5 Spot Keren Menikmati Sunset di Labuan Bajo Flores

Labuan Bajo Flores. Siapa yang  tidak tahu bahwa Flores menyimpan banyak tempat wisata menarik?. Selain Bali dan Lombok, pulau yang dijuluki sebagai 'surga yang jatuh ke bumi' ini menjadi tujuan banyak wisatawan dari berbagai penjuru khususnya wisatawan asing. Pulau-pulau indah di sekitarnya'pun menjadi destinasi favorit yang membuat siapapun tergiur. Tak heran jika Labuan Bajo menjadi pusat pariwisata ketika menginjakkan kaki di Flores, karena sebagian besar jalur wisata bahari dimulai dari pelabuhan cantik ini.
Labuan Bajo Flores
Labuan Bajo
Labuan Bajo berada di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Sebelum menjadi kota Labuan Bajo, dulunya Labuan Bajo merupakan ibukota Kecamatan Komodo. Kota kecil di pinggir barat Pulau Flores ini memiliki banyak fungsi seperti pusat pemerintahan, pusat pendidikan, pusat perdagangan dan pusat pariwisata.

Tentang tempat wisata di Flores, hampir semuanya dimulai dari Labuan Bajo. Mulai dari Pulau Komodo, Pulau Padar, Pulau Bidadari, Pulau Kanawa, dan sebagainya. Selain sebagai tempat singgah wisatawan dengan berbagai fasilitas yang menunjang pariwisata, Labuan Bajo juga menawarkan pesona pesisir pantainya yang luar biasa dan siapapun pasti tidak ingin singgah hanya sebentar saja. 

Lokasi Labuan Bajo yang strategis yaitu di ujung barat Pulau Flores, jangan heran jika disini juga memiliki view sunset yang istimewa. Bukan pusat pariwisata namanya jika sunset hanya bisa disaksikan di pinggir pelabuhan - meski pemandangan juga tak kalah indahnya. Tanpa menyeberang ke pulau lain, ada beberapa spot menarik di Labuan Bajo yang menawarkan keindahan sunset sempurna ala Pulau Flores. 

Berikut 3 spot paling populer untuk menikmati sunset di Labuan Bajo :


1. Dermaga Putih

Dermaga putih merupakan salah satu spot menarik yang tidak boleh dilewatkan ketika berada di Labuan Bajo Flores. Seperti namanya dermaga kayu ini berwarna putih dan menjorok ke tengah laut. Meski terbuat dari kayu dermaga putih sangat kokoh, dan tidak goyang hingga di ujung. Dermaga Putih cukup lebar dengan meja-kursi tersedia di sepanjang sisinya. Memang tepat jika dermaga putih memang disediakan untuk bersantai menikmati pesona pesisir Labuan Bajo.
Dermaga putih
Dermaga Putih
Saat senja menjelang lampu-lampu di sepanjang dermaga menyala redup seiring dengan sinar matahari yang mulai redup di ufuk barat menciptakan kesan romantis di sepanjang jembatan. Hm.... Dermaga Putih seakan memberi pesan bahwa siapapun pasti ingin kembali ke pulau cantik ini. 

2. Bukit Cinta

Bukit cinta akan membuat siapapun jatuh cinta. Ya... tak heran jika tempat ini banyak dimanfaatkan oleh pasangan muda-mudi untuk menikmati romantic sunset bersama. Membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari pelabuhan ke Bukit Cinta, kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki ke puncak bukit.
bukit cinta
View Bukit Cinta
Menjelang senja, banyak wisatawan yang mengabadikan momen sunset di Bukit Cinta. Laut yang biru dengan kapal lalu lalang, perbukitan hijau serta pemandangan dari berbagai sisi bukit sangat memanjakan mata. Dinikmati sendirian atau sekedar kencan romantis, find your love on Love Hill. 

3. Bukit Sylvia

Tidak jauh besa dengan Bukit Cinta, Bukit Sylvia lebih dekat dengan pelabuhan sekitar 10 menit dengan kendaraan bermotor sampai kaki bukit. Kemudian dilanjutkan naik ke puncak bukit sekitar 10 menit. Dari puncak bukit, tampak pesisir pelabuhan, panorama lautan biru dan perbukitan hijau layaknya bukit teletubbies.
bukit sylvia
View Bukit Sylvia

Dari sekitar Bukit Sylvia, ada bukit lainnya yang bisa didaki dengan ketinggian yang berbeda. Cukup melelahkan memang, tapi semua akan terbayar ketika berada di puncak. Menikmati senja sambil duduk santai di atas bukit dengan panorama perbukitan pasti menjadi momen yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. 

