Tampilkan postingan dengan label Gunung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung. Tampilkan semua postingan

Pendakian Gunung Anjasmoro 2.282 mdpl via Wonosalam

Pendakian Gunung Anjasmoro via Wonosalam. Nama Gunung Anjasmoro mungkin terdengar aneh karena belum menyebar luas di kalangan pecinta hikingGunung Anjasmoro berdekatan dengan Gunung Arjuno, Gunung Welirang dan Gunung Argowayang. Meski berdekatan dengan gunung-gunung terkenal, popularitas Gunung Anjasmoro masih sangat minim. Namun, di kalangan pendaki penyuka kesepian, pasti pendakian Gunung Anjasmoro sudah masuk di dalam daftar. Apalagi dengan tinggi 2.282 mdpl, gunung ini bisa didaki dalam waktu singkat, cocok untuk pendaki dengan jadwal padat yang butuh refreshing sejenak.
Gunung Anjasmoro

Read More

Sejarah, Legenda dan Mitos Danau Tiga Warna Kelimutu

Danau Tiga Warna Kelimutu. Danau Kelimutu sangat populer karena menjadi buah bibir para wisatawan domestik dan mancanegara. Keunikah dan keindahan danau fenomenal ini membuat siapapun tak segan mengunjungi Flores untuk melihat kebenaran mitos bahwa air danaunya bisa berubah-ubah. Banyak yang mengaitkan perubahan air danau dengan mitos yang berkembang di masyarakat sekitar. Danau berketinggian 1.639 mdpl ini memiliki sejarah, asal-usul dan mitos yang cukup menarik untuk diketahui. Selain memiliki pesona alam yang indah, tentu tidak lengkap jika tidak tahu 'sesuatu' tentang Danau Kelimutu. 
Danau Tiga Warna Kelimutu
Danau Kelimutu


Read More

10 Gunung di Indonesia yang Pernah Meletus Dasyat

Gunung di Indonesia yang Pernah Meletus DasyatIndonesia merupakan negara yang berada di dalam cincin api, sehingga tak heran jika banyak gunung berapi yang masih aktif tersebar di sepanjang kepulauannya. Beberapa dari gunung aktif tersebut sangat berbahaya karena letusannya bisa mengakibatkan bencana alam hingga kematian. Bahkan salah satu gunung aktif di Indonesia pernah menyebabkan perubahan iklim dunia. Berdasarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dari 127 gunung berapi aktif di Indonesia, 69 diantaranya dipantau terus menerus 24 jam sehari!.
Gunung di Indonesia yang Pernah Meletus Dasyat
Gambaran Letusan Gunung Berapi

Read More

Peralatan Panjat Tebing dan Fungsinya

Peralatan Panjat Tebing dan Fungsinya. Panjat Tebing merupakan olah raga outdoor yang terbilang extrim yang dapat mengancam nyawa jika melakukan kesalahan yang salah satunya adalah safety procedur. Pengetahuan tentang peralatan panjat tebing serta fungsinya perlu diketahui oleh penggemar olahraga wall climbing maupun rock climbing.

Peralatan yang digunakan untuk panjat tebing memang tidak sedikit, itu karena peralatan tersebut berfungsi sangat penting untuk keamanan penggunanya. Berikut peralatan panjat tebing dan fungsinya :

1. Kernmantle Rope (Tali Karmantel)

Tali adalah peralatan penjat tebing yang wajib karena fungsinya sebaggai pengaman apabila terjatuh sampai menyentuh tanah (freefall). Tali karmantel dibagi tiga yaitu statis, dinamis dan semi statis yang masing-masing mempunyai kelenturan dan fungsi yang berbeda.
Tali Karmantel
  • Tali Statis mempunyai kelenturan 15-20%, standart yang digunakan 10,5 mm. Digunakan untuk rappeling atau saat turun dari ketinggian. 
  • Tali Dinamis mempunyai kelenturan 30%. Dengan daya lentur yang tinggi, tali karmantel dinamis memiliki daya kejut yang tinggi sehingga cocok untuk kegiatan climbing atau rock climbing. 
  • Tali Semi Statis mempunyai kelenturan di tengah statis dan dinamis. Tali semi statis selain cocok untuk rappeling dan climbing, biasanya digunakan untuk kegiatan rescue karena karakter tali statis dan dinamis. 

