Misteri Gunung Slamet dan Mitos Terbelahnya Pulau Jawa

Misteri Gunung Slamet dan Mitos Terbelahnya Pulau Jawa. Gunung Slamet merupakan gunung berapi tertinggi ke-2 di Jawa setelah Gunung Semeru dengan tinggi 3.428 mdpl. Nama Gunung Slamet selama ini memang menunjukkan suatu keagungan dan itu tidak lain karena adanya asal usul dan berbagai cerita kuno yang beredar di masyarakat. Selain menampilkan pesona alam yang indah, konon ada mitos dan kisah misteri Gunung Slamet yang dipercaya oleh masyarakat sekitar maupun pendaki yang pernah mendaki di gunung tertinggi di Jawa Tengah ini.
Gunung Slamet
Gunung Slamet adalah yang pertama dari 10 Gunung Tertinggi di Jawa Tengah. Berada di perbatasan kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal dan Pemalang, Provinsi Jawa Tengah.  Banyaknya misteri yang beredar membuat Gunung Slamet dicap sebagai salah satu gunung angker oleh para pendaki.

Asal Usul Gunung Slamet

1. Nama Gunung Slamet
Asal-usul nama Gunung Slamet diambil dari bahasa Arab yang artinya membawa selamat. Sedangkan dalam bahasa Sunda, Gunung Slamet biasa disebut dengan Gunung Agung. Oleh masyarakat sekitar, Gunung Slamet - sesuai namanya dipercaya membawa berkah, keselamatan dan ketentraman. Nama Slamet diberikan karena gunung ini dipercaya tidak pernah meletus besar meski kondisinya tidak pernah diam.

2. Baturaden dan Pancuran Tujuh
Masyarakat sekitar mempercayai asal - usul Gunung Slamet yang ditemukan oleh seorang pangeran dari negeri Rum-Turki bernama Syeh Maulana Maghribi yang merupakan salah seorang penyebar agama Islam di Jawa.

Konon saat fajar menyingsing, Syeh Maulana melihat cahaya misterius menjulang di angkasa yang membuatnya tergerak untuk menyelidiki. Pangeran ditemani oleh ratusan pengawal dan pengikut setianya, Haji DatukMereka berlayar ke arah cahaya tersebut. Setelah sampai di Gresik, Jawa Timur, cahaya itu tiba-tiba muncul di sebelah barat, lalu mereka pun berlayar ke arah barat dan tiba di pantai Pemalang, Jawa Tengah.

Di Pemalang, Syeh Maulana bersama Haji Datuk berjalan ke selatan sambil menyebarkan agama Islam. Saat cahaya melewati daerah Banjar, Syeh Maulana menderita gatal di seluruh tubuh dan sulit disembuhkan. Hingga ketika sholat malam, pangeran mendapat ilham untuk pergi ke Gunung Gora.
Baca Juga : 
Di Gunung Gora, pangeran menyuruh Haji Datuk meninggalkannya dan menunggu di suatu tempat yang mengeluarkan kepulan asap dan ternyata di daerah tersebut terdapat sumber air panas dengan tujuh buah pancuran. Di lokasi inilah Syeh Maulana berobat dengn mandi secara teratur hingga akhirnya penyakit yang dideritanya sembuh. Akhirnya pangeran menamai tempat ini 'Pancuran Tujuh'
Pancuran Tujuh
Lalu Syeh Maulana memberi gelar Haji Datuk dengan sebutan Rasuludi yang dalam bahasa jawa berarti Batur Kang Adi (Abdi yang setia). Kemudian desa itu dikenal dengan nama 'Baturadi' yang lama-kelamaan menjadi 'Baturaden'

Itulah cerita asal-usul Gunung Slamet dari masyarakat di kawasan Baturaden, Purwokerto, Jawa tengah yang juga merupakan salah satu jalur pendakian.

Mitos Gunung Slamet

Gunung Slamet merupakan salah satu pusat pemersatu wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Bila dilihat dari letak geografi, Gunung Slamet membentang dari utara ke selatan yang dikelilingi 5 wilayah kabupaten yang berbatasan langsung. Jika dilihat di peta, kondisi ini membentuk suatu garis lurus dari utara ke selatan.
Peta Gunung Slamet
Sejak pertama meletus, Gunung Slamet tidak pernah diam. Letusan gunung Slamet akan membentuk rekahan besar yang membujur dari laut utara ke selatan yang akan diisi air laut hingga menyatu, sehingga wilayah barat dan timur akan menjauh. Mitos Gunung Slamet yang letusannya bisa membelah pulau jawa kerapkali menghantui masyarakat yang percaya. 

Menurut ramalan Sri Aji Joyoboyo yang hidup di awal abad ke-12, pulau Jawa akan terbelah dua akibat amblesnya permukaan tanah yang membujur dari laut utara hingga laut selatan. 
Letusan Gunung Slamet


Misteri Gunung Slamet

Masyarakat sekitar maupun pendaki tentu tidak asing dengan anggapan 'angker' Gunung Slamet. Beberapa legenda mistis ada di dalamnya yang menjadi bumbu cerita di setiap pendakian.

1. Puncak Surono

Merupakan gunung yang masih aktif, Gunung Slamet mempunyai kawah besar yang bernama Segara Wedi (lautan pasir). Puncak Gunung Slamet bernama puncak Surono. Menurut warga sekitar, konon dulu ada seorang pendaki bernama Surono yang meninggal di puncak Gunung Slamet karena jatuh ke jurang dan untuk menghormatinya, terdapat tugu penghormatan di atas puncak Gunung Slamet yang disebut puncak Surono.

2. Makhluk Kerdil

Misteri Gunung Slamet yang tak asing lainnya adalah adanya makhluk kerdil di jalur pendakian Gunung Slamet via Guci. Konon makhluk tersebut dulunya adakan  pendaki yang tersesat dan mencoba bertahan hidup dengan memakan daun hingga lama-kelamaan kehilangan jati dirinya sebagai manusia.

