Pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane, Menuju Atap Tertinggi Jawa - Manusia Lembah

Manusia Lembah

Catatan perjalanan, Info Pendakian Gunung dan Tempat Wisata di Indonesia

Pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane, Menuju Atap Tertinggi Jawa

Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa dan masuk dalam jajaran 7 summit Indonesia. Gunung berapi tertinggi ke-3 di Indonesia ini sangat populer di kalangan pendaki karena memiliki 'puncak abadi para dewa'. 

Selain dikelilingi perbukitan yang indah, Gunung Semeru juga terkenal dengan keindahan danau Ranu Kumbolo yang sangat memikat mata para petualang dan selalu menjadi tujuan pendaki maupun penikmat alam.

Pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane

Satu kawasan dengan Gunung Bromo, Gunung Semeru terletak di antara Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur. Untuk perijinan pendakian wajib menyertakan KTP dan surat kesehatan dari dokter. 

Ada dua jalur pendakian Gunung Semeru, yaitu :
  1. Jalur pendakian via Ranu Pane : jalur pendakian umum. 
  2. Jalur pendakian via Ayek-ayek : tidak dibuka untuk umum karena di kawasannya masih banyak terlihat hewan liar yang dilindungi. 

Kini pendakian ke gunung tertinggi di Jawa ini diberi batasan 500 pendaki setiap harinya dengan sistem booking online
Baca : Cara Booking Online Pendakian Gunung Semeru


Transportasi ke Basecamp Ranu Pane

Berikut alternatif cara ke basecamp Ranu Pane :
  1. Dari Jakarta : Naik kereta api tujuan Malang. Sampai di Stasiun Malang Kota Baru, naik angkot tujuan Terminal Arjosari (AL, ADL). Kemudian oper angkot warna putih (TA) tujuan Pasar Tumpang. Sampai di Pertigaan Pasar Tumpang, bisa naik jeep atau ojek motor ke Desa Ranu Pane. 
  2. Dari Surabaya : Naik bus tujuan Malang, turun di Terminal Arjosari. Lanjut rute seperti di atas.

Info & Tips :
  • Jika turun dari Bandara Abdulrachman Saleh, harus keluar ke patung pesawat yang ada di pinggir Jalan Abdulrachman Saleh, lalu naik angkot TA (Tumpang Arjosari), turun di pasar Tumpang. 
  • Jika hari biasa, angkot TA sulit didapat diatas pukul 17.00 WIB. Jika libur panjang atau musim pendakian, angkot tersedia hingga malam. 
  • Jika ingin sewa jeep di Pasar Tumpang, bisa datang ke kios paguyuban mobil jeep di Pasar Tumpang dengan tarif sekitar Rp.650.000 untuk kapasitas 12 orang, dengan perjalanan waktu 1,5 jam. Jika ingin harga murah tetapi tidak ada 12 anggota, maka tunggulah pendaki lain yang ikut gabung. 
  • Alternatif lainnya menggunakan ojek motor dari Pasar Tumpang hingga Desa Ranu Pane dikenai tarif sekitar Rp.100.000 - Rp.150.000, bisa naik dan turun tergantung sikon. 
  • Selain itu bisa ikut nebeng truk atau pickup yang banyak terdapat di belakang terminal pasar Tumpang untuk mengantar ke Ranu Pani - desa terakhir di kaki Semeru (tarif dikondisikan). 

Di Pos Ranu Pani ada dua danau yaitu Ranu Pane dan Ranu Regulo yang terletak di ketinggian 2.200 mdpl.


Peta Jalur Pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane

Peta Pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane


Pendakian Gunung Semeru


Basecamp - Pos 1


Setelah melewati gerbang "Selamat Datang", pendakian Gunung Semeru dimulai dengan jalur landai, kemudian menanjak di samping perkebunan penduduk.


Pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane
Gerbang Awal Pendakian Gunung Semeru 
Ikuti jalur pendakian kekiri yang akan melewati jalan setapak hingga sampai di warung pertama, tempat landai untuk mempersiapkan sebelum melanjutkan menelusuri lereng bukit. 

