7 Gunung di Jawa Timur yang Cocok Untuk Pendaki dengan Jadwal Padat - Manusia Lembah

Manusia Lembah

Catatan perjalanan, Info Pendakian Gunung dan Tempat Wisata di Indonesia

7 Gunung di Jawa Timur yang Cocok Untuk Pendaki dengan Jadwal Padat

Gunung untuk Pendaki dengan Jadwal Padat Di Jawa Timur. Kegiatan mendaki gunung kini sangat diminati masyarakat mulai dari usia muda hingga tua, dengan bermacam-macam profesi. Libur panjang tentu membuat beberapa orang khususnya pecinta alam dan pendaki gunung selalu rindu untuk kembali menikmati alam pegunungan. Namun, waktu banyak tak selalu ada untuk mengobati rasa rindu dengan dinginnya kabut dan lautan awan.

Namun tenang, alam pegunungan yang indah tetap bisa dinikmati siapapun yang mempunyai jadwal padat dan hanya menyisakan setengah Sabtu dan full Minggu untuk berlibur. Berikut adalah daftar gunung di Jawa Timur yang bisa dinikmati di akhir pekan, dengan trek yang yang santai, ringan, mempunyai pemandangan indah dan bisa dinikmati dalam waktu semalam. 

1. Gunung Bromo

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Gunung Bromo berada di wilayah 4 Kabupaten yaitu Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Malang. Perjalanan dari Surabaya/Malang ke Puncak Pananjakan kurang lebih 3 jam perjalanan.

Objek wisata utama andalan Jawa Timur ini mudah diakses, sehingga tiap akhir pekan atau hari libur, wisatawan domestik dan mancanegara ramai di Puncak Pananjakan untuk menanti matahari terbit yang sangat indah. Di lokasi yang sangat fenomenal ini wisatawan akan melihat perpaduan lautan pasir, kabut, Gunung Batok dan Gunung Semeru.

Baca : Puncak Pananjakan - Menanti Sapaan The Golden Sunrise Gunung Bromo

Setelah menikmati keindahan sunrise, bisa dilanjutkan dengan menyusuri lautan pasir untuk menuju ke puncak kawah Gunung Bromo. Menyusuri lautan "pasir berbisik" bisa dengan menyewa jeep, menaiki kuda, ojek atau motor pribadi. Sampai di puncak, akan nampak Gunung Bromo yang selalu mengepulkan asap.

2. Kawah Ijen

Kawah Ijen
Kawah Ijen berada di perbatasan Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi, Jawa Timur. Akses ke lokasi bisa melalui kedua Kabupaten tersebut dengan petunjuk arah cukup jelas. Perjalanan dari Surabaya hingga ke Pos Paltuding Kawah Ijen sekitar 8 - 9 jam perjalanan.

Kawah Ijen sangat terkenal di kalangan wisatawan mancanegara maupun domestik karena adanya fenomena unik yaitu api biru (blue fire). Api biru ada 2 di dunia yaitu di Islandia dan di Kawah Ijen, Indonesia.


Baca : Pesona Kawah Ijen dan Fenomena Api Biru

Untuk melihat api biru adalah dini hari hingga sebelum fajar antara jam 2 - 4 pagi. Waktu pendakian hingga ke puncak kawah kurang lebih 1,5 jam. Setelah melihat api biru, ketika fajar menjelang akan nampak air kawah belerang berwarna hijau tosca yang sangat indah dipandang mata.
View Puncak B29
B29 masih bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Puncak B29 adalah Bukit berketinggian 2.900 mdpl di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang dan terkenal dengan sebutan 'Negeri di atas awan'. Untuk menuju ke lokasi dari Surabaya membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam dengan jalan menanjak yang cukup terjal.


Baca : Puncak B29 - Sisi Lain Menikmati Gunung Bromo

Menghabiskan waktu dengan camp ceria di Puncak B29 cukup menarik, meski hawa dingin akan menusuk tulang. Menikmati sunrise dari Puncak B29 sungguh berbeda. Lautan awan akan mengelilingi puncak dengan latar belakang Gunung Semeru, benar-benar pemandangan yang mengagumkan.

