Blog Tentang Catatan Perjalanan, Informasi Pendakian Gunung dan Tempat Wisata di Indonesia

10 Tips Penting Pendakian Panjang Gunung Argopuro

Tips Pendakian Gunung Argopuro. Gunung Argopuro dengan ketinggian 3.088 mdpl, populer dengan trek terpanjang di Jawa dikalangan para pendaki. Di kalangan wisatawan, Gunung Argopuro menyimpan wisata Danau Taman Hidup yang sangat mempesona. Sedangkan di kalangan arkeolog dan ahli sejarah, Gunung Argopuro memiliki sisa-sisa sejarah, mulai dari peninggalan zaman megalitikum, legenda zaman kerajaan Majapahit hingga kisah suram masa penjajahan. Gunung Argopuro memang memiliki banyak kisah dan pesona. Inilah yang membuat banyak kalangan ingin berkunjung ke gunung dengan trek pendakian terpanjang di Jawa ini.
Tips Pendakian Gunung Argopuro
Pendakian Gunung Argopuro

Gunung Argopuro terletak di kawasan Suaka Margasatwa Pegunungan Yang, sehingga disebut Yang - Argapura. Kompleks ini mendominasi bentang alam antara Gunung Raung dan Gunung Lemongan. Gunung Argopuro berada di dalam kawasan Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo.

Untuk mengeksplore Gunung Argopuro, tentu saja kegiatan pendakian harus dilakukan. Selain menjadi jalur pendakian, Gunung Argopuro juga menjadi tempat wisata dengan Taman Hidup'nya, serta menjadi tempat penduduk sekitar mencari selada air untuk dijual. Sehingga pasti ada penawaran ojek yang bisa mengantar hingga Cikasur, yang jika ditempuh dengan pendakian normal bisa sampai sekitar hampir dua hari perjalanan. 

Pendakian dengan trek terpanjang di Jawa ini tentu saja membutuhkan waktu yang tidak hanya semalam dua malam, kecuali jika ingin mendaki sampai Taman Hidup saja. Waktu normal Pendakian Gunung Argopuro biasanya sekitar 4 - 5 hari atau tergantung kemampuan masing-masing pendaki. Memang tidak semua gunung menyajikan pendakian berhari-berhari, untuk itulah harus mempersiapkan segala hal dengan matang sebelum melakukan Pendakian Gunung Argopuro.


1. Fisik


Tips Pendakian Gunung Argopuro
Siapkan Stamina dan Semangat
Mendaki trek terpanjang di Jawa?, pastinya kegiatan berjalan mendaki gunung turuni lembah akan dialami selama berhari-hari. Untuk itulah melatih fisik sangat diperlukan, apalagi jika selama ini kemana-mana hanya menggunakan transportasi. Latihan fisik ringan bisa dilakukan dengan olah raga berjalan setiap hari.

Jika malas latihan fisik dengan jalan, maka manfaatkan jalan kaki untuk melakukan aktivitas, karena berjalan dengan tujuan pasti lebih nyaman daripada berjalan demi olah raga. Tidak harus melakukan jalan kaki dari antar Kecamatan, berjalan kaki di sekitar lingkungan secara teratur'pun juga bisa melatih fisik. Berjalanlah 2 jam setiap hari menjelang hari pendakian.

2. Perlengkapan


Tips Pendakian Gunung Argopuro
Lengkapi Perlengkapan Pribadi dan Kelompok
Mengecek dan melengkapi segala perlengkapan merupakan salah satu Tips Pendakian Panjang yang sangat penting. Bukan hanya fisik yang harus tahan banting, perlengkapan juga harus dalam keadaan baik sehingga tidak menjadi masalah saat melakukan pendakian panjang selama berhari-hari di tengah hutan dengan segala ancaman yang tidak bisa diprediksi.

Pastikan peralatan aman, dalam hal ini adalah peralatan kelompok dan perlengkapan pribadi. Perlengkapan kelompok seperti tenda, kompor, dan sebagainya, maupun perlengkapan pribadi seperti sepatu, trecking pole, dll. Sebaiknya menggunakan tenda waterproof dan jangan lupa tetap membawa flysheet untuk kelengkapan lain jika dibutuhkan. 

Perlengkapan lain yang tidak kalah penting adalah Survival Kit. Meski tidak berharap untuk digunakan, tidak ada yang tau kapan musibah terjadi, apalagi dalam situasi di tengah hutan yang jauh dari kota. Jadi sebaiknya membawa Survival Kit bukan untuk diri sendiri saja, tetapi siapa tahu ada orang lain yang membutuhkan juga di tengah perjalanan.

