitar yang sudah mengundang decak kagum para wisatawan maupun para petualang. Meski hanya beberapa yang sudah resmi dikembangkan menjadi tempat wisata, pantai-pantai baru dengan pesona menawan satu persatu mulai dikenal, salah satunya adalah Pantai Pudak. Siapa yang tahu bahwa pantai tersembunyi satu ini ternyata menyimpan panorama indah?
pantai pudak
Pantai Pudak
Pantai Pudak terletak di Dusun Banyuurip, Desa Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Berada sekitar 23 kilometer dari Kota Blitar. Tidak seperti wisata pantai Pantai Tambakrejo yang sudah populer, akses jalan ke Pantai Pudak masih tergolong sulit, tapi pasti tampak biasa saja bagi masyarakat sekitar yang menggantungkan hidup di area perkebunan yang mengelilingi pantai. 

Rute ke Pantai Pudak bisa melalui alternatif berikut :
  1. Blitar - Lodoyo (Sutojayan) - Ngeni - Banyu Urip - Pantai Pudak.
  2. Blitar - Kademangan - Tambak Rejo - Beringin Serang - Pasar Ngeni - Dusun Banyu Urip - Pantai Pudak. 

Sampai di perempatan Dusun Banyuurip sudah ada petunjuk ke Pantai Pudak dan Pantai Jebring. Bukan hanya itu, ada beberapa pantai yang bisa dikunjungi sekaligus yang searah dengan Pantai Pudak yaitu Pantai Bakung, Pantai Benelan, Pantai Dungdowo, Pantai Selok Dadap dan Pantai Selok Kancil. Tenang.... rasakan dulu sapaan awal dari Pantai Pudak ini.

pantai pudak
Petunjuk Arah Mendekati Area Pantai
Akses ke Pantai Pudak memang masih sulit dan rusak karena jalur berupa makadam berbatu yang terjal. Tidak hanya sulit, perjalanan melalui ladang perbukitan yang panjang dan panas di siang hari cukup membuat lelah di jalan. So, keep spirit. Akses ke Pantai Pudak yang sulit ini justru menjadikan pantai ini tetap alami, bersih dan tenang. 

Setelah melewati jalan sulit berliku, giliran langkah kaki yang harus menembus semak pepohonan untuk sampai ke bibir pantai. Perjalanan yang panjang, menguras tenaga sekaligus menguras bensin akan terbayar dengan hamparan pantai pribadi yang menyapa di balik rimbunnya pepohonan. 
pantai pudak
Pantai Pudak #2
Yah... Pantai Pudak memang belum resmi dibuka sebagai tempat wisata karena akses yang jauh dan sulit diakses. Pesona Pantai Pudak tidak jauh beda dengan tempat wisata pantai di Blitar yang lain. Hanya saja, kesunyian layaknya belum pernah tersentuh oleh banyak wisatawan menjadikan nilai plus bagi Pantai Pudak. Di area pantai ini dialiri oleh hilir sungai yang mengering saat musim kemarau tiba. 

Laut biru dengan ombak khas pantai selatan yang menggebu-gebu semangat menggugah selera siapapun untuk segera berjabat dengan air laut Pantai Pudak. Pasir putihnya lembut, bersih dan nyaris tanpa karang di sepanjang mata memandang, sehingga aman untuk bermain-main di tepi pantai. Garis pantainya melengkung tidak begitu panjang sehingga asyik untuk ditelusuri. 
pantai pudak
Silent...
pantai pudak
Pantai Pribadi

Pantai Pudak berada di tengah dua tebing karang yang berdiri kokoh menjadi pembatas. Sebuah pulau karang tampak tak jauh dari bibir pantai, menjadi ciri khas Pantai Pudak. Memiliki waktu senggang untuk menjamah pantai pribadi sementara ini sangat mengasyikkan. Kesunyian dan angin semilir yang bersatu dengan suara ombak akan membuat siapapun jatuh cinta, seolah-olah melupakan penderitaan jalan terjal untuk pulang yang akan datang.

