Keraton Gunung Kawi - Menelusuri Pertapaan Para Raja di Tanah Jawa

Keraton Gunung Kawi. Bagi banyak orang, Gunung Kawi sangat lekat sebagai tempat mencari pesugihan dan wisata spiritual. Gunung Kawi mungkin satu-satunya tempat bagi segala keyakinan dan etnis untuk bisa membaur secara harmonis dan damai. Gunung Kawi disebut-sebut sebagai tempat yang bisa mendatangkan berkah, sehingga banyak kalangan orang yang datang ke tempat ini mulai dari rakyat jelata hingga konglomerat. Bahkan, berkah dari Gunung Kawi sudah dikenal sejak jaman raja-raja. Situs Keraton Gunung Kawi adalah tempat wisata religius yang dipercaya bisa untuk mencari pesugihan. Hm... benarkah?
Keraton Gunung Kawi
Pelataran Keraton Gunung Kawi
Gunung Kawi memiliki dua lokasi yang sangat populer di kalangan wisatawan maupun peziarah yaitu Keraton dan Pesarean. Pesarean adalah lokasi makam Eyang Djoego yang menjadi ziarah spiritual hingga mancanegara. Sedangkan keraton adalah tempat petilasan Prabu Kameswara. 

Keraton Gunung Kawi berada di Dusun Gendugo, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, jawa Timur. Lokasi Keraton dan Pesarean terpaut sekitar 3 kilometer ke atas dan membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari Pasarean ke Keraton, begitupula sebaliknya. 

Keraton Gunung Kawi berada di ketinggian 1.115 mdpl. Selain untuk tempat wisata religi dan spiritual, di sebelah area ini juga ada jalur pendakian Gunung Kawi. Area keraton berada jauh dari keramaian, di tengah hutan pinus yang teduh. Sehingga, kesejukan dan ketenangan akan langsung dijumpai ketika memasuki area ini. Area keraton ini merupakan area yang memiliki usia lebih tua dan juga spiritual yang mendalam. Konon, Keraton Gunung Kawi ini dulunya berfungsi sebagai tempat pertapaan.

Sejarah Keraton Gunung Kawi

Keraton ini dibangun pada tahun 861 M berdasarkan tulisan yang tertera pada Prasasti Batu Tulis di puncak Gunung Kawi. Pertapaan ini dibangun oleh Mpu Sendok (penguasa Mataram) pada masa dinasti Sailendra setelah berdirinya Candi Borobudur. 

Pada waktu itu Mpu Sendok pindah dari wilayah Jawa Tengah ke Jawa Timur karena perselihan, kemudian dia membangun pertapaan dan menandainya dengan menanam 5 pohon beringin dan sebuah batu gunung di tengahnya. Di lokasi tersebut, Mpu Sendok bertapa hingga moksa. Pada tahun 1200 M, raja Kediri bernama Prabu Kameswara turun tahta dan memilih Gunung Kawi untuk bertapa hingga moksa.

Sebelumnya Prabu Kameswara memerintahkan 4 abdinya untuk mencarikan tempat beratapa. Empat orang tersebut adalah Panembahan Agung Kudono Warso, Panglima Sindhurejo, Mbah Jayadi dan Mbah Menik. Mereka kemudian menemukan hutan lebat di wilayah Ngajum, kemudian membuka lahan dan merawat tempat yang akan digunakan Prabu Kameswara I untuk menyepi.

Beberapa raja di Jawa pada era setelahnya pernah mencoba melakukan pertemuan spiritual dan meminta ilham dari Mpu Sendok yang telah moksa. Beberapa tokoh seperti Ken Arok, pendiri kerajaan Singasari dan Gajahmada, mahapatih Majapahit juga disebut pernah bertapa di wilayah ini. Tempat ini pernah didatangi Eyang Djoego untuk ritual. Hal inilah yang menautkan antara Pesarean Gunung Kawi dengan Keraton. Pada abad ke 20, tokoh perjuangan seperti Bung Karno, Jendral Soedirman dan Supriyadi, salah satu pahlawan nasional, disebutkan juga pernah bertapa di tempat ini untuk menyucikan diri, menenangkan hati dan mendapatkan ilham.

Tempat Menarik Keraton Gunung Kawi

Area wisata ziarah yang berada di tengah hutan pinus ini sangat menarik untuk dikunjungi. Selain ziarah, lokasi Keraton Gunung Kawi terbilang unik karena segala keyakinan bisa membaur secara harmonis dengan adanya bangunan keagamaan yang berbeda-beda dalam satu lokasi. 