3. Pilih Trek Pendakian


Tips Pendakian Gunung Argopuro
Pilih Jalur 

Ada dua jalur Pendakian Gunung Argopuro yaitu via Baderan dan via Bremi. Selama ini, jalur Baderan menjadi jalur favorit karena beberapa alasan yaitu :
  • Trek lebih landai dan banyak bonus meski panjang. 
  • Tersedia pasokan air yang banyak di sepanjang jalur pendakian. 
  • Bisa sewa porter. 

Namun jika memilih pendakian dari jalur Bremi juga tidak ada salahnya. Biasanya, jalur Bremi hanya dilalui untuk tujuan ke Taman Hidup saja. Sedangkan pendaki kebanyakan memilih via Baderan dan turun via Bremi. Jadi, sebaiknya memilih pendakian via Baderan karena sudah pasti banyak referensi yang tersedia. 

4. Navigasi

Tips Pendakian Gunung Argopuro
Pelajari Ilmu Navigasi

Navigasi adalah ilmu yang sangat penting ketika melakukan pendakian di alam bebas. Meski Jalur Pendakian Gunung Argopuro sudah cukup jelas, fakta membuktikan bahwa tersesat tak memandang jalur. Sudah ada pendaki yang pernah tersesat di Gunung Argopuro, meski beberapa yang sudah pernah kesana mengatakan kalau jalur sudah jelas.

Tidak semua pendaki memahami ilmu navigasi dan mungkin hanya beberapa kalangan saja. Navigasi bukan hanya membaca peta kontur. Bagi yang tidak bisa membaca peta, memprediksi, melihat keadaan sekeliling dan menganalisa juga penting. Analisa-analisa ringan seperti memilih jalur pendakian yang benar di persimpangan hingga analisa analisa yang benar saat tersesat.

Banyak Cara Menentukan Arah Mata Angin Tanpa Kompas yang bisa dilakukan. Melihat arah matahari terbit dan terbenam'pun hingga arah tumbuhnya lumut juga bisa menunjukkan arah. Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya tidak melanjutkan perjalanan saat hari mulai petang. Jika dirasa perlu, catatlah koordinat tiap pos di basecamp pendakian.

5. Logistik


Tips Pendakian Gunung Argopuro
Pertimbangkan Logistik
Tips Pendakian Gunung Argopuro selanjutnya adalah mengenai bahan makanan. Melakukan pendakian panjang tentu membutuhkan logistik yang cukup banyak dibanding pendakian sehari-dua hari. Tapi bersyukurlah Argopuro memiliki sumber air yang melimpah di Cikasur, Cisentor dan Taman Hidup, selain itu masih ada pos mata air juga. Apalagi di Cikasur ada banyak selada air yang bisa dimasak untuk sajian makan. Hm... nikmat mana lagi yang kau dustakan...

Namun, untuk mencapai ke dua lokasi yang terbilang "surga ketika dahaga" itu, masih membutuhkan banyak waktu yang tentu menguras tenaga. Jadi, logistik yang mencukupi harus disediakan dari awal, tidak selalu terpacu oleh selada air, air dan air-air lainnya.

Logistik untuk minimal 4 hari untuk satu orang pastinya cukup banyak. Oleh karena itu untuk pendakian panjang, bawalah makanan yang mengandung karbohidrat dan kalori yang diperlukan tubuh untuk diolah menjadi energi. Untuk mengurangi beban, bisa juga disiasati dengan membawa makanan siap saji. 

Mungkin membawa makanan siap saji bisa memenuhi tempat di dalam carrier yang tentunya dipenuhi perlengkapan lain selama 4 hari. Namun, keuntungan membawa makanan siap saji adalah penghematan waktu. Dengan trek pendakian yang panjang, perhitungan waktu pastinya harus tepat dan tidak terlalu lambat. Waktu yang semakin lama dalam pendakian justru akan menghabiskan logistik yang lebih banyak dan tentunya bawaan di dalam tas juga akan lebih banyak dan berat. 

Jadi, seimbangkan antara membawa makanan siap saji dan makanan dengan karbohidrat + kalori tinggi. Bawalah beras, kacang atau selai kacang, cokelat, daging (bisa daging kering), gula (atau madu), garam dan jangan lupakan cemilan untuk formalitas persahabatan. Hehehe...

