Pendakian Gunung Tambora 2.851 mdpl via Desa Pancasila - Manusia Lembah

Manusia Lembah

Catatan perjalanan, Info Pendakian Gunung dan Tempat Wisata di Indonesia

Pendakian Gunung Tambora 2.851 mdpl via Desa Pancasila

Gunung Tambora tercatat sebagai gunung dengan letusan paling dahsyat dalam sejarah peradaban manusia. Letusan terakhirnya pada tahun 1815 telah menghilangkan hampir separuh ketinggian dari 4.300 mdpl menjadi 2.851 mdpl dan menyisakan kaldera terluas di Indonesia. 

Sejak diresmikan sebagai Taman Nasional tanggal 11 April 2015 sekaligus perayaan 200 tahun letusannya, Gunung Tambora kembali hadir menyapa masyarakat, pecinta alam serta para pendaki gunung di seluruh dunia.

Pendakian Gunung Tambora via Desa Pancasila
Gunung Tambora terletak diantara Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. 

Terdapat 5 jalur pendakian Gunung Tambora, yaitu :
  1. Jalur pendakian via Desa Pancasila 
  2. Jalur pendakian via Doropeti
  3. Jalur pendakian via Kawinda Toi 
  4. Jalur Pendakian via Piong 
  5. Jalur Pendakian via Doro Ncanga 

Jalur Pendakian Gunung Tambora yang sering dilalui adalah jalur pendakian via Desa Pancasila. Selain medan yang tidak terlalu sulit, jalur pendakian ini lebih pendek daripada jalur pendakian Doropeti.



Transportasi ke basecamp Desa Pancasila

Untuk menuju Desa Pancasila bisa menggunakan bus atau sewa mobil. 

Ada beberapa alternatif cara ke basecamp Tretes, yaitu :
  1. Naik mobil : Dari Bandara Sultan Hasanuddin Bima, lebih baik charter mobil hingga ke Desa pancasila.
  2. Naik bus : Dari Bandara Sultan Hasanuddin Bima bisa naik bus jurusan Dompu, dilanjutkan bus ke Calabai, lalu lanjut dengan naik ojek ke Desa pancasila.

Info & Tips : 
  • Bus ke Desa Pancasila hanya berangkat jam 7 pagi, itupun juga susah dicari jika dari Bandara. 
  • Dari Bandara sebaiknya charter mobil. Lebih efektif jika memesan jasa travel di hari-hari sebelumnya.
  • Perjalanan dari Bima ke Desa Pancasila membutuhkan waktu sekitar 6 - 7 jam menggunakan kendaraan pribadi. 

Desa Pancasila merupakan desa terakhir dan berada di ketinggian sekitar 600 mdpl. Ada sebuah lapangan dan basecamp pendakian Gunung Tambora berada di tengah sisi lapangan.



Peta Pendakian Gunung Tambora via Desa Pancasila

Peta Pendakian Gunung Tambora via Desa Pancasila

Selain registrasi, basecamp menyediakan pondok untuk para petualang yang ingin bermalam. Ada 3 unit pondok bermodel rumah panggung dengan tarif sekitar Rp.100.000/ malam, fasilitas kamar mandi umum dan tempat menjemur pakaian. Pondok ini bisa untuk 4 orang.



Basecamp dikoordinir oleh Bapak Saiful Bahri atau nama kerennya Bang Ipul. Selain mengkoordinir basecamp, Bang Ipul juga mengkoordinir porter, guide dan ojek yang dilakukan oleh masyarakat sekitar.

Bang Ipul memiliki kumpulan buku yang membahas tentang Gunung Tambora mulai dari flora, fauna, sejarah dan sebagainya. Jika lapar, tidak usah sungkan untuk memesan di Bang Ipul yang ramah ini, sambil melihat pernak pernik cinderamata seperti kopi Tambora, pin, gantungan kunci, kaos dan sebagainya.



Pendakian Gunung Tambora


Basecamp - Pos 1

Pendakian Gunung Tambora ke Pos 1 membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam berjalan kaki. Namun tenang, naik ojek bisa menghemat waktu menjadi 30 - 45 menit. Jalur dari basecamp ke pintu hutan lumayan jauh, jadi sebaiknya menghemat waktu. 

Ojek bisa mengantar sampai di pintu hutan atau di tangga beton menuju jalur Pos 1 - lebih dekat dengan Pos 1. Tarif ojek sekitar Rp. 50.000 - Rp. 100.000 (negoisasi).



Pos 1 memiliki ketinggian 1.200 mdpl. Berupa area datar luas dengan sebuah shelter untuk istirahat. Disini ada sumber air untuk mengisi perbekalan logistik.



Pos 1 - Pos 2

Berlanjut ke Pos 2, jalur mulai rapat dan sempit. Sehingga tak jarang harus menerabas rerumputan tinggi. Pos 2 berada di ketinggian 1.280 mdpl, juga berupa area datar yang tidak rata dan bisa untuk 2 tenda isi 3/4. Ada sebuah shelter untuk istirahat. 

