Sejarah, Legenda dan Mitos Danau Tiga Warna Kelimutu

Danau Tiga Warna Kelimutu. Danau Kelimutu sangat populer karena menjadi buah bibir para wisatawan domestik dan mancanegara. Keunikah dan keindahan danau fenomenal ini membuat siapapun tak segan mengunjungi Flores untuk melihat kebenaran mitos bahwa air danaunya bisa berubah-ubah. Banyak yang mengaitkan perubahan air danau dengan mitos yang berkembang di masyarakat sekitar. Danau berketinggian 1.639 mdpl ini memiliki sejarah, asal-usul dan mitos yang cukup menarik untuk diketahui. Selain memiliki pesona alam yang indah, tentu tidak lengkap jika tidak tahu 'sesuatu' tentang Danau Kelimutu. 
Danau Tiga Warna Kelimutu
Danau Kelimutu


Read More

10 Gunung di Indonesia yang Pernah Meletus Dasyat

Gunung di Indonesia yang Pernah Meletus DasyatIndonesia merupakan negara yang berada di dalam cincin api, sehingga tak heran jika banyak gunung berapi yang masih aktif tersebar di sepanjang kepulauannya. Beberapa dari gunung aktif tersebut sangat berbahaya karena letusannya bisa mengakibatkan bencana alam hingga kematian. Bahkan salah satu gunung aktif di Indonesia pernah menyebabkan perubahan iklim dunia. Berdasarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dari 127 gunung berapi aktif di Indonesia, 69 diantaranya dipantau terus menerus 24 jam sehari!.
Gunung di Indonesia yang Pernah Meletus Dasyat
Gambaran Letusan Gunung Berapi

Read More

Peralatan Panjat Tebing dan Fungsinya

Peralatan Panjat Tebing dan Fungsinya. Panjat Tebing merupakan olah raga outdoor yang terbilang extrim yang dapat mengancam nyawa jika melakukan kesalahan yang salah satunya adalah safety procedur. Pengetahuan tentang peralatan panjat tebing serta fungsinya perlu diketahui oleh penggemar olahraga wall climbing maupun rock climbing.

Peralatan yang digunakan untuk panjat tebing memang tidak sedikit, itu karena peralatan tersebut berfungsi sangat penting untuk keamanan penggunanya. Berikut peralatan panjat tebing dan fungsinya :

1. Kernmantle Rope (Tali Karmantel)

Tali adalah peralatan penjat tebing yang wajib karena fungsinya sebaggai pengaman apabila terjatuh sampai menyentuh tanah (freefall). Tali karmantel dibagi tiga yaitu statis, dinamis dan semi statis yang masing-masing mempunyai kelenturan dan fungsi yang berbeda.
Tali Karmantel
  • Tali Statis mempunyai kelenturan 15-20%, standart yang digunakan 10,5 mm. Digunakan untuk rappeling atau saat turun dari ketinggian. 
  • Tali Dinamis mempunyai kelenturan 30%. Dengan daya lentur yang tinggi, tali karmantel dinamis memiliki daya kejut yang tinggi sehingga cocok untuk kegiatan climbing atau rock climbing. 
  • Tali Semi Statis mempunyai kelenturan di tengah statis dan dinamis. Tali semi statis selain cocok untuk rappeling dan climbing, biasanya digunakan untuk kegiatan rescue karena karakter tali statis dan dinamis. 

2. Hardness

Hardness merupakan alat penopang tubuh yang terikat di pinggang sebagai pengaman yang nantinya dihubungkan dengan tali. Berdasarkan bentuknya, hardness dibagi tiga yaitu seat hardness, chest hardness dan full body hardness. Full body hardness melilit di seluruh tubuh dan dilengkapi sangkutan alat di sekeliling pinggang. Sering digunakan di medan salju. Seat Hardness lebih sering dipakai karena tidak mengganggu pergerakan pendaki. Selain itu seat hardness bisa dibuat dari webbing (belt) yang dikombinasikan dengan figure of eight sling.
Hardness

3. Carabiner

Carabiner adalah cincin kait yang menghubungkan alat satu dengan yang lain seperti antara tali dengan pemanjat, tali dengan tali dan juga pemanjat dengan anchor sebagai pengaman. Terbuat dari aluminium alloy yang ringan dan mempunyai kekuatan tinggi. Kekuatan carabiner terletak pada pen yang ada, jika pen sudah longgar maka sebaiknya tidak dipakai.
Carabiner
Berdasarkan bentuknya ada dua jenis carabiner yaitu carabiner screw gate (menggunakan kunci pengaman) dan carabiner snapgate (tidak berkunci).