2. Hardness

Hardness merupakan alat penopang tubuh yang terikat di pinggang sebagai pengaman yang nantinya dihubungkan dengan tali. Berdasarkan bentuknya, hardness dibagi tiga yaitu seat hardness, chest hardness dan full body hardness. Full body hardness melilit di seluruh tubuh dan dilengkapi sangkutan alat di sekeliling pinggang. Sering digunakan di medan salju. Seat Hardness lebih sering dipakai karena tidak mengganggu pergerakan pendaki. Selain itu seat hardness bisa dibuat dari webbing (belt) yang dikombinasikan dengan figure of eight sling.
Hardness

3. Carabiner

Carabiner adalah cincin kait yang menghubungkan alat satu dengan yang lain seperti antara tali dengan pemanjat, tali dengan tali dan juga pemanjat dengan anchor sebagai pengaman. Terbuat dari aluminium alloy yang ringan dan mempunyai kekuatan tinggi. Kekuatan carabiner terletak pada pen yang ada, jika pen sudah longgar maka sebaiknya tidak dipakai.
Carabiner
Berdasarkan bentuknya ada dua jenis carabiner yaitu carabiner screw gate (menggunakan kunci pengaman) dan carabiner snapgate (tidak berkunci).

4. Ascender

Ascender merupakan alat untuk membantu pemanjat menaiki lintasan tali. Ascender akan semakin mengunci apabila diberi bebas dan akan melonggar bila tidak diberi beban.
Ascender
Menurut pegangannya dibagi dua yaitu Heandle Ascender ( SRT, Petzl Expedition dan Ascention) dan Non heandle ascender (Petzl Basic, Croll, Gibbs Shunt). Menurut prinsip kerja gigi'nya ada dua yaitu Sprung cam (Petz Basic dan Croll) dan cam loaded (Gibbs Shunt dan Hiebler).
Baca Juga :

5. Descender

Descender merupakan alat untuk membantu pemanjat menuruni tali (Abseiling, rappeling). Fungsinya adalah menahan laju alat dengan tali untuk menjaga agar pendaki tidak meluncur bebas. Berdasarkan cara kerjanya dibagi dua macam yaitu automatis dan manual.

Jenis descender seperti : 
  • Figure of eight 
  • Autostop 
  • Grigri 
  • Shunt
Descender

6. Webbing

Webbing merupakan alat panjat tebing berbentuk pipih seperti pita, terbuat dari nylon, tidak terlalu kaku dan lentur. Webbing memiliki panjang standart 5 meter dan memiliki beberapa fungsi yaitu bisa digunakan sebagai hardness, pengikat di tubuh maupun anchor.
Webbing

7. Hammer

Hammer berfungsi untuk menanam dan melepas piton pada celah, memaku bolt. Ujungnya berfungsi mengencangkan mur saat memasang hanger.
Hammer

8. Piton

Piton merupakan paku tebing. Berdasarkan jenisnya ada 2 jenis piton yaitu jenis blade dan angel dengan fungsi yang berbeda. Jenis Blade berbentuk pipih yang digunakan untuk celah sempir, sedangkan angel untuk celah yang lebih besar. Cara pemasangannya adalah menyelipkan pada celah dan dipukul dengan hammer.
Piton

9. Hanger

Hanger berfungsi sebagai anchor untuk pengaman waktu pemanjatan dan biasa digunakan untuk tebing yang sedikit memiliki natural anchor.
Hanger

10. Chock and Friend

Chock adalah alat yang dimasukkan ke celah batu sehingga terjepit dan bisa menahan berat badan dari arah tertentu. Chock mempunyai tiga bentuk yaitu segi enam (hexentric), simetris (stopper) dan paruh burung (trieams). Karena bentuk yang terbatas, diciptakan alat pengapit yang disebut friend yang bisa menyesuaikan bentuk dengan celah tebing.
Chock and Friend

11. Chalk Bag (kantung magnesium)

Berguna untuk tempat magnesium yang berguna sebagai anti keringat agar tangan pemanjat tidak basah saat proses pendakian.
Chalk Bag

12. Sepatu

Untuk panjat tebing, ada dua jenis sepatu khusus yang digunakan yaitu sepatu yang kejur (kaku dan keras) dan sepatu yang lentur. Sepatu panjat tebing memiliki kelenturan karet yang kuat sehingga memudahkan dalam proses pemanjatan.
Sepatu Panjat Tebing
Beberapa peralatan panjat tebing di atas bisa dijadikan referensi juga untuk melakukan pendakian gunung yang juga memerlukan perlengkapan untuk panjat tebing seperti Gunung Raung maupun Gunung Parang. Selamat Mendaki!

