15 Tipe Pendaki Gunung yang Sering Ditemui. Kamu yang Mana? - Manusia Lembah

Manusia Lembah

Catatan perjalanan, Info Pendakian Gunung dan Tempat Wisata di Indonesia

15 Tipe Pendaki Gunung yang Sering Ditemui. Kamu yang Mana?

Tipe Pendaki Gunung. Kegiatan mendaki gunung sudah diminati sejak dulu kala, dan sampai kini'pun, peminatnya semakin bertambah, tidak hanya di kalangan remaja saja tetapi anak hingga orang tua. Terbukti bahwa mendaki gunung termasuk salah satu olah raga yang dibilang mengasyikkan. Pergi ke alam bebas, menyatu dengan alam dan menikmati pemandangan indah, pastinya semua kalangan menginkan itu. Maka tak heran jika mendaki gunung semakin diminati banyak kalangan, terlebih beberapa tahun belakangan ini. 


Beberapa orang mengatakan bahwa mendaki gunung adalah kegiatan orang aneh, dimana mereka dengan senang hati pergi ke alam bebas untuk mengerahkan tenaga fisik di hari yang panjang, dengan tantangan sulit, ditambah kematian yang bisa datang tiba-tiba. 

Meski begitu, ada banyak tipe kepribadian dari pendaki gunung yang tentunya berbeda dari setiap pendaki. Dari banyaknya pendakian, serta bertemu dengan ratusan orang, ada beberapa tipe pendaki gunung yang bisa dilihat. Coba, kamu tipe yang mana...

1. Pendaki Pecinta Gunung


Pecinta gunung merupakan tipe pendaki yang selalu berhasrat mendaki gunung mana saja saking sukanya. Mereka tidak peduli apakah gunung tersebut memiliki puncak yang membosankan, pemandangan tidak bagus, bahkan puncak yang tidak bisa dijangkau atau jalur yang belum ada. Mereka akan mencari cara untuk menjangkaunya. 

Tipe pendaki ini tidak pernah bosan dengan gunung meski berulang-ulang, apapun keadaannya, seberapa susah kesana, tidak peduli tinggi rendahnya, maupun ngetop atau tidaknya gunung tersebut. Mereka selalu ingin mendaki semua gunung yang tercatat di buku ensiklopedi. 

2. Pendaki Praktis

Jenis pendaki praktis ini bisa dibilang adalah tipe canggih. Mereka selalu memperhitungkan barang bawaan dengan yang lebih praktis agar bisa menikmati perjalanan tanpa kesulitan, ditambah barang-barang yang lengkap dan membantu. 

Contohnya, mereka membawa peralatan serba ultralight mulai dari tenda, matras, alat makan dan sebagainya agar lebih ringan, kadang membawa bantal tiup agar tidak menggunakan baju-baju sebagai bantal, melengkapi dirinya dengan gelas lipat, kompor portable, rechargeable LED headlamp, dan barang minimalis lainnya untuk menghemat tempat carrier sekaligus membuat perjalanannya nyaman, tidak repot dan lengkap. 

Untuk menghindari memasak ribet dan lama dengan menu yang itu-itu aja, biasanya mereka membawa makanan jadi yang hanya perlu dihangatkan. Karena segala peralatannya ringan dan praktis, membuatnya bisa membawa logistik yang nikmat di lidah. Hal ini membuat kesan pendakiannya menjadi super perfect

3. Pendaki Santai


Jika beberapa pendaki biasanya memperhitungkan waktu, jenis pendaki santai ini bukannya tidak memperhitungkan, tetapi jalan santai adalah faktor utama agar pendakiannya nyaman dan menyenangkan. Bahkan, kadang mereka tidak memperhitungkan waktu. Sampai oke, tidak sampai ya oke. Mereka tidak terlalu menggebu-nggebu dalam pendakian dan menggunakan energinya secara konstan agar tetap bertahan hingga akhir.

Jalan yang lambat bukan berarti mereka lemah. Mereka justru menyimpan energi agar bisa menikmati waktu santai di tenda dengan secangkir kopi. Meski jalan terlalu santai membuat barang bawaan semakin berat, bisa diatasi dengan istirahat sejenak sambil menghabiskan sebatang rokok ataupun ngobrol ringan. 