Pos 2 cocok untuk memasak logistik, karena ada sumber air bersih melimpah dari sungai. Untuk mengambilnya harus turun sekitar 10 meter tidak jauh dari lokasi pos. Jalur pendakian menuju ke Pos 3 nantinya juga akan melewati aliran sungai kecil ini.

Pendakian Gunung Tambora via Desa Pancasila
Pos 2


Pos 2 - Pos 3


Dari Pos 2 setelah turun menyeberangi sungai, kembali naik untuk melanjutkan perjalanan ke Pos 3. Jalur ke Pos 3 masih rapat dan banyak tumbuh tanaman pakis. Kadang ada pohon tumbang yang harus dilalui.

Pos 3 berada di ketinggian 1.600 mdpl, merupakan pos yang paling luas di jalur pendakian dan bisa untuk mendirikan 10 - 15 tenda isi 4. Di Pos 3 terdapat 1 shelter, sumber air dan babi hutan. Bisa dibilang, Pos 3 ini adalah tempat penyergapan babi hutan terhadap manusia.

Inilah tempat yang bisa membatalkan makan malam istimewa para pendaki jika logistiknya dicuri babi hutan. Selain mencuri, babi hutan juga akan menghancurkan barang-barang di sekitar. Jadi waspadalah dengan barang bawaan serta tenda di malam hari.


Pendakian Gunung Tambora via Desa Pancasila
Korban Penyergapan Babi Hutan Pos 3


Pos 3 - Pos 4


Jika babi hutan menjadi 'primadona' Pos 3, maka pendakian ke Pos 4 akan bertemu 'primadona' lain, yaitu jelatang. Dari pos 3, jalur pendakian semakin menanjak. Inilah jalur ladang jelatang (jancukan / api-api / rengas) yang bisa menyengat kulit jika terkena duri daunnya. 

Tumbuhan jelatang mulai yang berukuran kecil hingga tinggi 2 meter sangat melimpah di jalur ini. Kemudian, jalur akan terbuka sebelum kembali ke hutan rapat yang ditumbuhi pepohonan besar.



Pendakian Gunung Tambora via Desa Pancasila
Vegetasi Menuju Pos 4
Pos 4 memiliki ketinggian 1.900 mdpl, berupa daerah terbuka yang kondisi tanah bergelombang dan tidak ada shelter. Pos 4 dikelilingi pepohonan besar dan tinggi, tempatnya teduh yang nyaman untuk beristirahat sejenak.



Pos 4 - Pos 5


Dari pos 4 ke pos 5 jalur masih rapat dan tetap menanjak. Jalur ini adalah jalur terpendek di antara pos-pos yang lain.

Pos 5 menyediakan 3 area yang cukup untuk 10-15 tenda dome. Puncak Gunung Tambora sudah tampak dari sini. Seperti pos 2, ada sumber air sungai sekitar 30 meter di bawah.

Sungai ini mengalir ketika musim hujan. Air masih bisa didapat disini tapi tidak sebersih air di Pos 3 dan ini adalah lokasi sumber air terakhir. Carilah air bersih yang menetes tak jauh dari gua atas sungai. Nantinya untuk kep puncak Tambora, juga akan melalui jalan turun ke sungai kering ini.



Pendakian Gunung Tambora via Desa Pancasila
Pos 5


Pos 5 - Bibir Kaldera Gunung Tambora


Dari Pos 5, setelah turun menyeberangi sungai yang cukup lebar, jalur kembali naik. Jalur sudah terbuka dengan vegetasi cemara, tanaman perdu dan rerumputan. 

Ada lokasi datar yang bisa dimanfaatkan untuk mendirikan tenda di dekat cemoro tunggal. Di dekat lokasi ada in memoriam yang sering disebut 'kuburan'.


Pendakian Gunung Tambora via Desa Pancasila
Trek Menuju Cemoro Tunggal
Selepas cemara tunggal, trek pendakian semakin menanjak didominasi rerumputan saja. Tidak berlangsung lama, trek berpasir campur bebatuan akan menyambut dan pastinya semakin menguras tenaga. Tampak pula bukit pasir yang akan dilalui hingga sampai ke puncak Gunung Tambora. 

Di area ini, jika menghentakkan kaki ke tanah, akan terdengar suara yang menunjukkan ada sebuah rongga di dalamnya, cukup unik. Trek berpasir padat yang masih didominasi rerumputan akan mengantar hingga ke bibir kaldera.


Pendakian Gunung Tambora via Desa Pancasila
Bibir Kaldera Gunung Tambora
Pendakian Gunung Tambora via Desa Pancasila
Kaldera Gunung Tambora
Kaldera Gunung Tambora membentang luas, dibatasi oleh dinding kawah yang sangat indah. Diameter kaldera yang mencapai 7 kilometer dengan kedalaman sekitar 1 kilometer, tentu terbayang bagaimana besar letusannya dulu.
Baca : Sejarah Letusan Gunung Tambora, 'Pompeii Dari Timur'
Anak Gunung Tambora ada di dasar kawah. Bernama Doro Afi To'i, anak Gunung Tambora ini masih kecil dengan lubang kawah di tengahnya, mirip Sang Ibu. Lalu, apa kelak anak Gunung Tambora ini meletus dahsyat seperti ibunya?



