5 Wisata di Tangerang Ini Cocok Buat Liburan Bersama Keluarga

Tempat Wisata di Tangerang. Liburan bersama keluarga tidak perlu jauh dan harus ke luar pulau atau ke luar negeri, apalagi jika mempunyai waktu mepet karena jadwal yang padat ditambah minimnya family time. Hanya memiliki waktu liburan di akhir pekan, tentu harus menghabiskan waktu berlibur di tempat yang tepat untuk refreshing sejenak dari segala penat, karena  pekan depannya lagi sudah harus kembali sibuk dengan rutinitas.

Tak perlu jauh-jauh, menikmati liburan di kawasan Tangerang menjadi salah satu solusi yang tepat. Ada banyak tempat wisata di Tangerang yang bisa dikunjungi di akhir pekan. Lokasi yang dekat dan tempat yang menyenangkan, akan membuat siapapun bahagia karena bisa seru-seruan walaupun hanya di akhir pekan. 

Ada 5 tempat wisata menarik di Tangerang yang sangat cocok buat liburan bersama keluarga di akhir pekan :

1. Citra Raya Water World

Citra raya water world
foto:citrarayawaterworld.com
Tempat wisata di Tangerang ini terletak di kawasan Mardi Gras, Jl. Citra Raya Utama Timur, Mekar Bakti, Panongan. Wahana wisata ini buka hari Selasa - Minggu, pukul 08.00 – 18.00 WIB, dan tutup setiap hari Senin.

Sesuai dengan namanya, tempat wisata ini punya banyak wahana air dan berbagai tempat bermain yang seru. Jadi siapkan baju ganti buat menikmati liburan di sini, karena semua anggota keluarga pasti tidak ragu untuk bermain air sampai puas di berbagai wahana yang dimiliki oleh CitraRaya Water World.

2. Taman Wisata Pulau Situ Gintung

taman wisata pulau situ gintung
foto:jalanbareng.com
Tempat wisata di Tangerang ini terletak di Jl. Kertamukti No. 20, Cireundeu, Ciputat Timur. Taman Wisata Pulau Situ Gintung dibuka untuk umum setiap hari pukul 08.00 – 18.00 WIB, tanpa hari libur sama sekali.

Biasanya ketika akhir pekan tiba, wisatawan yang datang ke Taman Wisata Pulau Situ Gintung membeludak. Nggak heran, karena tiket masuk ke tempat wisata eksotis ini cukup terjangkau dan ada banyak kegiatan seru yang bisa dilakukan bareng keluarga seperti camping dan outbond.

3. Museum Benteng Heritage

museum benteng heritage
foto:bentengheritage.com
Tidak hanya bermain dan seru-seruan, di Tangerang kamu juga bisa mengajak keluargamu mengunjungi museum Benteng Heritage yang terletak di Jl. Cilame No. 18 – 20, Sukasari. Tempat wisata di Tangerang ini buka setiap hari pukul 10.00 – 17.00 WIB.

Museum Benteng Heritage ini menyimpan benda-benda peninggalan masa lalu dengan koleksi yang lengkap. Bangunannya sendiri bergaya Tiongkok kuno, dan kelestarian arsitekturnya masih dijaga sampai sekarang.

4. Situ Cipondoh

situ cipondoh
foto:Noor Eva - republikfotografer.com
Nuansa alam tidak kalah menarik untuk mewarnai liburan akhir pekan. Danau yang terletak di Jl. Kh Hasyim Ashari ini memiliki pemandangan yang sejuk dan menenangkan. Membuat merasa sedang berada di kota lain yang jauh sekali dari hingar bingar Tangerang, meski sebenarnya masih ada di dalam kota.

Tempat wisata di Tangerang ini buka setiap hari pukul 06.00 – 22.00 WIB. Selain bisa bersantai sambil menikmati panorama di tepi danau, bisa juga bermain sepeda kayuh ataupun memancing di danaunya yang cantik.

Kawasan Situ Cipondoh juga dikenal dengan wisata kulinernya yang lezat. Jangan melewatkan waktu makan dengan  mencicip berbagai masakan khas Sunda di resto yang ada di sana, dengan udara sejuk dan pemandangan yang memukau.

5. Ocean Park BSD

foto:oceanpark.co.id
Seru-seruan di air kini bukan hanya milik anak-anak!. Taman bermain bertema air ini menjadi salah satu tempat wisata di Tangerang favorit para keluarga. Baik anak-anak maupun orang dewasa, sama senangnya bermain air di Ocean Park BSD (Bumi Serpong Damai) yang terletak di Jl. Pahlawan Seribu, CBD Area, Lengkong Gudang, Serpong.


Tempat wisata ini buka setiap hari, dengan jam buka yang berbeda. Senin-Jumat, tempat ini buka pada pukul 11.00 – 18.00 WIB, sementara pada Sabtu dan Minggu buka mulai pukul 08.00 – 18.00 WIB. 

Nah, menarik bukan menghabiskan akhir pekan seru bersama keluarga mengunjungi wisata menarik di Tangerang. Kamu bisa memilih, mau bermain air seru-seruan bareng keluarga, melihat koleksi unik di musium ataupun menghabiskan waktu dengan bercengkerama di danau yang indah. So, mau apa lagi?, Lets go!

Mengenal 10 Gunung Tertinggi di Jawa Tengah

Mengenal 10 Gunung Tertinggi di Jawa Tengah. Jika Jawa Timur banyak menyimpan peninggalan bersejarah, Jawa Tengah menyimpan banyak cerita sejarah. Tetapi keduanya tidak jauh berbeda karena sama-sama merupakan daerah cincin api. Jawa Tengah memiliki 35 gunung di atas ketinggian 1.000 mdpl dan 300 gunung (perbukitan) dengan ketinggian dibawah 1.000 mdpl. Dari sekian banyak gunung tersebut, selain bisa di daki, ada juga yang menjadi primadona yang populer di kalangan wisatawan.

