Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

Peralatan Panjat Tebing dan Fungsinya

Peralatan Panjat Tebing dan Fungsinya. Panjat Tebing merupakan olah raga outdoor yang terbilang extrim yang dapat mengancam nyawa jika melakukan kesalahan yang salah satunya adalah safety procedur. Pengetahuan tentang peralatan panjat tebing serta fungsinya perlu diketahui oleh penggemar olahraga wall climbing maupun rock climbing.

Peralatan yang digunakan untuk panjat tebing memang tidak sedikit, itu karena peralatan tersebut berfungsi sangat penting untuk keamanan penggunanya. Berikut peralatan panjat tebing dan fungsinya :

1. Kernmantle Rope (Tali Karmantel)

Tali adalah peralatan penjat tebing yang wajib karena fungsinya sebaggai pengaman apabila terjatuh sampai menyentuh tanah (freefall). Tali karmantel dibagi tiga yaitu statis, dinamis dan semi statis yang masing-masing mempunyai kelenturan dan fungsi yang berbeda.
Tali Karmantel
  • Tali Statis mempunyai kelenturan 15-20%, standart yang digunakan 10,5 mm. Digunakan untuk rappeling atau saat turun dari ketinggian. 
  • Tali Dinamis mempunyai kelenturan 30%. Dengan daya lentur yang tinggi, tali karmantel dinamis memiliki daya kejut yang tinggi sehingga cocok untuk kegiatan climbing atau rock climbing. 
  • Tali Semi Statis mempunyai kelenturan di tengah statis dan dinamis. Tali semi statis selain cocok untuk rappeling dan climbing, biasanya digunakan untuk kegiatan rescue karena karakter tali statis dan dinamis. 

2. Hardness

Hardness merupakan alat penopang tubuh yang terikat di pinggang sebagai pengaman yang nantinya dihubungkan dengan tali. Berdasarkan bentuknya, hardness dibagi tiga yaitu seat hardness, chest hardness dan full body hardness. Full body hardness melilit di seluruh tubuh dan dilengkapi sangkutan alat di sekeliling pinggang. Sering digunakan di medan salju. Seat Hardness lebih sering dipakai karena tidak mengganggu pergerakan pendaki. Selain itu seat hardness bisa dibuat dari webbing (belt) yang dikombinasikan dengan figure of eight sling.
Hardness

3. Carabiner

Carabiner adalah cincin kait yang menghubungkan alat satu dengan yang lain seperti antara tali dengan pemanjat, tali dengan tali dan juga pemanjat dengan anchor sebagai pengaman. Terbuat dari aluminium alloy yang ringan dan mempunyai kekuatan tinggi. Kekuatan carabiner terletak pada pen yang ada, jika pen sudah longgar maka sebaiknya tidak dipakai.
Carabiner
Berdasarkan bentuknya ada dua jenis carabiner yaitu carabiner screw gate (menggunakan kunci pengaman) dan carabiner snapgate (tidak berkunci).

4. Ascender

Ascender merupakan alat untuk membantu pemanjat menaiki lintasan tali. Ascender akan semakin mengunci apabila diberi bebas dan akan melonggar bila tidak diberi beban.
Ascender
Menurut pegangannya dibagi dua yaitu Heandle Ascender ( SRT, Petzl Expedition dan Ascention) dan Non heandle ascender (Petzl Basic, Croll, Gibbs Shunt). Menurut prinsip kerja gigi'nya ada dua yaitu Sprung cam (Petz Basic dan Croll) dan cam loaded (Gibbs Shunt dan Hiebler).
Baca Juga :

5. Descender

Descender merupakan alat untuk membantu pemanjat menuruni tali (Abseiling, rappeling). Fungsinya adalah menahan laju alat dengan tali untuk menjaga agar pendaki tidak meluncur bebas. Berdasarkan cara kerjanya dibagi dua macam yaitu automatis dan manual.

Jenis descender seperti : 
  • Figure of eight 
  • Autostop 
  • Grigri 
  • Shunt
Descender

6. Webbing

Webbing merupakan alat panjat tebing berbentuk pipih seperti pita, terbuat dari nylon, tidak terlalu kaku dan lentur. Webbing memiliki panjang standart 5 meter dan memiliki beberapa fungsi yaitu bisa digunakan sebagai hardness, pengikat di tubuh maupun anchor.
Webbing

7. Hammer

Hammer berfungsi untuk menanam dan melepas piton pada celah, memaku bolt. Ujungnya berfungsi mengencangkan mur saat memasang hanger.
Hammer

8. Piton

Piton merupakan paku tebing. Berdasarkan jenisnya ada 2 jenis piton yaitu jenis blade dan angel dengan fungsi yang berbeda. Jenis Blade berbentuk pipih yang digunakan untuk celah sempir, sedangkan angel untuk celah yang lebih besar. Cara pemasangannya adalah menyelipkan pada celah dan dipukul dengan hammer.
Piton

9. Hanger

Hanger berfungsi sebagai anchor untuk pengaman waktu pemanjatan dan biasa digunakan untuk tebing yang sedikit memiliki natural anchor.
Hanger