Keadaan Pantai Pudak yang begitu bersih mempesona ini menjadi alasan kenapa tempat ini cocok sekali untuk camp. Sepi pengunjung, tidak ada fasilitas serta jauh dari pemukiman membuat Pantai Pudak sangat cocok untuk menyepi sejenak dari hiruk pikuk kota. Tapi, jangan lupa kalau jalan terjal masih menantimu pulang.

pantai pudak
Cheers...

Tips Wisata di Pantai Pudak :
  1. Jika bingung mencari lokasi pantai, jangan segan untuk tanya kepada masyarakat sekitar. 
  2. Gunakan kendaraan roda 2 karena akses jalan yang masih sulit. Jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda 4.
  3. Meski sudah ada petunjuk arah selepas Dusun Banyuurip, jalan di area perkebunan cukup membingungkan karena ada beberapa percabangan. 
  4. Jangan lupa mengunci motor dengan aman karena tidak ada tempat parkir se'tukangnya yang menjaga.
  5. Area Pantai Pudak sangat panas ketika siang hari dan hanya sedikit area teduh. Bawalah pelindung kepala dan sunblock agar tidak terbakar sinar matahari.
  6. Pakailah sandal anti selip untuk trekking. 
  7. Tergolong pantai selatan dengan ombak yang besar, sebaiknya tidak berenang di area pantai.
  8. Di Pantai Pudak tidak ada fasilitas apapun. Bawalah makanan dan minuman sendiri untuk bekal.
  9. Karena kebersihannya masih terjaga, jagalah kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan vandalisme.


Read More

Pendakian Gunung Anjasmoro 2.282 mdpl via Wonosalam

Pendakian Gunung Anjasmoro via Wonosalam. Nama Gunung Anjasmoro mungkin terdengar aneh karena belum menyebar luas di kalangan pecinta hikingGunung Anjasmoro berdekatan dengan Gunung Arjuno, Gunung Welirang dan Gunung Argowayang. Meski berdekatan dengan gunung-gunung terkenal, popularitas Gunung Anjasmoro masih sangat minim. Namun, di kalangan pendaki penyuka kesepian, pasti pendakian Gunung Anjasmoro sudah masuk di dalam daftar. Apalagi dengan tinggi 2.282 mdpl, gunung ini bisa didaki dalam waktu singkat, cocok untuk pendaki dengan jadwal padat yang butuh refreshing sejenak.
Gunung Anjasmoro

Read More

11 Destinasi Wisata Paling Top di Manggarai Barat

Wisata Manggarai Barat. Berbicara tentang Manggarai Barat, Labuan Bajo tentu menjadi fokus utamanya. Kota kecil cantik di ujung pulau Flores tersebut adalah ibu kota Kabupaten Manggarai Barat sekaligus pintu masuk daerah-daerah wisata sekelilingnya yang sudah terkenal hingga mancanegara, seperti Taman Nasional Komodo (TNK) dan keajaiban pulau Flores lainnya. Labuan Bajo menawarkan pemandangan senja spektakuler ketika pulau-pulau kecil yang menghadap ke siluet pelabuhan menciptakan efek yang sayang untuk dilewatkan.

Berada di tempat yang disebut 'Surga yang Jatuh ke Bumi', Manggarai Barat menawarkan banyak wisata yang layak untuk dikunjungi dan adat budaya yang bisa dinikmati. 

Berikut beberapa wisata menarik di Manggarai Barat :

1. Loh Liang Pulau Komodo

Loh Liang Komodo
Loh Liang Pulau Komodo
Loh Liang merupakan pintu masuk dan daerah wisata di Pulau Komodo Flores. Loh Liang atau Pulau Komodo adalah pulau terbesar di kawasan Taman Nasional Komodo yang menjadi habitat sekitar 4.000 komodo. Disini, wisatawan bisa melakukan pengamatan satwa komodo, rusa, babi hutan, burung dan pendakian Loh Liang - Gunung Ara, penjelajahan Loh Liang - Loh Sebita, menyelam dan snorkling di Pink Beach.