3. Pos Samarantu

Pos 4 - Samarantu berasal dari kata 'Samar' dan 'Hantu' yang cukup terkenal di jalur Pendakian Gunung Slamet via Bambangan. Konon banyak makhluk gaib yang akan mengganggu pendaki jika bermalam di pos ini. Pos ini dinamakan Samarantu karena adanya hantu yang samar-samar akan menyerupai manusia ketika mengganggu para pendaki.
Pos 4 - Samarantu


4. Air Terjun Guci

Air Terjun Guci di lereng Gunung Slamet, Slawi merupakan objek wisata sejuk dan nyaman. Konon airnya bisa menyembuhkan berbagai macam sakit kulit. Di balik air terjun Guci dipercaya sebagai sarang siluman Naga Cerek. Banyak yang memanfaatkan sebagai tempat olah batin maupun mencari pusugihan. Juru kunci setempat bisa menyampaikan permintaan pesugihan kepada Naga Cerek dengan ritual khusus yang wajib dilakukan malam Jum'at Legi dan Selasa Kliwon. Namun pesugihan ini tentu ada syaratnya yaitu nyawa anggota keluarga. Banyak pemandu wanita yang siap memberikan jawa pada setiap tamu yang lebih baik tidak dilakukan.
Air Terjun Guci
Itu adalah beberapa misteri di Gunung Slamet. Sampai sekarang masih belum jelas kenapa pendaki Surono begitu dihormati, lalu kenapa hanya pos samarantu yang terkenal angker dan bagaimana asal usul air terjun guci.

Semua itu tetap menjadi misteri Gunung Slamet yang belum terkuak dan semoga saja berdasarkan misteri yang cukup mistis bisa membuat setiap pendaki tidak berlaku yang menyimpang selama melakukan pendakian.


Baca Juga : 
Pendakian Gunung Wilis 2.300 mdpl via Bajulan

Sejarah Letusan Tambora - "Pompeii Dari Timur"
Menelisik 3 Pesona Gunung Papandayan yang Eksotis

Read More

Terbius 8 Danau Indah di Pegunungan Indonesia

Danau Indah di Pegunungan Indonesia. Menyapa alam bebas merupakan kegiatan favorit sebagian besar orang yang kadang risih dengan suasana perkotaan. Pendakian gunung adalah salah hal menarik yang bisa dilakukan. Berpetualang ke alam bebas, menikmati keindahan semesta sekaligus olah raga untuk kesehatan tubuh adalah beberapa hal yang bisa didapatkan ketika mendaki gunung. Pendakian gunung bukan saja tentang puncak. 

View dan alam yang luar biasa indah kerap kali bisa ditemui di pendakian gunung-gunung tertentu. Danau merupakan sumber air melimpah yang bisa ditemukan di beberapa gunung tertentu. Selain sebagai sumber air, danau menjadi estetika tersendiri yang menjadi salah satu faktor untuk mengklaim 'mengapa gunung itu indah'.

Danau bisa menjadikan gunung semakin populer di kalangan wisatawan. Danau juga sangat melegakan para pendaki dengan sumber air melimpahnya. Berikut adalah danau indah yang bisa ditemui di sekitar pendakian gunung-gunung di Indonesia :

1. Danau Kelimutu

danau kelimutu
Danau Kelimutu
Siapa yang tidak mengenal mutiara cantik di Flores ini?. Bisa dibilang ini adalah danau paling eksotis dan unik di Indonesia. Danau Kelimutu berada di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Flores, Nusa Tenggara Timur. Danau Kelimutu merupakan sebutan untuk tiga kawah di Gunung Kelimutu yang mempunyai tiga warna berbeda yaitu biru, hitam / merah dan putih. Warna pada Danau Kelimutu'pun pernah berubah-ubah hingga 44 kali, so amazing !. Danau Kelimutu tidak hanya bisa ditemukan oleh para pendaki gunung. Karena sudah menjadi wisata yang populer di Flores, siapapun bisa melihat danau unik ini.

2. Danau Segara Anak

dananu segara anak rinjani
Danau Segara Anak
Para pendaki tentu mengenal Danau Segara Anak karena lokasinya berada di jalur Pendakian Gunung Rinjani yang berlabel gunung terindah di Indonesia yang masuk jajaran 7 Summit Indonesia. Gunung Rinjani berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Untuk ke Danau Segara Anak, tidak perlu mendaki ke puncak Gunung Rinjani. Danau Segara Anak yang merupakan kawah aktif Gunung Rinjani ini berada di lereng gunung. Menikmati Danau Segara Anak bisa melalui Pendakian Gunung Rinjani via Sembalun maupun via Senaru dengan lama perjalanan sekitar 2 hari.

3. Danau Ranu Kumbolo

ranu kumbolo semeru
Danau Ranu Kumbolo
Jika Danau Segara Anak andalan Pulau Lombok, maka Pulau Jawa memiliki Danau Ranu Kumbolo di Gunung Semeru yang juga masuk dalam jajaran 7 summit Indonesia. Danau Ranu Kumbolo berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Untuk Danau Ranu Kumbolo bisa melalui jalur Pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane dengan lama perjalanan sekitar 4 jam. Dengan meningkatnya pendakian Gunung Semeru dari tahun ke tahun, keaslian Danau Ranu Kumbolo mulai terkikis. Meski begitu, sunrise di tepi danau tetap menjadi perfect moment yang ditunggu-tunggu para petualang dari berbagai penjuru negeri di Gunung Semeru.

4. Danau Satonda

danau satonda
Danau Satonda
Masih belum banyak yang mengenal dimana ada Danau Satonda. Ya... Danau Satonda memang tidak berada di dalam jalur pendakian gunung maupun kawasan tertentu. Namun, sejarahnya sangat melekat dengan Gunung Tambora karena lokasinya juga tidak jauh dari Gunung Tambora. Danau Satonda berada di Pulau Satonda, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Danau air asin yang biru ini dikelilingi perbukitan Pulau Satonda yang hijau menguning, sehingga mirip sebuah kawah yang eksotis. Hal ini mengundang peneliti dari mancanegara karena air laut yang berbeda dari air laut normal dan hal ini dikaitkan dengan letusan Gunung Tambora dan letusan Gunung Satonda yang merupakan gunung purba tua. Penasaran ?

5. Danau Gunung Tujuh

danau gunung tujuh
Danau Gunung Tujuh
Sama dengan Danau Satonda, Danau Gunung Tujuh tidak ditemukan di dalam pendakian gunung. Danau Gunung Tujuh terletak di Gunung Tujuh yang berada di belakang Gunung Kerinci. Danau ini berada di ketinggian 1.950 mdpl, bisa dibayangkan bagaimana kesegaran air danau ini mengobati panas karena penat. Danau Gunung Tujuh bisa dijangkau dari Taman Nasional Kerinci Seblat dengan waktu pendakian sekitar 3 jam. Biasanya setelah turun dari Pendakian Gunung Kerinci yang merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia ini, para pendaki menyempatkan diri ngadem di Danau Gunung Tujuh dan Danau Kaco.