Jalur berlanjut melipir bukit di jalur setapak, berupa tanah padat dan paving yang hampir ditelan tanah. Hingga pos 1, jalur ini masih bisa dilalui motor untuk tujuan darurat, seperti evakuasi.

Pos 1 berupa area datar, tepat di belokan jalur pendakian. Ada warung yang menyediakan makanan ringan dan minuman. Sangat cocok untuk mengisi energi sebelum melanjutkan pendakian.

Pos 1 - Pos 2

Selepas pos 1, trek pendakian Gunung Semeru masih sama, yaitu melipir bukit dengan trek cenderung landai. Di sepanjang jalur nantinya akan tiba di Watu Rejeng, area datar dan lebar untuk beristirahat. Dinamakan Watu Rejeng karena disini terdapat batuan menyerupai tebing yang sangat indah.

Pos 2 tak jauh berbeda dengan pos 1, berupa area datar di belokan jalur pendakian dan terdapat warung yang menyediakan makanan ringan dan minuman.

Pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane
Watu Rejeng 

Pos 2 - Pos 3

Selepas pos 2, jalur masih tetap melipir bukit dengan trek landai, tetapi cukup membuat ngos-ngosan. Di sepanjang jalur pendakian Gunung Semeru ke pos 3 ini akan melewati jembatan baru sebagai pengganti jalur lama yang longsor. Tak jauh dari jembatan baru, ada jembatan lama sebagai penanda mendekati pos 3.



Pos 3 juga tidak berbeda dengan pos-pos sebelumnya, berupa area datar di belokan jalur dengan warung yang telah menjadi ciri khas. Isilah energi dengan baik karena selepas pos 3 ada tanjakan yang menguras tenaga.


Pos 3 - Pos 4

Tepat di pos 3, tanjakan sudah menanti di depan mata. Tanjakan yang samar-samar mirip tanjakan cinta versi mini ini cukup menguras tenaga sebelum kembali ke jalur melipir perbukitan. 

Pendakian dilanjutkan dengan jalur yang cenderung landai dan naik-turun. Sebelum sampai di pos 4, sisi Ranu Kumbolo mulai terlihat dan area terbuka berupa savana perbukitan mulai nampak.



Pos 4 berupa area datar tepat di lereng bukit, di atas Ranu Kumbolo. Disini juga tersedia warung yang menyediakan makanan ringan dan minuman. Beristirahat sejenak sembari menyembuhkan dahaga didepan surga Gunung Semeru yang terhampar luas. Hm.... yummy! 

Pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane
Ranu Kumbolo 


Pos 4 - Ranu Kumbolo

Dari Pos 4 ke Ranu Kumbolo tidak jauh, hanya menuruni bukit dan jreng!, silahkan pilih ingin camp dimana. Ranu kumbolo adalah tempat yang paling tepat untuk mendirikan tenda. Pemandangan indah di area danau cocok untuk istirahat dan bersantai.

Danau Ranu Kumbolo ada pada ketinggian 2.400 mdpl dengan luas 14 Ha. Danau ini sering disebut sebagai surganya Gunung Semeru, meski masih ada danau-danau lain di area Gunung Semeru. 
Baca : Pesona 6 Danau Tersembunyi di Gunung Semeru
Kadang cuaca di Ranu Kumbolo bisa menjadi sangat dingin dengan suhu dibawah nol derajat, hingga kabut menjadi kristal-kristal es. Jika terlalu siang kadang kabut lebih dulu tiba, jadi lebih baik melanjutkan pendakian sebelum terlalu siang.


Ranu Kumbolo - Cemoro Kandang

Meninggalkan Danau Ranu Kumbolo akan mendaki bukit terjal yang fenomenal dengan nama "Tanjakan Cinta", yang menyajikan pemandangan indah ke arah danau.

Setelah sampai di ujung tanjakan, tampak padang rumput luas "Oro-oro Ombo" yang menanti. Saat musim semi, bunga verbena brasiliensis akan bermekaran berwarna ungu, menambah keindahan hamparan Oro-oro Ombo.

Pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane
Oro - oro Ombo 

Ada dua jalur yang bisa dilalui yaitu turun langsung dengan medan yang curam atau melipir bukit dengan turunan yang tidak begitu curam. Sambil berfikir, bisa sambil istirahat dulu sambil menikmati makanan ringan di warung yang ada di atas Tanjakan Cinta. 