Baca Juga :
5 Penyebab Umum Kematian di Alam Bebas
Pendakian Gunung Lemongan 1.676 mdpl via Klakah
Pendakian Gunung Panderman 2.045 mdpl via Dukuh Toyomerto


Read More

18 Peralatan Penting Mendaki Gunung yang Wajib Dibawa

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung. Kegiatan mendaki gunung kini banyak digemari berbagai kalangan usia khususnya muda-mudi yang suka berpetualang ke alam bebas. Berpetualang di alam bukan layaknya jalan sehat ataupun olah raga biasa. Bagaimanapun juga, pendakian gunung  bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan juga berbahaya. Tidak sedikit kasus kematian di gunung yang disebabkan karena kecelakaan dan kurang safety'nya peralatan pendakian. Tidak peduli sudah berpengalaman atau masih baru menyapa alam bebas, peralatan pendakian gunung harus disiapkan dan dibawa serta.

Tidak semua pendaki memiliki peralatan pendakian gunung yang lengkap, itulah kenapa jasa penyewaan perlengkapan outdoor banyak dibutuhkan diakhir pekan atau menjelang libur panjang. Peralatan mendaki gunung pastinya ada banyak item, karena mendaki gunung seperti berpindah hunian ke alam bebas. Jadi, peralatan dan perlengkapan mulai dari tidur, makan hingga keamanan diri harus dipersiapkan ditambah dengan fisik dan mental yang baik.

Berikut daftar perlengkapan mendaki gunung yang penting ketika melakukan kegiatan di alam bebas :

1. Tenda

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung
Tenda 
Tenda merupakan hunian sementara ketika berada di alam bebas. Ada banyak jenis dan merk tenda yang bisa dipilih untuk kenyamanan dan keamanan ketika mendaki gunung. Untuk memilih tenda, sesuaikan dengan kondisi, seperti kapasitas, berat dan model (single layer/double layer). Tenda dome menjadi favorit para petualang dengan berbagai ukuran dan model.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih tenda, yaitu model, daya tampung, lapisan (waterproof atau tidak), kemudahan dipacking dan berat tenda. Jika tenda single layer atau double layer tetapi tidak waterproof, maka lapisi dengan flysheet.

2. Perlengkapan Masak

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung
Perlengkapan Masak
Energi merupakan hal penting dalam segala aktivitas, untuk itulah kenapa logistik sangat diperlukan dalam pendakian. Logistik bisa dibawa dari rumah, atau memanfaatkan logistik alam yang biasanya dimanfaatkan saat survival. Membawa logistik sendiri merupakan hal paling aman dan simple, kemudian memasak dalam kabut dingin, hm....

Kondisi dingin di gunung harus diimbangi dengan sesuatu yang hangat untuk mencegah hipotermia ataupun untuk memasak makanan favorit ala rumahan,  dan tidak sekedar mie instan. Perlengkapan masak mendaki gunung yaitu nesting dan kompor. Sedangkan untuk bahan bakar bisa menggunakan minyak ,gas atau parafin. Sebaiknya tidak menggunakan minyak karena rawan tumpah yang bisa membuat kebakaran. 

3. Tas (Carrier, Daypack)

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung
Tas Carrier
Tas sangat diperlukan jika ingin membawa barang sendiri. Meskipun barang dibawa oleh teman setim, tas memang harus dibawa. Bukan sekedar untuk formalitas, tapi untuk menyimpan barang pribadi lainnya. Untuk membawa semua perlengkapan mendaki gunung, mencakup barang kelompok dan barang pribadi, maka tas carrier wajib dibawa. 

Tas gunung memiliki desain khusus dan beberapa bagian yang tidak ada di tas-tas biasa. Ada berbagai ukuran tas carrie mulai 40 L hingga 100 L. Untuk penggunaan tas carrier, jangan terpaku pada ukuran tas tetapi sesuaikan dengan kebutuhan. Jika barang bawaan tidak banyak dan tidak memerlukan carrier, maka bisa menggunakan daypack. Jangan lupa untuk kelengkapan tas seperti cover tas yang berguna melindungi hujan (cover waterproof) dan melindungi dari panas dan kotor. Jika tidak membawa jas ponco, sebaiknya jangan lupakan cover waterproof.