4. Gunung Kelud

Gunung Kelud
Gunung Kelud terletak di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri dan terletak di perbatasan Wilayah Kediri-Malang dan Blitar.
Sebelum erupsi pada tahun 2007 yang menimbulkan adanya "Anak Gunung Kelud", Gunung Kelud adalah salah satu wisata pegunungan favorit setelah Kawah Ijen dan Gunung Bromo. Danau Kawah yang berwarna hijau tosca tampak menawan dikelilingi tebing di sekitarnya. Selain kawah, adanya wisata air panas juga menambah daya tarik Gunung Kelud.


Baca : Misteri Gunung Kelud dan Sumpah Lembu Suro

Danau kawah yang menjadi anak Gunung Kelud juga masih menjadi wisata yang sangat menarik sebelum akhirnya meletus pada Februari 2014 lalu.

Kondisi jalan menuju ke Puncak Kelud cukup bagus dengan pemandangan alam pegunungan. Selain harus berjalan kaki dengan trek menanjak, tidak diperbolehkan mendekati kawasan kawah. Kini pendakian Gunung Kelud sudah aman dilakukan. Keindahan Gunung Kelud yang menyerupai gurun pasir ini tetap bisa dinikmati untuk sekedar refreshing maupun camp ceria.

5. Gunung Panderman

Gunung Panderman
Gunung Panderman dengan tinggi 2.045 mdpl terletak di Dusun Toyomerto, Kelurahan Songgokerto, Desa Pesanggrahan, Batu Malang. 

Gunung Panderman sangat cocok untuk pendaki dengan jadwal padat. Pendakian hingga ke puncak hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam. Jalur yang ringan dengan adanya sumber mata air di pos 1, menjadikan gunung ini cocok untuk pendaki pemula. 


Baca : Pendakian Gunung Panderman via Batu

Jika mendaki Gunung Panderman pada malam hari, akan disuguhi pemandangan gemerlap lampu kota Batu yang cukup menarik untuk dipandang apalagi sambil meneguk segelas kopi.

6. Gunung Pundak

Gunung di Jawa Timur yang Cocok Untuk Pendaki dengan Jadwal Padat
Puncak Gunung Pundak
Gunung Pundak berada di Mojokerto, Jawa Timur. Gunung yang memiliki ketinggian 1.547 mdpl ini memiliki jalur pendakian ringan, tidak panjang, serta memiliki pemandangan yang tak kalah seru. 


Baca : Pendakian Gunung Puncak via Puthuk Siwur

Jalur pendakian gunung ini sudah jelas dan menyediakan banyak tempat camp ground. Gunung Pundak bisa di ditempuh melalui jalur Puthuk Siwur dan Tahura. Gunung yang menjadi bahu Gunung Welirang ini sangat cocok untuk camp ringan alias sekedar ngadem.

7. Gunung Penanggungan

Gunung Penanggungan
Gunung Penanggungan terletak di antara Kabupaten Pasuruan dan Mojokerto. Gunung ini juga disebut Pawitra yang berarti kabut. Gunung Penanggungan merupakan gunung favorit bagi pendaki khususnya di area Surabaya, Malang dan Probolinggo. 

Dengan ketinggian 1.653 dan tanpa adanya sumber air, Gunung Penanggungan cukup menantang untuk didaki. Meski pendakian hingga ke puncak hanya membutuhkan waktu sekitar 3 jam, pendakian ke puncak'nya akan sedikit membuat ngesot.

Jalur yang sering dilalui adalah jalur pendakian via Tamiajeng karena lebih singkat. Sedangkan jalur pendakian via Jolotundo membutuhkan waktu sekitar 6 jam dimana di setiap perjalanan akan menemukan berbagai situs sejarah yang sangat menarik. 


Baca : Pendakian Gunung Penanggungan via Tamiajeng

Gunung Penanggungan selalu ramai pada akhir pekan, itu dikarenakan Gunung ini adalah Gunung yang tergolong ringan yang terdekat dari Kota Surabaya.

Itulah 7 Gunung di Jawa Timur dengan waktu pendakian singkat dan santai sekaligus menyimpan pemandangan menarik, untuk sekedar refreshing dan pendakian ringan di akhir pekan bagi para pendaki yang tidak mempunyai banyak waktu untuk menikmati alam pegunungan. Dengan begini, orang sibuk pun tetap bisa ngetrip. So, ada yang mau nambah?

>