Pura Taman Ayun Bali - Peninggalan Bersejarah Kerajaan Mengwi - Manusia Lembah

Manusia Lembah

Catatan perjalanan, Info Pendakian Gunung dan Tempat Wisata di Indonesia

Pura Taman Ayun Bali - Peninggalan Bersejarah Kerajaan Mengwi

Pura Taman Ayun Bali. Pulau Bali memang terkenal dengan keindahan pura yang pasti ada di setiap tempat. Tak sedikit pura juga dibuka menjadi tempat wisata populer di Bali karena keindahan dan keunikannya. 

Beberapa pura yang populer di Bali, contohnya adalah Pura Tanah Lot, Pura Ulun Danu Beratan di Bedugul, Pura Besakih yang terbesar di Bali dan masih banyak lagi. Selain itu, tidak jauh dari pusat kota Badung, ada salah satu pura cantik yang terlihat seperti gelang air, Pura Taman Ayun namanya. 

Pura taman ayun
Pura Taman Ayun terletak di Kecamatan Mengwi, Badung, Bali, Indonesia. Tempat wisata di Badung ini sangat populer karena kecantikan panorama dan keunikan bangunannya. Terlebih, pura ini juga berkaitan dengan Kerajaan Mengwi di masa lampau.

Cara ke Pura Taman Ayun :

Tidak sulit untuk ke Pura Taman Ayun Mengwi karena lokasinya yang mudah dijangkau dan tepat berada di tepi jalan besar. Pura Taman Ayun dekat dengan Terminal Mengwi. Jadi lumayan jauh dari pusat ibu kota, Denpasar. 

Dari Denpasar bisa ditempuh dengan menggunakan angkutan umum jurusan Denpasar - Singaraja atau Denpasar - Bedugul, turun di persimpangan jalan di Desa Mengwi. Lanjut berjalan kaki sekitar 250 meter ke lokasi.

Pura Taman Ayun berada sekitar 24 kilometer dari Pantai Kuta dan bisa ditempuh sekitar 30 menit berkendara. Karena terbatasnya transportasi umum, lebih mudah berwisata ke pura taman ayun menggunakan kendaraan pribadi. 

Gelang Air Pura Taman Ayun

Dalam bahasa Bali, Taman Ayun memiliki arti taman yang cantik. Hal itu memang tidak salah, karena dari depan saja, keasrian tempat wisata di Bali ini sudah tampak. 

Taman Ayun memang tampak luas, dengan pelataran lebar, bersih dan latar hijau yang tampak di belakang. Dikelilingi oleh aliran sungai, Pura Taman Ayun ini dari atas terlihat seperti gelang air, membuat bangunan pura seperti ada di atas permukaan air. 

Pintu masuk pura ada di tengah area. Setelah melewati jembatan yang membentang di atas air, tibalah di gapura masuk untuk memulai berwisata di tempat sejuk seluas ± 4 Ha.


Sejarah Pura Taman Ayun Bali

Dulunya, Kerajaan Mengwi pernah menguasai hampir seluruh daratan di Pulau Bali, bahkan termasuk Blambangan, Banyuwangi dan Jawa Timur.  Ketika Raja Mengwi X - I GUsti Made Agung, kalah dan gugur ketika berhadapan dengan Raja Badung pada tahun 1890, kejayaan Mengwi pun sirna. 


Pura Taman Ayun dibangun oleh raja pertama Kerajaan Mengwi bernama I Gusti Agung Putu, pada abad-17, dimulai tepatnya 1632 dan selesai pada 1634. Saat itu, Kerajaan Mengwi dikenal juga dengan nama Mangupura, Mangarajia dan Kawiyapura.

Dalam pembangunannya, raja dibantu arsitek Banyuwangi keturunan Tiongkok bernama Ing Khang Ghoew atau I Kaco. Pura ini didirikan untuk tempat pemujaan leluhur raja dan dinamakan Taman Genter. 

Setelah Mengwi berkembang menjadi kerajaan besar, raja memindahkan Taman Genter ke timur dan memperluasnya menjadi Pura Taman Ayun pada Selasa Kliwon-Medangsia bulan keempat, tahun 1556 Saka. 


Pura Taman Ayun dulunya adalah tempat suci khusus anggota keluarga besar Kerajaan Mengwi. Sampai sekarang, setiap Selasa Kliwon wuku Medangsia, di pura ini diselenggarakan upacara untuk merayakan ulang tahun pura. 

Kompleks Pura Taman Ayun

Pura Taman Ayun Bali ini memiliki pelataran luar dan tiga pelataran dalam, dimana semakin kedalam semakin tinggi letaknya. Pelataran luar adalah kompleks di sisi luar kolam, disebut dengan Jaba. Di pelataran luar terdapat gapura bentar sebagai pintu gerbang dan jembatan masuk.


1. Nista Mandala (plataran 1)

Pura taman ayun

Memasuki kawasan dalam, terbentang taman hijau asri yang teduh, dengan gardu kecil di sisi kanan untuk loket dan penjaga. Di halaman pertama ini terdapat wantilan (pendapa) yang digunakan untuk upacara dan sebagai tempat penyabungan ayam.

Ada jalan yang membentang di pelataran pertama untuk menuju ke pelataran kedua. Di area ini terdapat bale bundar sebagai tempat beristirahat sejenak. Disebelahnya terdapat kolam dengan tugu air yang memancarkan air ke sembilan arah mata angin. 


