Pesona Sisa Keindahan Masa Lalu Pantai Siring Kemuning Madura

Pantai Siring Kemuning Madura. Banyak tempat wisata pantai yang memiliki karakteristik sama dengan Pantai Kuta Bali. Selain beberapa pantai di Lombok dan di Jawa, ada sebuah pantai di Madura yang pernah mendapat julukan Pantai Kuta'nya Madura. Meski banyak tempat wisata pantai di Madura, Pantai Siring Kemuning pernah menjadi pantai yang diminati wisatawan mancanegara karena suasana alaminya. Kini, sisa-sisa keindahan Pantai Siring Kemuning masih bisa dirasakan, meski hanya meninggalkan bekas dan cerita manis.
Pantai Siring Kemuning Madura
Pantai Siring Kemuning
Pantai Siring Kemuning berada di Desa Mecajah, Kecamatan Tanjung Bumi, Kebupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Berada sekitar 41 km dari Bangkalan dan sekitar 65 km dari Jembatan Suramadu. Rute ke Pantai Siring Kemuning dari Jembatan Suramadu bisa melalui jalan Suramdau dan Jalan Klampis. Berikut rute ke Pantai Siring Kemuning :
  1. Jalan Klampis : Jalan Klampis - Kecamatan Tanjung Bumi - Gapura denagn petunjuk arah ke Pantai Siring Kemuning.
  2. Bangkalan : Jalan Maneron - Jalan Raya Sepuluh - Tlangoh.
Sekilas, Pantai Siring Kemuning tampak tak jauh berbeda wisata pantai di Madura yang lainnya. Pantai yang sering disebut dengan Pantai Kuta'nya Madura ini banyak dikunjungi wisatawan asing pada masanya dan kini keadaan jauh berbeda karena beberapa aktivitas dan kurangnya dukungan pemerintah dalam mempertahankan pesona Pantai Siring Kemuning.

Seluk Beluk Pantai Siring Kemuning

Sebelum tahun 1995, Pantai Siring Kemuning masih sangat alami dan memiliki bibis pantai yang luas sekitar 100 meter. Sehingga tempat ini banyak dikunjungi wisatawan mancanegara untuk beraktivitas seperti pacuan kuda maupun berjemur. Wisatawan asing yang kebanyakan dari Australia ini dulunya menghabisakan waktu di Pantai Siring Kemuning dengan menginap. Selain aktivitas yang menarik, daya tarik yang disuguhkan Pantai Siring Kemuning masa itu adalah suasana yang tenang dan nyaman. Untuk itulah menghabiskan waktu hingga menikmati sunset di Pantai Siring Kemuning menjadi hal wajib para wisatawan.
Pantai Siring Kemuning Madura
Pesisir Pantai Siring Kemuning
Adanya aktivitas penambangan di area Pantai Siring Kemuning membuat kondisi alami pantai mulai tergerus. Masyarakat menambang pasir dan batu karang di kawasan pantai untuk material bahan baku bangunan. Hal ini menyebabkan lebar bibir pantai berkurang sekitar 75 meter, sehingga suasana nyaman dan tenang yang menjadi favorit para wisatawan akhirnya ini menguap ditelan waktu. Akibatnya setelah tahun 1995, tidak ada wisatawan asing yang mengunjungi Pantai Siring Kemuning.

Hilangnya daya tarik ternyata juga mulai menghilangkan tradis. Tidak ada cerita mitos yang berkembang hingga ritual khusus berupa upacara adat.

Pantai Siring Kemuning Masa Kini

Pantai Siring Kemuning menyajikan pesona sunrise dan sunset yang bisa dinikmati dari tempat yang berbeda. Petunjuk arah wisata yang terpampang jelas tak jauh dari pintu masuk akan menunjukkan lokasi yang cukup diminati wisatawan yaitu lokasi sunset, sunrise, maupun kampung terasi.
Pantai Siring Kemuning Madura
Where Will You Go?
Meski sebagian besar keindahannya telah hilang, sisa-sisa pesona Pantai Siring Kemuning masih bisa dirasakan. Hamparan pasir putih, birunya laut, hempasan ombak yang tidak besar, serta batuan karang yang menghiasi pesisir Pantai Siring Kemuning, sehingga menciptakan suasana yang nyaman untuk sekedar bersantai. Dengan ombak yang cenderung tenang, menikmati pantai dengan berenang tidak ada salahnya, asalkan tidak terlalu ke tengah.

Puas berjibaku dengan karang, pasir dan laut, bersantai menikmati pesona alam dengan bercengkerama di bawah pepohonan rindang merupakan solusi yang tepat untuk menghilangkan rasa lelah. Ada beberapa warung berjajar di tepi pantai untuk melengkapi kebutuhan logistik. Tentu mengasyikkan, bersantap ria ditemani angin sepoi sambil menikmati panorama alam yang indah. Hal yang tidak berubah dari Pantai Siring Kemuning adalah pesona sunset yang sangat menawan. Yah... karena ini adalah Pantai Kuta'nya Madura yang selalu terkenal dengan momen matahari terbenam.
Pantai Siring Kemuning Madura
Keindahan Karang Pantai Siring Kemuning
Pesona wisata yang meredup di Pantai Siring Kemuning bisa terlihat dari fasilitas yang juga cukup memadai. Warung-warung kecil banyak yang tutup, loket masuk wisata kadang juga tutup dan penginapan di sekitar sepi karena minimnya wisatawan.