Loh Liang memiliki beberapa jenis walking traail  yang bisa dicoba seperti adventure trek, long trek, medium trek, short trek dan super short trek. Ada beberapa hal yang harus dipatuhi sebelum trekking, salah satunya tidak boleh memberi makan komodo. Lelah selepas trekking?, maka snorkling di Pantai Merah obatnya.

2. Loh Buaya Pulau Rinca

loh buaya pulau rinca
Loh Buaya Pulau Rinca
Loh Buaya merupakan pusat kunjungan wisatawan di Pulau Rinca. Disini bisa menyaksikan hutan bakau, padang savana dan satwa liar seperti komodo, rusa timor, kerbau liar, monyet ekor panjang, kuda liar dan berbagai jenis burung. Selain itu bisa mengamati satwa liar, penjelajahan Loh Buaya - Wae Waso, Loh Buaya - Golo Kode, pengamatan kalong di Pulau Kalong dan pengamatan batu balok di Kampung Rinca. Disini sudah ada beberapa fasilitas yang tersedia seperti pondok wisata, cafetaria dan shelter.

3. Pulau Padar

Pulau padar
Pulau Padar
Pulau Padar adalah pulau ketiga terbesar di Taman Nasional Komodo setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Pulau ini relatif dekat ke Pulau Rinca daripada Pulau Komodo yang dipisahkan oleh selat Lintah. Pulau Padar tidak dihuni oleh biawak Komodo. Pulau ini diterima sebagai situs warisan dunia UNESCO bersama dengan Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Gili Motang.

Ada beberapa pulau di sekitar Pulau Padar yang mempunyai keindahan panorama masing-masing. Selain bermain atau snorkeling di pink beach, menaiki bukit adalah spot istimewa di Pulau Padar. Di atas bukit disuguhkan panorama perbukitan yang berpadu dengan birunya laut yang sangat cantik.

4. Pulau Kelor

pulau kelor
Pulau Kelor
Pulau Kelor adalah mutiara kecil dari Labuan Bajo.Pulau ini tidak jauh dari Labuan Bajo dan dapat dijangkau menggunakan boat sekitar 30 menit. Pulau bergradasi hijau ini memiliki garis pantai yang landai dengan pasir putih bersih plus bonus cristal water. Pulau ini juga memiliki bukit yang menggoda untuk didaki.

Dari atas bukit, siapapun akan terpana dengan indahnya panorama yang tersaji. Perpaduan pasir putih, birunya laut dibatasi pulau di seberangkan akan sangat memanjakan mata siapapun yang melihatnya. Meski melelahkan, panorama indah ini tidak boleh dilewatkan begitu saja.

5. Gili Lawa

gili lawa
Gili Lawa
Gili Lawa adalah salah satu pulau di Kepulauan Komodo yang memiliki view luar biasa jika dilihat dari atas bukitnya. Gili Lawa memiliki spot keren dimana ada semacam selat yang diapit oleh dua pulau. Latar belakang tersebut menjadi ikon wisata Gili Lawa yang menjadi formalitas foto bagi wisatawan. Gili Lawa dibagi dua yaitu Gili Lawa Darat dan Gili Lawa Laut. Gili Lawa Darat berada di antara Gili Lawa Laut dan Pulau Komodo. 

Gili Lawa didominasi hamparan padang rumput dengan trekking sebagai aktivitas utama yang bisa dilakukan. Selain itu, snorkling masih menjadi obat kesegaran setelah menjelajah pulau cantik ini.

6. Pink Beach

pink beach
Pink Beach
Sesuai namanya, pantai ini memang berwarna merah muda. Pink Beach terletak di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Pantai ini  adalah satu dari 7 pantai berpasir merah muda di seluruh dunia. Selain kondisi pantainya yang unik dan indah, kehidupan bawah laut di Pink Beach juga menyimpan keindahan dan kekayaan yang menarik untuk diselami, sehingga aktivita diving dan snorkeling tidak boleh dilewatkan begitu saja.