10. Chock and Friend

Chock adalah alat yang dimasukkan ke celah batu sehingga terjepit dan bisa menahan berat badan dari arah tertentu. Chock mempunyai tiga bentuk yaitu segi enam (hexentric), simetris (stopper) dan paruh burung (trieams). Karena bentuk yang terbatas, diciptakan alat pengapit yang disebut friend yang bisa menyesuaikan bentuk dengan celah tebing.
Chock and Friend

11. Chalk Bag (kantung magnesium)

Berguna untuk tempat magnesium yang berguna sebagai anti keringat agar tangan pemanjat tidak basah saat proses pendakian.
Chalk Bag

12. Sepatu

Untuk panjat tebing, ada dua jenis sepatu khusus yang digunakan yaitu sepatu yang kejur (kaku dan keras) dan sepatu yang lentur. Sepatu panjat tebing memiliki kelenturan karet yang kuat sehingga memudahkan dalam proses pemanjatan.
Sepatu Panjat Tebing
Beberapa peralatan panjat tebing di atas bisa dijadikan referensi juga untuk melakukan pendakian gunung yang juga memerlukan perlengkapan untuk panjat tebing seperti Gunung Raung maupun Gunung Parang. Selamat Mendaki!

Baca Juga :
5 Penyebab Umum Kematian di Alam Bebas
Pendakian Gunung Lemongan 1.676 mdpl via Klakah
Pendakian Gunung Panderman 2.045 mdpl via Dukuh Toyomerto


Read More

18 Peralatan Penting Mendaki Gunung yang Wajib Dibawa

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung. Kegiatan mendaki gunung kini banyak digemari berbagai kalangan usia khususnya muda-mudi yang suka berpetualang ke alam bebas. Berpetualang di alam bukan layaknya jalan sehat ataupun olah raga biasa. Bagaimanapun juga, pendakian gunung  bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan juga berbahaya. Tidak sedikit kasus kematian di gunung yang disebabkan karena kecelakaan dan kurang safety'nya peralatan pendakian. Tidak peduli sudah berpengalaman atau masih baru menyapa alam bebas, peralatan pendakian gunung harus disiapkan dan dibawa serta.

Tidak semua pendaki memiliki peralatan pendakian gunung yang lengkap, itulah kenapa jasa penyewaan perlengkapan outdoor banyak dibutuhkan diakhir pekan atau menjelang libur panjang. Peralatan mendaki gunung pastinya ada banyak item, karena mendaki gunung seperti berpindah hunian ke alam bebas. Jadi, peralatan dan perlengkapan mulai dari tidur, makan hingga keamanan diri harus dipersiapkan ditambah dengan fisik dan mental yang baik.

Berikut daftar perlengkapan mendaki gunung yang penting ketika melakukan kegiatan di alam bebas :

1. Tenda

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung
Tenda 
Tenda merupakan hunian sementara ketika berada di alam bebas. Ada banyak jenis dan merk tenda yang bisa dipilih untuk kenyamanan dan keamanan ketika mendaki gunung. Untuk memilih tenda, sesuaikan dengan kondisi, seperti kapasitas, berat dan model (single layer/double layer). Tenda dome menjadi favorit para petualang dengan berbagai ukuran dan model.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih tenda, yaitu model, daya tampung, lapisan (waterproof atau tidak), kemudahan dipacking dan berat tenda. Jika tenda single layer atau double layer tetapi tidak waterproof, maka lapisi dengan flysheet.

2. Perlengkapan Masak

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung
Perlengkapan Masak
Energi merupakan hal penting dalam segala aktivitas, untuk itulah kenapa logistik sangat diperlukan dalam pendakian. Logistik bisa dibawa dari rumah, atau memanfaatkan logistik alam yang biasanya dimanfaatkan saat survival. Membawa logistik sendiri merupakan hal paling aman dan simple, kemudian memasak dalam kabut dingin, hm....

Kondisi dingin di gunung harus diimbangi dengan sesuatu yang hangat untuk mencegah hipotermia ataupun untuk memasak makanan favorit ala rumahan,  dan tidak sekedar mie instan. Perlengkapan masak mendaki gunung yaitu nesting dan kompor. Sedangkan untuk bahan bakar bisa menggunakan minyak ,gas atau parafin. Sebaiknya tidak menggunakan minyak karena rawan tumpah yang bisa membuat kebakaran. 

3. Tas (Carrier, Daypack)

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung
Tas Carrier
Tas sangat diperlukan jika ingin membawa barang sendiri. Meskipun barang dibawa oleh teman setim, tas memang harus dibawa. Bukan sekedar untuk formalitas, tapi untuk menyimpan barang pribadi lainnya. Untuk membawa semua perlengkapan mendaki gunung, mencakup barang kelompok dan barang pribadi, maka tas carrier wajib dibawa. 

Tas gunung memiliki desain khusus dan beberapa bagian yang tidak ada di tas-tas biasa. Ada berbagai ukuran tas carrie mulai 40 L hingga 100 L. Untuk penggunaan tas carrier, jangan terpaku pada ukuran tas tetapi sesuaikan dengan kebutuhan. Jika barang bawaan tidak banyak dan tidak memerlukan carrier, maka bisa menggunakan daypack. Jangan lupa untuk kelengkapan tas seperti cover tas yang berguna melindungi hujan (cover waterproof) dan melindungi dari panas dan kotor. Jika tidak membawa jas ponco, sebaiknya jangan lupakan cover waterproof.