Tips Wisata ke Pantai Siring Kemuning :
  1. Meski bisa menyaksikan sunrise, Pantai Siring Kemuning terkenal dengan sunset yang mempesona, sehingga waktu berkunjung yang lebih cocok adalah sore hari.
  2. Cuaca di pantai sangat panas di siang hari, bawalah pelindung kepala.
  3. Selain hari libur dan akhir pekan, tempat wisata di Madura ini cenderung sepi, sehingga banyak warung yang tutup. Bawalah bekal jika berwisata di hari biasa.
  4. Pantai Siring Kemuning memiliki tipe ombak yang menyeret, jadi harus berhati-hati ketika berenang dan sebaiknya tidak terlalu ke tengah.
  5. Jangan membuang sampah sembarangan atau melakukan vandalisme di area tempat wisata.

Bukit Kapur Arosbaya - Satu Lagi Keunikan dari Pulau Garam

Bukit Kapur Arosbaya. Mungkin sebelumnya tidak pernah terpikirkan ada tempat wisata menarik di di Madura. Istilah wisata bukit kapur di pulau garam tidak hanya di Bukit Jaddih. Meski Bukti Jaddih termasuk tempat wisata di Madura yang populer, ada bukit kapur lain yang tidak kalah cantik dengan yang ada di Bukit Jaddih, bahkan keduanya memiliki karakteristik yang sangat berbeda. Mungkin Bukit Kapur Arosbaya masih terdengar asing, tetapi tempat wisata ini merupakan salah satu keistimewaan di Madura yang perlu dikunjungi. 
Bukit Kapur Arosbaya
Bukit Kapur Arosbaya
Bukit Kapur Arosbaya berada di Desa Berbeluk, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Bukit Kapur Arosabaya dikenal juga dengan nama Bukit Pelalangan. Rute ke Bukit Arosbaya sangat mudah dan bisa ditempuh dengan dua opsi : 
  1. Dengan kendaraan pribadi : Dari Bangkalan langsung menuju ke Kecamatan Arosbaya dan ikuti jalan ke situs religi Makam para Raja Bangkalan 'Air Mata Ibu' (Pasarean Air Mata). Ikuti petunjuk arah di jalan kecil sebelah kanan di Pasarean Aermata dan ikuti jalur sampai ke lokasi Bukit Pelalangan.
  2. Dengan transportasi umum : Dari arah Pelabuhan Kamal, bisa naik angkutan umum L300 dan turun di pertigaan lampu merah Kecamatan Arosbaya. Kemudian dilanjutkan dengan angkutan umum ke Pesarean Rato Ebu.
Bukit Kapur Arosbaya dulunya adalah lokasi tambang kapur yang kini dijadikan objek wisata baru di Madura. Keindahan Bukit Arosbaya sudah tampak ketika sampai di tempat awal atau lokasi parkir. Sebagian kecil guratan tebing-tebing kabur yang masih tinggi menjulang akan membuat rasa penasaran semakin menggebu-gebu.

Sisa pahatan para penambang meninggalkan guratan relief yang sangat cantik dan menawan, sebuah karya seni tak disengaja yang terbilang istimewa. Bukit kapur yang tinggi menjulang dan tampak terbelah, menciptakan jalan masuk ke dalam area-area lainnya, termasuk gua-gua kecil yang tercipta karena aktifitas pertambangan. Tebing-tebing tinggi inilah yang akan berada di sekeliling saat mengunjungi Bukit Kapur Arosbaya. Seiring berjalannya waktu, batuan kapur yang tadinya putih berubah menjadi gradasi berbagai warna.
Bukit Kapur Arosbaya
Guratan Relief Bukit Kapur Arosbaya
Tumbuhan liar yang tumbuh subur di beberapa sisi Bukit Kapur Arosbaya menambah keeksotisan sekaligus menciptakan suasana rindang. Guratan - guratan yang memenuhi tebing akan semakin sempurna dengan sentuhan sinar matahari terik yang masuk diantara celak-celah tebing, menciptakan sebuah momen istimewa bagi seorang photographer. Polesan sinar matahari juga masih berperan besar pada sore hari ketika sinar jingga'nya mendarat di sekujur tebing Bukit Kapur Arosbaya. Warna bukit kapur yang kecoklatan seakan berubah warna emas kemerahan, sehingga seakan-akan Arosbaya sudah berpindah ke gurun pasir.
Bukit Kapur Arosbaya
Next Spot

Sama - sama bukti kapur, apa bedanya dengan Bukit Jaddih Madura yang populer itu?

Sekilas pandang, warna keduanya berbeda. Tempat Wisata Bukit Jaddih memiliki warna bukit kapur yang putih dengan area perbukitan hijau yang menawan. Sedangkan Bukit Kapur Arosbaya cenderung berwarna coklat dan menyajikan tebing-tebing tinggi dan kokoh dengan sisa pahatan yang indah. Saat memasuki Bukit Kapur Arosbaya, akan terasa suasana dimana tidak sedang berada di Indonesia. Kedua bukit ini layaknya Yunani dan Tibet, hehee maybe
Bukit Kapur Arosbaya
Hello (Tibet)
Pada dasarnya, keunikan Bukit Kapur Arosbaya ini terletak pada pahatan rapi yang tampak sangat presisi akibat ekplorasi warga sekitar dan hal tersebut tidak ditemukan di bukit kapur lain di Madura. 

Cara penambangan yang dilakukan di Bukit Kapur Arosbaya masih tradisional tanpa bantuan alat berat. Sebagai lokasi tambang kapur, mungkin suatu saat bentuk Bukit Kapur Arosbaya akan berubah karena adanya aktifitas penambangan yang masih berlangsung.
Bukit Kapur Arosbaya
Cheers...