Tips Pendakian Gunung Argopuro
Makanan Karbohidrat + Siap Saji
Membawa buah untuk kalori juga tidak ada salahnya, tetapi buah akan menambah beban, sehingga tidak praktis. Makanan yang disebutkan diatas tersebut juga termasuk Makanan Survival Terbaik yang bisa dibeli di minimarket. 

6. Kebersihan


Tips Pendakian Gunung Argopuro
Jangan Kotori Lingkungan
Tinggal di hutan hampir seminggu, jangan buat rusuh. Kebersihan adalah salah satu Tips Pendakian Gunung Argopuro yang harus diperhatikan. Banyaknya logistik dan pendakian pendakian panjang, mungkin akan ada proses waktu buang air lebih sering, sehingga membutuhkan tissu yang lebih banyak - entah tissu basah maupun tissu kering.

awalah tissu basah dan kering lebih banyak untuk kebutuhan kebersihan pribadi dan juga kebutuhan kelompok, seperti untuk membersihkan peralatan makan ataupun membersihkan perlengkapan lain. 

Jangan buang air atau mencuci mencuci peralatan langsung di sungai yang malah akan mencemari lingkungan. Jika ingin mencuci peralatan, ambil air dalam wadah dan cuci perlengkapan kotor di daratan, bukan di aliran air. Jangan lupa untuk menyertakan kantong sampah lebih banyak atau lebih besar untuk tetap membawa turun sampah yang tidak bisa terurai. 

7. Manajemen Waktu


Tips Pendakian Gunung Argopuro
Atur Waktu yang Efisien

Pendakian yang panjang memaksa pendaki manapun untuk sebaik mungkin memanajemen waktu untuk menghemat tenaga sekaligus logistik. Di Pendakian Gunung Argopuro via Baderan sudah ada jasa ojek yang bisa mengantar sampai pintu hutan dan Cikasur, tentunya dengan tarif berbeda. Nah, agar tidak menghilangkan nuansa pendakian, pendakian bisa dimulai dari basecamp dengan ngojek ke pintu hutan dengan tarif yang terbilang masih pas di kantong.

Mengejar waktu untuk sampai di tempat camp merupakan hal yang lumrah di setiap pendakian. Di Gunung Argopuro, tempat camp favorit biasanya di sekitar tempat adanya air, yaitu Mata Air 2, Cikasur, Cisentor, Rawa Embik dan Danau Taman Hidup. Faktanya di lapangan, mengejar waktu untuk tempat camp bisa menguntungkan dan merugikan.

Ketika waktu ke tempat camp terkejar lebih cepat, seperti tiba di tempat camp harusnya sore, ternyata karena tidak tau medan atau belum pernah mendaki ke Argopuro atau karena fisik yang tiba-tiba bisa ngebut ala superman, kemudian sampai di tempat camp masih siang. Bersyukurlah kalau tempat camp dihiasi dengan pemandangan indah, tetapi kalau tempat camp berupa dataran saja, pasti timbul hasrat untuk melanjutkan perjalanan, tetapi untuk ke camp berikutnya membutuhkan waktu yang lumayan panjang. Lalu bagaimana?

Sebelum pendakian, cari referensi dari internet atau teman yang sudah pernah kesana, maupun dari pihak basecamp mengenai waktu pendakian, terutama jarak tempuh antar pos, kemudian sesuaikan dengan kondisi fisik di perjalanan. 

Cari tau juga dimana posisi sumber air dan kondisi air - layak minum atau tidak. Jika kondisi logistik air masih mencukupi untuk semalam saja hingga sampai di sumber air berikutnya, maka camp tidak harus di pos-pos, karena di hutan ada beberapa tempat datar yang juga bisa digunakan untuk bermalam selain di pos-pos.
Tips Pendakian Gunung Argopuro
Camp di Jalur Pendakian Gunung Argopuro
Untuk menghemat waktu selanjutnya bisa dilakukan dengan memangkas waktu istirahat. Ada sebagian pendaki yang terus berjalan kemudian istirahat berlama -lama sampainya di pos. Ada juga yang berjalan sesekali berhenti, kemudian juga istirahat hanya sebentar di pos. Sebaiknya melakukan perjalanan tetap konstan dan efisien.

Pergunakan waktu istirahat dalam perjalanan dengan waktu yang pendek. Berhenti sesekali ketika mendaki memang lumrah, tapi kalau sedikit-sedikit beristirahat dalam waktu yang lama juga masih lumrah kalau memang merencanakan seminggu di Argopuro. Tapi kalau dikejar waktu 4-5 hari pendakian, sebaiknya tidak terlalu santai-santai di sepanjang trek pendakian. 

