>

Danau Kelimutu - Keajaiban Alam Indonesia dari Flores

Danau Kelimutu Ende. Berlibur ke Flores, jangan lewatkan wisata unik Danau Kelimutu atau yang populer disebut Danau Tiga Warna. Bukan hanya di dalam negeri, tetapi danau fenomenal ini juga dikenal di luar negeri. Sebagai danau yang bisa berubah-ubah warna hingga 44 kali, Danau Kelimutu juga memiliki cerita mistis serta mitos yang menjadi bumbu cerita menarik bagi siapapun yang mengunjunginya. Siapa yang tidak tertarik dengan fenomena keajaiban alam gunung berapi berketinggian 1.639 mdpl ini?
Danau Kelimutu Ende
Danau Kelimutu
Gunung Kelimutu berada di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Gunung Kelimutu tercatat terakhir meletus pada tahun 1968. Sedangkan pertama berubah warna terjadi setelah letusan tahun 1886.

Seperti wisata gunung pada umumnya, perjalanan ke area Danau Tiga Warna Kelimutu dari lokasi parkir diawali dengan menyusuri jalan menanjak yang pada beberapa bagian sudah dipaving. Awalnya, jalan yang menanjak memang belum terlalu curam dan masih cenderung datar. Tidak jauh dari lokasi parkir akan sampai di persimpangan dengan tanda 'Danger Area'. Ada petunjuk arah untuk ke kawah maupun ke terowongan Belanda. Walk to the left.
Danau Kelimutu Ende
Area Masuk Wisata Danau Kelimutu
Setelah melewati persimpangan, jalur mulai melebar dan datar, cukup sebagai pemanasan sebelum menyusuri tangga panjang di lereng gunung. Disini akan melewati area Danau Atapolo yang bisa dilihat dari dekat. Untuk ke puncak Gunung Kelimutu, harus melewati puluhan tangga di sepanjang lerengnya yang tentunya lebih banyak membutuhkan tenaga ekstra. 

Asal Usul Nama Danau Kelimutu

Kelimutu berasal dari kata 'keli' yang berarti gunung dan 'mutu' yang berari mendidih. Kelimutu memiliki tiga danau yang memiliki nama berbeda yaitu :
  1. Tiwu Nuwa Muri Koo Fai : Berwarna khas hijau lumut, memiliki kedalaman sekitar 127 meter serta memiliki luas sekitar 5,5 Ha. Dipercaya sebagai tempat berkumpulnya jiwa muda mudi yang telah meninggal.
  2. Tiwu Ata Polo : Berwarna hijau, kadang merah, memiliki kedalaman hingga 64 meter serta memiliki luas sekitar 4,5 Ha. Dipercaya tempat berkumpulnya jiwa orang-orang meninggal yang selama hidupnya selalu melakukan kejahatan.
  3. Tiwu Ata Mbupu : Berwarna kehitaman, kadang putih, memiliki kedalaman hingga 67 meter serta memiliki luas 4 Ha. Dipercaya tempat berkumpulnya jiwa orang tua yang telah meninggal. 
Awalnya, daerah ini ditemukan oleh Van Such Telen warga Belanda pada tahun 1915. Ketika pertama ditemukan, Danau Kelimutu berwarna merah, putih dan biru. Keindahannya dikenal setelah Y. Bouman melukiskan dalam tulisannya pada tahun 1929.

Puncak Gunung Kelimutu

Puncak Gunung  Kelimutu ditandai dengan adanya tugu di area puncak. Perjalanan normal dari area parkir hingga puncak membutuhkan waktu sekitar 25 menit. Dari puncak tampak Danau Tiwu Nuwa Muri Koo Fai dan dibatasi oleh tebing batu disebelah kanannya tampak Danau Tiwu Ata Polo. Sementara di seberang sisi kedua danau ada Danau Tiwu Ata Mbupu yang berwarna kehitaman dan memiliki kedalaman hingga 67 meter.
Danau Kelimutu Ende
Tiwu Nuwa Muri Koo Fai
Danau Kelimutu Ende
Tiwu Ata Mbupu
Dari ketiga danau tersebut, Danau yang paling sering berubah warna hingga 44 kali dalam kurun waktu 1915-2011 adalah Danau Timu Ata Polo yang juga salah satu sumber air Sungai Ria Mbuli. Biasanya danau ini berwarna coklat hingga kemerahan. 
Danau Kelimutu Ende
Tiwu Ata Polo
Spesial momen di Danau Tiga Warna Kelimutu adalah menjelang matahari terbit. Ketika matahari perlahan muncul di belakang Tiwu Nuwa Muri Koo Fai, panorama alam yang luar biasa akan tersaji dengan indahnya. Warna jingga matahari berpadu dengan warna hijau tosca dihiasi perbukitan indah yang nampak di sekelilingnya membentuk lukisan alam yang begitu indah. Menikmati alam pagi dengan segelas kopi hangat, tentu akan lebih sempurna. 