Dengan banyaknya gunung dengan ketinggian 3.000 mdpl, Jawa Tengah menjadi tempat yang ramah pendaki, khususnya bagi pendaki pemula maupun wisatawan yang hanya sekedar ingin ngadem. Baik gunung berapi maupun gunung yang berstatus istirahat, keduanya menyajikan panorama alam yang indah dan menggoda, dengan trek yang tentu tidak bisa dilupakan.

Berikut 10 gunung tertinggi di Jawa Tengah :

1. Gunung Slamet

Gunung Slamet berada di lima kabupaten yaitu Brebes, banyumas, Pubalingga, Tegal dan Pemalang. Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah dengan ketinggian 3.428 mdpl dan merupakan gunung berapi yang masih aktif.
gunung slamet
Gunung Slamet
Puncak Gunung Slamet terhampar luas dengan kawah aktif lebar yang bisa dilihat dengan jelas. Jika cuaca cerah, penorama lautan awan Gunung Slamet bisa dibilang very stunning and awesome!. Konon, ada mitos yang menyatakan bahwa meletusnya Gunung Slamet akan membelah Pulau Jawa. Thinking....

2. Gunung Sumbing

Gunung Sumbing berada di tiga kabupaten, yaitu Magelang, Temanggung dan Wonosobo. Dengan tinggi 3.371 mdpl, bisa dibilang trek pendakian Gunung Sumbing cukup berat dan menantang karena sepanjang pendakian jarang ditemui trek yang landai. Gunung ini memiliki kawah aktif yang bisa disaksikan langsung dari puncak maupun turun ke kawah. Gunung Sumbing memiliki tiga puncak utama yaitu Puncak Kawah, Puncak Buntu dan Puncak Rajawali sebagai puncak tertinggi. 
gunung sumbing
Gunung Sumbing

3. Gunung Lawu

Gunung Lawu berada di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Gunung berketinggian 3.265 mdpl ini sangat populer di kalangan pendaki maupun peziarah karena terdapat petilasan Prabu Brawijaya di puncaknya. Selain itu, kehadiran warung yang diklaim tertinggi di Indonesia berlabel Mbok Yem ini, sangat menguntungkan bagi siapapun yang melakukan pendakian ke Gunung Lawu.
Gunung Lawu
Gunung Lawu
Gunung Lawu memiliki tiga puncak yaitu Hargo Dalem, Hargo Dumilah dan Hargo Dumiling. Selain terdapat petilasan, masih tampak sisa-sisa bangunan bersejarah yang dinamakan Pasar Dieng. Mendaki Gunung Lawu tidak perlu membawa banyak logistik jika ada Mbok Yem yang selalu ada. Kapan lagi makan nasi pecel di atas awan.

4. Gunung Merbabu

Gunung Merbabu berada di Kabupaten Magelang, Boyolali, Semarang dan Kota Salatiga. Gunung berketinggian 3.142 ini merupakan gunung favorit pendaki setelah Gunung Lawu karena menyajikan trek yang cukup ringan dengan pemandangan savana yang indah. Gunung api bertipe strato ini memiliki tiga puncak yaitu Puncak Trianggulasi, Puncak Syarif dan Puncak Kenteng Songo sebagai puncak tertinggi.
Gunung Merbabu
Gunung Merbabu

5. Gunung Sindoro

Gunung Sindoro berada di batas Kabupaten Temanggung dan Wonosobo. Gunung api aktif bertipe strato ini memiliki ketinggian 3.136 mdpl dan bersebelahan dengan Gunung Sumbing. Kedua gunung tersebut dipisahkan oleh jalan raya lintas kota. Gunung Sindoro memiliki dua kawah kembar di puncaknya yang mengepulkan asap belerang. Pendakian tiga gunung gagah berawalan S di Jawa Tengah ini dikenal di kalangan pendaki sebagai 3S.
Gunung Sindoro
Gunung Sindoro

6. Gunung Merapi

Gunung Merapi bersebelahan dengan Gunung Merbabu.  Gunung berapi paling aktif di Indonesia ini pernah menjadi judul film masa lalu yaitu "Misteri Gunung Merapi". Gunung yang dulunya dikenal dengan adanya Mak Lampir ini memiliki siklus letusan 4 tahun sekali. Letusannya pada tahun 2010 telah mengubah bentuk Puncak Garuda menjadi Puncak Limas.
Gunung Merapi
Gunung Merapi
Kini, pendakian hanya sampai pasar bubrah sebagai pos terakhir. Pendakian ke puncak Gunung Merapi tidak diperkenankan, didukung adanya cctv yang dipasang di puncak. Jika pendaki tetap ngeyel atau melakukan pelanggaran, tentu ada resiko yang harus diterima. So, keep safety and conquer your self, your egoism.

7. Gunung Prau

Ingin mencari view yang sangat mempesona di Jawa Tengah?, Gunung Prau tempatnya. Gunung Prau berada di kawasan Dataran Tinggi Dieng dan menjadi batas antara tiga kabupaten yaitu Batang, Kendal dan Wonosobo. Berada di area wisata populer dengan trek yang ringan serta pemandangan yang sangat mempesona membuat Gunung Prau selalu kebanjiran wisatawan setiap minggunya.
Gunung Prau
Gunung Prau
Gunung Prau memiliki momen istimewa yaitu the golden sunrise dimana matahari pagi yang muncul akan menampakkan kegagahan Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merapi dan Gunung Merbabu yang menjulang di atas awan membentuk gugusan panorama yang sangat mengagumkan. 