Gunakan waktu istirahat yang cukup lama saat waktu makan karena lebih menghemat waktu. Istirahat sebentar untuk sekedar menghela nafas dan beban berat sekitar 5 menit mungkin sudah cukup, apalagi adanya savana-savana keren di Gunung Argopuro pasti juga akan menciptakan waktu istirahat tambahan dengan adanya sesi foto-foto. Namun yang paling utama, tetap ketahui kondisi fisik pribadi jika perlu istirahat panjang karena hanya diri sendiri yang bisa mengukur kondisi fisik dan itu yang terpenting. 

8. Penggunaan Api Unggun


Tips Pendakian Gunung Argopuro
Buat Api Unggun yang Aman
Kebakaran hutan bisa terjadi karena suhu panas dan ulah manusia. Meski dilain sisi pendaki tidak mau selalu disalahkan ketika kebakaran hutan karena api unggun, mengetahui keamanan api unggun juga penting. Tidak masalah membuat api unggun di tengah dinginnya suhu di Gunung Argopuro yang menusuk tulang, tetapi tetap harus tau Cara Membuat Api Unggun yang Aman agar tidak terjadi kebakaran. 

Gunung Argopuro memiliki savana luas yang bisa dibilang mudah terbakar seperti kebakaran pada tahun 2015 dan 2018 lalu. Jika terbakar, bara api yang masih menyala mudah terbawa angin hingga terjadinya kebakaran kecil. Bukan hanya masalah api unggun, putung rokok juga harus benar-benar padam, dimasukkan dalam kantong sampah dan wajib dibawa turun. 

9. Waspada Dehidrasi


Tips Pendakian Gunung Argopuro
Waspadai Dehidrasi
Menghabiskan tenaga dalam beberapa hari akan membutuhkan banyak air. Meski Gunung Argopuro memiliki air yang melimpah, pasti hanya dibawa beberapa botol saja yang bisa mencukupi hingga ke pos air berikutnya. Menghemat air dalam perjalanan memang penting, tapi trek Pendakian Gunung Argopuro yang kadang rapat, terbuka dan banyak savana, tentu membutuhkan perlindungan dari dehidrasi.

Selain air, bawalah minuman energi untuk membantu memulihkan karbohidrat dan elektrolit. Untuk mengurangi dehidrasi yang berlebihan, bawalah pelindung kepala seperti topi, masker dan sebagainya. Sebaiknya menggunakan pakaian celana panjang dan lengan panjang untuk melindungi kulit dari panas yang bisa berakibat buruk, sekaligus melindungi dari tumbuhan berduri dan semak.

Jangan karena tidak ingin disebut manja, perlindungan tubuh terhadap dehidrasi dilupakan dan menyiksa diri sendiri. Setiap penggiat alam harus mengerti Dasar Pemahaman Dehidrasi yang terdengar simple tetapi menjadi silent killer para petualang.

10. Jaga Sikap


Tips Pendakian Gunung Argopuro
Salah satu Situs yang Berkaitan dengan Legenda Dewi Rengganis
Tips Pendakian Gunung Argopuro yang terakhir adalah mengenai sikap mencangkup perkataan, perbuatan dan polah tingkah saat pendakian. Argopuro tidak hanya dikenal dengan sekedar gunung dengan trek pendakian terpanjang di Jawa, tetapi didalamnya juga terdapat sisa situs-situs kuno dan menyimpan kisah kelam, dimana menjadi ladang pembantaian pada jaman penjajahan. Sehingga bisa disimpulkan, Gunung Argopuro tak sekedar terbilang mistis tetapi juga angker.


Di gunung manapun tentu ada penunggunya, begitu juga Argopuro. Oleh karena itu, ketika bertamu ke lokasi yang mungkin pernah disucikan ataupun menjadi ladang pembantaian pada zamannya, sebaiknya menjaga sikap dengan tidak melakukan hal-hal yang menyimpang. Memang tidak semua orang takut hantu dan percaya dengan hal gaib, tetapi tetap menjaga sikap yang baik, apa susahnya?

Itu adalah tips Pendakian Gunung Argopuro yang bisa dijadikan referensi, pertimbangan maupun persiapan sebelum melakukan pendakian panjang. Dari seluruh tips yang dijabarkan, jangan lupakan untuk tetap berdoa sebelum melakukan pendakian di trek terpanjang di Jawa ini. Semoga artikel tips Pendakian Gunung Argopuro bermanfaat, selamat berpetualang!