4. Sepatu

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung
Sepatu Outdoor
Jangan ikut-ikutan masyarakat sekitar gunung yang menggunakan sandal jepit untuk mendaki gunung. Sepatu gunung adalah perlengkapan wajib yang harus digunakan ketika mendaki gunung. Meski banyak yang beralih menggunakan sandal gunung, sepatu gunung lebih memberikan keamanan ketika ada di alam bebas. Mungkin tidak masalah jika trek yang dilalui hanya jalan setapak biasa. Jika jalur terjal, berpasir dan licin, mengganti sandal ke sepatu ketika menemui situasi tertentu pasti akan membuang-buang waktu pendakian. So, take your comfort.

5. Matras

Matras berfungsi sebagai alas, entah alas tidur maupun alas duduk-duduk. Matras memiliki permukaan yang tebal, sehingga aman digunakan untuk alas tidur, mengingat permukaan tanah pasti tidak rata dan bercampur dengan kerikil yang akan mengurangi kenyamanan saat tidur. Matras biasanya digantikan dengan aluminium foil yang lebih memberikan kehangatan karena sifatnya yang memantulkan panas. Bagaimana agar nyaman?. Bawa keduanya. 

6. Sleeping Bag

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung
Sleeping Bag
Mungkin sleeping bag lebih berguna daripada selimut atau sarung. Packing'an yang ringkas, tidak banyak makan tempat di dalam tas dan manfaat yang maksimal, membuat sleeping bag harus dibawa ketika mendaki gunung. Ada banyak jenis sleeping bag berdasarkan bahan dan ketebalannya. Umumnya sleeping bag berasal dari serat sintetis yang lebih awet dibanding dari bulu angsa, tetapi bulu angsa yang tentunya lebih hangat. Sedangkan dari serat sintetis ada tiga jenis yaitu polar, dacron dan polar-dacron.

7. Jaket

Jaket bukanlah perlengkapan mendaki gunung yang wajib, tetapi kebutuhan. Ada beberapa tipe orang yang tahan terhadap dingin sehingga tidak terlalu butuh jaket dan menggantinya dengan pakaian lengan panjang. Sebagian lagi membutuhkan jaket untuk melindungi diri dari hawa dingin. Meski ada yang tidak terlalu membutuhkan jaket di gunung, membawa jaket tetaplah perlu. Siapapun tidak tahu apa yang akan terjadi dalam perjalanan dan bukankah safety dan menjada suhu tubuh tetap hangat itu lebih baik?.

Memilih jaket tidak perlalu terlalu tebal yang malah memakan ruang di dalam tas. Saat ini, banyak produsen peralatan outdoor yang merancang jaket tipis yang anti angin, waterproof, dan dapat menjaga suhu tubuh agar tetap hangat. 

8. Sarung Tangan

Sarung tangan merupakan peralatan mendaki gunung yang memiliki fungsi sebagai pelindung dan penghangat tangan. Sarung tangan akan melindungi dari gigitan serangga, sengatan matahari, hawa dingin dan permukaan yang kasar. 

9. Pelindung kepala

Pelindung kepala sangat berguna ketika melakukan pendakian di saat siang ketika panas terik dan malam ketika hawa dingin menyerang. Ada dua jenis pelindung kepala yang bisa digunakan untuk mendaki gunung, yaitu kupluk dan topi. Topi melindungi kepala dari panas terik matahari dan kupluk melindungi dari dinginnya angin malam. Biasanya pendaki ada yang menggunakna buff untuk pengganti kupluk.

10. Gaiters

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung
Gaiters
Penggunaan gaiters pada pendakin berfungsi untuk melindungi kaki saat melintasi jalur di semak berduri, semak basah, medan pasir atau kerikil. Gaiters akan menghalangi pasir dan kerikil masuk ke dalam sepatu yang membuat pendakian tidak nyaman. Selain itu gaiters juga bisa menjadi penghangat kaki saat pendakian malam. 

11. Jas Hujan

Hujan atau tidak, jas hujan memang perlu dibawa. Selain berguna saat musim hujan, jas hujan bisa berfungsi sebagai penghangat layaknya jaket waterproof. Ada jas hujan khusus outdoor yang dirancang memiliki berat ringat dan tipis, sehingga tidak terlalu makan tempat di dalam tas. Ada juga jas ponco yang memiliki fungsi ganda untuk membangun bivak atau tenda darurat. Ada berbagai Bentuk Shelter dari Jas Hujan yang Mudah Dibuat jika membawa jas hujan ponco. Selain itu bentuknya yang lebar juga bisa sekalian melindungi tas carrier di punggung saat hujan.  