4. Pantai Waecicu

Pantai Waecicu disebut-sebut sebagai titik terbaik untuk melihat sunset. Bentangan pasir putihnya yang landai cocok untuk berjalan-jalan sembari menunggu senja. Air laut yang jernih dengan bentangan pasir putih sekitar 1 kilometer, menikmati pantai dengan berenang tak kalah mengasyikkan. Merasakan gelombang pantai yang pelan menjadikan tempat ini cukup tenang, sehingga nuansa romantis akan tercipta saat senja menjelang.

pantai waecicu
Pantai Waecicu

5. Paradise Bar

Paradise Bar merupakan tempat sempurna yang pas untuk menikmati senja. Tempat yang berada di bibir tebing ini tepat menghadap ke laut, dengan view sunset di depan mata, alunan musik di pojok ruangan dengan segelas minuman dingin di meja.. Hm... perfect!. Berbagai obrolan dari berbagai bahasa, riuhnya para pengunjung yang bertepuk tangan maupun bernyanyi, menjadi bukti bahwa Labuan Bajo begitu International.
paradise bar
Paradise Bar
Menikmati suasana sunset yang berbeda, paradise bar namanya. Suasana elite, indah dan adanya berbagai wisatawan dari penjuru dunia kadang bisa membuat lupa bahwa kita masih di Indonesia. 

Labuan Bajo menjadi destinasi favorit wisatawan domestik dan mancanegara, menyusul pulau di sebelahnya - Bali dan Lombok. Panorama khas Pulau Flores berupa perbukitan hijau dan padang rumput, serta lokasi strategis yang berada paling di ujung barat Pulau Flores, menjadikan Labuan Bajo layaknya surganya matahari terbenam. So, ready for waiting sunset on there?.

Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo

Pendakian Gunung Kelud via Karangrejo. Gunung Kelud sudah lama dikenal sebagai tempat wisata favorit di Blitar maupun Kediri. Setelah letusannya pada tahun 2014 yang telah merusak insfratuktur wisata, kejayaan Gunung Kelud sebagai wisata andalan pada masanya tidak habis begitu saja. Selain area wisata di area lereng Gunung Kelud mulai dikembangkan, jalur pendakian yang dulunya ada mulai tampak ramai. Puncak-puncak yang ada sekarang merupakan sisa erupsinya yang menarik minat para pecinta alam untuk kembali menyapa pesona alamnya.
Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Gunung Kelud
Gunung Kelud berada di perbatasan Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang, Jawa Timur. Ada 2 jalur pendakian Gunung Kelud yang bisa dilalui yaitu :
  1. Jalur pendakian via Tulungrejo
  2. Jalur pendakian via Karangrejo
Kedua jalur pendakian di atas bisa diakses dari Blitar. Sedangkan jalur wisata bisa melalui Desa Sugihwaras, Kediri. Jalur Pendakian Gunung Kelud via Tulungrejo merupakan jalur pendek, mudah diakses dan umumnya menjadi favorit para pendaki. Sedangkan Jalur Pendakian Gunung Kelud via Karangrejo berada di Desa Karangrejo, Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Pendakian via Karangrejo memiliki jalur yang lebih panjang, akses yang cukup sulit dan terkesan sepi. Namun, keduanya menyajikan pesona alam yang berbeda.

Jalur pendakian Gunung Kelud via Karangrejo, dari Kota Blitar bisa ambil rute ke perempatan Garum ke utara untuk menuju ke Kantor Desa Karangrejo. Dari Kantor Desa Karangrejo lurus ke timur sekitar 300 meter hingga menemukan perempatan - ditandai dengan pos di kanan jalan, ambil arah kiri. Ikuti jalan hingga sampai di pertigaan besar - ditandai ada Sekolah Dasar di kanan jalan. Ambil arah kiri, memasuki ke area perkebunan. Jika bingung, pakailah GPS (Gunakan Penduduk Sekitar).  