8. Gunung Rogojembangan

Gunung Rogojembangan berada di Kabupaten Banjarnegara dan Pekalongan. Gunung berketinggian 2.117 mdpl mungkin satu-satunya gunung di daftar 10 gunung tertinggi di Jawa Tengah yang kurang populer dan jalur pendakiannya belum dibuka, meski ada jalur pendakiannya. Jalur pendakian Gunung Rogojembangan masih sangat rapat karena jarang dilalui pendaki. Sehingga, menyewa jasa guide dari masyarakat sekitar bisa menjadi solusi terbaik untuk pendakiannya. 
Gunung Rogojembangan
Gunung Rogojembangan

9. Gunung Ungaran

Gunung Ungaran berada di Kabupaten Semarang. Sebagian besar wisatawan mengenal Gunung Ungaran dengan berbagai wisata sejuk khas pegunungan. Tetapi bagi pendaki, gunung berketinggian 2.050 mdpl yang memiliki view indah di lerengnya ini tetap menjadi tujuan. 
Gunung Ungaran
Gunung Ungaran
Terdapat kebuh teh luas di Gunung Ungaran yang menarik minat wisatawan, selain untuk mendaki gunung. Meski ringan di awal, Gunung Ungaran memiliki trek yang cukup terjal setelah perkebunan teh. Jadi, jangan senang dulu !. Meski begitu, panorama di lereng nya bias dibilang cukup menggoda.

10. Gunung Telomoyo

Gunung Telomoyo berada di wilayah Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang. Gunung api bertipe strato ini memiliki keunikan dengan adanya landasan paralayang yang disebut-sebut tertinggi di Indonesia. Gunung berketinggian 1.894 mdpl ini memiliki pemandangan hamparan beberapa gunung indah yang sayang untuk diabaikan begitu saja. 
Gunung Telomoyo
Gunung Telomoyo
Berbeda dengan yang lain, untuk ke puncak tidak perlu susah payah dengan mendaki. Sudah ada akses jalan aspal yang dibangun hingga sampai ke puncak. 

Itu adalah 10 gunung tertinggi di Jawa Timur yang tentu memiliki panorama alam berbeda tetapi tetap menggoda. Selain pendaki, wisatawan juga tak segan menyisir Gunung Prau yang dikelilingi banyak puncak dengan pemandangan menawan. Gunung-gunung dengan karakter yang berbeda pasti membuat siapapun ingin berlalu lalang naik turun mengejar puncak dan pesonanya. So, where to go?

Keraton Gunung Kawi - Menelusuri Pertapaan Para Raja di Tanah Jawa

Keraton Gunung Kawi. Bagi banyak orang, Gunung Kawi sangat lekat sebagai tempat mencari pesugihan dan wisata spiritual. Gunung Kawi mungkin satu-satunya tempat bagi segala keyakinan dan etnis untuk bisa membaur secara harmonis dan damai. Gunung Kawi disebut-sebut sebagai tempat yang bisa mendatangkan berkah, sehingga banyak kalangan orang yang datang ke tempat ini mulai dari rakyat jelata hingga konglomerat. Bahkan, berkah dari Gunung Kawi sudah dikenal sejak jaman raja-raja. Situs Keraton Gunung Kawi adalah tempat wisata religius yang dipercaya bisa untuk mencari pesugihan. Hm... benarkah?
Keraton Gunung Kawi
Pelataran Keraton Gunung Kawi
Gunung Kawi memiliki dua lokasi yang sangat populer di kalangan wisatawan maupun peziarah yaitu Keraton dan Pesarean. Pesarean adalah lokasi makam Eyang Djoego yang menjadi ziarah spiritual hingga mancanegara. Sedangkan keraton adalah tempat petilasan Prabu Kameswara. 

Keraton Gunung Kawi berada di Dusun Gendugo, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, jawa Timur. Lokasi Keraton dan Pesarean terpaut sekitar 3 kilometer ke atas dan membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari Pasarean ke Keraton, begitupula sebaliknya. 

Keraton Gunung Kawi berada di ketinggian 1.115 mdpl. Selain untuk tempat wisata religi dan spiritual, di sebelah area ini juga ada jalur pendakian Gunung Kawi. Area keraton berada jauh dari keramaian, di tengah hutan pinus yang teduh. Sehingga, kesejukan dan ketenangan akan langsung dijumpai ketika memasuki area ini. Area keraton ini merupakan area yang memiliki usia lebih tua dan juga spiritual yang mendalam. Konon, Keraton Gunung Kawi ini dulunya berfungsi sebagai tempat pertapaan.

Sejarah Keraton Gunung Kawi

Keraton ini dibangun pada tahun 861 M berdasarkan tulisan yang tertera pada Prasasti Batu Tulis di puncak Gunung Kawi. Pertapaan ini dibangun oleh Mpu Sendok (penguasa Mataram) pada masa dinasti Sailendra setelah berdirinya Candi Borobudur. 

Pada waktu itu Mpu Sendok pindah dari wilayah Jawa Tengah ke Jawa Timur karena perselihan, kemudian dia membangun pertapaan dan menandainya dengan menanam 5 pohon beringin dan sebuah batu gunung di tengahnya. Di lokasi tersebut, Mpu Sendok bertapa hingga moksa. Pada tahun 1200 M, raja Kediri bernama Prabu Kameswara turun tahta dan memilih Gunung Kawi untuk bertapa hingga moksa.

Sebelumnya Prabu Kameswara memerintahkan 4 abdinya untuk mencarikan tempat beratapa. Empat orang tersebut adalah Panembahan Agung Kudono Warso, Panglima Sindhurejo, Mbah Jayadi dan Mbah Menik. Mereka kemudian menemukan hutan lebat di wilayah Ngajum, kemudian membuka lahan dan merawat tempat yang akan digunakan Prabu Kameswara I untuk menyepi.