4. Sepatu

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung
Sepatu Outdoor
Jangan ikut-ikutan masyarakat sekitar gunung yang menggunakan sandal jepit untuk mendaki gunung. Sepatu gunung adalah perlengkapan wajib yang harus digunakan ketika mendaki gunung. Meski banyak yang beralih menggunakan sandal gunung, sepatu gunung lebih memberikan keamanan ketika ada di alam bebas. Mungkin tidak masalah jika trek yang dilalui hanya jalan setapak biasa. Jika jalur terjal, berpasir dan licin, mengganti sandal ke sepatu ketika menemui situasi tertentu pasti akan membuang-buang waktu pendakian. So, take your comfort.

5. Matras

Matras berfungsi sebagai alas, entah alas tidur maupun alas duduk-duduk. Matras memiliki permukaan yang tebal, sehingga aman digunakan untuk alas tidur, mengingat permukaan tanah pasti tidak rata dan bercampur dengan kerikil yang akan mengurangi kenyamanan saat tidur. Matras biasanya digantikan dengan aluminium foil yang lebih memberikan kehangatan karena sifatnya yang memantulkan panas. Bagaimana agar nyaman?. Bawa keduanya. 

6. Sleeping Bag

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung
Sleeping Bag
Mungkin sleeping bag lebih berguna daripada selimut atau sarung. Packing'an yang ringkas, tidak banyak makan tempat di dalam tas dan manfaat yang maksimal, membuat sleeping bag harus dibawa ketika mendaki gunung. Ada banyak jenis sleeping bag berdasarkan bahan dan ketebalannya. Umumnya sleeping bag berasal dari serat sintetis yang lebih awet dibanding dari bulu angsa, tetapi bulu angsa yang tentunya lebih hangat. Sedangkan dari serat sintetis ada tiga jenis yaitu polar, dacron dan polar-dacron.

7. Jaket

Jaket bukanlah perlengkapan mendaki gunung yang wajib, tetapi kebutuhan. Ada beberapa tipe orang yang tahan terhadap dingin sehingga tidak terlalu butuh jaket dan menggantinya dengan pakaian lengan panjang. Sebagian lagi membutuhkan jaket untuk melindungi diri dari hawa dingin. Meski ada yang tidak terlalu membutuhkan jaket di gunung, membawa jaket tetaplah perlu. Siapapun tidak tahu apa yang akan terjadi dalam perjalanan dan bukankah safety dan menjada suhu tubuh tetap hangat itu lebih baik?.

Memilih jaket tidak perlalu terlalu tebal yang malah memakan ruang di dalam tas. Saat ini, banyak produsen peralatan outdoor yang merancang jaket tipis yang anti angin, waterproof, dan dapat menjaga suhu tubuh agar tetap hangat. 

8. Sarung Tangan

Sarung tangan merupakan peralatan mendaki gunung yang memiliki fungsi sebagai pelindung dan penghangat tangan. Sarung tangan akan melindungi dari gigitan serangga, sengatan matahari, hawa dingin dan permukaan yang kasar. 

9. Pelindung kepala

Pelindung kepala sangat berguna ketika melakukan pendakian di saat siang ketika panas terik dan malam ketika hawa dingin menyerang. Ada dua jenis pelindung kepala yang bisa digunakan untuk mendaki gunung, yaitu kupluk dan topi. Topi melindungi kepala dari panas terik matahari dan kupluk melindungi dari dinginnya angin malam. Biasanya pendaki ada yang menggunakna buff untuk pengganti kupluk.

10. Gaiters

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung
Gaiters
Penggunaan gaiters pada pendakin berfungsi untuk melindungi kaki saat melintasi jalur di semak berduri, semak basah, medan pasir atau kerikil. Gaiters akan menghalangi pasir dan kerikil masuk ke dalam sepatu yang membuat pendakian tidak nyaman. Selain itu gaiters juga bisa menjadi penghangat kaki saat pendakian malam. 

11. Jas Hujan

Hujan atau tidak, jas hujan memang perlu dibawa. Selain berguna saat musim hujan, jas hujan bisa berfungsi sebagai penghangat layaknya jaket waterproof. Ada jas hujan khusus outdoor yang dirancang memiliki berat ringat dan tipis, sehingga tidak terlalu makan tempat di dalam tas. Ada juga jas ponco yang memiliki fungsi ganda untuk membangun bivak atau tenda darurat. Ada berbagai Bentuk Shelter dari Jas Hujan yang Mudah Dibuat jika membawa jas hujan ponco. Selain itu bentuknya yang lebar juga bisa sekalian melindungi tas carrier di punggung saat hujan.  