Identik dengan kesan 'bodo amat' dan humoris, pendaki yang tentunya memiliki pemikiran yang santai pula ini biasanya malah bisa mencari solusi di segala situasi. Bahkan mereka akan mengurangi logistik jika tahu bahwa di puncak sudah ada warung. 

4. Pendaki Hipster


Pendaki jenis ini cukup berbeda karena selalu mencari hal baru dimana orang lain belum tahu, karena pada dasarnya suka menyendiri. Jenis pendaki hipster tidak begitu tertarik dengan daftar gunung yang sudah terlalu mainstream. Justru mereka suka mendaki ke gunung yang jarang dikenal orang.

Mereka juga mengejar puncak gunung, tetapi untuk mengajaknya mendaki ke gunung yang sudah populer, pasti harus menggunakan rayuan maut. Mereka berfikir bahwa mendaki gunung yang jarang didaki itu lebih baik, tidak masalah berapa tingginya. Mereka juga tidak peduli dengan omongan orang lain yang menyebutnya elitis, aneh atau apapun. 

5. Pendaki Amatir


Pendaki jenis ini mengutamakan kesenangan. Kesenangannya dengan pendakian gunung akan membuatnya melakukan apapun untuk pergi kesana. Entah perjalanan jauh yang membutuhkan perjalanan pesawat panjang dari Sabang hingga Merauke, mereka akan melakukannya untuk melengkapi karir pendakiannya.

Tak hanya sampai disitu, mereka juga tertarik melakukan pendakian ke luar negeri hingga menaklukkan 7 Summit Dunia. Mereka akan melakukan apapun untuk kesenangannya, meskipun harus bolos sekolah atau kuliah, bolos kerja hingga menggunakan jurus seribu alasan agar bisa berangkat. Yang penting hati senang.

Selain itu mereka juga akan menyenangkan orang lain dengan membawa tulisan-tulisan untuk difoto di puncak. Membawa tulisan untuk orang lain di puncak'pun akan membawa kesenangan tersendiri untuk dirinya, karena hal itu membuktikan mereka telah berhasil di puncak, jadi harus diperlihatkan orang lain dong!

6. Pendaki Powerfull


Ini adalah tipe pendaki kuat yang paling bermanfaat di dalam tim alias golongan porter. Dia mampu membawa barang berat dengan carrier tinggi dan menganggap hal itu biasa. Pendaki tipe ini biasanya sudah memiliki pengalaman pendakian yang sudah melatihnya menjadi kuat seperti itu. 

Meski barang berat, pendaki powerfull ini juga memiliki langkah yang cukup cepat. Sehingga, kadang disuruh jalan duluan agar segera sampai di tempat camp dan membangun tenda, sebelum energinya terkuras habis karena mengikuti alur pelan (baginya) ditambah banyak istirahat - karena dia tidak suka istirahat lama-lama.

Di kalangan cewek, pendaki jenis ini adalah tipe paling pengertian karena paling banyak membawa atau mengcover kebutuhan tim. Bahkan dengan rela membawa barang teman ceweknya yang keberatan, sehingga membuat para hawa terpesona pada pandangan pertama. Tapi jangan kepedean guys!.

7. Pendaki Pelari


Pendaki pelari atau running mountaineer banyak membuat orang geleng-geleng kepala. Mereka mendaki gunung hanya untuk olahraga dengan membawa bekal air yang tidak cukup banyak. Jika pendaki gunung biasanya mendaki dengan membungkukkan badan karena menahan beban, maka pendaki pelari akan berlari menyusuri jalur.

Tipe pendaki pelari tidak membutuhkan camp dan biasanya mendaki di gunung-gunung yang tidak begitu tinggi dan bisa dicapai naik - turun dalam waktu pendek, bahkan kurang dari 24 jam. Karena sering lari di gunung, tak jarang saat pendakian sesungguhnya mereka bisa turun sambil lari ngebut pencicilan di sepanjang trek. Jadi jangan iri kalau melihat mereka bisa lari-lari di gunung, tinggalkan carriermu dan kejar guys!. Hehe, tidak disarankan.

