Museum Gubug Wayang Mojokerto, Bernostalgia dengan Masa Lalu - Manusia Lembah

Museum Gubug Wayang Mojokerto, Bernostalgia dengan Masa Lalu

Wayang sekarang menjadi tontonan yang sangatlah tradisional dan hampir punah, kalah dengan teknologi masa kini. Peminat wayang kini juga hanya didominasi orang-orang tua yang tentu masa mudanya menggandrungi tontonan tradisional nusantara ini. 

Namun, budaya nusantara tidak meredup begitu saja dengan adanya museum Gubug Wayang. Berwisata ke Mojokerto, selain mengunjungi sejarah Kerajaan Majapahit, budaya nusantara juga bisa dipelajari atau ditengok kembali di Museum Gubug Wayang Mojokerto.


Museum Gubug Wayang Mojokerto
Museum Gubug Wayang berada di Jl.Kartini 23, Kecamatan Prajurit Kulon, Mojokerto, Jawa Timur (Map : Klik Disini). Rute mudah dengan lokasi di tengah kota ini tidak hanya menjadi tujuan penggemar wayang, tetapi juga anak sekolah, mahasiswa hingga pekerja muda dengan berbagai profesi yang ingin mempelajari budaya cantik nusantara ini.

Keunikan wisata di Mojokerto ini sudah tampak ketika sampai di depan gerbang. Gerbang bergaya jawa dengan dekorasi wayang sudah menyapa di depan. Ketika masuk, layaknya memasuki area, ada semacam tribun mini di kiri dan kanan, dimana di atasnya terukir kisah pewayangan.

Museum Gubug Wayang Mojokerto
Pelataran Gubug Wayang 
Di area depan ada sebuah gong besar dengan patung Pak Raden yang menjadi ciri khas Museum Gubug Wayang Mojokerto ini. Di sisi museum ada sebuah arca dimana pada dinding-dinding'nya terpahat relief cerita pewayangan yang sudah diberi informasi sangat jelas di bawah relief.

Belum masuk ke dalam museum, pasti masih disibukkan dengan benda-benda yang terpajang di pelataran seperti tombak, meriam mini, lontar, foto-foto Mojokerto di masa lalu dan beberapa topeng dengan bentuk yang unik-unik. Di pelataran ini pula wajib memakai sandal

Disini disediakan sandal khusus untuk masuk ke museum sekaligus guide yang akan menjadi guru privat. Jadi parkir'kan sandal, sepatu dan selamat belajar sambil nostalgia!

Sejarah Gubug Wayang

Wisata di Mojokerto ini tidak berdiri begitu saja. Sanggar Gubug Wayang didirikan oleh Yensen Project sebagai perwujudan rasa peduli terhadap generasi muda. Banyak benda-benda unik yang sudah dikumpulkan beberapa tahun, ditambah kecintaan terhadap bentuk-bentuk wayang, topeng, keris, gamelan dan alat musik etnis, dll, sehingga membulatkan tekad untuk tidak sekedar menyimpan koleksi tersebut, melainkan memajangnya agar dapat berbagi pengetahuan dengan masyarakat terutama generasi muda.

Museum ini memiliki peranan penting dalam pendidikan karakter budaya masyarakat Indonesia. Museum Gubug Wayang menjadi tujuan utama wisata edukasi seni dan budaya di Mojokerto, agar wisatawan lebih mengenal seni dan budaya yang sudah diwariskan turun-temurun. 

Museum Gubug Wayang diresmikan pada 15 Agustus 2015. Bangunan tiga lantai ini menghadirkan berbagai koleksi dan berbagai karya anak bangsa dari berbagai macam daerah. 

Museum Gubug Wayang Mojokerto

Museum Gubug Wayang Mojokerto
Area Lantai 1
Seperti namanya, tempat wisata di Mojokerto ini menyimpan banyak koleksi yang berhubungan dengan wayang. Tak hanya tentang pewayangan, koleksi adat budaya Jawa juga terpajang rapi mulai dari senjata seperti tombak, keris dan patung Punakawan. 

Keris yang dipajang tidak hanya satu, tetapi puluhan dengan bermacam-macam jenis keris. Bahkan ada keris sepanjang 3 meter!. Disini bisa sekalian belajar filosofi keris.  

Selain identik dengan ruangan keris dan tombak atau persenjataan. Di tengah ruangan ada semacam aula pertunjukan wayang yang lengkap dengan wayang, gamelan dan patung pak dalang. Sedangkan di dinding langit-langit, tampak puluhan foto budayawan yang terpajang rapi di dalam pigura dan mungkin tidak bisa saya sebutkan satu-persatu saking banyaknya.  

Museum Gubug Wayang Mojokerto
Koleksi Museum Gubug Wayang #1
Di belakang aula pertunjukan ada tempat menarik baru yang tak asing lagi, yaitu Rumah Unyil. Kalimat pembuka 'Selamat Datang di Desa Sukamaju' seakan membuat layaknya masuk TV. 