Jalan di area perkebunan beragam, mulai aspal mulus, tanah padat, makadam hingga jalur berbatu dan berpasir. Jalur cukup sulit dan berliku jadi harap bersabar. Jika menemukan pertigaan, semuanya bisa dilalui karena tetap akan bertemu satu jalur di ujung. Setelah melewati kurang lebih tiga tanjakan curam, trek kembali datar hingga sampai Pos 1. 

Pos 1 - Pos 2

Pos 1 berupa tanah datar, cukup luas dengan sebuah shelter. Disini lokasi yang strategis untuk parkir kendaraan roda 2. Sebelum jalur di area pendakian rusak, motor bisa dibawa naik hingga pos 5 dengan trek terjal di jalan setapak.
Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Pos 1
Jalur pendakian Gunung Kelud via Karangrejo dimulai menyusuri jalan setapak datar dari Pos 1. Tak jauh dari Pos 1, akan melalui tanjakan berupa cor-cor'an yang tidak terlalu panjang. Jalur menuju ke Pos 2 didominasi trek tanah padat dan menanjak ringan.

Pos 2 - Pos 3

Pos 2 di jalur pendakian Gunung Kelud via Karangrejo berupa area datar sempit di sisi kanan jalur pendakian. Pos 2 berupa rangka shelter kayu tanpa atap yang cocok untuk beristirahat sejenak setelah tanjakan ringan dari Pos 1.
Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Pos 2

Pos 2 - Pos 3 

Selepas pos 2, jalur cenderung datar melewati jalan setapak mulus, rimbun, melipir lereng bukit dengan sungai lahar tak jaun di sebelah kanan. Jalur dari pos 2 ke pos 3 merupakan jalur antar pos terpendek dengan trek yang ringan. Pos 3 berupa area datar yang lebih luas dengan dua shelter berhadapan. Jika memungkinkan dan untuk menghemat waktu pendakian, lokasi ini cocok untuk parkir motor sekaligus bermalam.
Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Pos 3

Pos 3 - Pos 4

Dari pos 3, jalur pendakian Gunung Kelud via Karangrejo berlanjut dengan trek yang tidak jauh beda dari sebelumnya, berupa tanah padat di jalan setapak mulus di tengah rimbunnya hutan. Jalur kembali menanjak ringan sampai si Pos 4. Pos 4 berupa area datar si sisi kanan jalur pendakian dengan sebuah shelter dan cocok untuk beristirahat sejenak.
Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Pos 4

Pos 4 - Pos 5

Jalur pendakian dari pos 4 - pos 5 merupakan jalur antar pos yang lebih penjang dibanding pos sebelumnya. Trek tanah padat menanjak dan batang-batang pohon tumbang yang melintang akan menjadi tantangan kecil yang harus dilalui. Jalur yang rapat dan teduh akan mengantar hingga pos 5.
Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Pos 5
Pos 5 berupa area datar sempit dengan sebuah shelter. Tak jauh di atas area pos 5 ada shelter yang cocok untuk beristirahat. Tapi untuk jalur pendakian, jangan mengikuti arah ke shelter selanjutnya, tetap ikuti jalur utama. Pos 5 merupakan pos bershelter terakhir di sepanjang jalur pendakian Gunung Kelud via Karangrejo. 

Pos 5 - Camp Area

Dari pos 5, ada area terbuka di sisi bukit dengan pemandangan perbukitan di sekeliling Gunung Kelud. Puncak Sumbing Gunung Kelud tampak jauh di belakang bukit-bukit hijau yang menutupinya. Pemandangan di area ini sangat indah, sehingga bisa digunakan untuk istirahat, makan siang, nongkrong ataupun merenung - ingin melanjutkan pendakian atau tidak. And now you're ready for hiking.
Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Area Terbuka Selepas Pos 5
Bisa dibilang area terbuka Pos 5 adalah permulaan dimana pendakian yang sesungguhnya dimulai. Selepas area datar, trek berlanjut dengan melipir bukit dengan jurang di sebelah kiri. Disini wajib berhati-hati agar tidak terpeleset maupun salah injak, karena jalur setapak sudah terhalang rerumputan. Jalur ini akan melewati dua lokasi bekas longsor, jadi pastikan kondisi di atas aman sebelum lewat. 
Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Watch out !
Jalur dilanjutkan naik-turun menyusuri puncak bukit dengan vegetasi pepohonan perdu dan rumput. Perbukitan indah di kanan dan kiri bisa menjadi obat lelah yang lumayan efektif. Perjalanan naik-turun season pertama yang melelahkan diakhiri dengan sampainya di camp area.
Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Camp Area
Camp Area bukanlah tanah lapang untuk memuat banyak tenda seperti yang banyak dikenal. Camp Area berupa area lapang, cukup berpasir dengan kontur cenderung miring. Jadi camp area ini seperti lokasi terbaik untuk camp, dibandingkan lokasi-lokasi setelahnya. Tak jauh dari camp area juga ada area lapang dengan karakteristik yang sama. Jika beruntung, camp area menyajikan logistik gratis seperti jambu dan buah beri liar. Hm.... tak salah disebut camp area.