2. Madya Mandala (plataran 2)

Di ujung jalan, tepatnya memasuki gerbang ke pelataran kedua, posisinya memang lebih tinggi. Disini ada bangunan pembatas yang dihiasi relief 9 dewa penjaga arah mata angin. Menurut orang Hindu, sembilan patung ini sebagai simbol Dewata Nawa Sanga. Di sebelah timur juga terdapat pura kecil bernama Pura Dalem Bekak. 


Pura taman ayun

Di area ini ada pendopo di sisi plataran 2 yang memajang warisan budaya Bali, berupa dua topeng leak dan dua barong. Disini biasanya dijadikan objek foto yang terbilang menarik.


3. Utama Mandala (plataran 3)

Pura taman ayun

Pelataran dalam ketiga terletak paling tinggi. Pintu gelung di tengahnya akan dibuka hanya saat upacara. Sedangkan pintu di kanan dan kiri berfungsi untuk aktivitas sehari-hari. 

Di tempat paling utama dan suci ini terdapat beberapa candi dan beberapa meru yang dimanfaatkan untuk tempat pemujaan. Seperti dikisahkan dalam cerita kuno Adiparwa, semua kompleks pura ini menggambarkan Mahameru yang mengapung di tengah lautan susu. 

Ketika pintu tidak dibuka, maka hanya bisa mengelilinya dan mengintip di balik pembatas dinding. Mengikuti jalan paving untuk mengitari area suci, akan berujung di area museum yang terbagi dalam beberapa area. 


Galeri Pura Taman Ayun

Pura taman ayun

Setelah mengitari pura utama, akan memasuki area galeri, akan disambut dengan patung yang mencerminkan dewi padi atau dewi kesuburan. Area galeri ini berada di tepi sungai dan terdapat beberapa galeri yang menyajikan seluk beluk sejarah Pura Taman Ayun, adat dan budaya Bali.

Di ruang Galeri I, terdapat beberapa foto kegiatan upacara di Pura Taman Ayun pada zaman dahulu yang dilakukan turun temurun oleh keturunan Raja Mengwi. Di tengah ruangan terdapat miniatur Pura Taman Ayun dengan informasi yang lengkap. 


galeri pura taman ayun


Galeri yang ada di dalam bangunan kecil ala rumah tradisional Bali ini juga menyimpan beberapa kesenian lukisan yang sangat indah, dipajang rapi di setiap dindingnya. 

Pada bagian terakhir, ada ruang diorama yang menayangkan tentang sejarah Pura Taman Ayun. Mini bioskop ini dilengkapi tempat duduk rotan yang nyaman, untuk melepas lelah sekaligus mengenal sejarah.

Selanjutnya, perjalanan akan kembali tiba di plataran utama dengan bangunan akhir pendapa dan tempat penyabungan ayam. 


Pura taman ayun



Seluk Beluk Pura Taman Ayun

Pura Taman Ayun pernah mengalami kerusakan pada tahun 1917 ketika terjadi gempa bumi di Bali. Kemudian, dilakukan proses perbaikan pada 1937 dan 1949.

Pada tahun 2012 UNESCO menetapkan tempat wisata di Bali ini sebagai warisan budaya dunia. Situs bertajuk resmi Lanskap Budaya Provinsi Bali : Sistem Subak sebagai sebuah manifestasi filosofi Tri Hita. Meliputi Pura Ulun Danu Batur dan Danau Batur, daerah aliran sungai Pakerisan, kawasan Catur Angga Batukaru dan situs Pura Taman Ayun.

Warisan Kerajaan Mengwi ini sampai sekarang masih lestari, kokoh dan tergolong baik. Area Taman Ayun ini juga berfungsi sebagai estuari DAM. Sehingga pada musim kemarau, kebutuhan air irigasi persawahan bisa disuplai dari lokasi itu. 

Sebagai salah satu tempat wisata di Bali yang sarat akan sejarah, Pura Taman Ayun selalu ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Dikelilingi oleh rimbun pohon yang berjajar teduh, tempat ini sangat cocok dikunjungi setiap waktu ketika berlibur di Pulau Dewata. 


Tips Wisata Pura Taman Ayun Bali :

  1. Wisatawan wajib menggunakan sarung yang disediakan di area tiket masuk.
  2. Karena merupakan kawasan suci, sebaiknya berpakaian sopan, menjaga sikat dan menaati peraturan yang ada.
  3. Saat ada ritual keagamaan diharapkan tertib terutama dalam memfoto agar tidak mengganggu jalannya ritual.
  4. Wanita yang sedang datang bulan tidak boleh masuk pura. 
  5. Jangan mengotori area wisata dan jangan melakukan vandalisme.

Informasi Wisata Pura Taman Ayun Bali : 

  • Lokasi : Jl. Ayodya No.10, Mengwi, Kec. Mengwi, Kabupaten Badung (Map : Klik Disini)
  • Buka / Tutup : 08.00 - 17.00 WITA
  • HTM : Rp. 30.000
  • Telepon : (0361) 9009270
  • Penginapan : Villa Kompiang Bali, Umasari Rice Terrace Villa, Puri Taman Sari Resort
  • Wisata Sekitar : Alas Kedaton, Taman Griya, Pancoran Gulingan

Ref : wikipedia, blog.isi-dps

>