Tips Wisata ke Bukit Kapur Arosbaya Madura :
  1. Ada dua bukit Arosbaya, yaitu Bukit Arosbaya 1 dan Bukit Arosbaya 2. Bukit Arosbaya 2 memiliki pemandangan yang lebih bagus dibanding Bukit Arosbaya 1.
  2. Gang kecil di depan pintu gerbang wisata religi "Air Mata Ibu" cukup sempit - meski bisa dilalui mobil. Jika tidak menaiki motor, sebaiknya parkir di depan pintu gerbang dan dilanjutkan dengan jalan kaki.
  3. Mobil bisa masuk sampai ke area parkir tempat wisata Bukit Kapur Arosbaya, tapi pastikan waktunya ketika sepi karea jalur ini hanya cukup dilalui satu body mobil. 
  4. Berhati-hatilah melewati tangga curam ketika berada di area wisata Bukit Kapur Arosbaya.
  5. Bukit Kapur Arosbaya memiliki keeksotisan tersendiri tergantung waktu kunjungan. Jangan lupa pembawa pelindung kepala karena cuaca sangat panas saat terik.
  6. Usahakan tidak pulang saat hari mulai petang.

8 Hal Menarik yang Wajib Dilakukan di Karimun Jawa

Pulau Karimun Jawa. Siapa yang tidak mengenal Karimun Jawa?. Karimun Jawa dikenal sebagai kepulauan yang memiliki taman bawah laut mempesona. Dengan luas perairan sekitar 110.000 Ha, Karimun Jawa dikembangkan menjadi wisata taman laut yang telah mengundang wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Sebagai salah satu Kepulauan di Laut Jawa, Karimun Jawa menyajikan wisata pantai yang indah serta perbukitan yang menarik. Berwisata dan berpetualang, welcome to Karimun Jawa! 
Karimun Jawa
Karimun Jawa masuk dalam wilayah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Indonesia. Sebagai destinasi wisata di Indonesia yang cukup terkenal, akses untuk ke Karimun Jawa terbilang mudah, yaitu bisa via udara - tujuan Bhandara Dewadari dan akses via laut dari Pelabuhan Semarang, Pelabuhan Jepara dan Pelabuhan Kendal.

Sebagai Taman Nasional sejak tahun 2001, Kepulauan Karimun Jawa merupakan rumah bagi terumbu karang, biota laut, hutan mangrove dan fauna langka yang lain. Tumbuhan yang menjadi cirikhas Kepulauan Karimun Jawa adalah pohon Dewadaru (Crystocalyx macrophyla). Kepulauan Karimun Jawa mulai dibuka menjadi tempat wisata sekitar tahun 2009-2010 dan kini menjadi destinasi wisata yang cukup diminati wisatawan dalam dan luar negeri.

Diantara 27 pulau yang tersebar di Kepulauan Karimun Jawa, ada 5 pulau yang berpenghuni. Karimun Jawa merupakan pulau terbesar dan berpenghuni diantara 27 pulau di Kepulauan Karimun Jawa. Dikelilingi oleh banyak pulau, membuat ombak di kepulauan ini sangat tenang, sehingga menjadi jalan yang baik untuk mengunjungi pulau-pulau di sekitarnya. Namun, Karimun Jawa bukan hanya tentang dunia bawah laut saja, karena banyak destinasi keren dan hal menarik yang bisa dinikmati di Kepulauan Karimun Jawa.

Berikut hal-hal menarik yang bisa dinikmati di Pulau Karimun Jawa :

1. Berkelana di Dunia Bawah Laut

Bawah laut pasti menjadi tujuan utama bagi siapapun yang berwisata ke Karimun Jawa, karena kepulauan ini memang memberikan dunia bawah laut sebagai sajian utama. Dengan perairan yang tenang, menikmati taman bawah laut menawan Kepulauan Karimun jawa akan sangat menyenangkan. Free dive or snorkeling? do it !.
Karimun Jawa Underwater

Ada banyak spot snorkeling di Kepulauan Karimun Jawa yang bisa dicoba, bahkan hampir di semua area pulau-pulau di sekitarnya cocok untuk snorkeling. Spot snorkeling di Kepulauan Karimun Jawa yang terkenal yaitu spot Pulau Menjangan Kecil , spot Pulau Cilik, spot nemo Tanjung Gelam, spot Pulau Tengah, spot Pulau Cemara dan spot Kemloko Pantai Anora.


Perairan yang bening akan membuat betah siapapun yang sedang menikmati keindahan bawah laut Kepulauan Karimun Jawa. Berbagai terumbu karang indah beserta biota laut lucu berpadu menghasilkan pemandangan laut yang berwarna. Hard coral, sea anemon, clown fish, lobster dan penghuni laut lainnya siap menyapa siapapun yang datang.

2. Menikmati Sajian Ikan Bakar di Tepi Pantai

Beristirahat sejenak di pinggir pantai setelah lelah bermain dengan biota taman bawah laut tentu sangat disarankan. Kepulauan Karimun Jawa sebagian besar memiliki pulau-pulau tidak berpenghuni yang cocok untuk bercengkerama ataupun beristirahat. Pantai di Kepulauan Karimun Jawa dikenal memiliki pasir putih yang bersih, laut tenang berwarna biru bening, serta suasana yang sejuk. Tempat favorit untuk bakar ikan ada di Pulau Cilik, yang nyaris tak memiliki ombak hingga dibuat sebuah ayunan menjorok ke laut.
Panorama Pesisir Pulau Cilik
Ada banyak jenis ikan yang bisa dinikmati di Karimun jawa seperti ikan kerapu, kakatua, badong, kembung, tongkol, kakap putih, kakap merah, ekor kuning dan sebagainya. Menikmati sajian ikan bakar khas Karimun Jawa, dengan panorama pantai tenang yang menawan?. Hm.... siapa yang tidak mau?.