8. Pendaki Ekstrim


Jenis pendaki satu ini adalah pendaki gunung yang suka tantangan. Mereka suka pergi ke gunung dengan trek yang tidak mudah, medan terjal hingga membutuhkan pemanjatan tebing. Bahkan mereka suka melakukan hal-hal yang menantang maut. Bagi mereka, mereka belum mendaki gunung jika belum mengalami hawa kematian di sekitar yang bisa terjadi kapanpun.

Pendaki ektrem memiliki mental dan adrenalin yang cukup baik karena tidak gentar akan resiko buruk. Meski suka mendaki di tempat yang penuh resiko, mereka sudah mempertimbangkan segalanya untuk tetap safety, karena mereka memang mencari tantangan, bukan kematian. 

9. Pendaki Anak Alam


Pendaki jenis ini sangat bertolak belakang dengan jenis pendaki praktis. Pendaki anak alam ini selalu ingin hidup berdampingan dengan alam dan menganggap bahwa alam itu baik. Mereka tidak akan ragu minum air mata pegunungan, makan buah liar hingga Tanaman Liar yang Bisa Dikonsumsi. Justru mereka sangat memahaminya, mana yang bisa dimakan, maka yang tidak.

Pendaki Anak Alam biasanya menguasai Teknik Survival. Mereka menganggap alam adalah teman dan sebisa mungkin dalam pendakian mereka minim sampah. Sehingga ketika melakukan pendakian, mereka akan menjaga alam tersebut, seperti menegur pendaki yang mengotori alam, turut memungut sampah dan lain sebagainya.

Pendaki anak alam biasanya juga tergabung dalam komunitas pecinta alam ataupun lingkungan, dimana mereka kadang mendaki gunung untuk melakukan bersih gunung maupun penghijauan.

10. Pendaki Pemula


Pendaki pemula merupakan jenis pendaki pendatang baru yang siap terjun ke alam bebas dan memulai hobi mereka bersama tim konyol maupun yang serius. Biasanya mereka belum belajar beberapa ketrampilan pendakian gunung. Namun, mereka sudah melatih fisik sebelumnya untuk persiapan pendakian. 

Selain itu, mereka sudah membekali diri dengan membaca semua tips pendakian gunung sebelum memulainya. Sehingga mereka jarang neko-neko dan tertib mengikuti prosedur pendakian safety karena masih mencari pengalaman baru.  Meski di tengah jalan tidak begitu yakin, tetapi sebagian besar dari mereka selalu siap untuk sampai di puncak pertamanya. 

11. Pendaki Egois

Sebagian besar jiwa egois pendaki akan muncul dalam pendakian gunung dan yang tidak bisa mengontrolnya, akan dijuluki pendaki egois. Jenis pendaki egois ini tidak bisa menahan ego'nya dalam pendakian dan cenderung seenaknya sendiri karena maunya dituruti. 

Meski mau berbagi, mereka lebih mengutamakan kepentingan dan kenyamanan dirinya sendiri. Banyak pendaki gunung yang tidak menyukai rekan tim yang ego'nya mulai muncul. Ego yang paling tampak dalam pendakian adalah meninggalkan teman dalam pendakian yang bisa berakibat fatal.

12. Pendaki Penikmat Alam


Sedikit berbeda dengan tipe pendaki santai, tipe pendaki penikmat alam ini tidak berambisi mengejar puncak. Baginya, menikmati pemandangan saja sudah cukup tanpa harus naik lebih tinggi ke puncak yang bisa jadi memiliki panorama serupa dan puncak hanyalah bonus. Kalau dia ingin ya naik, kalau tidak ya tidak.

Mereka lebih suka diam memandangi panorama atau tidur menikmati angin semilir khas pegunungan. Biasanya pendaki tipe ini memilih berada di tenda ketika tim'nya ke puncak. Mereka lebih suka menikmati pegunungan tanpa bersusah payah menggebu-gebu menuju puncak - dengan catatan, lokasi camp strategis dengan panorama aduhai.

