Pendakian Gunung Panderman 2.045 mdpl via Dukuh Toyomerto

Pendakian Gunung Panderman via Batu. Siapapun yang pernah berwisata ke Batu, tentu tak asing dengan Gunung Panderman. Gunung yang menjadi latar belakang kota Batu ini bukan hanya ditujukan untuk para pendaki. Sekedar berwisata atau hiking ringan di Gunung Panderman bisa menjadi solusi untuk mencari suasana dingin khas kota Batu yang lebih dingin lagi ditambah pemandangan yang menarik. Meski tidak nampak tinggi, memang selalu dibutuhkan tenaga lebih untuk mendaki ikon kota Batu. 
Pendakian Gunung Panderman 2.045 mdpl via Dukuh Toyomerto
Gunung Panderman
Gunung Panderman terletak di Kota Batu, Jawa Timur. Berada di dalam gugusan Pegunungan Putri Tidur bersama Gunung Butak dan Gunung Kawi. Ada dua jalur Gunung Panderman yang bisa dilalui, yaitu :
  1. Jalur pendakian via Dukuh Toyomerto
  2. Jalur pendakian via Curah Banteng.

Jalur resmi yang biasanya digunakan adalah jalur pendakian via Dukuh Toyomerto, Desa Pesanggrahan, Batu. Sedangkan jalur Curah Banteng merupakan jalur pintas yang cukup menantang, sehingga jarang yang lewat jalur ini kecuali ingin bersusah-susahan. Merupakan salah satu bagian wisata Kota Batu, Gunung Panderman cocok sekali bagi pendaki pemula ataupun wisatawan yang ingin ngadem sejenak. 


Untuk ke basecamp pendakian Gunung Panderman bisa diakses dengan kendaraan roda 4 atau roda 2. Dari alun-alun Batu ikuti jalan ke arah barat -  perempatan ke 2 belok kiri - perempatan belok kanan - masuk gapura Wisata Gunung Panderman. Sampai di parkiran bawah, terus ikuti jalanan aspal yang mulai menanjak curam. Setelah keluar dusun, jalur akan melewati perkebunan penduduk dengan jalan makadam yang tidak terlalu panjang, sebelum akhirnya sampai di basecamp pendakian.

Selain tempat registrasi, di basecamp terdapat fasilitas yang lumayan lengkap seperti sebuah gasebo, pos jaga, tempat parkir, toilet umum dan warung. Ada peta jalur pendakian yang harus dipahami sebelum melakukan pendakian, karena mungkin ingin berganti haluan ke Gunung Butak.

Basecamp - Pos 1

Jalur pendakian Gunung Panderman dari basecamp bisa langsung mengikuti jalan tanah yang ada di depan dan di sisi basecamp. Kedua jalur tersebut sama dan akan bertemu di persimpangan. Dari basecamp ini bisa melakukan pendakian Gunung Panderman dan pendakian Gunung Butak. Aliran air masih bisa ditemui selepas basecamp karena masih melewati area kebun penduduk. Jalur berupa tanah padat dan cenderung landai hingga masuk ke hutan pinus. 

Setelah melewati perkebunan penduduk, jalur pendakian Gunung Panderman akan melipir bukit dengan vegetasi terbuka sampai masuk hutan pinus. Disini jalan setapak mulai menyempit dan time to hiking.

Pos 1 - Latar Ombo, berada di ketinggian 1.600 mdpl. Sesuai namanya, area Pos 1 sangat luas dan bisa menampung banyak tenda di area yang lapang terbuka. Ada sebuah shelter untuk beristirahat di tengah area. Saat malam, pemandangan kota Batu masih tampak di area Pos 1, sehingga bisa dibilang lokasi ini cocok untuk camping ceria maupun sekedar ngopi.
Pendakian Gunung Panderman 2.045 mdpl via Dukuh Toyomerto
Pos 1 - Latar Ombo

Pos 1 - Pos 2

Selepas Pos 1, jalur pendakian Gunung Panderman kembali memasuki vegetasi hutan pinus dengan trek tanah padat yang mulai menanjak dan pendakian sesungguhnya dimulai dari Pos 1. Jika sebelumnya jalur masih melipir bukit, kini jalur benar-benar menanjak ditambah adanya trek bebatuan yang mendominasi ketika mendekati Pos 2.

Pos 2 - Watu Gede, berada di ketinggian 1.730 mdpl. Pos 2 tidak seluas Pos 1, tetapi area di Pos 2 lebih teduh dan sejuk karena area datarnya masih terlindung oleh pepohonan tinggi di sekitarnya. Sebuah batu besar yang menandai Pos 2 juga menandai berakhirnya trek bebatuan di jalur pendakian Gunung Panderman. 
Pendakian Gunung Panderman 2.045 mdpl via Dukuh Toyomerto
Pos 2 - Watu Gede

Pos 2 - Puncak Gunung Panderman

Jalur pendakian Gunung Panderman dilanjutkan dengan tetap mengikuti jalur setapak di tanah padat menembus hutan. Trek masih menanjak dan membutuhkan banyak tenaga, vegetasi awal selepas Pos 2 tidak terlalu lebat sampai tiba di area terbuka. 
Pendakian Gunung Panderman 2.045 mdpl via Dukuh Toyomerto
Area Puncak Bayangan
Area terbuka yang menunjukkan pemandangan kota batu serta gagahnya Gunung Arjuno - Gunung Welirang menandakan bahwa puncak Gunung Panderman sudah dekat. Area terbuka berada di jalur pendakian dengan kontur yang agak miring dan cukup lebar sehingga bisa untuk beristirahat, mengolah logistik ataupun camp. Area terbuka ini bisa disebut dengan Puncak Bayangan. Suasana di puncak Gunung Panderman dan di lokasi tidak jauh berbeda dengan adanya kera abu-abu.