3. Menguji Adrenalin di Tempat Penangkaran Hiu

Sedikit mencoba adrenalin, sangat menarik bermain dengan biota laut dari dekat di Penangkaran Hiu. Penangkaran Hiu di Karimun Jawa ini berada di Pulau Menjangan Besar. Hiu di tempat penangkaran ini tidak berbahaya. Asalkan mengikuti instruksi dari petugas ketika masuk ke kolam, pasti akan masuk dan keluar dengan selamat.
Penangkaran Hiu Karimun Jawa
Merasakan berada di tengah kumpulan hiu-hiu lapar pasti menjadi cerita yang sangat menarik dan cukup membutuhkan adrenalin. Selain hiu, ada area penangkaran lain yaitu bintang laut dan ikan buntal. Ada banyak jenis bintang laut yang bisa disaksikan, dipegang dan juga diajak selfie. Namun jangan lupa menyapa si ikan buntal dengan wajah murung khasnya itu.

4. Menyusuri Ekosistem Hutan Mangrove

Kepulauan Karimun Jawa tidak hanya menyajikan wisata bahari. Karimun Jawa memiliki hutan mangrove yang ada di area Pulau Karimun Jawa dan Pulau Kemujan. Selain menelusuri jembatan kayu di tengah hutan mangrove, bisa sekaligus mempelajari fauna dan satwa yang ada di area Hutan mangrove. 
Hutan Mangrove
Lelah berjalan-jalan, naiklah ke gardu pandang yang akan menunjukkan hamparan luas hutan magrove beserta Kepulauan Karimun Jawa. Di atas gardu pandang juga tempat yang cocok untuk menyaksikan sunset. Hm.... jangan lupa untuk turun.

5. Berziarah Serta Mengenal Sejarah Sunan Nyamplungan

Wisata sejarah juga tersaji di Pulau Karimun Jawa yaitu Makam Sunan Nyamplungan (Syeh Amir Hasan) yang berada di bawah Gunung Karimun. Sunan Nyamplungan merupakan putra dari Sunan Muria dan menjadi sosok penting bagi masyarakat Karimun Jawa karena berkontribusi dalam penyebaran agama islam di Pulau Karimun Jawa.
Makam Sunan Nyamplungan
Sunan Nyamplungan merupakan orang yang pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Karimun Jawa. Tongkat yang digunakan Sunan Nyamplungan terbuat dari pohon Dewadaru yang tumbuh disana. Di makam ini terdapat batu berbentu peluru yang menurut orang sekitar akan berbunyi jika Pulau Karimun Jawa dalam bahaya. Selain berziarah, mengenal sejarah Karimun Jawa bisa dilakukan disini.

6. Menyaksikan Senandung Senja di Bukit Cinta

Bukit Cinta Karimun Jawa ini benar-benar akan membuat siapapun jatuh cinta dan enggan pulang. Bukit Cinta merupakan area di bukit Pulau Karimun Jawa yang menyajikan pemandanagn perairan Pulau Karimun Jawa. Bukan Karimun Jawa namanya jika tidak menyajikan panorama sunset yang mempesona. Bukit Cinta adalah salah satu lokasi menarik anti-mainstream yang sangat cocok untuk menikmati senandung senja Karimun Jawa. Ada banyak lokasi yang bisa dipilih untuk duduk tenang menikmati senja.  Then, lets enjoy the sunset.
I love "Love Hill"

7. Menikmati Panorama Sunset di Tanjung Gelam

Pantai Tanjung Gelam Karimun Jawa dikenal sebagai tempat terbaik untuk menikmati sunset. Hal ini karena lokasi Pantai Tanjung Gelam tepat di ujung barat pulau Karimun Jawa. Warna laut di Pantai Tanjung Gelam cenderung tosca dan sangat jernih. Di Pantai Tanjung Gelam dikenal juga pohon kelapa miring yang baisanya menjadi spot foto menarik wisatawan. Bebatuan karang di pesisir pantainya tertata indah dengan bentuk dan komposisi yang tepat, sehingga menambah keindahan di Pantai Tanjung Gelam. Menyaksikan perahu lalu lalang di atas laut tosca dengan sinar jingga tentunya very so sweet.
Sunset Tanjung Gelam

8. Wisata Malam di Alun-alun Karimun Jawa

Bersosialita dengan masyarakat di Pulau Karimun Jawa tentu sangat menyenangkan. Alun-Alun Karimun Jawa sangat ramai di malam hari. Tak jauh dari pelabuhan, alun-alun ini dipenuhi penjual makanan khas Karimun Jawa seperti ikan bakar, makanan ringan, cinderamata, kaos sablon dan sebagainya. Berinteraksi dengan masyarakat sekitar, mengenal kehidupan masyarakat di Karimun Jawa, bercengkerama, nongkrong dengan sajian jagung bakar sambil menikmati semilir angin malam pelabuhan, tentu akan menjadi momen spesial bagi siapapun yang datang.
Alun-alun Karimun Jawa
Wisata bahari, sejarah, tracking, kuliner Pada umumnya, taman bawah laut adalah tujuan utama wisatawan yang datang ke Kepulauan Karimun Jawa. Namun selain wisata bahari, wisata alam yang lain perlu dicoba untuk menyempurnakan wisata ke Kepulauan Karimun Jawa.