4. Ascender

Ascender merupakan alat untuk membantu pemanjat menaiki lintasan tali. Ascender akan semakin mengunci apabila diberi bebas dan akan melonggar bila tidak diberi beban.
Ascender
Menurut pegangannya dibagi dua yaitu Heandle Ascender ( SRT, Petzl Expedition dan Ascention) dan Non heandle ascender (Petzl Basic, Croll, Gibbs Shunt). Menurut prinsip kerja gigi'nya ada dua yaitu Sprung cam (Petz Basic dan Croll) dan cam loaded (Gibbs Shunt dan Hiebler).
Baca Juga :

5. Descender

Descender merupakan alat untuk membantu pemanjat menuruni tali (Abseiling, rappeling). Fungsinya adalah menahan laju alat dengan tali untuk menjaga agar pendaki tidak meluncur bebas. Berdasarkan cara kerjanya dibagi dua macam yaitu automatis dan manual.

Jenis descender seperti : 
  • Figure of eight 
  • Autostop 
  • Grigri 
  • Shunt
Descender

6. Webbing

Webbing merupakan alat panjat tebing berbentuk pipih seperti pita, terbuat dari nylon, tidak terlalu kaku dan lentur. Webbing memiliki panjang standart 5 meter dan memiliki beberapa fungsi yaitu bisa digunakan sebagai hardness, pengikat di tubuh maupun anchor.
Webbing

7. Hammer

Hammer berfungsi untuk menanam dan melepas piton pada celah, memaku bolt. Ujungnya berfungsi mengencangkan mur saat memasang hanger.
Hammer

8. Piton

Piton merupakan paku tebing. Berdasarkan jenisnya ada 2 jenis piton yaitu jenis blade dan angel dengan fungsi yang berbeda. Jenis Blade berbentuk pipih yang digunakan untuk celah sempir, sedangkan angel untuk celah yang lebih besar. Cara pemasangannya adalah menyelipkan pada celah dan dipukul dengan hammer.
Piton

9. Hanger

Hanger berfungsi sebagai anchor untuk pengaman waktu pemanjatan dan biasa digunakan untuk tebing yang sedikit memiliki natural anchor.
Hanger

10. Chock and Friend

Chock adalah alat yang dimasukkan ke celah batu sehingga terjepit dan bisa menahan berat badan dari arah tertentu. Chock mempunyai tiga bentuk yaitu segi enam (hexentric), simetris (stopper) dan paruh burung (trieams). Karena bentuk yang terbatas, diciptakan alat pengapit yang disebut friend yang bisa menyesuaikan bentuk dengan celah tebing.
Chock and Friend

11. Chalk Bag (kantung magnesium)

Berguna untuk tempat magnesium yang berguna sebagai anti keringat agar tangan pemanjat tidak basah saat proses pendakian.
Chalk Bag

12. Sepatu

Untuk panjat tebing, ada dua jenis sepatu khusus yang digunakan yaitu sepatu yang kejur (kaku dan keras) dan sepatu yang lentur. Sepatu panjat tebing memiliki kelenturan karet yang kuat sehingga memudahkan dalam proses pemanjatan.
Sepatu Panjat Tebing
Beberapa peralatan panjat tebing di atas bisa dijadikan referensi juga untuk melakukan pendakian gunung yang juga memerlukan perlengkapan untuk panjat tebing seperti Gunung Raung maupun Gunung Parang. Selamat Mendaki!

Baca Juga :
5 Penyebab Umum Kematian di Alam Bebas
Pendakian Gunung Lemongan 1.676 mdpl via Klakah
Pendakian Gunung Panderman 2.045 mdpl via Dukuh Toyomerto


Read More

18 Peralatan Penting Mendaki Gunung yang Wajib Dibawa

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung. Kegiatan mendaki gunung kini banyak digemari berbagai kalangan usia khususnya muda-mudi yang suka berpetualang ke alam bebas. Berpetualang di alam bukan layaknya jalan sehat ataupun olah raga biasa. Bagaimanapun juga, pendakian gunung  bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan juga berbahaya. Tidak sedikit kasus kematian di gunung yang disebabkan karena kecelakaan dan kurang safety'nya peralatan pendakian. Tidak peduli sudah berpengalaman atau masih baru menyapa alam bebas, peralatan pendakian gunung harus disiapkan dan dibawa serta.