12. Trekking Pole

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung
Trekking Pole
Sebagian besar pendaki mungkin masih enggan menggunakan trekking pole. Membawa peralatan mendaki gunung satu ini sangatlah penting dalam pendakian terutama ketika ada di medan berpasir yang membutuhkan lebih besar tumpuan. Trekking pole memiliki fungsi untuk menyangga berat tubuh, meminimalisir nyeri lutut dan memberikan keseimbangan saat melintasi trek yang curam. Dengan banyak siasat lain, trekking pole bisa berguna dalam banyak hal, seperti menjadi tiang flysheet dan sebagainya.

13. Senter dan Headlamp

Penerangan sangat diperlukan ketika berada di kegelapan alam bebas untuk memudahkan aktivitas pendakian maupun aktivitas lainnya. Penerangan bisa menggunakan senter dan headlamp. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Ketika menggunakan senter, otomatis salah satu tangan tidak akan leluasa, tetapi bebas mengarahkan penerangan kemanapun. Sedangkan menggunakan headlamp, kedua tangan bebas dan leluasa untuk berpegangan  saat melintasi trek terjal maupun memegang trekking pole, tetapi arah sorotan sinar tidak bebas dan mengikuti arah kepala. 

14. Hammock

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung
Hammock
Hammock merupakan peralatan mendaki gunung pelengkap yang tidak begitu dibutuhkan karena kebanyakan fungsinya hanya untuk bersantai. Pada dasarnya, hammock digunakan suku Maya untuk melindungi diri dari binatang di hutan seperti ular, tikus, dst. Jika tidak membawa tenda, hammock dan flysheet bisa digunakan untuk membuat tempat tidur menggantung yang cukup aman meski sedikit tidak nyaman. Hammock juga cocok digunakan saat beristirahat, namun tidak camp ditempat.


15. Tali (karmantel, webbing, tali rafia, tali pramuka)

Tali dibutuhkan dalam setiap pendakian. Tali memiliki banyak fungsi seperti untuk mengikat flysheet ke pasak, menjemur pakaian, penanda jejak, naik turun tebing dan sebagainya. Untung penggunaannya, jenis tali tentu berbeda. Khusus untuk melakukan pemanjatan tebing seperti trek di Jalur Pendakian Gunung Raung, tali karmantel dan webbing wajib dibawa dengan Peralatan Panjat Tebing lainnya. Sedangkan untuk kebutuhan ringan, bisa membawa tali rafia atau tali pramuka. 


16. Kacamata dan Masker

Kacamata berguna untuk melindungi mata dari silau sinar matahari dan dari debu yang diakibatkan oleh angin gunung. Masker berguna untuk melindungi pernafasan dari debu, bau menyengat maupun bau berbahaya seperti asap belerang dari kawah gunung. Biasanya kacamata dan masker digunakan pada pendakian gunung berapi yang memiliki trek berpasir seperti Gunung Semeru, Gunung Kerinci, Gunung Rinjani, Gunung Merapi maupun gunung berapi aktif lainnya. 

17. Survival Kit

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung

Banyak sebagian besar pendaki gunung yang tidak memperhitungkan Survival Kit di dalam peralatan mendaki gunung. Survival Kit diperlukan dalam kondisi darurat, seperti tersesat, kecelakaan dan yang lain. Ada berbagai Survival Item yang wajib dibawa saat pendakian. Pastikan membawa Survival Item ketika melakukan pendakian khususnya dalam jangka waktu lama. 


18. Kantong Sampah / Trashbag

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung
Trashbag
Layaknya slogan "Bawa Turun Sampahmu", jangan lupakan trash bag saat melakukan pendakian. Sebagai tamu di alam bebas, tentu jangan pernah meninggalkan sampah non organik di alam bebas. Selain berbahaya untuk habitat satwa liar, juga berbahaya bagi lingkungan. Jika belum digunakan, trash bag bisa digunakan sebagai sleeping bag untuk menambah panas. Biasanya, banyak pendaki yang melapisi bagian dalam tas carrier dengan trashbag untuk mengantisipasi barang bawaan basah jika cuaca hujan. 

Masih banyak perlengkapan dan peralatan lain yang perlu dibawa saat berpetualang ke alam bebas, seperti alat navigasi yang tidak semua pendaki bisa melakukannya, jam tangan, water bladder dan sebagainya. 18 Peralatan  dan perlengkapan mendaki gunung tersebut adalah perlengkapan umum yang wajib dibawa oleh pendaki pemula maupun pendaki profesional agar kegiatan pendakian bisa berlangsung aman dan nyaman. 

Read More

Mengenal 10 Gunung Tertinggi di Jawa Timur

10 Gunung Tertinggi di Jawa Timur. Pulau Jawa merupakan bagian dengan cincin api, sehingga banyak gunung berapi di seluruh bagian Pulau Jawa. Banyaknya titik gunung-gunung di Pulau Jawa menyebabkan pulau ini kaya akan sejarah, mengingat gunung adalah tempat suci pada jaman dahulu. Jawa Timur adalah salah satu provinsi yang memiliki jumlah gunung paling banyak di Indonesia. Jawa Timur memiliki 181 gunung diatas ketinggian 1.000 mdpl. Dari gunung-gunung tersebut, hanya ada beberapa yang populer di kalangan pendaki maupun wisatawan.