Tips wisata ke Karimun Jawa :
  1. Ketahui jadwal kapal laut lebih dahulu sebelum berangkat.
  2. Lengkapi kebutuhan perjalanan seperti alat snorkeling/diving dan sunblock.
  3. Belilah ikan lebih dulu di pelabuhan atau pasar ikan jika ingin menikmati ikan bakar di pulau. Biasanya di pulau-pulau tidak menyediakan ikan bakar, kecuali bakar sendiri.
  4. Konfirmasilah dengan pawang atau guide jika ingin berfoto dengan hiu. Jangan masukkan tangan ke dalam air karena hiu bisa menganggapnya sebagai umpan. 
  5. Jagalah sikap di tempat ziarah Makam Sunan Nyamplungan.
  6. Waktu terbaik mengunjungi Pantai Tanjung Gelam adalah menjelang senja.
  7. Pedagang pesisir pantai tutup saat malam hari. Jika berniat campbawalah logistik yang cukup. 
  8. Kembalilah ke pelabuhan sebelum malam.
  9. Bersosialisasilah dengan masyarakat sekitar yang ramah untuk mengetahui seluk beluk dan sejarah Pulau Karimun Jawa. 
  10. Jagalah kebersihan area Taman Nasional Karimun Jawa dan jangan melakukan vandalisme.

Pesona Alam Sempurna Pantai Hutan Kera Nepa

Pantai Hutan Kera Nepa Madura. Mendengar sekilas tentang Madura, tentu terlintas di pikiran sebuah pulau yang memiliki cuaca panas. Yah... itu memang benar. Namun, bagaimana rasanya jika di pulau garam ini tersaji pemandangan pantai lepas dengan suasana alam hutan mangrove beserta penghuni habitat aslinya, ditambah adanya perpaduan air tawar yang bersebelahan dengan laut?. Hm... pasti menjadi pemandangan alam yang sempurna dan semua keindahan itu bisa ditemukan dan dinikmati di Pulau Madura.
Pesona Alam Sempurna Pantai Hutan Kera Nepa
Pantai Hutan Kera Nepa
Pantai Hutan Kera Nepa terletak di Desa Nepa, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Indonesia. Berada di sisi utama Pulau Madura, rute ke tempat wisata di Madura ini terbilang mudah dengan akses jalan yang baik. 

Wisata Pantai Hutan Kera Nepa merupakan wisata pantai di Madura yang menawarkan pemandangan hutan beserta penghuni aslinya yaitu kera abu-abu. Sesuai namanya, ada dua lokasi yang terkenal di tempat wisata ini :

1. Pantai Nepa

Pantai tenang dengan ombak yang berdebur keras menjadi sambutan pertama setibanya di tempat wisata Pantai Hutan Kera NepaPantai Nepa memiliki deburan ombak yang lumayan keras, garis pantainya melengkung panjang dengan sedikit pepohonan, sehingga akan sangat terik di siang hari. Hamparan pasirnya sangat luas, berwarna putih kecoklatan. Tapi kabar buruknya.... masih ada sampah berkeliaran di sepanjang pantainya. Pantai Nepa hanya cocok untuk bermain air di pesisir. Di pantai lepas ini tidak disarankan untuk berenang karena ombak yang cukup besar. 
Pesona Alam Sempurna Pantai Hutan Kera Nepa
Pantai Nepa
Konon dulunya pantai ini ditumbuhi banyak pohon nipah yang daunnya bisa dimanfaatkan sebagai atap. Itulah kenapa pantai ini dinamakan Pantai Nepa.

2. Hutan Kera Nepa

Hutan Kera Nepa berdampingan dengan Pantai Nepa, berada tepat di sebelah muara air tawar yang dihubungkan dengan jembatan. Area hutan ini memang dihuni oleh segerombolan kera abu-abu yang biasanya sudah menampakkan diri di gapura masuk. Mereka ada di sekitar anda, waspadalah!. Sekilas, tempat wisata di Madura ini hampir mirip dengan wisata hutan monyet Sangeh - Bali. Jika gapura masuk membuat penasaran, tidak ada salahnya untuk mencoba menyusuri Hutan Kera Nepa yang mempunyai legenda unik serta petilasan di dalamnya. 
Pesona Alam Sempurna Pantai Hutan Kera Nepa
Hutan Kera Nepa
Ada beberapa legenda yang menjadi asal usul kenapa tempat wisata di Madura ini bisa dihuni oleh kumpulan kera abu-abu. Berikut dua legenda Hutan Kera Nepa yang beredar di masyarakat sekitar :
  1. Bindoro Gong - orang pertama yang membabat Pulau Madura, mendirikan kerajaan pertama kali di Madura. Kemudian kerajaannya diwariskan pada putranya bernama Raden Segoro (dimakamkan di tengah hutan kera). Raden Segoro yang tidak mempunyai ahli waris menunjuk seorang pemimpin untuk menggantikannya sebelum meninggal yaitu Raden Praseno. Dengan adanya pemimpin baru, pro dan kontra membuat rakyat sering bertikai. Akhirnya Raden Praseno membagi wilayah menjadi dua bagian. Namun, rakyat masih terus bertikai, akhirnya dewata murka dan mengutuk mereka menjadi kera dan memberi patok kayu (pohon) diantara batas wilayah tersebut. Siapa yang melanggar batas akan mendapat kutukan, kecuali saling memberikan pertolongan atau pengobatan.
  2. Raden Segoro merupakan cucu dari Raja Medangkamulan di Kraton Giliwengsi. Karena pembicaraan dengan ibunya didengarkan oleh para prajuritnya dengan sengaja, dia menjadi sangat marah dan mengutuk para prajurit itu menjadi kera yang turun-temurun akan mendiami daerah di sekitar rumah Raden Segoro, yaitu Pantai Nepa. Dengan kesaktiannya, Raden Segoro mengubah rumah dan daerah sekitar tempat tinggalnya menjadi hutan.