Tidak semua pendaki memiliki peralatan pendakian gunung yang lengkap, itulah kenapa jasa penyewaan perlengkapan outdoor banyak dibutuhkan diakhir pekan atau menjelang libur panjang. Peralatan mendaki gunung pastinya ada banyak item, karena mendaki gunung seperti berpindah hunian ke alam bebas. Jadi, peralatan dan perlengkapan mulai dari tidur, makan hingga keamanan diri harus dipersiapkan ditambah dengan fisik dan mental yang baik.

Berikut daftar perlengkapan mendaki gunung yang penting ketika melakukan kegiatan di alam bebas :

1. Tenda

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung
Tenda 
Tenda merupakan hunian sementara ketika berada di alam bebas. Ada banyak jenis dan merk tenda yang bisa dipilih untuk kenyamanan dan keamanan ketika mendaki gunung. Untuk memilih tenda, sesuaikan dengan kondisi, seperti kapasitas, berat dan model (single layer/double layer). Tenda dome menjadi favorit para petualang dengan berbagai ukuran dan model.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih tenda, yaitu model, daya tampung, lapisan (waterproof atau tidak), kemudahan dipacking dan berat tenda. Jika tenda single layer atau double layer tetapi tidak waterproof, maka lapisi dengan flysheet.

2. Perlengkapan Masak

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung
Perlengkapan Masak
Energi merupakan hal penting dalam segala aktivitas, untuk itulah kenapa logistik sangat diperlukan dalam pendakian. Logistik bisa dibawa dari rumah, atau memanfaatkan logistik alam yang biasanya dimanfaatkan saat survival. Membawa logistik sendiri merupakan hal paling aman dan simple, kemudian memasak dalam kabut dingin, hm....

Kondisi dingin di gunung harus diimbangi dengan sesuatu yang hangat untuk mencegah hipotermia ataupun untuk memasak makanan favorit ala rumahan,  dan tidak sekedar mie instan. Perlengkapan masak mendaki gunung yaitu nesting dan kompor. Sedangkan untuk bahan bakar bisa menggunakan minyak ,gas atau parafin. Sebaiknya tidak menggunakan minyak karena rawan tumpah yang bisa membuat kebakaran. 

3. Tas (Carrier, Daypack)

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung
Tas Carrier
Tas sangat diperlukan jika ingin membawa barang sendiri. Meskipun barang dibawa oleh teman setim, tas memang harus dibawa. Bukan sekedar untuk formalitas, tapi untuk menyimpan barang pribadi lainnya. Untuk membawa semua perlengkapan mendaki gunung, mencakup barang kelompok dan barang pribadi, maka tas carrier wajib dibawa. 

Tas gunung memiliki desain khusus dan beberapa bagian yang tidak ada di tas-tas biasa. Ada berbagai ukuran tas carrie mulai 40 L hingga 100 L. Untuk penggunaan tas carrier, jangan terpaku pada ukuran tas tetapi sesuaikan dengan kebutuhan. Jika barang bawaan tidak banyak dan tidak memerlukan carrier, maka bisa menggunakan daypack. Jangan lupa untuk kelengkapan tas seperti cover tas yang berguna melindungi hujan (cover waterproof) dan melindungi dari panas dan kotor. Jika tidak membawa jas ponco, sebaiknya jangan lupakan cover waterproof.

4. Sepatu

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung
Sepatu Outdoor
Jangan ikut-ikutan masyarakat sekitar gunung yang menggunakan sandal jepit untuk mendaki gunung. Sepatu gunung adalah perlengkapan wajib yang harus digunakan ketika mendaki gunung. Meski banyak yang beralih menggunakan sandal gunung, sepatu gunung lebih memberikan keamanan ketika ada di alam bebas. Mungkin tidak masalah jika trek yang dilalui hanya jalan setapak biasa. Jika jalur terjal, berpasir dan licin, mengganti sandal ke sepatu ketika menemui situasi tertentu pasti akan membuang-buang waktu pendakian. So, take your comfort.

5. Matras

Matras berfungsi sebagai alas, entah alas tidur maupun alas duduk-duduk. Matras memiliki permukaan yang tebal, sehingga aman digunakan untuk alas tidur, mengingat permukaan tanah pasti tidak rata dan bercampur dengan kerikil yang akan mengurangi kenyamanan saat tidur. Matras biasanya digantikan dengan aluminium foil yang lebih memberikan kehangatan karena sifatnya yang memantulkan panas. Bagaimana agar nyaman?. Bawa keduanya. 