Beberapa raja di Jawa pada era setelahnya pernah mencoba melakukan pertemuan spiritual dan meminta ilham dari Mpu Sendok yang telah moksa. Beberapa tokoh seperti Ken Arok, pendiri kerajaan Singasari dan Gajahmada, mahapatih Majapahit juga disebut pernah bertapa di wilayah ini. Tempat ini pernah didatangi Eyang Djoego untuk ritual. Hal inilah yang menautkan antara Pesarean Gunung Kawi dengan Keraton. Pada abad ke 20, tokoh perjuangan seperti Bung Karno, Jendral Soedirman dan Supriyadi, salah satu pahlawan nasional, disebutkan juga pernah bertapa di tempat ini untuk menyucikan diri, menenangkan hati dan mendapatkan ilham.

Tempat Menarik Keraton Gunung Kawi

Area wisata ziarah yang berada di tengah hutan pinus ini sangat menarik untuk dikunjungi. Selain ziarah, lokasi Keraton Gunung Kawi terbilang unik karena segala keyakinan bisa membaur secara harmonis dengan adanya bangunan keagamaan yang berbeda-beda dalam satu lokasi. 

1. Vihara Dewi Kwan Im
Vihara di Keraton Gunung Kawi ini merupakan bangunan paling mencolok di area Keraton dengan warna merah terang. Gedung megah beratap bertingkat berbentuk heksagonal ini memiliki patung Dewi Kwan Im setinggi 8 meter di dalamnya. Area ini dulu merupakan 2 bangunan terpisah yaitu kuil Dewa Kwan Kong dan kuil Dewi Kwan Im. Pada tahun 2002 area ini hancur karena kebakaran dan dibiarkan hingga tahun 2009. Kini Vihara yang diresmikan pada tahun 2010 sudah diperbaiki dan tampak megah dengan berbagai ornamen khas cina yang menghiasi areanya.
Vihara Dewi Kwan Im
Vihara Dewi Kwan Im

2. Sanggar Pemujaan
Sanggar Pemujaan merupakan tempat yang berada paling tinggi dari semua tempat di area Keraton Gunung Kawi. Tempat ini merupakan tempat pertapaan dan petilasan dari Mpu Sendok. Tempat ini masih berfungsi untuk meditasi. Di bagian kanan-kiridi luar bangunannya terdapat patung kuda terbang. Di dalamnya terdapat beberapa arca dan lubang untuk bertapa di dalam tanah (tapa pendem).
Sanggar Pemujaan
Sanggar Pemujaan

3. Pura Agung
Pura Agung Gunung Kawi (Pagah) dulunya merupakan tempat raja-raja Jawa melakukan pertemuan atau menghadap Mpu Senok untuk meminta ilham dalam membangun kerajaan. Pura ini dulunya mempunyai 4 pilar dan kini hanya memiliki 3 pilar. Tempat ini pernah menajdi tempat bertapa Prabu Kameswara saat mengalami kemelut politik. Konon, bila seseorang sudah mencapai kesempurnaan batin, maka orang tersebut bisa melihat bangungan pura emas. Pura Agung kini menjadi tujuan umat Hindu untuk berdoa dan meditasi.
Pura Agung Gunung Kawi
Pura Agung

4. Makam 
Ada beberapa makam yang dikeramatkan di Karaton Gunung Kawi yaitu makam Eyang Jayadi dan Eyang Menik yang merupakan abdi dari Prabu Kameswara 1, sekaligus pelaku babat alas Keraton Gunung Kawi. Di bagian bawahnya ada makam juru kunci pertama Keraton Gunung Kawi yaitu Eyang Subroto, Eyang Djoyo dan Eyang Hamit.
Keraton Gunung Kawi
Makam Mbah Menik dan Djaja Diningrat

Keraton Gunung kawi tidak hanya dikunjungi oleh golongan etnis tertentu saja, tetapi wisatawan yang ingin mengenal budaya serta mendekatkan diri kepada pencipta sesuai keyakinan masing-masing. Berdasarkan informasi masyarakat di sekitar, Keraton Gunung Kawi tidak pernah ada ritual pesugihan yang selalu menjadi mitos populer, tetapi hanyalah bentuk mencari ilham dan berkah melalui perantara leluhur. Hal tersebut bisa dilakukan dengan media seperti dupa, bunga ataupun sajen sesuai keyakinan masing-masing pelaku spiritual. Kunjungan ke Keraton Gunung Kawi mencapai puncaknya pada hari Kamis Legi, Jumat Kliwon dan malam satu suro.

Fasilitas yang cukup memadai sudah disediakan di area wisata seperti tempat parkir, kamar mandi, warung, area outbond, jalur motocross dan listrik. Area keraton juga memiliki panorama yang indah dan sejuk di sepanjang perjalananya yang tidak bisa dilewatkan dengan cepat begitu saja. Are you ready for meditation?
Keraton Gunung Kawi
Cheers...

Tips Wisata di Keraton Gunung Kawi :
  1. Keraton dan Pesarean adalah dua lokasi yang berbeda dengan jalur yang berbeda. Tentukan tujuan agar tidak salah mengambil jalan. Jika bingung petunjuk arah, bisa bertanya pada penduduk sekitar.
  2. Keraton Gunung Kawi merupakan tempat keramat. Jagalah sikap ketika berkunjung.
  3. Jika ingin berziarah atau ritual, sebaiknya menemui penjaga atau juru kunci terlebih dahulu. 
  4. Jika melakukan ritual, bawalah uang yang cukup untuk kebutuhan ritual dan juga untuk juru kunci.
  5. Biasanya juru kunci tanpa diminta akan memandu pengunjung untuk berziarah atau memperkenalkan tempat-tempat tertentu. Juru kunci akan mematok biaya seiklasnya.
  6. Jagalah kebersihan di area wisata.