6. Danau Kaco

danau kaco
Danau Kaco
Danau Kaco berada di Kabupaten Kerinci, Jambi. Danau ini juga tidak ditemukan dalam pendakian gunung, tapi masuk dalam Taman Nasional Kerinci Seblat. Danau Kaco terbilang sangat unik sehingga pesonanya sangat menggiurkan para penggiat alam. Danau Kaco bisa memancarkan cahaya ketika malam hari khususnya saat bulan purnama. Letaknya masih jarang dikunjungi wisatawan, kecuali para pendaki setelah dari Gunung Kerinci. Kondisi sekitar Danau Kaco yang masih sepi, kadang membuat siapapun waspada dengan kemunculan harimau sumatra di sekitar lokasi. Namun, siapa yang tidak tertarik menyaksikan keunikannya?

7. Danau Taman Hidup

danau taman hidup argopuro
Danau Taman Hidup
Taman hidup bukan seperti dongeng Alice In Wonderland. Taman hidup adalah sebutan sebuah danau di jalur Pendakian Gunung Argopuro yang merupakan gunung dengan jalur pendakian terpanjang se-Jawa. Lokasi Danau Taman Hidup merupakan salah satu tempat camp favorit pendaki karena merupakan sumber air yang melimpah. Untuk ke Danau Taman Hidup bisa ditempuh dengan Pendakian Gunung Argopuro via Baderan yang membutuhkan waktu 3 hari atau via Bremi yang lebih dekat dengan waktu sekitar 6 jam. Danau Taman Hidup yang tenang dengan suasana sunyi memang sangat menarik untuk berdiam diri sejenak, melepas lelah, memancing,maupun refreshing.

8. Danau Habema

danau habema
Danau Habema
Mungkin belum banyak yang mengenal Danau Habema, tapi siapapun tau Pegunungan Jayawijaya. Danau Habema berada di kompleks Pegunungan Jayawijaya-Papua, salah satu dari Seven Summits. Danau yang berada di ketinggian 3.225 mdpl ini didaulat sebagai danau tertinggi di Indonesia. Pendakian Jayawijaya yang tergolong mahal tak berbeda dengan Danau Habema, untuk itulah kenapa danau ini sepi dari wisatawan maupun pendaki. Pesona alamnya tentu membuat siapapun tergiur untuk merasakan dinginnya danau di bawah kaki salju abadi.

Itu adalah 8 danau indah di pegunungan Indonesia yang bisa dijumpai di jalur pendakian maupun berkaitan erat dengan gunung tersebut. Danau-danau itu pula yang membuat waktu pendakian kadang tampak lebih lama, karena terbius dengan nuansa alamnya yang mempesona. Cool.

Read More

Legenda Dewi Anjani dan 10 Misteri Gunung Rinjani

Asal Usul Gunung Rinjani Lombok. Siapa yang tidak mengenal Gunung Rinjani?. Gunung di dalam deretan 7 Summit Indonesia ini mendapat predikat sebagai gunung terindah di Indonesia. Gunung Rinjani memiliki pemandangan alam yang sangat luar biasa. Savana, hutan, bukit, danau dan air panas membentuk perpaduan yang luar biasa di dalam Taman Nasional Gunung Rinjani. Kecantikan Gunung Rinjani tidak jauh berbeda dengan Dewi Anjani - dewi cantik penguasa gunung berapi berketinggian 3.726 mdpl ini. Asal-usul Gunung Rinjani'pun dikaitkan dengan kisah legenda Dewi Anjani.
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Gunung Rinjani
Gunung Rinjani terletak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Taman Nasional Gunung Rinjani memiliki luas sekitar 41.300 Ha (diusulkan penambahannya menjadi 76.000 Ha). Di sebelah barat puncaknya terdapat kaldera memanjang ke timur dengan luas sekitar 3.500 m x 4.800 m dan di kaldera ini terdapat Danau Segara Anak seluas 11 km persegi dengan kedalaman 230 m.

Gunung Rinjani dikenal karena alamnya yang memikat mata. Nama yang cantik memang sepadan dengan pemandangan alamnya yang mempesona. Kecantikan Gunung Rinjani tidak lepas dari Legenda Dewi Anjani yang dipercaya sebagai penguasa Gunung Rinjani. Siapakah Dewi Anjani dan apa hubungannya dengan Gunung Rinjani?

Legenda Dewi Anjani

Salah satu legenda Dewi Anjani menurut cerita rakyat Lombok, Dewi Anjani adalah anak dari Resi Gotama dan Dewi Windradi. Dia mempunyai dua saudara yaitu Guwarsa (Subali) dan Guwa Resi (Sugriwa). Hubungan gelap dari Dewi Windradi dan Bhatara Surya membuat Bhatara Surya memberikan pusaka kedewataan Cupumanik Astagina pada Dewi Windradi dengan syarat tidak boleh ditunjukkan pada siapapun walaupun anaknya sendiri.

Karena rasa sayang yang begitu besar, Dewi Windradi memberikan pusaka Cupumanik kepada Dewi Anjani. Dewi Anjani terpergok kedua saudaranya ketika mencoba pusaka tersebut, hingga terjadi keributan. Akibat kesalahan kecil dari Dewi Anjani, hubungan Dewi Windradi'pun terbongkar. Resi Gotama yang marah mengutuk Dwi Windradi menjadi batu dan melempar pusaka sakti ke udara yang diperebutkan ketiga anaknya. Cupu itu terbelah menjadi dua dan menjadi telaga. Mereka bertiga yang menyentuh telaga itu langsung terkutuk menjadi kera. Resi Gotama'pun menyuruh mereka untuk bertapa untuk menebus dosa.

Suatu ketika Batara Guru melewati Telaga Madirda, Dieng - tempat Dewi Anjani bertapa. Melihatnya kurus kering, dilemparkannya dedaunan sinom di pangkuan Dewi Anjani. Dewi Anjani memakannya dan karena daun itu, dia langsung hamil. Bayi yang dilahirkan berwujud kera putih yang diberi nama Hanoman.
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Dewi Anjani
Cerita rakyat Lombok tersebut tidak diketahui secara jelas bagaimana hubungan Dewi Anjani dengan Gunung Rinjani. Legenda Dewi Anjani justru lekat kaitannya dengan Telaga Madirda di Dataran Tinggi Dieng. Mungkin ada legenda Dewi Anjani yang lain? Who knows?.