6. Sleeping Bag

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung
Sleeping Bag
Mungkin sleeping bag lebih berguna daripada selimut atau sarung. Packing'an yang ringkas, tidak banyak makan tempat di dalam tas dan manfaat yang maksimal, membuat sleeping bag harus dibawa ketika mendaki gunung. Ada banyak jenis sleeping bag berdasarkan bahan dan ketebalannya. Umumnya sleeping bag berasal dari serat sintetis yang lebih awet dibanding dari bulu angsa, tetapi bulu angsa yang tentunya lebih hangat. Sedangkan dari serat sintetis ada tiga jenis yaitu polar, dacron dan polar-dacron.

7. Jaket

Jaket bukanlah perlengkapan mendaki gunung yang wajib, tetapi kebutuhan. Ada beberapa tipe orang yang tahan terhadap dingin sehingga tidak terlalu butuh jaket dan menggantinya dengan pakaian lengan panjang. Sebagian lagi membutuhkan jaket untuk melindungi diri dari hawa dingin. Meski ada yang tidak terlalu membutuhkan jaket di gunung, membawa jaket tetaplah perlu. Siapapun tidak tahu apa yang akan terjadi dalam perjalanan dan bukankah safety dan menjada suhu tubuh tetap hangat itu lebih baik?.

Memilih jaket tidak perlalu terlalu tebal yang malah memakan ruang di dalam tas. Saat ini, banyak produsen peralatan outdoor yang merancang jaket tipis yang anti angin, waterproof, dan dapat menjaga suhu tubuh agar tetap hangat. 

8. Sarung Tangan

Sarung tangan merupakan peralatan mendaki gunung yang memiliki fungsi sebagai pelindung dan penghangat tangan. Sarung tangan akan melindungi dari gigitan serangga, sengatan matahari, hawa dingin dan permukaan yang kasar. 

9. Pelindung kepala

Pelindung kepala sangat berguna ketika melakukan pendakian di saat siang ketika panas terik dan malam ketika hawa dingin menyerang. Ada dua jenis pelindung kepala yang bisa digunakan untuk mendaki gunung, yaitu kupluk dan topi. Topi melindungi kepala dari panas terik matahari dan kupluk melindungi dari dinginnya angin malam. Biasanya pendaki ada yang menggunakna buff untuk pengganti kupluk.

10. Gaiters

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung
Gaiters
Penggunaan gaiters pada pendakin berfungsi untuk melindungi kaki saat melintasi jalur di semak berduri, semak basah, medan pasir atau kerikil. Gaiters akan menghalangi pasir dan kerikil masuk ke dalam sepatu yang membuat pendakian tidak nyaman. Selain itu gaiters juga bisa menjadi penghangat kaki saat pendakian malam. 

11. Jas Hujan

Hujan atau tidak, jas hujan memang perlu dibawa. Selain berguna saat musim hujan, jas hujan bisa berfungsi sebagai penghangat layaknya jaket waterproof. Ada jas hujan khusus outdoor yang dirancang memiliki berat ringat dan tipis, sehingga tidak terlalu makan tempat di dalam tas. Ada juga jas ponco yang memiliki fungsi ganda untuk membangun bivak atau tenda darurat. Ada berbagai Bentuk Shelter dari Jas Hujan yang Mudah Dibuat jika membawa jas hujan ponco. Selain itu bentuknya yang lebar juga bisa sekalian melindungi tas carrier di punggung saat hujan.  

12. Trekking Pole

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung
Trekking Pole
Sebagian besar pendaki mungkin masih enggan menggunakan trekking pole. Membawa peralatan mendaki gunung satu ini sangatlah penting dalam pendakian terutama ketika ada di medan berpasir yang membutuhkan lebih besar tumpuan. Trekking pole memiliki fungsi untuk menyangga berat tubuh, meminimalisir nyeri lutut dan memberikan keseimbangan saat melintasi trek yang curam. Dengan banyak siasat lain, trekking pole bisa berguna dalam banyak hal, seperti menjadi tiang flysheet dan sebagainya.

13. Senter dan Headlamp

Penerangan sangat diperlukan ketika berada di kegelapan alam bebas untuk memudahkan aktivitas pendakian maupun aktivitas lainnya. Penerangan bisa menggunakan senter dan headlamp. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Ketika menggunakan senter, otomatis salah satu tangan tidak akan leluasa, tetapi bebas mengarahkan penerangan kemanapun. Sedangkan menggunakan headlamp, kedua tangan bebas dan leluasa untuk berpegangan  saat melintasi trek terjal maupun memegang trekking pole, tetapi arah sorotan sinar tidak bebas dan mengikuti arah kepala. 