Candi Sawentar - Menelisik Candi Kuno di Blitar

Candi Sawentar Blitar. Jawa Timur memang lekat kaitannya dengan Kerajaan Majapahit. Banyak peninggalan bersejarah  berupa percandian ditemukan di beberapa kota di Jawa Timur, salah satunya Kota Blitar. Mungkin nama Candi Sawentar masih kalah populer dibandingkan Candi Penataran yang merupakan percandian terluas di Jawa Timur. Namun, setiap candi tentu memiliki kisah yang berbeda. Candi Sawentar adalah salah satu candi unik di Blitar karena lokasinya yang menjorok ke bawah dan berhubungan dengan masa Kerajaan Majapahit, seperti candi-candi di Blitar yang lain.
Candi Sawentar - Menelisik Candi Kuno di Blitar
Candi Sawentar
Candi Sawentar berada di Dusun Centong, Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Blitar, Jawa Timur. Candi Sawentar menjadi salah satu lokasi wisata sejarah di Blitar, sehingga akses jalan untuk mengunjunginya sangatlah mudah dengan rute yang tidak begitu sulit. 

Dulunya, Candi Sawentar merupakan kompleks percandian. Hal ini didukung dengan ditemukannya sejumlah pondasi yang terbuat dari bata. Candi Sawentar diduga dibangun pada awal Kerajaan Majapahit. Adanya pahatan burung garuda di dalam ruangan bilik, yang merupakan kendaraan Dewa Wisnu, Candi Sawentar diketahui sebagai candi Hindu. 

Sawentar dalam Kitab-kitab

Nama Sawentar disebut di dalam Kitab Negarakertagama sebagai salah satu tempat yang pernah disinggahi raja Hayam Wuruk dalam perjalananya ke Blitar. Ada beberapa tulisan yang menyebut Sawentar, yaitu : 

Kitab Negara Kertagama (1)
“Ndan ring śaka tri tanu rawi ring wēsākā, śri nāthā mūja mara ri palah sābŗtya, jambat sing rāmya pinaraniran lānglitya, ro lwang wentar manguri balitar mwang jimbē” 

Artinya :

"Lalu pada tahun śaka Tritanurawi—1283 (1361 Masehi) Bulan Wesaka (April-Mei), Baginda raja memuja (nyekar) Ke Palah dengan pengiringnya, berlarut-larut setiap yang indah dikunjungi untuk menghibur hati, di Lawang Wentar Manguri Balitar dan Jimbe (Riana. 2009: 302)."

Lwa Wentar dalam bahasa jawa kuno menurut Zoemulder memiliki arti pecahan yang luas atau celah yang luas (Lwa = luas ; Wentar = celah). Dapat disimpulkan bahwa wilayah Sawentar dulunya merupakan bagian dari Kerajaan Majapahit yang luas. Wilayah ini merupakan satuan dari pegunungan kapur, sehingga disimpulkan pula bahwa wilayah Sawentar merupakan salah satu lereng Gunung Kelud yang tanahnya juga mengandung kapur.

Kitab Negara Kertagama (2)
“...jambat sing rāmya pinaraniran lānglitya, ro lwang wentar manguri balitar mwang jimbē..”

Artinya:

"...berlarut-larut setiap yang indah dikunjungi untuk menghibur hati, di Lawang Wentar Manguri Balitar dan Jimbe..."

Kalimat tersebut menunjukkan bahwa Raja Hayam Wuruk pernah berziarah dan beristirahat di wilayah Sawentar

Kitab Pararaton
“...Bhre Paguhan sira sang mokta ring Canggu dhinarmeng Sabyantara. Bhra Hyang mokta dhinarme Puri. Bhre Jagaraga mokta. Bhre Kabalan mokta dhinarmeng Sumêngka tunggal dhinarma. Bhre Pajang mokta tunggal dhinarmeng Sabyantara..”

Artinya :

"...Baginda di paguhan wafat di Canggu, dicandikan di Sabyantara. Baginda Hyang wafat dicandikan di Puri, Baginda di Jagaraga wafat, Seri ratu di Kabalan wafat, dijadikan menjadi satu di Sumêngka. Seri ratu di Padjang wafat, dicandikan menjadi satu di Sabyantara..."

Dilihat dari aksen bahasa Sansekerta, kata Sabyantara syarat dengan Sawentar. Sabyantara merupakan sebuah pendharmaan dari Bhre Paguhan.

Candi Sawentar memang berada di bawah permukaan tanah penduduk. Situs sawentar yang ditemukan lebih dari satu bagian dan hal tersebut diduga masih banyak yang tertimbun abu vulkanik letusan Gunung Kelud.

Penemuan Candi Sawentar

Penemu Candi Sawentar dan waktu ditemukan belum diketahui secara pasti. Satu hal yang pasti  bahwa dulu Candi Sawentar Blitar ini tertimbun tanah dari bagian tengah hingga bawah. Berikut riwayat penemuan Candi Sawentar :
1915 : Dinas Purbakala Hindia Belanda (Oudheidkundige Dienst) melakukan penggalian bagian Candi Sawentar I yang tertimbun.
1920 - 1921 : Penggalian dilanjutkan oleh Dinas Purbakala Hindia Belanda.
1992 - 1993 : Candi Sawentar I dipugar oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Jawa Timur.
1999 : BPCB Trowulan dan Balai Arkeologi Yogyakarta melihat dan menampakkan temuan situs baru Candi Sawentar II di sekitar pasar Sawentar.
2000 : Candi Sawentar I dan Candi Sawentar II dijaga oleh juru pelihara. 
2004 : Ditemukan 9 buah parit gali untuk mencari gugusan bangunan lain dan pintu masuk ke halaman candi.
2005 - 2006 : Tahap penelitian lanjutan di Candi Sawentar II.