Asal Usul Gunung Rinjani

Asal usul Gunung Rinjani yang paling populer adalah kisah Datu Tuan. Konon dahulu di dekat Pelabuhan Lembar terdapat Kerajaan Tuan yang dipimpin Raja bernama Datu Tuan bersama permaisurinya Dewi Mas. Meski kerajaannya makmur, raja sering bersedih karena usia semakin tua belum dikaruniai anak. Suatu hari raja memohon pada istrinya untuk menikah lagi agar mereka bisa memiliki anak pewaris kerajaan. Setelah permaisuri setuju, raja meminang seorang gadis bernama Sunggar Tutul.

Sejak itu perhatian raja terhadap Dewi Mas berkurang. Kesabaran Dewi Mas mendapatkan balasan dari Yang Maha Kuasa, dia akhirnya mengandung. Kabar ini mengejutkan Sunggar Tutul sehingga dia merencanakan hasutan untuk Dewi Mas dengan mengatakan bahwa anak yang dikandung hasil dari hubungan gelap dengan Lok Deos. Raja yang murka segera mengusir Dewi Mas dari istana.

Dewi Mas dan pengiringnya membangun pemukiman di sebuah gili. Pada suatu hari datanglah nahkoda yang berlabuh ke gili dan menemukan Dewi Mas. Setelah bercerita, Dewi Mas meminta nahkoda mengantarkannya ke Bali. Akhirnya Dewi Mas dan pengikutnya membangun pemukiman baru di Bali. Dewi Mas melahirkan dua anak kembar dengan keajaiban. Seorang bayi laki-laki lahir dengan sebilah keris, diberi nama Raden Nuna Putra Janjak. Sedangkan bayi perempuan lahir dengan anak panah, diberi nama Dewi Rinjani.

Beranjak dewasa, Dewi Mas menceritakan kisahnya kepada kedua anaknya. Mengetahui bahwa ayahnya telah mengusir ibunya, Raden Nuna Putra Janjak sangat marah dan bersama pengiringnya berlayar ke Lombok. Sampainya di istana, terjadi keributan antara Raden Nuna Putra Janjak dengan penjaga. Dengan keris di tangannya, Raden Nuna sangat sakti hingga Datu Tuan harus turun tangan. Ketika mereka bertarung, terdengar suara dari langit yang mengatakan bahwa Raden Nuna adalah anak kandungnya. Datu Tuan menangis dan menyesal, kemudian segera menjemput permaisuri ke Bali.

Akhirnya mereka kembali ke istana, tiada dendam dengan Sanggar Tutul dan hidup damai. Datu Tuan menyerahkan tahta kerajaan kepada Raden Nuna Putra Janjak. Kemudian, Datu Tuan menyepi di gunung diiringi Dewi Rinjani. Di puncak gunung itu mereka bersemedi dan Dewi Rinjani diangkat oleh para jin untuk dijadikan ratu. Sejak saat itulah gunung tertinggi di pulau Lombok tersebut dinamakan Gunung Rinjani.


Sejarah Gunung Rinjani

Menurut cerita yang beredar di masyarakat, termasuk pecinta alam dan pendaki gunung, ada tiga versi kenapa gunung tertinggi di Nusa Tenggara tersebut dinamakan Rinjani, yaitu :
  1. Rinjani berasal dari bahasa jawa kuno 'Rinjan' yang berarti 'Tuhan'. 
  2. Rinjani diambil dari nama Dewi Rinjani yang mengantar Datu Tuan bertapa di atas gunung.
  3. Rinjani dilatarbelakangi kisah Putri Anjani yang menjadi hubungan dengan pria miskin namun tidak disetujui ayahnya, hingga akhirnya dia kabur menghabiskan sisa hidup di atas gunung. Para jin mengangkatnya menjadi ratu kerajaan mereka dan dinamailah gunung tersebut Rinjani. Namun, tidak jelas asal usul maupun legenda tentang Putri Anjani ini. 

Misteri dan Mitos Gunung Rinjani

Gunung Rinjani merupakan simbol sakral bagi suku Sasak dan suku Bali. Gunung cantik ini dikenal sebagai tempat Dewi Rinjani yang menurut legenda telah menjadi ratu jin, ada berbagai misteri yang ikut mewarnai keindahan Gunung Rinjani. Legenda, mitos dan larangan'pun sudah berkembang menjadi kepercayaan turun-temurun.

1. Dewi Anjani
Gunung Rinjani erat kaitannya dengan sosok Dewi Anjani. Masyarakat meyakini bahwa Dewi Anjani berparas cantik, terlahir dari perkawinan manusia Sasak dengan Jin dan masih keturunan Raja Selaparang. Masyarakat sering mengadakan upacara ritual dengan melarung emas berbentuk ikan ke Danau Segara Anak untuk menghormati keberadaan Dewi Anjani agar lingkungan sekitar Gunung Rinjani aman tentram.

2. Segara Muncar
Dari puncak Gunung Rinjani ke arah tenggara ada kaldera lautan debu yang dinamakan Segara Muncar. Konon pada saat tertentu terlihat istana ratu jin. Pengikutnya diyakini golongan jin yang baik. Segara Muncar menjadi salah satu nama tari kontemporer di Lombok yang menceritakan kisah malam pengantin Dewi Anjani.
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Segara Muncar
Masyarakat Sasak percaya bahwa puncak Gunung Rinjani di jalur pendakian gunung adalah puncak semu, sedangkan puncak sejatinya dilindungi agar tidak tersentuh makhluk lain. 