Gunung-gunung besar di Jawa kebanyakan berupa gunung berapi yang masih aktif, tak berbeda dengan Jawa Timur. Selain di kenal keindahannya, Jawa Timur dikenal menyajikan trek pendakian yang menantang karena hampir semua gunungnya memiliki sejarah dan title, seperti gunung tertinggi, terpanjang dan tersulit disebut-sebut berada di Jawa Timur. Sehingga, siapa pendaki yang tidak tergiur untuk mencoba salah satunya?. 

Berikut 10 gunung tertinggi di Jawa Timur :

Gunung Semeru berada di antara Kab. Malang dan Kab.Lumajang Jawa Timur. Dengan tinggi 3.676, Gunung Semeru adalah gunung tertinggi di Jawa dan merupakan gunung berapi tertinggi ke 3 di Indonesia. Gunung yang sangat gagah ini mendapat julukan tempat abadi para dewa, sehingga pendaki pasti ingin mendaki gunung tertinggi di Jawa ini.
10 Gunung Tertinggi di Jawa Timur
Gunung Semeru
Gunung Semeru memiliki Danau Ranu Kumbolo yang sangat fenomenal dan menjadi tujuan selain puncak Mahameru. Gunung aktif dengan trek pasir yang meletus tiap 20 menit ini cukup berbahaya dan banyak memakan korban sejak 1969 (Soe Hok Gie), sehingga pendakian ke puncak tidak dianjurkan. 

Gunung Raung Berada di tiga kabupaten yaitu Kab. Besuki, Kab. Banyuwangi dan Kab.Bondowoso. Nama gunung yang memiliki tinggi 3.344 mdpl ini terdengar garang, seperti trek yang disajikan. Gunung Raung merupakan gunung aktif dengan title gunung tersulit di Jawa, karena teknik panjat tebing dibutuhkan di jalur pendakian hingga ke puncak. 
10 Gunung Tertinggi di Jawa Timur
Gunung Raung
Gunung Raung memiliki kaldera luas yang kadang masih terdengar suara gelegar dan aktivitas vulkanisnya. Puncak Sejati adalah puncak tertinggi Gunung Raung. Gunung ini tidak menyajikan trek pasir, tetapi bebatuan terjal dan jurang-jurang dalam yang harus dilalui. Berani?

Gunung Arjuno berada di Malang dan memiliki 3 jalur pendakian resmi. Gunung Arjuno memiliki ketinggian 3.339 mdpl dan merupakan yang tertinggi di gugusan Pegunungan Arjuno - Welirang. Sesuai namanya, gunung ini berdiri gagah dan menyimpan sedikit legenda tentang tokoh wayang tersebut. 
10 Gunung Tertinggi di Jawa Timur
Gunung Arjuno
Puncak Ogal-Agil adalah nama puncak Gunung Arjuno yang ditandai dengan batuan-batuan besar. Hal yang menarik di Gunung Arjuno adalah adanya Alas Lali Jiwo yang terdengar mistis dan telah menjadi mitos pada pendaki.

Gunung Lawu berada di batas antara Jawa Timur dan Jawa Tengah. Gunung dengan tinggi 3.625 mdpl ini begitu disakralkan karena terkait dengan Kisah Prabu Brawijaya, sekaligus adanya petilasan raja terakhir Majapahit itu di puncak. Di sekitar lerengnya juga ada beberapa sisa-sisa reruntuhan yang disebut Pasar Dieng. 
10 Gunung Tertinggi di Jawa Timur
Gunung Lawu
Hargo Dumilah adalah puncak tertinggi dari tiga puncak Gunung Lawu. Selain menyajikan pemandangan yang memikat mata dan beberapa tempat untuk ziarah, di puncak Gunung Lawu ada sebuah warung yang mendapat title warung tertinggi di Indonesia bernama warung Mbok Yem. Sangat meringankan beban para peziarah dan pendaki.

Gunung Welirang berada di Malang dan bersebelahan dengan Gunung Arjuno. Gunung ini memiliki tinggi 3.156 mdpl dan memiliki kawah belerang aktif yang masih ditambang hingga saat ini. Pendakian ke Gunung Welirang biasanya dilanjutkan dengan pendakian ke Gunung Arjuno
10 Gunung Tertinggi di Jawa Timur
Gunung Arjuno - Welirang
Gunung Welirang menyajikan trek makadam yang berakhir dengan trek pasir padat di area puncak. Area yang panas bercampur belerang tentu membuat pendaki tidak bisa berada di puncak terlalu lama.

Gunung Argopuro berada di Kabupaten Situbondo dan memiliki ketinggian 3.088 mdpl. Gunung ini sangat menarik karena menyimpan sejarah nasional sekaligus Legenda Dewi Rengganis. Gunung yang mendapat title jalur pendakian terpanjang di jawa ini memiliki sisa-sisa sejarah yang bisa dilihat dipuncaknya. 
10 Gunung Tertinggi di Jawa Timur
Gunung Argopuro
Gunung Argopuro menyajikan trek indah dengan adanya savana luas sekaligus Danau Taman Hidup. Gunung ini memiliki dua puncak yaitu Puncak Rengganis dan Puncak Argopuro. Adanya sejarah kelam sekaligus legenda yang melekat kuat, gunung ini dikenal angker di kalangan para pendaki dan masyarakat.