14. Hammock

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung
Hammock
Hammock merupakan peralatan mendaki gunung pelengkap yang tidak begitu dibutuhkan karena kebanyakan fungsinya hanya untuk bersantai. Pada dasarnya, hammock digunakan suku Maya untuk melindungi diri dari binatang di hutan seperti ular, tikus, dst. Jika tidak membawa tenda, hammock dan flysheet bisa digunakan untuk membuat tempat tidur menggantung yang cukup aman meski sedikit tidak nyaman. Hammock juga cocok digunakan saat beristirahat, namun tidak camp ditempat.


15. Tali (karmantel, webbing, tali rafia, tali pramuka)

Tali dibutuhkan dalam setiap pendakian. Tali memiliki banyak fungsi seperti untuk mengikat flysheet ke pasak, menjemur pakaian, penanda jejak, naik turun tebing dan sebagainya. Untung penggunaannya, jenis tali tentu berbeda. Khusus untuk melakukan pemanjatan tebing seperti trek di Jalur Pendakian Gunung Raung, tali karmantel dan webbing wajib dibawa dengan Peralatan Panjat Tebing lainnya. Sedangkan untuk kebutuhan ringan, bisa membawa tali rafia atau tali pramuka. 


16. Kacamata dan Masker

Kacamata berguna untuk melindungi mata dari silau sinar matahari dan dari debu yang diakibatkan oleh angin gunung. Masker berguna untuk melindungi pernafasan dari debu, bau menyengat maupun bau berbahaya seperti asap belerang dari kawah gunung. Biasanya kacamata dan masker digunakan pada pendakian gunung berapi yang memiliki trek berpasir seperti Gunung Semeru, Gunung Kerinci, Gunung Rinjani, Gunung Merapi maupun gunung berapi aktif lainnya. 

17. Survival Kit

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung

Banyak sebagian besar pendaki gunung yang tidak memperhitungkan Survival Kit di dalam peralatan mendaki gunung. Survival Kit diperlukan dalam kondisi darurat, seperti tersesat, kecelakaan dan yang lain. Ada berbagai Survival Item yang wajib dibawa saat pendakian. Pastikan membawa Survival Item ketika melakukan pendakian khususnya dalam jangka waktu lama. 


18. Kantong Sampah / Trashbag

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung
Trashbag
Layaknya slogan "Bawa Turun Sampahmu", jangan lupakan trash bag saat melakukan pendakian. Sebagai tamu di alam bebas, tentu jangan pernah meninggalkan sampah non organik di alam bebas. Selain berbahaya untuk habitat satwa liar, juga berbahaya bagi lingkungan. Jika belum digunakan, trash bag bisa digunakan sebagai sleeping bag untuk menambah panas. Biasanya, banyak pendaki yang melapisi bagian dalam tas carrier dengan trashbag untuk mengantisipasi barang bawaan basah jika cuaca hujan. 

Masih banyak perlengkapan dan peralatan lain yang perlu dibawa saat berpetualang ke alam bebas, seperti alat navigasi yang tidak semua pendaki bisa melakukannya, jam tangan, water bladder dan sebagainya. 18 Peralatan  dan perlengkapan mendaki gunung tersebut adalah perlengkapan umum yang wajib dibawa oleh pendaki pemula maupun pendaki profesional agar kegiatan pendakian bisa berlangsung aman dan nyaman. 

Read More

5 Kuburan Unik, Mistis dan Fenomenal di Tana Toraja

Kuburan Tana Toraja. Tana Toraja dikenal sebagai salah satu tempat fenomenal dimana terdapat pemakaman unik disana. Tana Toraja merupakan salah satu daya tarik wisata di Indonesia yang masyarakatnya masih mempertahankan gaya hidup khas. Tana Toraja memang masih begitu kental dengan beragam tradisi unik yang berbeda dari lainnya. Salah satu tradisi yang sangat populer adalah cara masyarakatnya memandang seseorang yang telah meninggal. Budaya leluhur serta keindahan alam yang dimiliki orang Toraja menjadi daya pikat bagi siapapun yang mengunjunginya. 
Kuburan Tana Toraja
Kuburan Tana Toraja
Tana Toraja merupakan sebuah kabupaten di Sulawesi Selatan dan menjadi salah satu tujuan terbaik di Sulawesi Selatan. Terkenal dengan budaya yang masih kental, mengunjungi rumah adat dan mengenal tradisi unik'nya memang tidak boleh dilewatkan begitu saja, terlebih ketika berkunjung ke Sulawesi Selatan. Adat budaya Tana Toraja juga sudah dikenal di nusantara hingga mancanegara. Hal paling fenomenal di Tana Toraja adalah upacara adat, kuburan batu, hingga kuburan khusus bayi.