Struktur Candi Sawentar

Candi Sawentar I terbuat dari batu andesit berukuran panjang 9.53 m, lebar 6.86 m dan tinggi 10.65 m. Pintu masuk berada di sebelah barat dan adanya reruntuhan arca dengan pahatan burung garuda di dalam ruangan bilik. Fungsi dari Candi Sawentar juga belum terbukti secara pasti, meski ada yang mengatakan candi ini pendharmaan Hayam Wuruk, tempat pemujaan maupun tempat semedi.
Candi Sawentar - Menelisik Candi Kuno di Blitar
Candi Sawentar I
Candi Sawentar II merupakan monumen perang paregreg yang didirikan Raja Suhita - Raja Majapahit terakhir, atas meninggalnya ayahnya. Candi Sawentar II berada sekitar 100 meter dari Candi Sawentar I. Candi Sawentar II berupa batu candi,  komponen candi, dua buah kepala kala, dua buah batu sudut berhias antefix, dua buah batu sudut tidak berhias antefix, tiga batu persegi relief binatang dan dua buah fragmen batu kemuncak.
Candi Sawentar - Menelisik Candi Kuno di Blitar
Candi Sawentar II
Kompleks wisata sejarah Candi Sawentar dikelola dengan cukup baik. Candi Sawentar I berdiri gagah dikelilingi taman yang indah. Ada gasebo yang dibuat untuk bercengkerama para pengunjung. Adanya dua pohon besar di pintu masuk area candi menambah suasana sejuk saat mengunjungi tempat wisata sejarah di Blitar ini. 

Tips Wisata di Candi Sawentar :
  1. Taati peraturan yang ada di area cagar budaya. 
  2. Jangan merusak, memindahkan, membawa cagar budaya tanpa ijin dari instansi terkait.
  3. Jangan melakukan vandalisme di area situs sejarah.
  4. Biasanya area wisata tetap terbuka meski pos penjagaan kosong. Jika ingin masuk, tetap taati peratuan. 
  5. Jangan mengotori area wisata yang susah terawat baik. 

Mengeksplore Pesona 4 Pantai Tersembunyi Malang Selatan

4 Pantai Tersembunyi Malang Selatan. Kota Malang tidak hanya dikenal sebagai kota pendidikan. Kota yang bersebelahan dengan Kota wisata Batu ini juga menyimpan banyak pesona alam cantik di bagian pesisir selatan. Tidak sedikit tempat wisata pantai di Malang selatan yang dibuka sebagai tempat wisata. Pantai-pantai yang letaknya tersembunyi'pun perlahan mulai menampakkan keindahannya. Memiliki pantai indah di seluruh pesisirnya, mengunjungi beberapa pantai'pun tidak mustahil untuk dilakukan, salah satunya wisata pantai yang ada di  Donomulyo, Malang Selatan.
Pantai Watu Seling Buceng
Tidak jauh berbeda dengan Pantai 3 Warna - Pantai Gatra - Pantai Clungup yang bisa dieksplore dengan sekali jalan, wisata pantai di Donomulyo juga menyajikan 4 wisata pantai yang bisa dieksplore sekaligus, yaitu Pantai Watu Seling Buceng, Pantai Bantol, Pantai Kedung Celeng dan Pantai Pulodoro. Setiap pantai tersebut memiliki pesona tersendiri dan pastinya sangat menarik untuk ditelusuri satu-persatu.

4 pantai indah tersebut berada di Dusun Sumber Celeng, Desa Banjarejo, Donomulyo, Malang Selatan, Jawa Timur. Untuk sampai ke lokasi, memang harus dibutuhkan perjuangan dan kesabaran karena akses jalan yang tidak begitu baik. Mendekati lokasi wisata pantai di Malang ini, akses jalan akan berubah dari aspal mulus ke jalanan berbatu yang berkelok masuk ke daerah perkebunan dan perbukitan hingga sampai di pos registrasi.

Pos registrasi berupa area parkir yang cukup luas dengan beberapa fasilitas di sekitarnya seperti warung-warung makan dan kamar mandi umum. Mungkin tidak ada yang mengira bahwa tempat wisata tersembunyi di Malang ini sudah dikelola dengan baik karena bertambahnya wisatawan yang mulai mengunjungi pantai-pantai tersebut dari waktu ke waktu. 
Area Parkir
Sebuah pohon besar menjulang di tengah area parkir untuk menunjukkan arah lokasi 4 wisata pantai tersebut. Pantai Bantol, Pantai Kedung Celeng dan Pantai Pulodoro berada dalam satu arah, sedangkan Pantai Watu Seling Buceng berada di arah yang lain (kekiri). Kedua arah tersebut bisa diakses dengan jalan kaki karena jaraknya tidak terlalu jauh. 

1. Pantai Watu Seling Buceng

Tempat wisata Pantai Seling Buceng ada di sebelah kiri lokasi parkir dan jaraknya juga tidak terpaut jauh. Tidak seperti pantai yang lain, Pantai Watu Seling Buceng tidak banyak memiliki pasir putih untuk bermain-main. Tekstur Pantai Watu Seling Buceng hampir seluruhnya ditutupi oleh batuan karang datar. Pantai yang tidak begitu luas ini dihiasi bukit di kedua sisinya. Ketika air laut surut, dataran karang akan terhampar luas. Pada beberapa sisinya terhampar dataran lumut yang baru saja muncul karena surutnya air laut. Berpadu dengan sinar senja mentari, menciptakan view yang sangat istimewa.
Pantai Watu Seling Buceng Saat Surut

2. Pantai Bantol

Selain Pantai Watu Seling Buceng, Pantai Bantol merupakan pantai yang terdekat dengan lokasi parkir dan hanya berbeda arah. Pantai Bantol memiliki hamparan pasir putih yang sangat luas dengan pemandangan laut lepas dengan ombak keras khas pantai selatan. Terdapat danau air payau yang terkumpul dari beberapa sungai kecil di sekitarnya. Danau ini berada di sebelah kanan panta dan bersebelahan dengan hutan mangrove yang biasanya jarang ditemukan di pantai selatan jawa. Benar-benar sebuah paket komplit yang bisa dinikmati sambil menunggu terbenamnya Sang Surya.
Pantai Bantol
Area Danau Air Payau