Setelah melalui Oro-oro Ombo yang terhampar luas, akan tiba di Cemoro Kandang.

Pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane
Cemoro Kandang 

Cemoro Kandang merupakan area teduh yang luas karena berupa dataran di kaki bukit. Disini juga ada warung penjual makanan ringan dan minuman yang sangat berguna sebelum melanjutkan pendakian ke pos terakhir. 


Cemoro Kandang - Kalimati

Pendakian Gunung Semeru kembali menanjak setelah Cemoro Kandang. Menelusuri hutan cemara rimbun di jalan setapak, trek ke Kalimati cukup menguras tenaga. Setelah melalui trek turun-naik bukit, pertanda mendekati Jambangan.



Jambangan merupakan area terbuka, datar dan teduh yang cocok untuk istirahat, karena disini juga ada penjual makanan ringan seperti beberapa pos sebelumnya. Dari Jambangan, Gunung Semeru tampak jelas, gagah menjulang.

Ada beberapa pendaki yang bilang bahwa sebelum mendaki ke Semeru, mendakilah ke Gunung Penanggungan. Bentuk kedua gunung ini begitu mirip sehingga Gunung Penanggungan disebut-sebut sebagai miniatur Gunung Semeru.

Pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane
Mahameru Tampak Gagah 


Pos Kalimati Gunung Semeru berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara. Terdapat mata air Sumber Mani di arah barat, menyusuri pinggiran hutan kalimati sekitar 1 kilometer. 

Disini juga ada bilik toilet, seperti di Ranu Kumbolo. Lalu ada shelter dengan ruang yang cukup luas untuk istirahat atau bermalam.

Para pendaki biasanya bermalam disini sebelum summit, selain itu karena pendakian terakhir hanya sampai di Kalimati. Jika pendaki melanjutkan menuju puncak, pihak TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) tidak bertanggung jawab dengan resiko apapun yang akan terjadi.


Kalimati - Puncak Mahameru

Jalur pendakian lama yang melewati Arcopodo ditutup untuk pendakian karena longsor, dan telah dibuat jalur baru tepat di sisi shelter. Masih menyusuri hutan cemara, jalur pendakian ke puncak Gunung Semeru sangat menanjak dan curam. 

Lokasi Arcopodo adalah lokasi penuh misteri yang sangat menarik karena disini terdapat sebuah arca kembar yang berhubungan dengan legenda Semeru. Namun, lokasi arca tersebut tidak di jalur pendakian.
Baca : Legenda dan Sejarah Gunung Semeru

Sampai di batas vegetasi, pendakian ke puncak gunung tertinggi di Jawa ini dimulai. Bersiaplah dengan trek pasir kasar - yang jika diinjak akan merosot. Naik tiga langkah merosot dua langkah, itu yang akan dirasakan ketika summit ke Mahameru. Untuk itulah penggunaan trekking pole sangat membantu dan menghemat tenaga.


Pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane
Lautan Awan Lereng Semeru 

Puncak Gunung Semeru ditandai dengan Watu Gede. Jika sudah melihat Watu Gede, maka Mahameru sudah dekat dan setelah melewati Watu Gede, welcome to the highest peak of Java.

Puncak Gunung Semeru berupa area lapang berpasir padat yang dipenuhi kerikil dan batuan. Tak jauh dari puncak tampak bibir kawah Jonggring Saloka yang setiap beberapa menit bergemuruh mengepulkan asap belerang.

Dari puncak Gunung Semeru tampak Gunung Arjuno, Gunung Welirang, Gunung Argopuro dan Gunung Lemongan yang melambai siap disinggahi.

Pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane
Letupan Kawah jonggring Saloka 
Untuk menuruni puncak juga perlu diwaspadai untuk tidak terlalu ke kanan, ke arah blank 75 - jurang sedalam 75 meter, yang menjadi daerah rawan bagi pendaki nyasar ketika turun puncak. Dulu ada sebuah pohon cemara - cemoro tunggal, yang menjadi tanda arah turun.