Camp Area - Batas Vegetasi

Selepas camp area, pendakian Gunung Kelud via Karangrejo dilanjutkan dengan jalur setapak memutari bukit. Di jalur pendakian akan melewati bukit tebing dengan batuan besar di atasnya - perlu diwaspadai jika terjadi longsor. Selanjutnya trek kembali masuk ke dalam vegetasi hutan rapat, rimbun dan lembab yang dihuni komplotan pacet. 

Selepas berjibaku dengan rapatnya hutan perbukitan Gunung Kelud, area kembali terbuka sekaligus menyiksa. Di sekeliling jalur yang terbuka akan nampak perbukitan hijau Gunung Kelud yang membentang gagah, tapi kabar buruknya, trek yang lebih kejam harus kembali dilalui. Jalur pendakian Gunung Kelud via Karangrejo berlanjut dengan trek menanjak yang cukup curam. Hal ini yang menjadi faktor adanya tiga tangga besi dan tali di setiap tanjakan curam'nya.
Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Jalur Awal vs Jalur Ular Tangga
Layaknya bersenang-senang dulu, bersusah-susah kemudian, jalur ular tangga ini sangat menguras tenaga. Selepas bermain ular tangga, tantangan pendakian belum berakhir. Jalur menanjak yang didominasi tumbuhan perdu dan buah beri liar akan mengantar hingga tanah padat yang dilalui berubah menjadi berpasir. Itulah batas vegetasi.

Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Batas Vegetasi
Dari batas vegetasi, mungkin ingatan akan kembali ke Jalur Pendakian Gunung Semeru, bedanya trek berpasir Gunung Kelud via Karangrejo ini lebih pendek dan tidak begitu curam. 

Batas Vegetasi - Puncak Plontos

Meski tidak begitu panjang, trek berpasir menuju Puncak Plontos cukup melelahkan. Dengan latar belakang perbukitan yang berjajar indah, beristirahat di area berpasir memang mengasyikkan. Ujung area berpasir, yaitu Puncak Plontos, merupakan jalur pendakian menuju ke Puncak Kelud. Puncak ini berupa daerah yang luas, berpasir dengan sedikit tumbuhan perdu, sehingga masyarakat di area Karangrejo menyebutnya Puncak Plontos. Perjalanan belum berakhir sampai disini, ambil arah kenan ke arah jalur pendakian.
Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Jalur Pendakian dari Puncak Plontos
Dari Puncak Plontos, jalur pendakian selanjutnya tampak jelas di bawah dengan Puncak Kelud dan Puncak Sumbing sebagai batas akhir pendakian. Sedangkan kawah Gunung Kelud ada di balik kedua puncak tebing tersebut dan hanya bisa dilihat di Puncak Kelud. 

Puncak Plontos - Puncak Kelud

Perjalanan panjang ke Puncak Plontos, perjalanan dilanjutkan menuruni puncak. Jalur turun sudah dilengkapi dengan tali untuk memudahkan menuruni Puncak Plontos yang cukup curam - gunakan teknik rappeling

Sampai di bawah, jalur berupa pasir padat seperti Jalur Pendakian Gunung Kelud via Tulungrejo. Meski jalur pasir padat bercampur kerikil ini lebih panjang, treknya cenderung datar dan kembali menanjak ketika mendekati ujung jalur. Di ujung jalur, Puncak Sumbing berdiri gagah di antara tebing-tebing yang lain. Bebatuan besar tersebar di bawah tebing, mewarnai pendakian ke Puncak Kelud. 
Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Trek Bebatuan

Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Kaki Puncak Kelud
Dari jauh, Puncak Kelud berupa lengkungan di tengah dua tebing - salah satunya adalah tebing Puncak Sumbing. Untuk ke Puncak Kelud, dari ujung jalur pasir, trek kembali turun menyusuri jalur terjal yang didominasi bebatun besar, kemudian dilanjutkan dengan memanjat tebing ke arah kanan. 