3. Gunung Barujari
Gunung Barujari adalah anak Gunung Rinjani di Segara Anak. Menurut kepercayaan masyarakat, Gunung Barujari merupakan pusar Gunung Rinjani. Sebagian juga percaya bahwa meletusnya Gunung Barujari karena bangsa jin yang ada disana sedang membangun sesuatu. Hal ini nampak dari bebatuan yang tersusun rapi di sekitar kaki Gunung Barujari.
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Gunung Barujari

4. Danau Segara Anak
Setiap tahun sebanyak dua kali, masyarakat Hindu Bali melakukan upacara di Segara Anak, sedangkan masyarakat Sasak bisa melakukannya berkali-kali. Danau Segara Anak dipercaya memberi suatu peringatan. Masyarakat percaya jika melihat danau terlihat luas, maka umur akan panjang, begitupula sebaliknya. Mitosnya, siapapun yang mandi atau berenang di danau harus tau diri dan tidak berniat jahat untuk menghindari gangguan dari penunggu danau.
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Segara Anak

5. Air Panas Aiq Kalak
Sumber air panas di lereng Gunung Rinjani ini konon memiliki kesaktian. Selain biasa digunakan para pendaki untuk melepas lelah, orang-orang sakti biasanya mengetes kekuatan keris dan senjata di sumber air panas. Mitosnya, jika pusaka tidak memiliki kekuatan, maka akan langsung rusak atau bengkok. Demikian juga minyak obat bertuah dari minyak kelapa. Jika minyak yang disebut Siu Satus Tunggal direndam dan berubah semakin jernih, maka minyak tersebut memiliki kekuatan untuk menyembuhkan.
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Air Panas Aiq Kalak
Bagi masyarakat Gumi Sasak, tempat pemandian ini dipercaya sebagai tempat pemandian Adipati Surabaya Raden Mas Jayanegara yang merupakan salah satu tokoh pewayangan di Lombok.

6. Tempat Para Wali
Masyarakat Sasak Lombok percaya bahwa di sekitar Danau Segara Anak ada sebuah masjid besar yang dibangun para gaib. Selain sebagai tempat ibadah, masjik tersebut konon dipercaya sebagai tempat diadakannya pertemuan para wali baik yang sudah tinggal disana maupun para wali yang masih hidup, namun memiliki kesaktian menembus alam gaib. Para wali inilah yang selalu menjaga Gunung Rinjani agar tidak meletus dan menyengsarakan penduduk Lombok.


Baca Juga :

7. Tempat Sakral
Ada beberapa tempat yang disucikan sebagai tempat bertapa dan juga tempat sakral untuk menyempurnakan ilmu. Menurut masyarakat setempat, penganut paham tarekat menunaikan ibadah haji ke Gunung Rinjani, mungkin maksudnya sebagai salah satu perenungan kebesaran Tuhan.  
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Upacara Mulang Pekelem
Selain itu ada daerah tertentu di lereng Gunung Rinjani yang tidak boleh dimasuki (terlarang) karena diyakini daerah angker, dimana yang memasukinya akan hidup dan tinggal di daerah jin (hilang).

8. Gua Susu
Gua Susu berada sekitar 1 kilometer dari Segara Anak mengikuti jalur pendakian via Torean. Di dalam Gua Susu terdapat air panas dan dari stalagtitnya ada tetesan air yang konon berasa seperti susu, kadang berbeda-beda. Tempat ini sering digunakan peribadatan suatu golongan dan meditasi mencari kekuatan gaib. Mitosnya, mulut gua susu dipercaya akan lebih lebar jika yang masuk orang baik dan menjadi sempit jika yang masuk orang berniat jahat. 
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Gua Susu

9. Bunga Sandar Nyawa (Edelweiss)
Semua pendaki gunung pasti tau bunga abadi bernama latin Anaphalis Javanica ini. Menurut kepercayaan masyarakat di sekitar Gunung Rinjani, tanaman ini adalah tanaman di dalam Taman Sari dari kerajaan Jin di alam gaib. Untuk memperoleh bunga ini, masyarakat jaman dahulu harus berani mempertaruhkan nyawa, itu sebabnya bunga ini juga disebut bunga Sandar Nyawa. Mitosnya, bunga ini tidak pernah layu dan mempunyai usia yang sama dengan makluk gaib. 
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Bunga Sandar Nyawa (Edelweiss Rinjani)

10. Larangan Keluh Kesah
Keluh kesah seperti sudah mendarah daging di dalam diri pendaki ketika mendaki gunung yang seharusnya tidak dilakukan di gunung manapun. Namun, jangan berkeluh kesah di Gunung Rinjani. Kepercayaan yang berkembang terkait dengan Gunung Rinjani adalah soal kekawatiran. Mitosnya, bila mengkawatirkan sesuatu ketika pergi ke Gunung Rinjani, konon kekawatiranya bisa menjadi kenyataan. 

Asal usul Gunung Rinjani termasuk penamaannya, tidak bisa dibuktikan secara pasti dengan adanya berbagai versi legenda yang beredar. Berbagai misteri maupun mitos juga tidak sepenuhnya wajib dipercayai, tetapi menghormati dan menghargai kepercayaan masyarakat setempat mengenai Gunung Rinjani perlu dilakukan untuk menjaga keasrian alam Gunung Rinjani yang kini mulai tercemar akibat ulah manusia nakal yang tidak menghargai alam maupun budaya dan kepercayaan masyarakat setempat.


Baca Juga :




Read More

Danau Kelimutu - Keajaiban Alam Indonesia dari Flores

Danau Kelimutu Ende. Berlibur ke Flores, jangan lewatkan wisata unik Danau Kelimutu atau yang populer disebut Danau Tiga Warna. Bukan hanya di dalam negeri, tetapi danau fenomenal ini juga dikenal di luar negeri. Sebagai danau yang bisa berubah-ubah warna hingga 44 kali, Danau Kelimutu juga memiliki cerita mistis serta mitos yang menjadi bumbu cerita menarik bagi siapapun yang mengunjunginya. Siapa yang tidak tertarik dengan fenomena keajaiban alam gunung berapi berketinggian 1.639 mdpl ini?
Danau Kelimutu Ende
Danau Kelimutu
Gunung Kelimutu berada di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Gunung Kelimutu tercatat terakhir meletus pada tahun 1968. Sedangkan pertama berubah warna terjadi setelah letusan tahun 1886.