7. Gunung Suket

Gunung Suket berada di Kawasan Pegunungan Ijen dengan tinggi 2.950 mdpl. Meski ada di sebelah Gunung Raung dan bisa didaki dari jalur Sumber Waringin, jalur pendakian resmi Gunung Suket belum ada. Jadi, jika ingin mendaki ke Gunung Suket, harus mengajak warga sekitar sebagai penunjuk jalan. 
10 Gunung Tertinggi di Jawa Timur
Gunung Raung - Suket

Dengan ketinggian 2.868 mdpl, Gunung Butak merupakan puncak tertinggi di gugusan Pegunungan Putri Tidur. Gunung Butak berada di perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar. Gunung Butak memiliki savana indah dan panorama alam yang cukup indah. Meski tidak sepopuler nama gunung-gunung yang lain, Gunung Butak menyajikan trek pendakian yang tidak mudah untuk sampai di puncaknya.
10 Gunung Tertinggi di Jawa Timur
Gunung Butak

Gunung Ijen berada di Kab.Bondowoso dan Kab.Banyuwangi. Gunung berketinggian 2.799 mdpl ini memiliki kawah belerang yang sangat terkenal di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara karena kawahnya menghasilkan api biru alami. Api biru alami hanya ada dua di dunia, salah satunya di Kawah Ijen
10 Gunung Tertinggi di Jawa Timur
Gunung Ijen
Selain Fenomena Api Biru Kawah Ijen  yang bisa dilihat saat dini hari. Pemandangan alam di area Kawah Ijen sangatlah indah, terlebih ketika air kawah berwarna tosca berpadu dengan lereng gunung yang putih ditambah sinar jingga mentari yang mulai muncul. It's amazing !

10. Gunung Merapi

Bukan hanya di Jawa Tengah, Jawa Timur juga memiliki Gunung Merapi. Gunung Merapi ini bersebelahan dengan Gunung Ijen dengan tinggi 2.799 mdpl. Meski sejalur dengan jalur ke Kawah Ijen, Gunung Merapi ini tidak boleh didaki untuk menjaga ekosistem di dalamnya.
10 Gunung Tertinggi di Jawa Timur
Gunung Merapi
Itu adalah 10 gunung tertinggi di Jawa Timur yang kebanyakan sangat memikat mata bagi wisatawan maupun para pendaki. Gunung-gunung dengan trek, kesulitan dan keindahan yang berbeda itu tentu saja selalu menarik minat para pendaki. Sehingga, banyak aturan umum yang digunakan agar ekosistem alam tetap terjaga. So, where to go?

Read More

Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango

Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango. Gunung Gede - Pangrango merupakan salah satu dari 5 taman nasional yang pertama di Indonesia. Tak heran jika keaslian alam di kawasan Taman Nasional Gunung Gede - Pangrango (TNGGP) ini sangat dijaga dan dilindungi. Dulu kawasan TNGGP menjadi tujuan banyak peneliti yang tertarik dengan kekayaan dan keindahan alam Gunung Gede - Gunung Pangrango. Sekarang?, tentu saja menjadi tujuan banyak pendaki gunung.


Untuk tetap menjaga kekayaan alam kawasan Gunung Gede - Gunung Pangrango ditambah membeludaknya minat para pendaki untuk mengeksplore keindahan alamnya, pihak TNGGP'pun membatasi pendakian 600 orang perhari. Tidak jauh beda dengan Pendakian Gunung Semeru. Jadi, tidak peduli darimana asal pendaki mulai dari Sabang hingga Merauke, disarankan boking online lebih dahulu. 

Biasanya pada akhir pekan, boking pendakian H-30 sudah full kuota. Apalagi jika hari liburan panjang, boking H-2 bulan sudah full kuota untuk semua 3 jalur resmi. Lalu bagaimana melakukan boking online?

Berikut cara boking online pendakian Gunung Gede - Pangrango :

1. Masuk ke http://booking.gedepangrango.org

Akan muncul halaman depan web resmi TNGGP. Bacalah dengan seksama ketentuan umum pendakian yang cukup panjang.

Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango
  • Kotak sandi pada bagian atas bisa diisi untuk kode boking yang telah didapat setelah konfirmasi pendaftaran selesai. 
  • Untuk pendaftar yang umur <17 tahun bisa download form surat ijin orang tua pada point no.6 (dilingkar merah).
Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango
  • Peta 3 jalur pendakian Gunung Gede - Gunung Pangrango via Cibodas, Gunung Putri dan Salabintana bisa di download di point B.2 (dilingkari merah). 
  • Setelah konfirmasi pendaftaran, pembayaran tiket masuk bisa di transfer pada nomer rekening yang tertera di poin A.9 (kotak merah)
Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango
  •  Form isian barang bawaan bisa di download  di poin B.4 (lingkar merah).
  • Setelah selesai, centang untuk menyetujui lalu klik DAFTAR.