Konon, di tempat wisata Hutan Kera Nepa ini masih ditemukan bekas reruntuhan bangunan yang dipercaya sebagai tempat tinggal Raden Segoro dan ibunya. Sedangkan kera-kera yang menurut legenda merupakan jelmaan prajurit, cukup jinak dan bisa berinteraksi baik jika bertemu manusia. Jadi, manusia juga harus berinteraksi baik dan tidak bertingkah yang membuat kera-kera menjadi agresif.
Pesona Alam Sempurna Pantai Hutan Kera Nepa
Sebagian Kera Hutan Nepa
Menyusuri Hutan Kera Nepa adalah hal menarik yang bisa dilakukan di tempat wisata di Madura ini. Rasa deg-deg'an sekaligus waspada akan adanya monyet yang tiba-tiba mengikuti ataupun hanya sekedar lalu lalang akan memberikan cerita unik tersendiri ketika berkunjung di tempat wisata Hutan Kera Nepa. Jika tidak ada kera yang nampak, mungkin bisa menggunakan mantra andalan masyarakat sekitar untuk memanggil kera-kera tersebut yaitu dengan membunyikan suara 'Lo...laliloooo'. Jika suara lumayan merdu, barangkali kera-kera mau bertemu sang empunya suara. But don't try this at home

Mengenal legenda, mitos dan penorama alam yang lengkap pasti akan menghilangkan rasa bosan. Biasanya ada pemandangan unik yang bisa disaksikan yaitu kumpulan anak-anak kecil yang bermain dengan melompat dari jembatan ke muara sungai, tentu dengan monyet-monyet yang lalu lalang menunggu cemilan gratis . Ah... teringat masa lalu, antara teori Darwin dan permainan masa kecil.

Tips wisata ke Pantai Hutan Kera Nepa :
  1. Waktu yang cocok adalah pagi dan sore hari. jika cuaca cerah, area pantai sangat panas. 
  2. Bawalah pelindung kepala untuk menghindari sengatan sinar matahari yang sangat terik.
  3. Tidak disarankan untuk berenang di area pantai yang mempunyai ombak lumayan besar.
  4. Sebaiknya menggunakan pemandu jika masuk ke Hutan Kera Nepa. Bisa menghubungi petugas.
  5. Belilah kacang di warung sekitar sebelum masuk ke Hutan Kera Nepa. Namun hati-hati saat memberi makan. Kera yang tidak sabar bisa saja mengambil sendiri cemilan yang nampak di kantong.
  6. Jangan memberikan makanan yang membahayakan kera.
  7. Jagalah sikap di area petilasan karena diarea tersebut masih digunakan untuk sembayang.
  8. Tetap bersikap sopan santun dan taati tata tertib di Hutan Kera Nepa.
  9. Jaga sikap untuk tidak memancing kera menjadi agresif.
  10. Jangan menambah kotor area wisata dengan membuang sampah sembarangan.

Pendakian Gunung Sumbing 3.371 via Banaran

Pendakian Gunung Sumbing via Banaran. Gunung Sumbing merupakan gunung tertinggi ke-3 di Jawa yang terletak di tiga kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang, Temanggung dan Wonosobo. Gunung api ini bersebelahan dengan Gunung Sindoro, dipisahkan oleh jalan raya lintas kota - dijuluki 'Kledung Pass'. Meski bersebelahan dan membentuk bentang alam gunung kembar, jalur pendakian yang ditawarkan kedua gunung tersebut tidak jauh berbeda dengan trek yang cukup menantang bagi para pendaki tentunya.
Pendakian Gunung Sumbing 3.371 via Banaran
Gunung Sumbing
Gunung Sumbing memiliki 5 jalur pendakian yang sudah dikenal. Jalur pendakian Gunung Sumbing via Banaran merupakan jalur pendakian rute timur yang dibuka sekitar tahun 2016. Selain pendakian via Banaran, Gunung Sumbing bisa didaki dari jalur berikut :
  1. Via Garung
  2. Via Cepit Parakan
  3. Via Bogowongso
  4. Via Kaliangkrik
Pendakian Gunung Sumbing via Banaran berada di Desa Banaran, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Indonesia. Cara murah untuk ke basecamp bisa naik kendaraan pribadi atau menghubungi basecamp untuk penjemputan. 

Basecamp - Pos 0

Basecamp pendakian Gunung Sumbing via Banaran - 1.100 mdpl, berupa sebuah pos registrasi maupun istirahat sebelum memulai pendakian. Segala keperluan logistik maupun transportasi bisa diatur di area basecamp. Untuk ke Pos 0 yang berjarak sekitar 2 kilometer, bisa berjalan kaki menyusuri kampung dan sawah penduduk ataupun menyewa ojek.

Pos 0 - 1438 mdpl, merupakan batas akhir kendaraan. Pos 0 layaknya pintu masuk pendakian dengan area terbuka berupa sawah yang cukup panas di siang hari. 