Seperti wisata gunung pada umumnya, perjalanan ke area Danau Tiga Warna Kelimutu dari lokasi parkir diawali dengan menyusuri jalan menanjak yang pada beberapa bagian sudah dipaving. Awalnya, jalan yang menanjak memang belum terlalu curam dan masih cenderung datar. Tidak jauh dari lokasi parkir akan sampai di persimpangan dengan tanda 'Danger Area'. Ada petunjuk arah untuk ke kawah maupun ke terowongan Belanda. Walk to the left.
Danau Kelimutu Ende
Area Masuk Wisata Danau Kelimutu
Setelah melewati persimpangan, jalur mulai melebar dan datar, cukup sebagai pemanasan sebelum menyusuri tangga panjang di lereng gunung. Disini akan melewati area Danau Atapolo yang bisa dilihat dari dekat. Untuk ke puncak Gunung Kelimutu, harus melewati puluhan tangga di sepanjang lerengnya yang tentunya lebih banyak membutuhkan tenaga ekstra. 

Asal Usul Nama Danau Kelimutu

Kelimutu berasal dari kata 'keli' yang berarti gunung dan 'mutu' yang berari mendidih. Kelimutu memiliki tiga danau yang memiliki nama berbeda yaitu :
  1. Tiwu Nuwa Muri Koo Fai : Berwarna khas hijau lumut, memiliki kedalaman sekitar 127 meter serta memiliki luas sekitar 5,5 Ha. Dipercaya sebagai tempat berkumpulnya jiwa muda mudi yang telah meninggal.
  2. Tiwu Ata Polo : Berwarna hijau, kadang merah, memiliki kedalaman hingga 64 meter serta memiliki luas sekitar 4,5 Ha. Dipercaya tempat berkumpulnya jiwa orang-orang meninggal yang selama hidupnya selalu melakukan kejahatan.
  3. Tiwu Ata Mbupu : Berwarna kehitaman, kadang putih, memiliki kedalaman hingga 67 meter serta memiliki luas 4 Ha. Dipercaya tempat berkumpulnya jiwa orang tua yang telah meninggal. 
Awalnya, daerah ini ditemukan oleh Van Such Telen warga Belanda pada tahun 1915. Ketika pertama ditemukan, Danau Kelimutu berwarna merah, putih dan biru. Keindahannya dikenal setelah Y. Bouman melukiskan dalam tulisannya pada tahun 1929.

Puncak Gunung Kelimutu

Puncak Gunung  Kelimutu ditandai dengan adanya tugu di area puncak. Perjalanan normal dari area parkir hingga puncak membutuhkan waktu sekitar 25 menit. Dari puncak tampak Danau Tiwu Nuwa Muri Koo Fai dan dibatasi oleh tebing batu disebelah kanannya tampak Danau Tiwu Ata Polo. Sementara di seberang sisi kedua danau ada Danau Tiwu Ata Mbupu yang berwarna kehitaman dan memiliki kedalaman hingga 67 meter.
Danau Kelimutu Ende
Tiwu Nuwa Muri Koo Fai
Danau Kelimutu Ende
Tiwu Ata Mbupu
Dari ketiga danau tersebut, Danau yang paling sering berubah warna hingga 44 kali dalam kurun waktu 1915-2011 adalah Danau Timu Ata Polo yang juga salah satu sumber air Sungai Ria Mbuli. Biasanya danau ini berwarna coklat hingga kemerahan. 
Danau Kelimutu Ende
Tiwu Ata Polo
Spesial momen di Danau Tiga Warna Kelimutu adalah menjelang matahari terbit. Ketika matahari perlahan muncul di belakang Tiwu Nuwa Muri Koo Fai, panorama alam yang luar biasa akan tersaji dengan indahnya. Warna jingga matahari berpadu dengan warna hijau tosca dihiasi perbukitan indah yang nampak di sekelilingnya membentuk lukisan alam yang begitu indah. Menikmati alam pagi dengan segelas kopi hangat, tentu akan lebih sempurna. 

Bukan hanya wisatawan lokal, wisatawan asing juga cukup mendominasi di area wisata Danau Kelimutu ini. Meski suhu lumayan dingin ditambah angin yang berhembus kencang, tidak meruntuhkan semangat siapapun untuk berfoto mesra dengan keajaiban alam Danau Tiga Warna, karena siapa tahu beberapa menit kemudian warnanya telah berubah. 

Perubahan Alam Kepercayaan Abadi

Masyarakat (Orang Lio) percaya bahwa jiwa atau arwah akan datang ke Danau Kelimutu setelah seseorang meninggal dunia sebagai tempat peristorahatan terakhir kehidupan. Setelah jiwanya meninggalkan kampung, akan tinggal di Kelimutu untuk selamanya. Sebelum masuk ke kawah Kelimutu, para arwah akan menghadap Konde Ratu selaku penjaga pintu masuk Perekonde. Arwah tersebut masuk ke dalah satu danau kawah tergantung usia dan perbuatannya. 
Danau Kelimutu Ende
Danau Tiga Warna Kelimutu
Ketiga danau tersebut seolah bagaikan cat berwarna . Warna airnya berubah-ubah tanpa tanda ada tanda alami sebelumnya. Warna yang berubah-ubah disebabkan oleh proses geokimia di dasar danau yang menghasilkan kandungan zat kimia tertentu di dalam air. Peralihan warna menjadi hijau kemungkinan akibat perubahan gas gunung api atau dampak kenaikan suhu. Warna merah dan coklat tua disebabkan konsentrasi zat besi dan warna hijau lumut mungkin berasal dari biota jenis lumut. 

Festival Danau Kelimutu

Festival Danau Kelimutu dilakukan tiap tahun, biasanya tanggal 14 Agustus. Pameran yang menyuguhkan kuliner dan kerajinan tangan ini diakhiri dengan upacara adat Pati Ka di Danau Kelimutu. Pati Ka berarti memberi makan, dimana pemberian makan ditujukan untuk para leluhur Danau Kelimutu yang terdiri dari daging babi dan moke (minuman tradisional). Acara adat diawali dengan tarian adat 'tari gawi', kemudian peletakan sesaji untuk leluhur. 

Ritual ini juga sebagai ungkapan rasa syukur atas tahun kemarin melalui doa serta meminta berkat, kesejahteraan, kesehatan dan kehidupan yang baik di tahun mendatang. Festival ini menghormati tradisi ritual Pati Ka Du’a Bapu Ata Mata dari kelompok etnis Lio di Flores.

Suasana Danau Kelimutu bervariasi, tidak hanya perbedaan dan perubahan warna, tetapi juga karena cuaca. Tidak aneh jika tempat keramat ini menjadi legenda yang sejak lama berlangsung turun temurun, sehingga masyarakat setempat percaya bahwa tempat ini sakral. 
Danau Kelimutu Ende
Cheers...