Tidak diperlukan tali untuk naik ke Puncak Kelud, tapi jika naik ke Puncak Sumbing, perlu Peralatan Panjat Tebing yang safety yang sebaiknya dilakukan oleh profesional. Mendekati Puncak Kelud, trek bebatuan mulai bercampur pasir yang cukup licin, sebelum akhirnya sampai di Puncak Kelud.
Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Puncak Kelud
Puncak Kelud merupakan bibir kawah tepat di sebelah kiri kaki Puncak Sumbing. Dari Puncak Kelud, tampak kawah Gunung Kelud tampak lebih dekat dibandingkan dilihat dari Jalur Pendakian Gunung Kelud via Tulungrejo. Area Puncak Gunung Kelud tidak begitu luas, sehingga menikmatinya'pun bisa lebih puas. 
Pendakian Gunung Kelud 1.731 mdpl via Karangrejo
Kawah Gunung Kelud dari Puncak Kelud

Tips Pendakian Gunung Kelud via Karangrejo :
  1. Jalur pendakian Gunung Kelud via Karangrejo minim petunjuk arah. Jika bingung, tanyakan ke penduduk sekitar.
  2. Gunakan kendaraan roda dua sampai ke Pos 1. Kendaraan roda 4 tidak disarankan untuk ke pos 1 karena medan yang sulit, terjal dan sempit.
  3. Persiapkan logistik sebelum masuk ke area perkebunan karena di sepanjang jalur pendakian Gunung Kelud via Karangrejo tidak ada sumber air.
  4. Jika memungkinan dan dalam kondisi bagus, motor bisa dibawa hingga ke pos 4, atau lebih amannya bisa diparkir di Pos 1. Motor tidak bisa dibawa ke Pos 5 karena ada pohon tumbang di jalur menuju Pos 5.
  5. Untuk keamanan, parkir motor dengan rapi dan kunci ganda. 
  6. Berhati-hatilah ketika melewati area longsor selepas Pos 5. Selain bekas longsor, jalur ada di tepi jurang dan tertutup rerumputan. 
  7. Lokasi camp yang aman bisa di lokasi shelter. Untuk mendapatkan view menawan bisa camp di Pos 5 (Area shelter atau area terbuka). Untuk menghemat waktu pendakian yang panjang bisa camp di Camp Area.
  8. Vegetasi hutan di sepanjang perjalanan sangat rapat, alat tebas mungkin bisa membantu untuk pendakian. 
  9. Meski tidak hujan, pakailah celana jas hujan selepas pos 5, agar celana tidak basah ketika menyusuri vegetasi lebat yang basah karena kabut pagi. Tetap kondisikan cuaca. 
  10. Waspadai gangguan hewan di area jalur pendakian seperti lebah, pacet dan ulat bulu.
  11. Bawalah pelindung kepala karena dari batas vegetasi, tidak ada lokasi teduh untuk berlindung dari panas kecuali mendung.
  12. Biasanya kabut turun sekitar jam 10 pagi. Jika dari batas vegetasi berkabut, tidak menutup kemungkinan cerah di area puncak. Tetap kondisikan cuaca, jika kabut teba dan jalur pendakian tidak terlihat, disarankan tidak melanjutkan perjalanan terlebih naik ke Puncak Kelud.
  13. Berhati-hatilah ketika naik ke Puncak Kelud agar tidak terpeleset, begitu juga sebaliknya ketika turun. 
  14. Jangan naik ke Puncak Sumbing tanpa Perlengkapan Panjat Tebing yang safety dan panjat tebing harus dilakukan oleh yang sudah profesional.
  15. Jagalah kebersihan dengan membawa sampah turun dan tidak melakukan vandalisme.
Cheers... "KK Team"

Itinerary Pendakian Gunung Kelud via Karangrejo :
Pos 1 - Pos 2 : 12 menit
Pos 2 - Pos 3 : 10 menit
Pos 3 - Pos 4 : 12 menit
Pos 4 - Pos 5 : 20 menit
Pos 5 - Camp Area : 35 menit
Camp Area - Batas Vegetasi : 1 jam
Batas Vegetasi - Puncak Plontos : 20 menit
Puncak Plontos - Puncak Kelud : 25 menit