Yah, di Tana Toraja, orang yang meninggal dimakamkan di gua, batu dan lubang pada tebing dengan menampatkan peti jenasah disana. Sedangkan jika masih bayi, mereka akan dimakamkan pada pohon. Tana Toraja memiliki beberapa kuburan unik yang berbeda dari yang lain, sekaligus bisa dijadikan destinasi wisata adat budaya yang menarik. 

Berikut kuburan di Tana Toraja :

1. Kuburan Batu, Desa Lemo

kuburan batu
Kuburan Batu Tana Toraja
Lemo merupakan kuburan yang dibentuk di dinding bukit dan diperuntukkan untuk bangsawan suku Toraja. Kuburan batu adalah salah satu kuburan yang membutuhkan keahlian khusus yaitu memahat batu untuk membuat lubang di dinding tebing. Lemo diperkirakan sudah ada sejak abad ke-16 dan menjadi makam kepala Suku Toraja. Kuburan tertua di tempat ini adalah seorang tetua adat bernama Songgi Patalo. Ada lebih dari 70 lubang batu kuno di dindingnya, sekaligus tao tao, patung kayu sebagai representasi dari mereka yang sudah meninggal.

Lemo sendiri berarti jeruk, karena pada gua batu terbesarnya bundar menyerupai buah jeruk dan lubang kuburnya seperti membentuk pori-pori buah jeruk. Bagian depan lubang pada dinding ini berfungsi untuk memasukkan jenasah, beberapa ada yang ditutup pintu kayu atau penutup bambu. Selain Lemo, kuburan batu juga bisa ditemukan di Lo'ko Mata dan makam raja-raja Sangalla di Suaya.

2. Kuburan Pohon Passilliran

kuburan bayi
Kuburan Bayi Tana Toraja
Mungkin ini adalah kuburan yang tidak ditemui di tempat lain di dunia. Kuburan pohon atau disebut dengan baby grave merupakan kuburah yang dikhususkan untuk bayi yang meninggal dengan syarat dibawah 6 bulan dan belum tumbuh gigi susu, belum bisa jalan serta masih menyusui. Pohon ini adalah pohon Tarra yang sengaja dipilih karena memiliki banyak getah yang dianggap sebagai pengganti susu ibu.  

Pemakaman bayu pada pohon Tarra ini disebut Passilliran dan hanya dilakukan oleh masyarakat Toraja penganut Aluk Todolo (kepercayaan terhadap leluhur). Pemakaman ini juga tergantung strata sosial orang tua, sehingga jika anak bangsawan maka mendapat bagian posisi atas. Lubang kubur di pohon Tarra sengaja ditutup dengan ijuk yag tersusun rapi.

3. Kuburan Gua

kuburan gua
Kuburan Gua Tana Toraja
Jika gua berisi keindahan stalaktit dan stalagmit, maka berbeda dengan gua yang ada di Tana Toraja yang dipenuhi dengan peti-peti mayat dan tengkorak manusia. Kuburan Gua Londa memiliki kedalaman hingga 100 meter dengan suasana yang dipastikan terasa mistis. Di gua yang penuh tengkorak manusia ini, ada sebagian yang sudah berumur ratusan tahun, dan ada beberapa yang baru. Ingat, jangan pernah ambil apapun. Kuburan Gua Tana Toraja bisa dijumpai di Kuburan Londa, Tampang Allo Sangalla, Ke'te Kesu,  dan beberapa tempat lain yang mempunyai perbukitan batuan karst.

4. Kuburan Gantung

kuburan gantung
Kuburan Gantung Tana Toraja
Kuburan Gantung mungkin terdengar aneh seperti kuburan unik lainnya di Toraja. Pemakaman di kuburan gantung dilakukan dengan memasukkan jenasah ke dalam erong (peti mati tradisional Toraja), kemudian digantung di tebing-tebing batu. Biasanya, kuburan gantung selalu berdampingan dengan Kuburan Gua. Kuburan Gantung Tana Toraja bisa dijumpai di Kuburan Londa, Kete' Kesu  dan Tampangallo.