2. Pilih tanggal pendakian sesuai kuota

Akan muncul halaman 'Kuota Pendakian Gunung Gede- Pangrango'. Disini tertera waktu dan kuota lengkap seluruh pendakian di TNGGP, mulai dari kuota maksimal, sisa kuota, dan waktu penutupan pendakian.
Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango
Pilih waktu pendakian yang masih tersedia (berwarna hijau). Waktu pendakian Gunung Gede - Gunung Pangrango bisa dipilih maksimal H-2 bulan.

3. Isi form pendaftaran

Setelah menentukan tanggal, isi form pendaftaran yang tertera pada halaman berikutnya.
Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango
  • Isi tujuan pendakian yaitu double mount Gunung Gede - Gunung Pangrango, Gunung Gede ataupun Gunung Pangrango.
  • Jika lintas, tentukan jalur keluar yang ingin dilalui dan rencanakan waktu pendakian dengan matang.
  • Wajib mengisi kolom 'Harus diisi' dengan data yang benar.
  • Kemudian klik 'simpan'.
Seperti ketentuan yang sudah disetujui di awal, minimal anggota pendakian adalah 3 orang dan maksimal 10 orang. Jadi jika tim kurang dari 3, boking online pendakian Gunung Gede - Pangrango tidak bisa dilakukan.
Jika melakukan lintas jalur tetapi ketika turun tidak sesuai dengan data, atau kembali ke jalur masuk, bisa langsung melapor ke pos pendaftaran setelah turun.

4. Konfirmasi draft pendaftaran

Setelah menyimpan data lengkap, akan muncul halaman Draft Pendakian Gunung Gede - Pangrango, dimana sudah terdapat sandi boking dan jumlah biaya pendakian yang ada di point 3 (kotak merah).
Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango
Simpan sandi yang sudah tertera untuk log in pada halaman pertama untuk melihat status pendaftaran. Kemudian konfirmasi draft pendaftaran jika data sudah benar dan tidak perlu ada yang diedit.
Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango

Isi semua data untuk konfirmasi pembayaran dan klik 'Ok'.

Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango


5. Lakukan pembayaran

Masuk kembali untuk melihat status pendaftaran dengan memasukkan sandi yang sudah diberikan. Lakukan pembayaran di nomor rekening yang sudah dijelaskan di dalam ketentuan pendakian Gunung Gede - Gunung Pangrango.
Cara Boking Online Pendakian Gunung Gede - Pangrango
Cek status validasi pembayaran sekitar 1-2 hari. Jika sudah divalidasi, akan mendapatkan Lembar Pendaftaran Pendakian Gunung Gede Pangrango yang bisa dicetak untuk dijadikan simaksi sementara.

6. Lengkapi Berkas

Untuk lancarnya proses pendaftaran di pos pendakian, lengkapi berkas seperti : surat keterangan sehat, surat ijin orang tua (umur <17 tahun), form barang bawaan, bukti transfer dan simaksi sementara. Per tanggal 6 Juli 2017, pendaki diwajibkan mengurus surat keterangan kesehatan di Klinik Edelweis Balai Besar TNGGP.

7. Selesai

Welcome to Gede Pangrango National Park. Selamat mendaki Gunung Gede - Gunung Pangrango sesuai jadwal !  

Read More

7 Tips Melakukan Pendakian Nyaman di Masa Haid

Tips Melakukan Pendakian di Masa Haid. Waktu perjalanan anda bersamaan dengan masa haid? Terdengar seperti bencana. Haid merupakan hal alami yang dialami wanita pada tanggal tertentu yang ditandai dengan perubahan suasana hati, kram, gelisah, tidak nyaman dan berdarah. Tentu sangat merepotkan jika seorang wanita petualang mengalami haid ketika berada di alam bebas, ketika setiap waktu memeriksa keadaan haid yang pastinya sangat membosankan. Mungkin kebahagiaan terbesar adalah tetap kering sepanjang hari. Lalu bagaimana jika akan melakukan aktivitas di masa haid?, apakah perjalanan harus dibatalkan?.
Bagaiman Mendaki di Masa Haid?
Haid adalah realitas yang terjadi pada kaum wanita dalam setiap bulan. Kebanyakan untuk kaum wanita, hal ini akan membuatnya menjadi tabu. Berkelompok dengan beberapa kaum pria dalam sebuah perjalanan pasti serasa 'tidak nyaman', karena waktu haid adalah hal yang sangat tidak menyenangkan. Tapi apa anda harus malu untuk sesuatu yang wajar?, sehingga hal ini akan merusak perjalanan?.

Siapapun wanita petualang pasti menginginkan perjalanan yang normal dan menyenangkan. Maju mundur waktu haid kadang juga tidak bisa diprediksi. Persiapan untuk perjalanan dalam masa haid perlu dilakukan secara matang.  

Berikut adalah beberapa tips melakukan kegiatan alam bebas, khususnya pendakian gunung di masa haid

1. Bawalah Suplemen dan Pereda Nyeri

Ketika haid, wanita akan kehilangan darah sekaligus zat besi yang akan berpengaruh pada metabolisme tubuh dan ini membuat lebih rentan kelelahan. Bawalah suplemen untuk menjaga kebugaran dan juga pereda nyeri. Mempersiapkan pereda nyeri ketika hendak melakukan perjalanan di masa haid bisa mengantisipasi kram perut.