Tak hanya itu, jenis pendaki penikmat alam banyak dihuni kalangan photographer yang selalu mengabadikan panorama alam di kamera mereka. Saking menikmati alam, mereka kadang lupa atau tidak membutuhkan berfoto ria. Maka tak jarang ada beberapa foto indah yang membuat banyak orang ingin ke tempat itu, meski bukan di puncak gunung.

13. Pendaki Ribet


Ribet tidak selalu bagian pendaki pemula, tetapi pendaki yang sudah pengalaman juga bisa ribet. Kebanyakan tipe pendaki ribet ini ada di kaum pendaki wanita. Tipe pendaki ribet ini memang selalu on fire ketika mendaki, tetapi selalu merasa tidak siap karena takut ada yang kurang. 

Mereka memiliki ekspetasi pendakian yang nyaman, menyenangkan dan sempurna. Hal ini membuat mereka kembali bingung apa lagi yang perlu dipersiapkan, padahal sudah pernah mendaki sebelumnya. Padahal, ekspetasi tak sesuai dengan realita. 

Kebanyakan dari mereka ribet'nya minta ampun meski memiliki tenaga badak. Bahkan keribetan bisa dimulai saat mulai membahas rencana pendakian sampai perjalanan pulang. Ribet masalah transportasi, ribet rencana camp, ribet logistik, ribet ngatur tim ini itu dan ribet ribet lainnya.

14. Pendaki Murah Hati


Pendaki tipe murah hati ini bisa menguntungkan maupun merugikan, tapi yang namanya murah hati pasti menguntungkan di akhirat. Nah, pendaki jenis ini selalu menolong rekan setim maupun pendaki lain di dalam pendakian. Dia lebih mementingkan orang lain, baru dirinya sendiri. Tipe pendaki ini biasanya senang berbagi, tidak pelit, rela berkorban dan sedikit pasrah.

Bahkan ketika logistik menipis, tipe pendaki ini masih mau memberi pendaki lain yang kesusahan maupun darurat. Sehingga kadang dia diprotes teman setim karena rasa murah hatinya itu. Jika ada yang bilang, "logistik kita sedikit nanti tidak cukup kalau dikasih orang.", tentu si murah hati akan mengutamakan keselamatan orang lain. 

Pendaki tipe murah hati ini juga mengayomi teman setim'nya dan selalu ingin berbuat yang membuat kawan-kawannya nyaman dalam pendakian. Mereka memulai memasak karena kepedulian yang tinggi pada kelompoknya. Pendaki si murah hati ini bisa jadi obat buat yang suka bermanja-manja maupun yang suka mengeluh tingkat dewa. 

15. Pendaki Kekinian

Nah, ini pendaki fenomenal yang banyak mendapat ejekan dari beberapa pendaki gunung kalangan senior maupun para pecinta alam. Pendaki kekinian jaman modern ini lebih mementingan konten sosial media, sehingga lupa akan keselamatan diri sendiri. Mereka cenderung mengejar popularitas saja, tidak ada yang lain. 

Jika pernah ada kisah tentang pendaki salah kostum, itulah pendaki kekinian. Mereka menarik perhatian dengan cara aneh, mungkin agar viral atau menjadi auto terkenal. Mereka cenderung menyampingkan resiko alam bebas, yang penting konten, konten dan konten. 

Mereka bukanlah pecinta alam dengan pengetahuan yang masih minim tentang alam. Mereka bisa seenaknya saja memetik bunga edelweis banyak-banyak, melakukan tindakan kontroversial, bahkan tidak segan mengusik dan mengotori alam. Banyak dari golongan pendaki gunung yang tidak menyukai pendaki kekinian yang kurang mengerti aturan. 

Itu adalah 15 tipe pendaki yang selama ini ditemui di dalam perjalanan. Bagaimanapun juga, siapapun tidak bisa menuntut setiap orang harus jadi tipe pendaki sesuai keinginannya agar pendakian menjadi menyenangkan - karena setiap orang berbeda. Mungkin masih banyak tipe pendaki lainnya di luar sana yang belum teridentifikasi, hehehe.