5. Kuburan Patane

kuburan patane
Kuburan Patane Tana Toraja
Berbeda dengan empat kuburan di Toraja, kuburan Patane merupakan kuburan modern karena dibuat menyerupai rumah tembok dengan berbagai bentuk, seperti box segi empat, bentuk peti mati seperti tongkonan. Biasanya kuburan Patane lebih dulu dibangun sebelum anggota keluarga meninggal dan satu Patane bisa untuk beberapa anggota keluarga. Kuburan Patane Tana Toraja bisa ditemukan di Kete' Kesu

Itu adalah 5 kuburan di Tana Toraja yang tentunya tidak akan ditemukan di tempat lain. Tak hanya acara penguburan, tanah yang dijuluki Negerinya Orang Mati yang Hidup ini memiliki tradisi mengganti pakaian mayat yang sudah bertahun - tahun dikubur yang disebut Ma'Nene. Tradisi ini masih dilakukan di beberapa kampung di Toraja sebagai wujud syukur dan menghargai keluarga yang meninggal. Tradisi ini kdang juga disebut beberapa wisatawan sebagai mayat berjalan.

Read More

Misteri Gunung Slamet dan Mitos Terbelahnya Pulau Jawa

Misteri Gunung Slamet dan Mitos Terbelahnya Pulau Jawa. Gunung Slamet merupakan gunung berapi tertinggi ke-2 di Jawa setelah Gunung Semeru dengan tinggi 3.428 mdpl. Nama Gunung Slamet selama ini memang menunjukkan suatu keagungan dan itu tidak lain karena adanya asal usul dan berbagai cerita kuno yang beredar di masyarakat. Selain menampilkan pesona alam yang indah, konon ada mitos dan kisah misteri Gunung Slamet yang dipercaya oleh masyarakat sekitar maupun pendaki yang pernah mendaki di gunung tertinggi di Jawa Tengah ini.
Gunung Slamet
Gunung Slamet adalah yang pertama dari 10 Gunung Tertinggi di Jawa Tengah. Berada di perbatasan kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal dan Pemalang, Provinsi Jawa Tengah.  Banyaknya misteri yang beredar membuat Gunung Slamet dicap sebagai salah satu gunung angker oleh para pendaki.

Asal Usul Gunung Slamet

1. Nama Gunung Slamet
Asal-usul nama Gunung Slamet diambil dari bahasa Arab yang artinya membawa selamat. Sedangkan dalam bahasa Sunda, Gunung Slamet biasa disebut dengan Gunung Agung. Oleh masyarakat sekitar, Gunung Slamet - sesuai namanya dipercaya membawa berkah, keselamatan dan ketentraman. Nama Slamet diberikan karena gunung ini dipercaya tidak pernah meletus besar meski kondisinya tidak pernah diam.

2. Baturaden dan Pancuran Tujuh
Masyarakat sekitar mempercayai asal - usul Gunung Slamet yang ditemukan oleh seorang pangeran dari negeri Rum-Turki bernama Syeh Maulana Maghribi yang merupakan salah seorang penyebar agama Islam di Jawa.

Konon saat fajar menyingsing, Syeh Maulana melihat cahaya misterius menjulang di angkasa yang membuatnya tergerak untuk menyelidiki. Pangeran ditemani oleh ratusan pengawal dan pengikut setianya, Haji DatukMereka berlayar ke arah cahaya tersebut. Setelah sampai di Gresik, Jawa Timur, cahaya itu tiba-tiba muncul di sebelah barat, lalu mereka pun berlayar ke arah barat dan tiba di pantai Pemalang, Jawa Tengah.

Di Pemalang, Syeh Maulana bersama Haji Datuk berjalan ke selatan sambil menyebarkan agama Islam. Saat cahaya melewati daerah Banjar, Syeh Maulana menderita gatal di seluruh tubuh dan sulit disembuhkan. Hingga ketika sholat malam, pangeran mendapat ilham untuk pergi ke Gunung Gora.
Baca Juga : 
Di Gunung Gora, pangeran menyuruh Haji Datuk meninggalkannya dan menunggu di suatu tempat yang mengeluarkan kepulan asap dan ternyata di daerah tersebut terdapat sumber air panas dengan tujuh buah pancuran. Di lokasi inilah Syeh Maulana berobat dengn mandi secara teratur hingga akhirnya penyakit yang dideritanya sembuh. Akhirnya pangeran menamai tempat ini 'Pancuran Tujuh'
Pancuran Tujuh
Lalu Syeh Maulana memberi gelar Haji Datuk dengan sebutan Rasuludi yang dalam bahasa jawa berarti Batur Kang Adi (Abdi yang setia). Kemudian desa itu dikenal dengan nama 'Baturadi' yang lama-kelamaan menjadi 'Baturaden'

Itulah cerita asal-usul Gunung Slamet dari masyarakat di kawasan Baturaden, Purwokerto, Jawa tengah yang juga merupakan salah satu jalur pendakian.