Tips Wisata di Danau Kelimutu :
  1. Waktu terbaik untuk mengunjungi Danau Kelimutu adalah menjelang matahari terbit. 
  2. Gunakan perlengkapan safety seperti sepatu atau sandal gunung, jaket, kerpus dan sarung tangan karena di puncak sangat dingin ketika menjelang pagi.
  3. Biasanya ada penjaja makanan di area puncak yang menjual minuman seduh.
  4. Tetaplah berjalan di jalan setapak yang sudah ditentukan.
  5. Berhati-hatilah saat mengambil foto di area danau. Meski telah dibuat pagar pengaman, biasanya masih ada yang melewati batas aman untuk mengambil foto.
  6. Lebih baik tidak ke arah danau menjelang siang karena cuaca yang panas dan biasanya area danau sudah tertutup kabut setelah jam 8. Namun, tergantung kondisi cuaca juga.
  7. Hormati tempat yang dianggap sakral ini dengan tidak merusak apapun di area wisata.
  8. Sebagai Taman Nasional, jagalah kebersihan di area wisata Danau Kelimutu dengan tidak membuang sampah sembarangan dan melakukan vandalisme.

Read More

14 Tempat Wisata di Jogja yang Eksotis dan Super Keren

Tempat Wisata Terbaru di Jogja. Jogja, kota yang dikenal dengan kuburan para raja ini tidak saja menyajikan wisata budaya yang sudah tersohor, namun juga masih menyimpan berbagai wisata menarik yang selalu mengundang decak kagum para wisatawan. Budaya Jawa yang masih kental menjadikan Jogja sebuah tempat yang cukup fenomenal. Wisata budaya, edukasi, sejarah hingga wisata alam tersaji dengan apik di sekelilingnya. Mendengar banyak jenis wisata yang berada di kawasannya, siapa yang tidak tertarik berkunjung ke Kota Gudeg ini?

Jogja yang dulu dikenal dengan Pantai Parangtritis dan Marlboro'nya, lambat laun mulai berkembang. Wisata-wisata baru mulai dibangun dan didesain unik. Yah... karena menikmati Jogja, tidak hanya di kota saja. Ada berbagai tempat wisata baru di Jogja yang mulai hits karena terkenal dengan spot panorama yang luar biasa.

Berikut ada daftar tempat wisata eksotis terbaru di Jogja :

1. Desa Wisata Kalibiru

Kalibiru merupakan wisata yang paling populer di Kulon Progo. Berada di dataran tinggi, tempat wisata di Jogja ini menyajikan pesona alam dari yang luar biasa. Wisata Alam Hutan Kemasyarakatan berada di Perbukitan Menoreh pada ketinggian 450 mdpl. Sampainya di puncak, akan tampak hamparan hijau perbukitan menorek sekaligus Waduk Sermo, hingga tarian kecil ombak pantai selatan. Menikmati keindahan panorama akan terasa sempurna saat pagi atau sore hari, ketika suasana perbukitan bercumbu dengan sang surya. So, pack your camp tools in here !.
wisata kalibiru
Wisata Kalibiru

2. Hutan Pinus Mangunan

Mendekorasi hutan pinus menjadi tempat wisata?, why not?. Justru suasana alami rimbunnya jajaran pohon pinus, menjadi buruan siapapun yang lelah dengan bisingnya perkotaan. Berlokasi di Desa Mangunan, Kabupaten Bantul, tempat wisata di jogja ini menjadi daya tarik wisatawan karena adanya berbagai dekorasi unik di dalamnya yang menjadi area spot photographer. Selain puluhan kursi kayu yang ditata menyerupai panggung, ada juga rumah pohon, gubug dan beberapa ayunan yang sengaja disediakan untuk menunjang pariwisata di Jogja ini.
hutan pinus mangunan
Hutan Pinus Mangunan

3. Taman Tebing Breksi

Bukit kapur tentu menyajikan pesona guratan tebing putih unik yang terkesan elegan. Taman Tebing Breksi merupakan gaya baru bekas pertambangan yang disulap menjadi tempat wisata menarik di Jogja. Berlokasi di Groyokan, Prambanan, Sleman, tempat wisata tebing breksi ini menyajikan panorama di sekitarnya. Dari atas tebing, bisa terlihat Candi Prambanan, Candi Sojiwan, Candi Barong dan kegagahan Gunung Merapi. But, do'nt forget to enjoy the sunset moment. Tebing yang menyimpan berbagai pahatan unik di dindingnya ini, mempunyai panorama sunset yang menggoda. Penasaran? check it out!.
tebing breksi
Taman Tebing Breksi

4. Jurang Tembelan

Jangan berfikir bahwa jurang selalu terdengar menyeramkan setelah mengetahui tempat widata di Jogja ini. Jurang Tembelan berada di Dukuh Kanigoro, Mangunan, Bantul dan sering disebut dengan wisata alam ala Titanic. Tempat wisata Jurang Tembelan memiliki gardu pandang unik berbentuk kapal yang menyuguhkan pemandangan alam khas pegunungan. Ketika sore, panorama pegunungan berpadu dengan kabut dan cakrawala jingga yang menjadi pembuka tenggelamnya mahari, and this is special moment here! 
jurang tembelan
Jurang Tembelan

5. Puncak Kosakora

Mendengar title 'puncak', jangan berfikir Kosakora adalah sebuah gunung yang tinggi. Puncak Kosakora atau Bukit Kosakora berada di kawasan Pantai Drini, Gunung Kidul sehingga mudah diakses, tapi dengan sedikit perjuangan. Trekking tentu tidak jadi masalah jika di akhir perjalanan tersaji keindahan Jogjakarta. Bukit Kosakora dengan ketinggian sekitar 50 mdpl, dan berlokasi di pinggir laut, pastinya panorama hamparan laut biru dan perbukitan sudah terbayang, apalagi jika momen sunrise dan sunset mulai menggoda. Yah... tak heran banyak wisatawan yang mencoba camp di tempat ini. 
puncak kosakora
Puncak Kosakora