Pos 0 - Pos 1

Trek pendakian dimulai dengan trek menanjak di area persawahan untuk masuk ke hutan. Sekitar 600 meter setelah pos 0, akan sampai di Dongbanger - sebuah bangunan seperti gasebo yang cukup luas dan tepat berada di tempat teduh, cocok untuk beristirahat.

Selepas Dongbanger, pendakian Gunung Sumbing via Banaran dilanjutkan dengan menyusuri jalan setapak menembus area hutan pinus hingga sampai di gapura kayu 'selamat datang'. Setelah melewati gapura kayu, pendakian kembali masuk ke vegetasi hutan yang rapat, kemudian kembali ke area terbuka menyusuri kebun penduduk dengan trek tanah padat yang sudah dimodifikasi seperti tangga. Yah.... tangga alami  yang cukup membuat lelah. Kadang di jalur ini masih bisa berjumpa dengan petani Desa Banaran yang ramah. 

Kelelahan pendakian akan terobati setelah sampai di Warung Kopi Ganeshari, satu-satunya tempat di jalur pendakian yang strategis untuk istirahat, nongkrong, makan ataupun ngopi. Tempat yang cukup luas dan nyaman ini juga difasilitasi dengan toilet dan mushola. 
Pendakian Gunung Sumbing 3.371 via Banaran
Warung Kopi Ganeshari
Setelah Warung Kopi Ganeshari, pendakian Gunung Sumbing via Banaran kembali menyusuri trek pendakian menanjak menembus hutan hingga akhirnya sampai di gapura kayu ke -2. Gapura kayu ini seolah-olah memberi tanda bahwa pendakian yang sebenarnya baru dimulai karena di belakang gapura tampak jalur fenomenal yang oleh masyarakat Desa Banaran dikenal sebagai jalur eskalator.
Pendakian Gunung Sumbing 3.371 via Banaran
Jalur Eskalator
Seperti namanya, jalur eskalator alias Tanjakan Mbah Subari ini berupa jalur tanah padat menanjak yang sudah dimodifikasi menjadi tangga-tangga alami. Bedanya dengan yang pertama, tanjakan ini lebih menanjak, lebih panjang dan lebih mengejutkan. Sepertinya bertambah lagi Tanjakan Unik Gunung-gunung di Jawa yang mulai tercipta.

Berdamailah dengan jalur eskalator karena pendakian yang panjang akan didominasi dengan jalur tersebut. Jalur eskalator akan menggiring hingga di Pos 1, tempat untuk bernafas lega.

Pos 1 - Seklenteng, berada di ketinggian 1.887 mdpl, berupa area lapang yang cukup teduh. Di Pos 1 terdapat tempat pasenggrahan yang disakralkan karena terdapat makam Syekh Abddurrohman - silsilahnya berhubungan dengan Sunan Kalijaga.
Pendakian Gunung Sumbing 3.371 via Banaran
Pos 1 - Seklenteng

Pos 1 - Pos 2

Selepas dari Pos 1, jalur pendakian Gunung Sumbing via Banaran masih sama, berupa tangga alami menembus hutan rimbun lereng Gunung Sumbing hingga Pos 2 yang ditandai dengan sebuah pohon besar. Pos 2 - Siwel -Iwel, berada di ketinggian 2.141 mdpl, berupa area teduh dan lapang dengan sebuah shelter.
Pendakian Gunung Sumbing 3.371 via Banaran
Pos 2 - Siwel - iwel

Pos 2 - Pos 3

Jalur pendakian dari Pos 2 ke Pos 3 masih tidak berbeda jauh dengan trek sebelumnya, berupa tanjakan alami yang tetap akan mengantar hingga Pos 3. Pos 3 - Punthuk Barah, berada di ketinggian 2.387 mdpl. Berupa area lapang dengan sebuah shelter. Dengan area yang lebih luas dibanding pos sebelumnya, di Pos 3 selain shelter, bisa digunakan untuk membuat 2 tenda 3/4.
Pendakian Gunung Sumbing 3.371 via Banaran
Pos 3 - Punthuk Barah

Pos 3 - Pos 4

Pendakian Gunung Sumbing via Banaran dari Pos 3 ke Pos 4 dikenal sebagai jalur yang paling menanjak dan membutuhkan tenaga ekstra. Tangga alami akan mulai menghilang di jalur pendakian, menyisakan trek tanah padat bercampur tanah kering yang akan sangat berdebu ketika musim kemarau dan licin saat musim hujan. Trek tidak lagi didominasi pepohonan besar, sehingga akan nampak kemiringan lereng Gunung Sumbing. Sampai di ujung jalur, area akan terbuka dan tampaklah lembah indah Gunung Sumbing yang sangat menggoda.