Di ruangan kecil ini ada miniatur rumah Unyil yang lengkap dengan pagar, rumah, kamar, kasur, lemari, pakaian, jemuran, sarang burung, pos kamling dan sebagainya. Di sekitarnya, wayang golek Unyil yang pernah ngetop pada jamannya terpajang rapi, menunggu dijadikan objek foto. 

Jika di lantai 1 lebih dulu mengenal keris dan wayang secara umum, maka naik ke lantai 2, edukasi tentang jenis-jenis wayang akan semakin komplit. Ternyata bukan hanya wayang kulit saja yang ada di bumi pertiwi ini, tetapi ada jenis wayang-wayang lain mulai dari wayang golek hingga wayang kulit yang mengisahkan tentang mahabharata, ramayana, kera sakti, wali songo, sampai nabi Isa. Bahkan jenis wayang pemerintahan juga ada, dinamakan Wayang Kisut Pancasila.

Cusss Lantai 2
Naik ke lantai 3, koleksi wayang golek di museum Gubug Wayang Mojokerto  masih mendominasi ditambah koleksi masa lalu yang pasti dirindukan generasi 80-90an. 

Beberapa mainan masa lalu, cetakan dan wayang golek para komedian serta musisi masa lalu berjajar rapi, mengantar ke arah koleksi alat musik Tiongkok. Hm... wisata di Mojokerto ini memang bisa membuat siapapun bernostalgia pada masa lalu.


Museum Gubug Wayang Mojokerto
Koleksi Museum Gubug Wayang #2
Tak hanya alat musik Tiongkok, ada juga piano tradisional dengan senar dan ada panggung pertunjukan seni wayang Potehi yang populer di Cina sejak 265-420 M. Ada juga boneka tali kumal berumur puluhan tahun yang masih tergantung kuat di dekat langit-langit. Disini, koleksi tiongkok yang sudah berumur tua menjadi koleksi yang unik sekaligus etnik.

Koleksi Gubug Wayang

Secara garis besar, berikut koleksi Sanggar Gubug Wayang :

1. Wayang

  1. Wayang Potehi : Jenis wayang khas Tionghoa yang berasal dari Tiongkok bagian selatan dan menjadi salah satu kesenian tradisional Indonesia. 
  2. Wayang Pamarta Rahayu : Berasal dari Klaten. Merupakan kolaborasi antara Sukimin,R.Sumijanto dengan Murhadi Hadisubroto membuat wayang kristen protestan pada 22 September 1975.
  3. Wayang Kancil : Sejenis wayang dengan karakter hewan dan mengambil cerita dari dongeng kancil. Wujud orang hanya sedikit. 
  4. Wayang Klitik Panji : Wayang yang memakai cerita dari serat Panji dan diperkirakan sudah ada sejak zaman Majapahit.
  5. Wayang Kulit Cina Jawa (Wacinwa) : Diciptakan tahun 1925 dengan pengantar bahasa Jawa, tetapi mengangkat kisah dari mitos Tionghoa. 
  6. Wayang Kulit Jawa (Purwa) :  Seni pementasan yang terbuat dari kulit hewan (red. Kulit Kerbau Sumatra atau Sapi). Sudah berkembang pada zaman kerajaan Majapahit sekitar abad ke sepuluh.
  7. Wayang Sada (Sodo) : Wayang yang terbuat dari lidi kambil gadhing atau jenis lain yang masih muda dan kuat. Wayang ini pertama kali dicetuskan oleh Marsono dari Dusun Gunungbang, Desa Wisata Bejiharjo, Karangmejo, Gunungkidul.
  8. Wayang Thengul : Terbuat dari kayu berbentuk tiga dimensi.  Di Kabupaten Bojonegoro, pertunjukan wayang ini masih didukung oleh 14 dalang yang tersebar di berbagai wilayah.
  9. Wayang Jek Dong
  10. Wayang Gocinda : Menceritakan kisah perjalanan ke Barat Biksu Tong.
  11. Wayang Golek Hanoman
  12. Wayang Pring
  13. Wayang Suket : Karya Ki Gepuk dari Rembang, Purbalingga yang kini dikenal dengan Wayang Gepuk. Terbuat dari rumput kasuran yang hanya tumbuh di bulan Sura. Kin diteruskan oleh Badrianto, cucu Ki Gepuk dan jarang dibuat karena bahan sulit ditemukan.
  14. Wayang Golek : Seni tradisional Sunda yaitu pertunjukan wayang yang terbuat dari boneka kayu dan populer di tanah Pasundan. Di museum Gubug Wayang ada Wayang Golek Panji Cepak Cirebon, Wayang Golek Walisongo, Wayang Golek Lenong Betawi dan Wayang Golek Sesek.
Museum Gubug Wayang Mojokerto
Koleksi Museum Gubug Wayang #3

2. Boneka Si Unyil

Boneka Serial Unyil merupakan bentuk penyambungan dalam dunia Wayang Golek. Boneka serial Unyil adalah karya dari Drs.Suyadi (Pak Raden) dengan ciri yang bersifat bebas dan kreatif. Dalam sejarah pertelevisian, wayang-wayang boneka unyil tersisih dan nyaris hilang. Padahal, tema misi edukatif maupun bentuk pementasannya sangat akrab dan tepat dengan anak-anak Indonesia.