3. Pantai Kedung Celeng

Pantai Kedung Celeng berada di sebelah kanan Pantai Bantol. Untuk ke Pantai Kedung Celeng, bisa melalui jalur setapak melewati area hutan mangrove yang di sisi tertentu sangat menarik layaknya film horor. Pantai Kedung Celeng merupakan pantai pasir putih dengan air laut yang sangat bening. Meski area pasir putihnya tidak seluas Pantai Bantol, Pantai Kedung Celeng justru menawarkan hal yang menarik yaitu snorkeling. Pantai bergaris melengkung ini memiliki bukit karang di tengah yang menahan laju ombak. Sehingga, meski pantai selatan, gelombang di Pantai Kedung Celeng sangat tenang.
Pantai Kedung Celeng

4. Pantai Pulodoro

Pantai Pulodoro adalah pantai di sebelah kanan Pantai Kedung Celeng. Pantai ini memiliki garis pantai yang panjang seperti pantai Bantol, tetapi pada bagian tengahnya, ada sebuah bukit karang seperti pulau kecil, sehingga tekstur garis pantai melengkung indah seperti Pantai Kedung Celeng. Gelombang di Pantai Pulodoro cenderung tenang, sehingga aman untuk berenang di pinggiran pantai. Pemandangan laut lepas dihiasi oleh bukit karang yang berada jauh di tengah pantai. Lokasinya yang paling jauh membuat Pantai Pulodoro cenderung sepi dan tenang, sehingga sensasi pantai pribadi bisa dinikmati disini.
Pantai Pulodoro
Laut Lepas Pantai Pulodoro
4 wisata pantai di Malang selatan itu bisa dinikmati dalam sekali jalan karena lokasinya yang bersebelahan. Dengan adanya fasilitas yang cukup memadai, mengeksplore 4 pantai sekaligus tidak menjadi impian semata. And it looks like these hidden beaches will no longer be able to hide.
Cheers...

Tips Wisata di Pantai Watu - Bantol - Kedung Celeng - Pulodoro :
  1. Jika ingin menelusuri 4 pantai dalam satu hari, sebaiknya berangkat pagi hari dari kota Malang.
  2. Akses jalan berbatu bercampur cor-cor'an bisa dilalui mobil. Lebih nyaman jika menggunakan kendaraan roda 2 karena jalan sempit dan hampir tidak bisa dilalui 2 mobil berdampingan sekaligus.
  3. Selain di area parkir, ada kamar mandi umum di Pantai Bantol yang bisa digunakan.
  4. Bawalah logistik yang cukup untuk mengeksplore karena ke Pantai Kedung Celeng dan Pantai Pulodoro lumayan jauh.
  5. Bawalah topi atau payung untuk melindungi dari panas menyengat di siang hari.
  6. Lokasi snorkeling paling strategis ada di Pantai Kedung Celeng. Pastikan tetap berada di area aman dan tidak terlalu jauh dari bibir pantai.
  7. Berhati-hatilan saat berenang di Pantai Pulodoro karena banyak bulu babi di dasar lautnya.
  8. Jika ingin camp, sebaiknya konfirmasi ke petugas. 
  9. Jangan mengotori area wisata dengan membuang sampah sembarangan, karena lokasi wisata pantai di malang ini masih alami, meski kini mulai tampak sampah di beberapa area.

Mengenal 10 Gunung Tertinggi di Jawa Timur

10 Gunung Tertinggi di Jawa Timur. Pulau Jawa merupakan bagian dengan cincin api, sehingga banyak gunung berapi di seluruh bagian Pulau Jawa. Banyaknya titik gunung-gunung di Pulau Jawa menyebabkan pulau ini kaya akan sejarah, mengingat gunung adalah tempat suci pad ajaman dahulu. Jawa Timur adalah salah satu provinsi yang memiliki jumlah gunung paling banyak di Indonesia. Jawa Timur memiliki 181 gunung diatas ketinggian 1.000 mdpl. Dari gunung-gunung tersebut, hanya ada beberapa yang populer di kalangan pendaki maupun wisatawan.

Gunung-gunung besar di Jawa kebanyakan berupa gunung berapi yang masih aktif, tak berbeda dengan Jawa Timur. Selain di kenal keindahannya, Jawa Timur dikenal menyajikan trek pendakian yang menantang karena hampir semua gunungnya memiliki sejarah dan title, seperti gunung tertinggi, terpanjang dan tersulit disebut-sebut berada di Jawa Timur. Sehingga, siapa pendaki yang tidak tergiur untuk mencoba salah satunya?. 

Berikut 10 gunung tertinggi di Jawa Timur :

Gunung Semeru berada di antara Kab. Malang dan Kab.Lumajang Jawa Timur. Dengan tinggi 3.676, Gunung Semeru adalah gunung tertinggi di Jawa dan merupakan gunung berapi tertinggi ke 3 di Indonesia. Gunung yang sangat gagah ini mendapat julukan tempat abadi para dewa, sehingga pendaki pasti ingin mendaki gunung tertinggi di Jawa ini.
10 Gunung Tertinggi di Jawa Timur
Gunung Semeru
Gunung Semeru memiliki Danau Ranu Kumbolo yang sangat fenomenal dan menjadi tujuan selain puncak Mahameru. Gunung aktif dengan trek pasir yang meletus tiap 20 menit ini cukup berbahaya dan banyak memakan korban sejak 1969 (Soe Hok Gie), sehingga pendakian ke puncak tidak dianjurkan. 

Gunung Raung Berada di tiga kabupaten yaitu Kab. Besuki, Kab. Banyuwangi dan Kab.Bondowoso. Nama gunung yang memiliki tinggi 3.344 mdpl ini terdengar garang, seperti trek yang disajikan. Gunung Raung merupakan gunung aktif dengan title gunung tersulit di Jawa, karena teknik panjat tebing dibutuhkan di jalur pendakian hingga ke puncak. 
10 Gunung Tertinggi di Jawa Timur
Gunung Raung
Gunung Raung memiliki kaldera luas yang kadang masih terdengar suara gelegar dan aktivitas vulkanisnya. Puncak Sejati adalah puncak tertinggi Gunung Raung. Gunung ini tidak menyajikan trek pasir, tetapi bebatuan terjal dan jurang-jurang dalam yang harus dilalui. Berani?