6. Gunung Api Purba Nglanggeran

Tentu sangat menarik berwisata di sebuah gunung purba, karena selain melihat sisi sejarah, tempat wisata di Jogja ini terdaftar di Unesco sebagai warisan dunia. Untuk mencapai puncak gunugn berketinggian sekitar 700 mdpl, sedikit olah raga pastinya tidak terlalu menjadi beban, karena sampai diatas pemandangan alam yang eksotis akan menyambut wisatawan. Dari atas puncak, hamparan alam hijau terpampang jelas, dihiasi Embung Nglanggeran yang sangat mempesona. Pastinya, sunset selalu menjadi momen spesial di ketinggian. Try to camp?, why not !.
Gunung Api Purba Nglanggeran
Gunung Api Purba Nglanggeran

7. Telaga Biru Semin

Bukan hanya pantai dan perbukitan, Jogja menyimpan destinasi unik berupa Telaga Biru Semin. Unik?, ya... banyak yang menyebut telaga ini memiliki sensasi serupa dengan Danau Kelimutu di Flores. Telaga Biru berada di Karangwuni, Semin, Gunungkidul. Telaga ini merupakan cekungan bekas pertambangan kapur yang terisi air hujan. Meski disebut Telaga Biru, ada dua telaga lain yang berwarna hijau dan coklat. So, ready to find photo's spot?.
telaga biru samin
Telaga Biru Samin

8. Bukit Pengilon

Merasakan suasana gunung dan pantai?, Bukit Pengilon bisa menjadi solusi terbaik. Bukit yang ditumbuhi hamparan rumput hijau di bawah Gunung Api Purba Batur dan di sisi lautan luas, tentu membawa kesan menakjubkan bagi wisatawan yang mengunjungi tempat wisata di Jogja ini. Perpaduan nuansa alam dan laut terasa mempesona bagi siapapun yang datang. Meski trekking dari Pantai Watu Lumbung yang tidak mudah, suasana alam yang akan didapat tidak akan sia-sia. Panorama indah akan membuat siapapun enggan beranjak, so, ready to camp?.
bukit pengilon
Bukit Pengilon

9. Pinus Pengger Dlingo

Tidak berbeda dengan tetangganya, si Pinus Mangunan, tempat wisata Hutan Pinus Pengger Dlingo juga telah menjadi tempat wisata yang hits di Jogja. Berada di Dusun Sendangsari - Kabupaten Bantul, lokasinya yang berada di ketinggian menjadikan hutan pinus ini tempat yang tepat untuk menikmati suasana alam ketika siang maupun malam hari. Selain berbagai spot gardu pandang dari ranting kayu yang dibangun sedemikian unik, ada pula Goa Macan, Goa Lampeng dan Watu Ngadeg. Selain menikmati udara alam sejuk hutan pinus, menikmati gemerlap perkotaan di malam hari, tentu sangat menarik and so romantic ! 
Pinus Pengger Dlingo
Pinus Pengger Dlingo


10. Kebun Buah Mangunan

Kesejukan alami ditambah pemandangan yang luar biasa, adalah sekilas bonus di Kebun Buah Mangunan. Tempat wisata yang berada di Mengunan, Kabupaten Bantul ini menyuguhkan pemandangan luar biasa. Perbukitan, lembah Sungai Oya yang berkelok dan selimut kabut yang eksotis menjadikan tempat ini disebut sebagai negeri di atas awan'nya Bantul. Merupakan agrowisata, menikmati hamparan alam eksotis dengan sajian buah, tentu cukup menggiurkan, bukan !
kebun buah mengunan
Kebun Buah Mangunan

11. Bukit Panguk

Panorama di atas awan adalah godaan wajib ketika berada di Jogja. Bukit Panguk merupakan salah satu destinasi wisata indah yang perlu dicoba. Bukit Panguk Kediwung ini masih satu kawasan dengan Kebun Buah Mengunan dengan suguhan khas alam pegunungan. Waktu yang tepat berkunjung ke tempat wisata di jogja ini adalah ketika pagi hari. Pemandangan alam pegunungan hijau berbalut putih akan sangat memanjakan mata. How the beautiful sea of fog
bukit panguk
Bukit Panguk

12. The Lost World Castle

Berada di Desa kepuharjo, Kabupaten Sleman, The Lost World Castle yang sering disebut Benteng Takhesi'nya Sleman ini mulai menjadi daya tarik para wisatawan. Bangunan unik berbentuk castil ini merupakan daerah paling parah terkena dampak erupsi Gunung Merapi tahun 2010. Bertahun-tahun berselang, bangunan unik ini muncul, menyajikan benteng ala Tembok Besar China sampai situs ala Stonehenge Inggris. Berada di bawah kaki Gunung Merapi, pemandangan tempat wisata di Jogja ini sangat indah, tak heran tempat wisata The Lost World Castle mulai ramai wisatawan. Want to go?
The Lost World Castle
The Lost World Castle

13. Kedung Pedut 

Teletak di dasar lembah dari dua tebing tinggi di pegunungan Menoreh, itulah sekilas gambaran Kedung Pedut, sebuah air terjun terpencil nan cantik di Dusun Kembang, Kulonprogo. Selain posisinya yang strategis di tengah alam, adanya dua warna yang menghiasi air tejun ini merupakan pesona unik yang menjadikan air terjun ini begitu cantik. Warna putih jernih dan hijau tosca terjadi alami apa adanya, pertanda kondisi alam yang sangat baik. Tak ada salahnya mencoba kolam alami di area tempat wisata Jogja ini. Wow, lets refresh your body here !
Kedung Pedut
Kedung Pedut

14. Green Village Gedangsari

Green Village Gedangsari bisa menjadi tempat tempat penutup dari segala kepenatan seharian. Tempat wisata ini berada di Guyangan Lor, Mertelu Gedangsari dan kini mulai banyak dikunjungi wisatawan terlebih untuk menunggu sunset sembari beristirahat. Letaknya yang berada di atas bukit, menjadikan tempat wisata di Jogja ini ccok untuk menghabiskan waktu senggang. Ketika siang, hamparan pemandangan hijau perbukitan siap memanjakan mata, sedangkan ketika malam, gemerlap lampu kota akan menjadi sajian wajib yang cukup elegan untuk dinikmati. Selain itu, jangan melewatkan panorama sunrise maupun sunset yang sangat mempesona. Yah... mungkin siapapun betah disini seharian penuh. Yay!
Green Village Gedangsari
Green Village Gedangsari

Itulah 14 tempat wisata di Jogja yang menyajikan pesona alam luar biasa yang tidak indah dari sekedar spot foto. Hm... tertarik?, come in, They're waiting.

Read More