Bapak Drs. Suyadi atau lebih akrab dipanggil dengan nama Pak Raden, adalah seorang pendongeng, pelukis, illustrator dan pengisi suara (tokoh pak Raden di Serial Si Unyil 90an. Red). Berbagai peninggalan dan karya – karya Pak Suyadi sekarang bisa dilihat di Museum Gubug Wayang Mojokerto. Wisata di Mojokerto ini menjadi museum satu-satunya yang mendapat apresiasi dari Pak Suyadi karena nuansa seni yang ada.

3. Tosan Aji

Keris adalah senjata berujung runcing dan tajam pada kedua sisinya. Keris merupakan salah satu senjata golongan belati dengan bahan pembuatnya nikel dan besi baja. Keris memiliki banyak fungsi budaya yang dikenal di kawasan Nusantara bagian barat dan tengah.

4. Topeng

Topeng pada awalnya adalah alat untuk berhubungan dengan arwah nenek moyang. Bisa dilihat pada upacara-upacara adat suku Batak (Sumatra Utara), masyarakat sekitar Tolage-Alfur (Sulawesi Tengah) dan upacara Tiwah pada suku Dayak di Kalimantan. Di museum ini menyimpan banyak jenis topeng mulai Topeng Panji Malangan, Topeng Mahabarata Baratayudha Malang dan beberapa topeng lainnya.

5. Gamelan Jawa

Gamelan adalah alat musik pengiring pertunjukan seni tradisional, sebagai salah satu contohnya adalah pagelaran wayang. Alur cerita dari pewayangan tidak akan lengkap apabila tidak ada bunyi gamelan.

6. Artefak Majapahit

Pernak-pernik Majapahit juga tersaji di Museum Gubug Wayang seperti Gubungan terakota , Figurin gerabah, Celengan terakota hingga umpak rumah tradisional Majapahit.

7. Batik Nusantara

Salah satu koleksi Batik yang ditampilkan di Museum Gubug Wayang adalah berbagai macam motif Batik Mojokerto dari masa ke masa beserta diorama pembuatannya, baik secara tradisional (lukis/canting) atau batik cap/sablon (printing).

Kegiatan Museum Gubug Wayang

Museum Gubug Wayang Mojokerto tidak hanya sebuah museum yang khusus menyimpan benda-benda unik dan klasik. Wisata di Mojokerto ini juga bisa menjadi sarana edukasi yang menarik bagi segala kalangan. Banyak kunjungan dari berbagai sekolah, komunitas, perguruan tinggi hingga instansi pemerintah yang selalu ingin mengenal lebih dekat budaya nusantara. 

Didampingi guide yang handal dan sangat memahami seluk beluk sejarah, seni nusantara dan filosofi, mengunjungi wisata di Mojokerto ini akan menjadi destinasi wisata edukasi yang sangat menarik.

Bukan hanya menawarkan edukasi, pengelola Museum Gubug Wayang juga berkreasi di luar area, seperti kegiatan Gubug Wayang Goes to Campus, pameran Temporary Museum di sekolah maupun universitas, Wayang Road Show, hingga kegiatan sharing terbuka. Budaya nusantara bukan hanya dikenal dengan berteori saja, bukan?!

Museum Gubug Wayang Mojokerto
Nusantara Cheers...

Tips Wisata di Gubug Wayang Mojokerto :

  1. Museum Gubug Wayang buka hari Selasa - Minggu mulai jam 09.00 - 17.00. Hari Senin tutup.
  2. Tiket masuk untuk dewasa/umum/mahasiswa Rp.30.000 dan pelajar Rp. 25.000 termasuk tour guide. Jika berkunjung minimal 30 peserta mendapat diskon 20% per orang. Lumayan guys!.
  3. Sandal wajib dilepas dan diganti sandal khusus untuk pengunjung.
  4. Patuhi peraturan di dalam museum, seperti tidak boleh menyentuh benda museum maupun memainkannya.
  5. Jangan ragu untuk bertanya seputar sejarah, filosofi maupun seni nusantara pada kepada guide yang sangat berpengalaman.
  6. Untuk mengadakan agenda khusus sebaiknya menghubungi pihak museum lebih dulu. Reservasi tour secara grup/kelompok/instansi minimal 1 minggu sebelum agenda.
  7. Jika ingin belajar merakit wayang karton, disediakan edukatif dengan tambahan biaya tertentu.
  8. Jangan mengotori area museum dan jangan melakukan vandalisme.
Kontak Museum Gubug Wayang :