Bibir Kaldera - Puncak Gunung Tambora


Bibir Kaldera tidak terpaut jauh dari puncak. Trek pasir padat yang berbatu masih mendominasi trek hingga sampai di ketinggian 2.850 mdpl.


Pendakian Gunung Tambora via Desa Pancasila
Puncak Tambora dari Bibir Kaldera
Puncak Tambora ditandai dengan pondasi beton dan tiang bendera. Sebuah in memoriam juga ada di sebelahnya. Dari puncak Gunung Tambora, tampak pemandangan sekitar seperti Pulau Moyo, Pulau Satonda dan kaldera besarnya. 

Pendakian Gunung Tambora via Desa Pancasila
Sunset Puncak Tambora
Ketika sunset ditambah cuaca sedang baik, inilah pemandangan luar biasa Gunung Tambora, dimana akan tampak puncak Gunung Rinjani dan Gunung Agung di sebelah barat dengan latar belakang sinar jingga matahari. 

Perpaduan kabut dengan sinar jingga kemerahan matahari, sekaligus pucuk-pucuk hutan cemara yang tenggelam dalam sapuan kabut sungguh menjadi pemandangan yang begitu luar biasa indahnya, hidden paradise at the sunset.





Tips Pendakian Gunung Tambora :


  1. Pilihlah musim yang baik untuk pendakian. 
  2. Gunakan Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung yang lengkap untuk kenyamanan dan keamanan. 
  3. Pos 3 dan Pos 5 rawan babi hutan. Untuk mengatasi gangguan babi hutan, kemasi perlengkapan seperti tenda dan tas carrier sebelum ditinggalkan, lalu gantung di pohon yang tidak bisa dijangkau babi hutan karena babi hutan juga mengganggu pada siang hari. Buatlah api kecil yang aman untuk mencegah kedatangan babi hutan. 
  4. Gunakan pakaian panjang atau pelindung tubuh yang lain seperti sarung tangan ketika menuju ke pos 4, karena adanya ladang jelatang yang mencapai 2 meter di sepanjang jalur. 
  5. Selain summit dini hari, pendakian Gunung Tambora bisa dilakukan di siang hari. Kadang kabut di puncak yang tampak dari bawah tidak selalu menutupi jalur pendakian di puncak. Bahkan pemandangan sunset sangatlah lebih istimewa daripada sunrise. 
  6. Gunung Tambora memiliki rongga yang mudah keropos. Sebaiknya jaga jarak aman dengan bibir kawah dan jangan dekat-dekat ke bibir kawah.
  7. Jagalah kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan maupun melakukan vandalisme.


Pendakian Gunung Tambora via Desa Pancasila
'We are team' Sebelum Cemoro Tunggal


Estimasi Waktu Pendakian Gunung Tambora :

Jalur Pendakian
Ketinggian (mdpl)
Jarak
Waktu Tempuh
Basecamp – Pintu Rimba
500
4 km
45 menit (ojek)
Pintu Rimba – Pos 1
500 – 1.200
3,6 km
30 menit
Pos 1 – Pos 2
1.200 – 1.280
3,6 km
1 jam 40 menit
Pos 2 – Pos 3
1.280 – 1.600
3 km
2 jam
Pos 3 – Pos 4
1.600 – 1.900
1,2 km
1 jam
Pos 4 – Pos 5
1.900 – 2.080
1 km
40 menit
Pos 5 – Cemoro Tunggal
2.080 -
4,5 km
50 menit
Cemoro Tunggal – Bibir Kawah
2 jam
Bibir Kawah – Puncak Tambora
2.851
20 menit

Informasi Gunung Tambora via Desa Pancasila :

  • Tinggi : 2.851 mdpl
  • Tipe : Stratovolcano
  • Wilayah : Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima
  • Kawasan : Taman Nasional Gunung Tambora (TNGT)
  • Pengelolaan : Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
  • Letusan Terakhir : 1967
  • Puncak : Puncak Tambora
  • Kawah : Kawah Tambora Doro Api Toi
  • Sumber Mata Air : Pos 2, Pos 5.
  • Camp Ideal : Pos 3, Pos 5.
  • Durasi Pendakian Normal : 3 hari
  • View Gunung : Pulau Satonda, Pulau Moyo, Gunung Rinjani.
  • Wisata Sekitar : Taman Agro apel dan strawberry Tambora, Pulau Satonda.
  • Lokasi Basecamp Desa Pancasila : Tambora, Pekat, Dompu Regency, Nusa Tenggara Barat (Map : Klik Disini)
  • Kontak Basecamp Desa Pancasila : 0852-0531-5448
  • Simaksi : Rp.15.000/orang

Baca Juga
>