Bukan hanya wisatawan lokal, wisatawan asing juga cukup mendominasi di area wisata Danau Kelimutu ini. Meski suhu lumayan dingin ditambah angin yang berhembus kencang, tidak meruntuhkan semangat siapapun untuk berfoto mesra dengan keajaiban alam Danau Tiga Warna, karena siapa tahu beberapa menit kemudian warnanya telah berubah. 

Perubahan Alam Kepercayaan Abadi

Masyarakat (Orang Lio) percaya bahwa jiwa atau arwah akan datang ke Danau Kelimutu setelah seseorang meninggal dunia sebagai tempat peristorahatan terakhir kehidupan. Setelah jiwanya meninggalkan kampung, akan tinggal di Kelimutu untuk selamanya. Sebelum masuk ke kawah Kelimutu, para arwah akan menghadap Konde Ratu selaku penjaga pintu masuk Perekonde. Arwah tersebut masuk ke dalah satu danau kawah tergantung usia dan perbuatannya. 
Danau Kelimutu Ende
Danau Tiga Warna Kelimutu
Ketiga danau tersebut seolah bagaikan cat berwarna . Warna airnya berubah-ubah tanpa tanda ada tanda alami sebelumnya. Warna yang berubah-ubah disebabkan oleh proses geokimia di dasar danau yang menghasilkan kandungan zat kimia tertentu di dalam air. Peralihan warna menjadi hijau kemungkinan akibat perubahan gas gunung api atau dampak kenaikan suhu. Warna merah dan coklat tua disebabkan konsentrasi zat besi dan warna hijau lumut mungkin berasal dari biota jenis lumut. 

Festival Danau Kelimutu

Festival Danau Kelimutu dilakukan tiap tahun, biasanya tanggal 14 Agustus. Pameran yang menyuguhkan kuliner dan kerajinan tangan ini diakhiri dengan upacara adat Pati Ka di Danau Kelimutu. Pati Ka berarti memberi makan, dimana pemberian makan ditujukan untuk para leluhur Danau Kelimutu yang terdiri dari daging babi dan moke (minuman tradisional). Acara adat diawali dengan tarian adat 'tari gawi', kemudian peletakan sesaji untuk leluhur. 

Ritual ini juga sebagai ungkapan rasa syukur atas tahun kemarin melalui doa serta meminta berkat, kesejahteraan, kesehatan dan kehidupan yang baik di tahun mendatang. Festival ini menghormati tradisi ritual Pati Ka Du’a Bapu Ata Mata dari kelompok etnis Lio di Flores.

Suasana Danau Kelimutu bervariasi, tidak hanya perbedaan dan perubahan warna, tetapi juga karena cuaca. Tidak aneh jika tempat keramat ini menjadi legenda yang sejak lama berlangsung turun temurun, sehingga masyarakat setempat percaya bahwa tempat ini sakral. 
Danau Kelimutu Ende
Cheers...

Tips Wisata di Danau Kelimutu :
  1. Waktu terbaik untuk mengunjungi Danau Kelimutu adalah menjelang matahari terbit. 
  2. Gunakan perlengkapan safety seperti sepatu atau sandal gunung, jaket, kerpus dan sarung tangan karena di puncak sangat dingin ketika menjelang pagi.
  3. Biasanya ada penjaja makanan di area puncak yang menjual minuman seduh.
  4. Tetaplah berjalan di jalan setapak yang sudah ditentukan.
  5. Berhati-hatilah saat mengambil foto di area danau. Meski telah dibuat pagar pengaman, biasanya masih ada yang melewati batas aman untuk mengambil foto.
  6. Lebih baik tidak ke arah danau menjelang siang karena cuaca yang panas dan biasanya area danau sudah tertutup kabut setelah jam 8. Namun, tergantung kondisi cuaca juga.
  7. Hormati tempat yang dianggap sakral ini dengan tidak merusak apapun di area wisata.
  8. Sebagai Taman Nasional, jagalah kebersihan di area wisata Danau Kelimutu dengan tidak membuang sampah sembarangan dan melakukan vandalisme.

Related

Gunung 1973449147904780009

Post a Comment

emo-but-icon

Wajib Dibaca

Recent

Comments

Artikel Terbaru

About Me

My photo

Traveler | IG : @traveladdict_ce
item