12. Trekking Pole

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung
Trekking Pole
Sebagian besar pendaki mungkin masih enggan menggunakan trekking pole. Membawa peralatan mendaki gunung satu ini sangatlah penting dalam pendakian terutama ketika ada di medan berpasir yang membutuhkan lebih besar tumpuan. Trekking pole memiliki fungsi untuk menyangga berat tubuh, meminimalisir nyeri lutut dan memberikan keseimbangan saat melintasi trek yang curam. Dengan banyak siasat lain, trekking pole bisa berguna dalam banyak hal, seperti menjadi tiang flysheet dan sebagainya.

13. Senter dan Headlamp

Penerangan sangat diperlukan ketika berada di kegelapan alam bebas untuk memudahkan aktivitas pendakian maupun aktivitas lainnya. Penerangan bisa menggunakan senter dan headlamp. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Ketika menggunakan senter, otomatis salah satu tangan tidak akan leluasa, tetapi bebas mengarahkan penerangan kemanapun. Sedangkan menggunakan headlamp, kedua tangan bebas dan leluasa untuk berpegangan  saat melintasi trek terjal maupun memegang trekking pole, tetapi arah sorotan sinar tidak bebas dan mengikuti arah kepala. 

14. Hammock

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung
Hammock
Hammock merupakan peralatan mendaki gunung pelengkap yang tidak begitu dibutuhkan karena kebanyakan fungsinya hanya untuk bersantai. Pada dasarnya, hammock digunakan suku Maya untuk melindungi diri dari binatang di hutan seperti ular, tikus, dst. Jika tidak membawa tenda, hammock dan flysheet bisa digunakan untuk membuat tempat tidur menggantung yang cukup aman meski sedikit tidak nyaman. Hammock juga cocok digunakan saat beristirahat, namun tidak camp ditempat.


15. Tali (karmantel, webbing, tali rafia, tali pramuka)

Tali dibutuhkan dalam setiap pendakian. Tali memiliki banyak fungsi seperti untuk mengikat flysheet ke pasak, menjemur pakaian, penanda jejak, naik turun tebing dan sebagainya. Untung penggunaannya, jenis tali tentu berbeda. Khusus untuk melakukan pemanjatan tebing seperti trek di Jalur Pendakian Gunung Raung, tali karmantel dan webbing wajib dibawa dengan Peralatan Panjat Tebing lainnya. Sedangkan untuk kebutuhan ringan, bisa membawa tali rafia atau tali pramuka. 


16. Kacamata dan Masker

Kacamata berguna untuk melindungi mata dari silau sinar matahari dan dari debu yang diakibatkan oleh angin gunung. Masker berguna untuk melindungi pernafasan dari debu, bau menyengat maupun bau berbahaya seperti asap belerang dari kawah gunung. Biasanya kacamata dan masker digunakan pada pendakian gunung berapi yang memiliki trek berpasir seperti Gunung Semeru, Gunung Kerinci, Gunung Rinjani, Gunung Merapi maupun gunung berapi aktif lainnya. 

17. Survival Kit

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung

Banyak sebagian besar pendaki gunung yang tidak memperhitungkan Survival Kit di dalam peralatan mendaki gunung. Survival Kit diperlukan dalam kondisi darurat, seperti tersesat, kecelakaan dan yang lain. Ada berbagai Survival Item yang wajib dibawa saat pendakian. Pastikan membawa Survival Item ketika melakukan pendakian khususnya dalam jangka waktu lama. 


18. Kantong Sampah / Trashbag

Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung
Trashbag
Layaknya slogan "Bawa Turun Sampahmu", jangan lupakan trash bag saat melakukan pendakian. Sebagai tamu di alam bebas, tentu jangan pernah meninggalkan sampah non organik di alam bebas. Selain berbahaya untuk habitat satwa liar, juga berbahaya bagi lingkungan. Jika belum digunakan, trash bag bisa digunakan sebagai sleeping bag untuk menambah panas. Biasanya, banyak pendaki yang melapisi bagian dalam tas carrier dengan trashbag untuk mengantisipasi barang bawaan basah jika cuaca hujan. 

Masih banyak perlengkapan dan peralatan lain yang perlu dibawa saat berpetualang ke alam bebas, seperti alat navigasi yang tidak semua pendaki bisa melakukannya, jam tangan, water bladder dan sebagainya. 18 Peralatan  dan perlengkapan mendaki gunung tersebut adalah perlengkapan umum yang wajib dibawa oleh pendaki pemula maupun pendaki profesional agar kegiatan pendakian bisa berlangsung aman dan nyaman. 

