Pendakian Gunung Agung 3.142 mdpl via Pura Besakih - Manusia Lembah

Catatan Perjalanan, Informasi Pendakian Gunung dan Tempat Wisata di Indonesia

Pendakian Gunung Agung 3.142 mdpl via Pura Besakih

Pendakian Gunung Agung via Pura Besakih. Bali dikenal dengan Pulau Dewata dimana adat budaya Hindu masih sangat terasa kental. Gunung Agung merupakan merupakan salah satu gunung keramat di Indonesia, tepatnya di Pulau Bali. Dengan ketinggian 3.142, Gunung Agung menjadi gunung tertinggi di Bali. Masyarakat Hindu di Bali percaya bahwa Gunung Agung adalah tempat bersemayam dewa-dewa dan di gunung ini juga terdapat istana dewata. Oleh karena itu, tempat ini sangat disucikan di pulau Bali, sehingga untuk mendakinya tidak boleh sembarangan.

Gunung Agung
Terletak di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem – Bali. 

Ada beberapa jalur pendakian ke Gunung Agung : 

  1. Pura Besakih, Kecamatan Rendang, Kab. Karangasem. 
  2. Pura Pasar Agung dari Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. 
  3. Budakeling lewat nangka 


Jalur pendakian Gunung Agung lewat Pura Besakih adalah pendakian yang umum digunakan karena akan mengantar ke puncak tertinggi 3.142 mdpl. Sedangkan pendakian via pura Pasar Agung walaupun tempo pendakian ke puncak lebih cepat, tidak bisa membawa ke puncak tertinggi. 

Puncaknya berketinggian 2.850 mdpl dan jalur ini sudah tidak pernah dilewati pendaki lagi. Sejak Mei 2009 para pendaki disarankan memakai jasa guide sebelum pendakian ke Gunung Agung karena banyaknya peristiwa kecelakaan dan hilangnya beberapa pendaki. 

Untuk tarif guide di sekitar Pura Besakih sekitar Rp.700.000 (negoisasi) per 4 orang, tergantung dimana pendaki akan menyewa jasa guide. Guide lokal akan mengurus perijinan di pos polisi dekat Pura Besakih sebelum melakukan pendakian. Pura Besakih sendiri adalah pura tertinggi di Pulau Bali tepat di kaki jalur pendakian Gunung Agung.


pendakian gunung agung via pura besakih
"Tim 68" di Depan Pura Besakih
Pendakian awal Gunung Agung, trek masih berupa aspal dalam beberapa meter sebelum berubah menjadi tanah padat yang menanjak. Sepanjang perjalanan trek akan terus menanjak, bahkan ada sebuah tali panjang yang membantu untuk naik di trek yang cukup sulit didaki tanpa bantuan tali. Tidak jelas dimana pos-pos di sepanjang jalur.


Baca Juga :


Setelah 3 jam jalur menanjak tanpa bonus akan tiba di pos 2 yang berupa pohon besar di sebelah jalur yang masih juga berupa tanjakan. Guide biasanya akan menyalakan dupa untuk berdoa disini sejenak. 

Setelah 2 jam perjalanan akan sampai di pos 3, berupa daerah yang lumayan lapang berbatu, cukup untuk 2 tenda isi 3. Ini adalah pos terakhir, lebih tepatnya tempat landai terakhir sebelum summit dan satu-satunya tempat yang baik untuk membangun tenda.

Pendakian ke puncak Gunung Agung membutuhkan waktu sekitar 2 jam dengan jalur bebatuan besar, melipir tebing. Di tengah perjalanan di bawah kaki tebing ada sebuah pura kecil, tempat untuk berdoa umat hindu. Di batas vegetasi trek menjadi full bebatuan dan berpasir, trek seperti itu yang akan mengantar sampai ke puncak Gunung Agung, atap tertinggi di pulau Bali.


jalur pendakian gunung agung
Melipir Tebing bebatuan

jalur pendakian gunung agung
Pemandangan Lereng Gunung Agung

jalur pendakian gunung agung
Medan Menuju Puncak

Puncak Gunung Agung

Gunung Agung yang dikenal keramat memang menyimpan banyak kemistikan. Untuk perjalanan turun pilihlah jalur yang ke kanan yang mengarah ke Pura Besakih.



Tips Pendakian Gunung Agung : 
  1. Gunakan Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung yang lengkap untuk kenyamanan dan keamanan. 
  2. Minimnya tempat camp, mulailah pendakian malam atau dini hari karena pendakian yang tepat adalah tek tok. 
  3. Hindari membawa makanan yang terbuat dari daging sapi sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat di sekitar Gunung Agung karena sapi atau lembu bagi umat hindu sangat disakralkan. 
  4. Cukupkanlah perbekalan air karena pendakian yang berat dan memakan waktu sekitar 7 jam untuk naik. Di Gunung Agung sedikit terdapat mata air dan beberapa sumber air tidak boleh diambil karena disakralkan jadi seakan-akan tidak ada sumber air di sepanjang perjalanan. Inilah fungsi jasa guide yaitu untuk sembayang sekaligus mengambilkan air. 
  5. Hindari pendakian saat upacara keagamaan. Jika ada proses upacara keagamaan di Pura Besakih dan Pura Pasar Agung, batalkan niat untuk mendaki dan sebaiknya mencari tahu lebih dahulu tentang jadwal upacara adat – keagamaan di pura Besakih atau Pasar Agung. 
  6. Perhatikan cuaca. Jika cuaca sedang hujan, trek yang berbatu akan licin terutama saat summit ke puncak. 
  7. Lebih baik menggunakan guide local yang mengerti seluk beluk pulau Bali dengan kepercayaan dan adat yang sudah tidak asing lagi, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 
  8. Dikenal mistis dan keramat, jangan pernah meninggalkan teman dalam pendakian.


Itinerary Pendakian Gunung Agung via Pura Besakih :
Pelabuhan Gilimanuk – Pura Besakih : 10 jam
Pura Besakih – Pos 2 : 3 jam
Pos 2 – Pos 3 : 2 Jam
Pos 3 – Puncak : 2 jam