7. Gua Batu Cermin

gua batu cermin
Gua Batu Cermin
Batu Cermin sebenarnya adalah sebuah terowongan atau gua di bukit batu dimana ketika sinar matahari masuk melalui lubang, kemudian memantul ke dinding, seolah-olah merefleksikan cahaya ke area lain seperti cermin. Gua ini terletak di sebelah timur pelabuhan Labuan Bajo sekitar 4 kilometer dari pusat kota. Gua ini memiliki hutan, dimana bisa ditemukan babi hutan dan kera ekor panjang. 

8. Air Terjun Cunca Rami

air terjun cunca rami
Air Terjun Cunca Rami
Air Terjun Cunca Rami berada di kawasan tengah hutan tropis Mbeliling yang berada di Desa Cunca Lolos, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat. Air Terjun Cunca Rami berada di ketinggian sekitar 1.200 mdpl dan mempunyai debit air yang cukup besar. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 30 meter. Ada kolam alami yang menampung aliran air terjun yang bisa dijadikan tempat untuk berenang oleh siapapun yang berkunjung.

Airnya yang jernih, bersih dan pemandangan sekitar yang banyak ditumbuhi peohonan hijau menjadikan tempat ini mempunyai pesona alam tersendiri.

9. Air Terjun Cunca Wulang

air terjun cunca wulang
Air Terjun Cunca Wulang
Air Terjun Cunca Wulang ada di kawasan hutan Mbeiling. Di kawasan ini sebenarnya masiha da dua air terjun yang tentunya memiliki keindahan dan pesona masing-masing. Dari Labuan Bajo, lokasi air terjun berjarak sekitar 30 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1,5 - 2 jam perjalanan dengan kendaraan.

Air Terjun Cunca Wulang terletak di ketinggian 200 mdol, sehingga air yang dialirkan begitu dingin dan sejuk.  Di sungai aliran air terjun ini, bukan hanya bsia bermain-main air tetapi juga berenang, karena sungai ini tidak terlalu dalam. 

Selain berenang, berkeliling dengan memanjat bebatuan juga bisa dicoba, karena bebatuan disini tidak terlalu tajam, tetapi tetap harus hati-hati. Jika punya nyali yang cukup besar, terjun dari atas kesungai bisa menjadi tantangan yang menarik. Namun, harus bertanya kepada pemandu apakah kondisi sungai aman untuk meloncat dari ketinggian karena pada saat kemarau, intensitas air cenderung berkurang.

10. Danau Sano Nggoang

danau sano nggoang
Danau Sano Nggoang
Danau Sano Nggoang adalah danau vulkanik yang terletak di sebelah tenggara kawasan Hutan Mbeliling. Danau ini berjarak sekitar 63 kilometer atau 3 jam perjalanan berkendara dari Labuan Bajo. Pintu masuk ke danau ini ada di Dusun Nunang. Sudah terdapat homestay sederhana di Nunang yang letaknya berkedatan dengan danau.

Danau yang berada pada ketinggian 750 mdpl dengan kedalaman sekitar 600 meter ini menjadi daya tarik karena memiliki kadar belerang yang cukup tinggi. Bau belerang yang menyengat akan tercium saat berada di kawasan danau ini. Oleh karena itu, aktivitas mandi untuk kesehatan kulit menjadi tujuan utama datang ke danau ini selain untui refreshing, berkeliling danau, menunggang kuda, dan lain sebagainya.

11. Istana Ular

istana ular
Istana Ular
Istana Ular terletak di Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat. Disini banyak dijumpai berbagai macam ular, mulai dari pyton ukuran besar hingga ular hijau. Untuk masuk ke lokasi gua ular ini, disarankan menggunakan jasa pawang dari desa setempat sekaligus melakukan ritual kecil sesuai tradisi warga setempat. Biasanya satu ekor ayam kecil dijadikan korban untuk ritual adat.

Itu adalah beberapa wisata menarik dan unik di Manggarai Barat yang tentunya memiliki pesona alami yang luar biasa. Karena kondisi alam yang masih natural, tidak diperkenankan mengotori maupun melakukan vandalisme di wisata alam Manggarai Barat, Flores. Pulau yang dijuluki 'Surga yang Jatuh ke Bumi' ini masih memiliki Manggarai Timur yang tentu juga memiliki pesona alam luar biasa. But now, think about west Manggarai first!.

Read More