Gunung Arjuno berada di Malang dan memiliki 3 jalur pendakian resmi. Gunung Arjuno memiliki ketinggian 3.339 mdpl dan merupakan yang tertinggi di gugusan Pegunungan Arjuno - Welirang. Sesuai namanya, gunung ini berdiri gagah dan menyimpan sedikit legenda tentang tokoh wayang tersebut. 
10 Gunung Tertinggi di Jawa Timur
Gunung Arjuno
Puncak Ogal-Agil adalah nama puncak Gunung Arjuno yang ditandai dengan batuan-batuan besar. Hal yang menarik di Gunung Arjuno adalah adanya Alas Lali Jiwo yang terdengar mistis dan telah menjadi mitos pada pendaki.

Gunung Lawu berada di batas antara Jawa Timur dan Jawa Tengah. Gunung dengan tinggi 3.625 mdpl ini begitu disakralkan karena terdapat petilasan Prabu Brawijaya di puncak. Di sekitar lerengnya juga ada beberapa sisa-sisa reruntuhan yang disebut Pasar Dieng. 
10 Gunung Tertinggi di Jawa Timur
Gunung Lawu
Hargo Dumilah adalah puncak tertinggi dari tiga puncak Gunung Lawu. Selain menyajikan pemandangan yang memikat mata dan beberapa tempat untuk ziarah, di puncak Gunung Lawu ada sebuah warung yang mendapat title warung tertinggi di Indonesia bernama warung Mbok Yem. Sangat meringankan beban para peziarah dan pendaki.

Gunung Welirang berada di Malang dan bersebelahan dengan Gunung Arjuno. Gunung ini memiliki tinggi 3.156 mdpl dan memiliki kawah belerang aktif yang masih ditambang hingga saat ini. Pendakian ke Gunung Welirang biasanya dilanjutkan dengan pendakian ke Gunung Arjuno
10 Gunung Tertinggi di Jawa Timur
Gunung Arjuno - Welirang
Gunung Welirang menyajikan trek makadam yang berakhir dengan trek pasir padat di area puncak. Area yang panas bercampur belerang tentu membuat pendaki tidak bisa berada di puncak terlalu lama.

Gunung Argopuro berada di Kabupaten Situbondo dan memiliki ketinggian 3.088 mdpl. Gunung ini sangat menarik karena menyimpan sejarah nasional sekaligus Legenda Dewi Rengganis. Gunung yang mendapat title jalur pendakian terpanjang di jawa ini memiliki sisa-sisa sejarah yang bisa dilihat dipuncaknya. 
10 Gunung Tertinggi di Jawa Timur
Gunung Argopuro
Gunung Argopuro menyajikan trek indah dengan adanya savana luas sekaligus Danau Taman Hidup. Gunung ini memiliki dua puncak yaitu Puncak Rengganis dan Puncak Argopuro. Adanya sejarah kelam sekaligus legenda yang melekat kuat, gunung ini dikenal angker di kalangan para pendaki dan masyarakat.

7. Gunung Suket

Gunung Suket berada di Kawasan Pegunungan Ijen dengan tinggi 2.950 mdpl. Meski ada di sebelah Gunung Raung dan bisa didaki dari jalur Sumber Waringin, jalur pendakian resmi Gunung Suket belum ada. Jadi, jika ingin mendaki ke Gunung Suket, harus mengajak warga sekitar sebagai penunjuk jalan. 
10 Gunung Tertinggi di Jawa Timur
Gunung Raung - Suket

Dengan ketinggian 2.868 mdpl, Gunung Butak merupakan puncak tertinggi di gugusan Pegunungan Putri Tidur. Gunung Butak berada di perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar. Gunung Butak memiliki savana indah dan panorama alam yang cukup indah. Meski tidak sepopuler nama gunung-gunung yang lain, Gunung Butak menyajikan trek pendakian yang tidak mudah untuk sampai di puncaknya.
10 Gunung Tertinggi di Jawa Timur
Gunung Butak

Gunung Ijen berada di Kab.Bondowoso dan Kab.Banyuwangi. Gunung berketinggian 2.799 mdpl ini memiliki kawah belerang yang sangat terkenal di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara karena kawahnya menghasilkan api biru alami. Api biru alami hanya ada dua di dunia, salah satunya di Kawah Ijen
10 Gunung Tertinggi di Jawa Timur
Gunung Ijen
Selain Fenomena Api Biru Kawah Ijen  yang bisa dilihat saat dini hari. Pemandangan alam di area Kawah Ijen sangatlah indah, terlebih ketika air kawah berwarna tosca berpadu dengan lereng gunung yang putih ditambah sinar jingga mentari yang mulai muncul. It's amazing !

10. Gunung Merapi

Bukan hanya di Jawa Tengah, Jawa Timur juga memiliki Gunung Merapi. Gunung Merapi ini bersebelahan dengan Gunung Ijen dengan tinggi 2.799 mdpl. Meski sejalur dengan jalur ke Kawah Ijen, Gunung Merapi ini tidak boleh didaki untuk menjaga ekosistem di dalamnya.
10 Gunung Tertinggi di Jawa Timur
Gunung Merapi
Itu adalah 10 gunung tertinggi di Jawa Timur yang kebanyakan sangat memikat mata bagi wisatawan maupun para pendaki. Gunung-gunung dengan trek, kesulitan dan keindahan yang berbeda itu tentu saja selalu menarik minat para pendaki. Sehingga, banyak aturan umum yang digunakan agar ekosistem alam tetap terjaga. So, where to go?