Setelah Gunung Semeru kembali aktif, pohon itu sudah mati. Jadi perlu diwaspadai jika jalur yang dilalui berupa pasir yang merosot deras ke bawah, segeralah ke arah kiri karena dipastikan itu jalur yang salah.


Tips Pendakian Gunung Semeru :

  1. Ikuti tata cara pendakian dengan menyediakan surat sehat dan fotokopi KTP. 
  2. Pendakian Gunung Semeru kini hanya via online
  3. Ikuti briefing dan pahami dengan baik sebelum pendakian. 
  4. Gunakan Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung yang lengkap untuk kenyamanan dan keamanan. Bawalah oksigen jika diperlukan. 
  5. Bawalah pakaian hangat yang cukup tebal (waterproof, windproof) untuk menghindari ekstrimnya cuaca di Kalimati hingga puncak. 
  6. Harap waspada di jalur pendakian setelah Watu Rejeng. Karena ada sumber air di bawah, bisa jadi pendaki bertemu dengan Jaguar yang kadang mencari minum dan lewat di kawasan ini. 
  7. Di sepanjang jalur pendakian hingga Kalimati ada warung yang menyediakan makanan ringan, buah dan aneka minuman. Sumber air bersih bisa dicari di Sumber Mani atau beli di warung. 
  8. Pendakian hanya sampai di Kalimati. Jika melanggar, resiko tidak ditanggung pihak TNBTS. 
  9. Pakailah sepatu gunung yang tinggi atau pakai gaiters dan trekking pole untuk perlengkapan aman dan nyaman saat summit. 
  10. Hindari mendekati kawah Jonggring Saloka yang meletup 20 menit sekali karena gas belerang dan material yang mungkin disemburkan bisa membahayakan. 
  11. Usahakan sebelum jam 09.00 pagi sudah turun untuk menghindari gas belerang mengikuti arah angin ke puncak. 
  12. Ketika turun pastikan tidak terlalu ke kanan yang mengarah ke area blank 75, jurang sedalam 75 meter. 
  13. Jangan pernah meninggalkan teman setim. 
  14. Bawa sampah turun. Jangan mengotori seluruh area Gunung Semeru maupun melakukan vandalisme. 
Pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane
"Cheers..." 



Vidio Pendakian Gunung Semeru klik DISINI


Estimasi Waktu Pendakian Gunung Semeru : 

Jalur Pendakian
Ketinggian (mdpl)
Jarak
Waktu Tempuh
Basecamp – Pos 1
2.100 – 2.400
10,5 km
1 jam 40 menit
Pos 1 – Pos 2
25 menit
Pos 2 – Pos 3
30 menit
Pos 3 – Pos 4
45 menit
Pos 4 – Ranu Kumbolo
25 menit
Ranu Kumbolo – Cemoro Kandang
2.400 – 2.500
2,5 km
3 jam
Cemoro Kandang – Jambangan
2.500 - 2600
3 km
Jambangan – Kalimati
2.600 – 2.700
2 km
Kalimati - Puncak
2.700 – 3.676
2,7 km
4 jam 30 menit

Informasi Gunung Semeru via Ranu Pane :

  • Tinggi : 3.676 mdpl
  • Tipe : Stratovolcano type A
  • Wilayah : Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang. 
  • Kawasan : Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
  • Letusan Terakhir : 2015
  • Puncak : Mahameru
  • Nama Kawah : Jonggring Saloko
  • Sumber Mata Air : Ranu Kumbolo, Kalimati.
  • Camp Ideal : Ranu Kumbolo, Kalimati.
  • Durasi Pendakian Normal : 3 hari
  • View Gunung : Gunung ArjunoGunung WelirangGunung Argopuro Gunung Lemongan
  • Wisata Sekitar : Ranu Pane, Ranu Regulo, Gunung Bromo, Air Terjun Coban Pelangi.
  • Lokasi Basecamp Ranu Pane : Ranu Pane Satu, Ranupani, Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Map : Klik Disini)
  • Kontak Basecamp Ranu Pane : 08123266696 / 081358420003 / 081235103399
  • Simaksi : Rp. 35.000/orang (WNI)
Baca Juga
>