Kera abu-abu akan mulai tampak di area Puncak Bayangan, terlebih jika ada logistik yang menggoda iman, maka kera abu-abu akan mengajak keluarganya untuk ikut ambil bagian dalam mengkonsumsi logistik para pendaki. Meski area agak miring, pemandangan di Puncak Bayangan yang terbuka cukup indah terlebih jika malam hari. Jadi jika ingin camp, waspadai mahkluk lain di sekitar. Kera maksudnya..

Puncak Bayangan - Puncak Basundara

Selepas Pos Bayangan, pendakian Gunung Panderman dilanjutkan menyusuri lereng terbuka yang masih menampakkan Gunung Arjuno - Gunung Welirang. Jalur akan melewati tepi jurang, menyusuri rimbunan perdu yang hampir membentuk terowongan dan kembali dengan trek tanah padat bercampur akar-akar pohon yang dihuni kera abu-abu.
Pendakian Gunung Panderman 2.045 mdpl via Dukuh Toyomerto
View Pegunungan Arjuno - Welirang
Pendakian Gunung Panderman 2.045 mdpl via Dukuh Toyomerto
Trek ke Puncak Gunung Panderman
Puncak Gunung Panderman yang disebut Puncak Basundara, berada di ketinggian 2.045 mdpl, berupa area datar, lapang dan terbuka. Di puncak terdapat tugu bendera serta patok penanda Puncak Basundara (2.000 mdpl). 
Pendakian Gunung Panderman 2.045 mdpl via Dukuh Toyomerto
Puncak Basundara
Pendakian Gunung Panderman 2.045 mdpl via Dukuh Toyomerto
Kera abu-abu di area Puncak Panderman
Biasanya area puncak digunakan untuk camp karena area yang cukup luas dan datar. Nah, jika di pos bayangan akan dijumpai kera sekeluarga, di Puncak Basundara akan dijumpai kera abu-abu se-RT. Kera abu-abu paling banyak menghuni area puncak karena lokasinya yang strategis sekaligus banyak logistik dari pendaki yang camp di puncak. Seakan-akan puncak merupakan balai kota bagi para kera ini. Welcome to Planet of the Apes.


Tips Pendakian Gunung Panderman via Toyomerto Batu :
  1. Ada dua area parkir yaitu parkir bawah dan parkir di basecamp. Jarak keduanya cukup jauh dan jika ingin parkir di basecamp, bawalah kendaraan roda 2 non matic. Motor matic diwajibkan parkir di parkiran bawah untuk keamanan.
  2. Sebelum sampai di basecamp, jalan berupa makadam dan saat malam sangat gelap, kadang berkabut. Wajib berhati-hati.
  3. Lengkapi kebutuhan logistik terutama air karena mendekati Pos 1 hingga di puncak tidak ada sumber air. 
  4. Warung di dekat basecamp biasanya hanya buka disaat akhir pekan atau hari libur dan tutup di hari biasa. Jika haris biasa, siapkan logistik di kota.
  5. Dari basecamp ada jalur di sebelah kiri dan kanan warung untuk memulai pendakian. Kedua jalur tersebut akan bertemu di persimpangan. Ikuti jalan yang menanjak.
  6. Jika camp di Puncak Bayangan atau Puncak Basundara, masukkan logistik ke dalam tenda dengan aman agar tidak berpindah kepemilikan menjadi milik kera abu-abu.
  7. Kera abu-abu tidak akan mengganggu jika tidak diganggu, so keep enjoying your trip. Tidak masalah jika ingin memberi makan kepada kera se-RT di puncak, asalkan tidak meracuni.
  8. Jika musim kemarau, jalur pendakian Gunung Panderman cukup berdebu dan sangat panas ketika siang hari, bawalah pelindung kepala +masker.
  9. Bawalah sampah kembali turun dan jangan melakukan vandalisme di tugu, plakat, watu gede dan dimanapun.
Pendakian Gunung Panderman 2.045 mdpl via Dukuh Toyomerto
Cheers...

Itinerary Pendakian Gunung Panderman via Batu :
Basecamp - Pos 1 : 45 menit
Pos 1 - Pos 2 :  1 jam 
Pos 3 - Puncak Bayangan : 35 menit
Puncak Bayangan - Puncak Basundara : 15 menit

Loading...

Share :

Facebook Twitter Google+

0 Response to "Pendakian Gunung Panderman 2.045 mdpl via Dukuh Toyomerto"

Post a Comment