2. Jangan Malu

Pria tentu mengerti tentang haid dan pemimpin perjalanan telah diberitahu dan dilatih untuk menghadapi situasi seperti ini. Setiap pria tentu akan mengerti tentang hal ini dan dia tidak akan menjauh, tetapi akan tetap peduli. Jika ragu, berbicaralah dan meminta solusi.

3. Tetaplah Terhidrasi

Berada di alam bebas pegunungan tentu membutuhkan banyak air. Namun untuk masa haid, tentu membutuhkan lebih banyak air. Beristirahatlah jika lelah, jangan terlalu memaksakan diri dengan kemampuan fisik dan tetaplah terhidrasi. Buatlah perjalanan menjadi seenjoy mungkin. 

4. Menjaga Kebersihan

Jagalah kebersihan yang layak. Bawalah pembalut yang cukup dan menggantinya secara berkala untuk mencegah proliferasi kuman, hand sanitizer, serta pakaian yang cukup. Pastikan kebersihan tidak terganggu dalam kondisi apapun.

Berenang di sebuah danau gunung bukan pilihan yang tepat untuk membasuh keringat dan kotoran dari aktivitas hiking, mengingat danau merupakan sumber air melimpah bagi para pendaki. Bawalah tissu basah wangi sebanyak-banyaknya. Menggunakan tissu basah bisa membersihkan apapun yang diperlukan. 


5. Buang Pembalut Dengan Benar

Jangan meninggalkan pembalut di sekitar alam karena akan mencemari lingkungan. Membawa turun sampah haid tentu membuat hidung 'menggeliat' ngeri dengan bau yang akan menjadi bayang-bayang setiap waktu, apalagi jika perjalanan masih berakhir dalam waktu beberapa hari. Hal itu tidak bisa dijadikan alasan untuk meninggalkan sampah di alam.

Bawalah ziplock, yaitu plastik kemasan yang ada clip'nya dan biasa digunakan untuk plastik obat. Masukkan bekas pembalut dalam ziplock agar aman dari debu, kuman dan bakteri, sekaligus mencegah bau tersebar keluar. 


6. Jauhkan Pikiran Negatif

Perubahan lingkungan, ketinggian dan kegiatan fisik bisa menyebabkan bergesernya masa haid. Haid bisa datang lebih cepat atau lebih lambat. Persiapkan semuanya untuk mengantisipasi haid yang datang mendadak dalam waktu masa haid, tapi anda tidak perlu kuatir berlebihan jika haid tak kunjung datang pada masa 'pastinya'.

Tetap berfikirlah positif meski banyak mitos seperti hewan buas akan mudah mencium bau darah, wanita haid rawan kerasukan, hingga gangguan mistis pada kelompok perjalanan akibat adanya wanita haid dalam kelompok. Mitos-mitos tersebut akan membuat pikiran terganggu dan menimbulkan ketidaknyamanan, berakibat adanya sugesti-sugesti negatif yang bisa merugikan diri sendiri maupun kelompok. Tetaplah tenang dan berdoa.

7. Taati Prosedur Pendakian

Secara ilmiah, melakukan kegiatan alam bebas seperti pendakian gunung ketika haid cukup mengganggu kenyamanan pendakian, meski hal ini tetap bisa nyaman dilakukan dengan beberapa hal diatas. Secara adat budaya dan kepercayaan masyarakat setempat, haid benar-benar bisa membatalkan perjalanan anda. 

Beberapa gunung di Indonesia melarang wanita haid untuk mendaki gunung karena berhubungan dengan hal mistis. Peraturan seperti ini wajib ditaati oleh semua para pendaki untuk mencegah hal-hal mistis yang mungkin bisa mengganggu. Gunung Arjuno dan Gunung Agung adalah contoh gunung yang disakralkan dimana pendaki wanita yang sedang haid dilarang keras melakukan pendakian karena alasan mistis. Carilah info atau bertanyalah pada penduduk sekitar tentang prosedur pendakian sebelum melakukan pendakian jauh-jauh hari.

Selain faktor mistis, berkurangnya kondisi fisik, biologis dan emosi yang cenderung labil dari wanita haid, maka sebagian besar pos pendakian gunung melarang wanita haid untuk melakukan pendakian karena dikawatirkan akan membahayakan diri sendiri.
Pada dasarnya, udara segar pegunungan dan melakukan aktifitas fisik bisa mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan dari kram haid yang menyakitkan. Pereda nyeri dan suplemen juga akan membantu untuk mengatasi kelelahan berkepanjangan sekaligus rasa nyeri. Jika aktivitas fisik membuat kram tak tertahankan, semua ini bisa diselesaikan atau dikonsultasikan sebelumnya dengan dokter.

Dengan tetap berfikir positif dan persiapan matang, trekking dalam masa haid bisa dilakukan dengan nyaman, meski 'nyaman' dalam hal ini adalah ternyaman dari yang tidak nyaman. So, should you do it?

Read More