Mitos Gunung Slamet

Gunung Slamet merupakan salah satu pusat pemersatu wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Bila dilihat dari letak geografi, Gunung Slamet membentang dari utara ke selatan yang dikelilingi 5 wilayah kabupaten yang berbatasan langsung. Jika dilihat di peta, kondisi ini membentuk suatu garis lurus dari utara ke selatan.
Peta Gunung Slamet
Sejak pertama meletus, Gunung Slamet tidak pernah diam. Letusan gunung Slamet akan membentuk rekahan besar yang membujur dari laut utara ke selatan yang akan diisi air laut hingga menyatu, sehingga wilayah barat dan timur akan menjauh. Mitos Gunung Slamet yang letusannya bisa membelah pulau jawa kerapkali menghantui masyarakat yang percaya. 

Menurut ramalan Sri Aji Joyoboyo yang hidup di awal abad ke-12, pulau Jawa akan terbelah dua akibat amblesnya permukaan tanah yang membujur dari laut utara hingga laut selatan. 
Letusan Gunung Slamet


Misteri Gunung Slamet

Masyarakat sekitar maupun pendaki tentu tidak asing dengan anggapan 'angker' Gunung Slamet. Beberapa legenda mistis ada di dalamnya yang menjadi bumbu cerita di setiap pendakian.

1. Puncak Surono

Merupakan gunung yang masih aktif, Gunung Slamet mempunyai kawah besar yang bernama Segara Wedi (lautan pasir). Puncak Gunung Slamet bernama puncak Surono. Menurut warga sekitar, konon dulu ada seorang pendaki bernama Surono yang meninggal di puncak Gunung Slamet karena jatuh ke jurang dan untuk menghormatinya, terdapat tugu penghormatan di atas puncak Gunung Slamet yang disebut puncak Surono.

2. Makhluk Kerdil

Misteri Gunung Slamet yang tak asing lainnya adalah adanya makhluk kerdil di jalur pendakian Gunung Slamet via Guci. Konon makhluk tersebut dulunya adakan  pendaki yang tersesat dan mencoba bertahan hidup dengan memakan daun hingga lama-kelamaan kehilangan jati dirinya sebagai manusia.

3. Pos Samarantu

Pos 4 - Samarantu berasal dari kata 'Samar' dan 'Hantu' yang cukup terkenal di jalur Pendakian Gunung Slamet via Bambangan. Konon banyak makhluk gaib yang akan mengganggu pendaki jika bermalam di pos ini. Pos ini dinamakan Samarantu karena adanya hantu yang samar-samar akan menyerupai manusia ketika mengganggu para pendaki.
Pos 4 - Samarantu


4. Air Terjun Guci

Air Terjun Guci di lereng Gunung Slamet, Slawi merupakan objek wisata sejuk dan nyaman. Konon airnya bisa menyembuhkan berbagai macam sakit kulit. Di balik air terjun Guci dipercaya sebagai sarang siluman Naga Cerek. Banyak yang memanfaatkan sebagai tempat olah batin maupun mencari pusugihan. Juru kunci setempat bisa menyampaikan permintaan pesugihan kepada Naga Cerek dengan ritual khusus yang wajib dilakukan malam Jum'at Legi dan Selasa Kliwon. Namun pesugihan ini tentu ada syaratnya yaitu nyawa anggota keluarga. Banyak pemandu wanita yang siap memberikan jawa pada setiap tamu yang lebih baik tidak dilakukan.
Air Terjun Guci
Itu adalah beberapa misteri di Gunung Slamet. Sampai sekarang masih belum jelas kenapa pendaki Surono begitu dihormati, lalu kenapa hanya pos samarantu yang terkenal angker dan bagaimana asal usul air terjun guci.

Semua itu tetap menjadi misteri Gunung Slamet yang belum terkuak dan semoga saja berdasarkan misteri yang cukup mistis bisa membuat setiap pendaki tidak berlaku yang menyimpang selama melakukan pendakian.


Baca Juga : 
Pendakian Gunung Wilis 2.300 mdpl via Bajulan

Sejarah Letusan Tambora - "Pompeii Dari Timur"
Menelisik 3 Pesona Gunung Papandayan yang Eksotis

Read More