Pendakian dilanjutkan dengan kembali mendaki ke lereng gunung. Akan ditemui area datar terbuka yang dipenuhi bebatuan besar berlatar belakang lembah indah Gunung Sumbing. Kemudian, jalur pendakian akan sampai di trek panjat tebing. Trek layaknya panjat tebing ini berupa sisi bukit berbatu yang berdiri tegak, sehingga untuk melipir lerengnya harus dengan bantuan rantai yang sudah tergantung di area. Tidak jauh setelah trek panjat tebing, welcome to Watu Ondho !.
Pendakian Gunung Sumbing 3.371 via Banaran
Pos 4 - Watu Ondh0
Pendakian Gunung Sumbing 3.371 via Banaran
Lembah Gunung Sumbing
Pos 4 - Watu Ondho, adalah tempat camp terakhir di area terbuka. Pos 4 berupa area datar di lereng Gunung Sumbing yang cukup luas dan terdapat sumber air. Jikak ingin ke sumber air, ikuti jalur pendakian ke atas, kemudian melipir ke kanan. Pos 4 menawarkan keindahan sunrise karena menampakkan Gunung Merapi dan Gunung Merbabu di tengah lautan awan yang sangat mempesona.
Pendakian Gunung Sumbing 3.371 via Banaran
Sunrise dari Pos 4

Pos 4 -  Banjaran

Dari Pos 4, pendakian Gunung Sumbing via Banjaran kembali menanjak, menyusuri vegetasi pepohonan yang tidak rapat, melewati jalur sumber air dan menyusuri lembah yang tersaji indah tapi melelahkan. Trek pendakian berupa tanah padat yang sesekali bercampur dengan bebatuan. Setelah sampai di ujung bukit, lebih tepatnya jalur di tengah-tengah dua bukit, trek mulai landai menyusuri savana. Banjaran - 3.187 mdpl, ditandai dengan trek turun menuju ke savana. Banjaran merupakan padang savana luas yang diapit tebing-tebing batu Gunung Sumbing.
Pendakian Gunung Sumbing 3.371 via Banaran
Jalur Antara 2 Bukit
Pendakian Gunung Sumbing 3.371 via Banaran
Banjaran



Banjaran - Kawah

Untuk ke kawah, trek melipir ke kanan dan mulai kembali menanjak hingga bertemu plang petunjuk arah. Plang menjelaskan arah ke Segoro Wedi, Puncak Rajawali, Puncak Sejati, Puncak Buntu dan Sumbing East RouteSo, where will you wanna go?. Bau belerang tercium ketika berada di area Kawah Gunung Sumbing. Ada sebuah makam di area Kawah yang juga disakralkan.
Pendakian Gunung Sumbing 3.371 via Banaran
Kawah Gunung Sumbing

Kawah - Puncak Rajawali

Setelah menyusuri area kawah, pendakian Gunung Sumbing via Banaran dilanjutkan dengan kembali mendaki ke arah Puncak Rajawali. Dibutuhkan energi yang ekstra untuk mendaki tanjakan terakhir sekaligus tujuan akhir Gunung Sumbing ini. Trek berupa bebatuan yang dipenuhi rumput dan tumbuhan cantigi. Setelah sampai di ujung bukit, tinggal melipir ke kiri yang menanjak konstan hingga sampai di Puncak Rajawali Gunung Sumbing.
Pendakian Gunung Sumbing 3.371 via Banaran
Trek ke Puncak Rajawali
Pendakian Gunung Sumbing 3.371 via Banaran
Segoro Wedi - Kawah Gunung Sumbing
Puncak Rajawali - 3.371 mdpl, adalah puncak tertinggi di Gunung Sumbing, berupa area lapang terbuka yang masih ditumbuhi pohon cantigi. Dari puncak Gunung Sumbing tampak Segoro Wedi, Kawah, Gunung Sindoro yang megah, Gunung Slamet, Gunung Merbabu dan Gunung Merapi
Pendakian Gunung Sumbing 3.371 via Banaran
Puncak Rajawali Gunung Sumbing

Tips Pendakian Gunung Sumbing via Banjaran :
  1. Untuk memudahkan perjalanan ke basecamp, bisa menghubungi pihak basecamp untuk penjemputan di Temanggung atau dikoordinasikan sendiri.
  2. Untuk mempersingkat waktu sebaiknya naik ojek sampai ke Pos 0 karena jalur cukup jauh.
  3. Lengkapi logistik pendakian di basecamp. Perhatikan intruktur dari pihak basecamp sebelum memulai pendakian.
  4. Lokasi camp bisa di area Pos 3 dan Pos 4. Namun, jangan membuat tenda di dalam shelter karena shelter milik umum.
  5. Berhati-hatilah saat panjat tebing ke Pos 4.
  6. Pos 4 merupakan area terbuka, waspadai adanya angin kencang, badai gunung dan petir. Selalu kondisikan cuaca dengan lokasi camp. Sebaiknya pahami Tips Berkemah Dalam Kondisi Cuaca Hujan.
  7. Jangan cemari sumber air tanah di area Pos 4.
  8. Pendakian dari Pos 4 hingga ke puncak Gunung Sumbing adalah area yang terbuka, sehingga sangat panas saat terik. Pakailah pelindung kepala (topi, payung) untuk menghindari Dehidrasi - 'Silent Killer' Para Petualang.
  9. Gunakan masker atau buff di area kawah untuk menahan bau belerang.
  10. Jagalah sikap ketika berada di area yang disakralkan, seperti Pos 1 dan area kawah.
  11. Jangan mengotori dan mencemari lingkungan maupun melakukan vandalisme.
  12. Taati tata tertib pendakian (ada di balik peta pendakian) yang diberikan pihak basecamp.

Itenerary Pendakian Gunung Sumbing via Banaran :
Basecamp - Pos 0 : 10 menit (ojek)
Pos 0 - Dongbanger : 15 menit
Dongbanger - Gapura 1 : 7 menit
Gapura 1 - Pos 1 : 40 menit
Pos 1 - Pos 2 : 1 jam
Pos 2 - Pos 3 : 1 jam
Pos 3 - Pos 4 : 1 jam 15 menit
Pos 4 - Banjaran : 1 jam 45 menit
Banjaran - Puncak Rajawali : 1 jam

Basecamp Gunung Sumbing via Banaran : 081 226 469 505