1. Vihara Dewi Kwan Im
Vihara di Keraton Gunung Kawi ini merupakan bangunan paling mencolok di area Keraton dengan warna merah terang. Gedung megah beratap bertingkat berbentuk heksagonal ini memiliki patung Dewi Kwan Im setinggi 8 meter di dalamnya. Area ini dulu merupakan 2 bangunan terpisah yaitu kuil Dewa Kwan Kong dan kuil Dewi Kwan Im. Pada tahun 2002 area ini hancur karena kebakaran dan dibiarkan hingga tahun 2009. Kini Vihara yang diresmikan pada tahun 2010 sudah diperbaiki dan tampak megah dengan berbagai ornamen khas cina yang menghiasi areanya.
Vihara Dewi Kwan Im
Vihara Dewi Kwan Im

2. Sanggar Pemujaan
Sanggar Pemujaan merupakan tempat yang berada paling tinggi dari semua tempat di area Keraton Gunung Kawi. Tempat ini merupakan tempat pertapaan dan petilasan dari Mpu Sendok. Tempat ini masih berfungsi untuk meditasi. Di bagian kanan-kiridi luar bangunannya terdapat patung kuda terbang. Di dalamnya terdapat beberapa arca dan lubang untuk bertapa di dalam tanah (tapa pendem).
Sanggar Pemujaan
Sanggar Pemujaan

3. Pura Agung
Pura Agung Gunung Kawi (Pagah) dulunya merupakan tempat raja-raja Jawa melakukan pertemuan atau menghadap Mpu Senok untuk meminta ilham dalam membangun kerajaan. Pura ini dulunya mempunyai 4 pilar dan kini hanya memiliki 3 pilar. Tempat ini pernah menajdi tempat bertapa Prabu Kameswara saat mengalami kemelut politik. Konon, bila seseorang sudah mencapai kesempurnaan batin, maka orang tersebut bisa melihat bangungan pura emas. Pura Agung kini menjadi tujuan umat Hindu untuk berdoa dan meditasi.
Pura Agung Gunung Kawi
Pura Agung

4. Makam 
Ada beberapa makam yang dikeramatkan di Karaton Gunung Kawi yaitu makam Eyang Jayadi dan Eyang Menik yang merupakan abdi dari Prabu Kameswara 1, sekaligus pelaku babat alas Keraton Gunung Kawi. Di bagian bawahnya ada makam juru kunci pertama Keraton Gunung Kawi yaitu Eyang Subroto, Eyang Djoyo dan Eyang Hamit.
Keraton Gunung Kawi
Makam Mbah Menik dan Djaja Diningrat

Keraton Gunung kawi tidak hanya dikunjungi oleh golongan etnis tertentu saja, tetapi wisatawan yang ingin mengenal budaya serta mendekatkan diri kepada pencipta sesuai keyakinan masing-masing. Berdasarkan informasi masyarakat di sekitar, Keraton Gunung Kawi tidak pernah ada ritual pesugihan yang selalu menjadi mitos populer, tetapi hanyalah bentuk mencari ilham dan berkah melalui perantara leluhur. Hal tersebut bisa dilakukan dengan media seperti dupa, bunga ataupun sajen sesuai keyakinan masing-masing pelaku spiritual. Kunjungan ke Keraton Gunung Kawi mencapai puncaknya pada hari Kamis Legi, Jumat Kliwon dan malam satu suro.

Fasilitas yang cukup memadai sudah disediakan di area wisata seperti tempat parkir, kamar mandi, warung, area outbond, jalur motocross dan listrik. Area keraton juga memiliki panorama yang indah dan sejuk di sepanjang perjalananya yang tidak bisa dilewatkan dengan cepat begitu saja. Are you ready for meditation?
Keraton Gunung Kawi
Cheers...

Tips Wisata di Keraton Gunung Kawi :
  1. Keraton dan Pesarean adalah dua lokasi yang berbeda dengan jalur yang berbeda. Tentukan tujuan agar tidak salah mengambil jalan. Jika bingung petunjuk arah, bisa bertanya pada penduduk sekitar.
  2. Keraton Gunung Kawi merupakan tempat keramat. Jagalah sikap ketika berkunjung.
  3. Jika ingin berziarah atau ritual, sebaiknya menemui penjaga atau juru kunci terlebih dahulu. 
  4. Jika melakukan ritual, bawalah uang yang cukup untuk kebutuhan ritual dan juga untuk juru kunci.
  5. Biasanya juru kunci tanpa diminta akan memandu pengunjung untuk berziarah atau memperkenalkan tempat-tempat tertentu. Juru kunci akan mematok biaya seiklasnya.
  6. Jagalah kebersihan di area wisata.

Loading...

Share :

Facebook Twitter Google+

0 Response to "Keraton Gunung Kawi - Menelusuri Pertapaan Para Raja di Tanah Jawa"

Post a Comment