Read More

Misteri Gunung Slamet dan Mitos Terbelahnya Pulau Jawa

Misteri Gunung Slamet dan Mitos Terbelahnya Pulau Jawa. Gunung Slamet merupakan gunung berapi tertinggi ke-2 di Jawa setelah Gunung Semeru dengan tinggi 3.428 mdpl. Nama Gunung Slamet selama ini memang menunjukkan suatu keagungan dan itu tidak lain karena adanya asal usul dan berbagai cerita kuno yang beredar di masyarakat. Selain menampilkan pesona alam yang indah, konon ada mitos dan kisah misteri Gunung Slamet yang dipercaya oleh masyarakat sekitar maupun pendaki yang pernah mendaki di gunung tertinggi di Jawa Tengah ini.
Gunung Slamet
Gunung Slamet adalah yang pertama dari 10 Gunung Tertinggi di Jawa Tengah. Berada di perbatasan kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal dan Pemalang, Provinsi Jawa Tengah.  Banyaknya misteri yang beredar membuat Gunung Slamet dicap sebagai salah satu gunung angker oleh para pendaki.

Asal Usul Gunung Slamet

1. Nama Gunung Slamet
Asal-usul nama Gunung Slamet diambil dari bahasa Arab yang artinya membawa selamat. Sedangkan dalam bahasa Sunda, Gunung Slamet biasa disebut dengan Gunung Agung. Oleh masyarakat sekitar, Gunung Slamet - sesuai namanya dipercaya membawa berkah, keselamatan dan ketentraman. Nama Slamet diberikan karena gunung ini dipercaya tidak pernah meletus besar meski kondisinya tidak pernah diam.

2. Baturaden dan Pancuran Tujuh
Masyarakat sekitar mempercayai asal - usul Gunung Slamet yang ditemukan oleh seorang pangeran dari negeri Rum-Turki bernama Syeh Maulana Maghribi yang merupakan salah seorang penyebar agama Islam di Jawa.

Konon saat fajar menyingsing, Syeh Maulana melihat cahaya misterius menjulang di angkasa yang membuatnya tergerak untuk menyelidiki. Pangeran ditemani oleh ratusan pengawal dan pengikut setianya, Haji DatukMereka berlayar ke arah cahaya tersebut. Setelah sampai di Gresik, Jawa Timur, cahaya itu tiba-tiba muncul di sebelah barat, lalu mereka pun berlayar ke arah barat dan tiba di pantai Pemalang, Jawa Tengah.

Di Pemalang, Syeh Maulana bersama Haji Datuk berjalan ke selatan sambil menyebarkan agama Islam. Saat cahaya melewati daerah Banjar, Syeh Maulana menderita gatal di seluruh tubuh dan sulit disembuhkan. Hingga ketika sholat malam, pangeran mendapat ilham untuk pergi ke Gunung Gora.
Baca Juga : 
Di Gunung Gora, pangeran menyuruh Haji Datuk meninggalkannya dan menunggu di suatu tempat yang mengeluarkan kepulan asap dan ternyata di daerah tersebut terdapat sumber air panas dengan tujuh buah pancuran. Di lokasi inilah Syeh Maulana berobat dengn mandi secara teratur hingga akhirnya penyakit yang dideritanya sembuh. Akhirnya pangeran menamai tempat ini 'Pancuran Tujuh'
Pancuran Tujuh
Lalu Syeh Maulana memberi gelar Haji Datuk dengan sebutan Rasuludi yang dalam bahasa jawa berarti Batur Kang Adi (Abdi yang setia). Kemudian desa itu dikenal dengan nama 'Baturadi' yang lama-kelamaan menjadi 'Baturaden'

Itulah cerita asal-usul Gunung Slamet dari masyarakat di kawasan Baturaden, Purwokerto, Jawa tengah yang juga merupakan salah satu jalur pendakian.

Mitos Gunung Slamet

Gunung Slamet merupakan salah satu pusat pemersatu wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Bila dilihat dari letak geografi, Gunung Slamet membentang dari utara ke selatan yang dikelilingi 5 wilayah kabupaten yang berbatasan langsung. Jika dilihat di peta, kondisi ini membentuk suatu garis lurus dari utara ke selatan.
Peta Gunung Slamet
Sejak pertama meletus, Gunung Slamet tidak pernah diam. Letusan gunung Slamet akan membentuk rekahan besar yang membujur dari laut utara ke selatan yang akan diisi air laut hingga menyatu, sehingga wilayah barat dan timur akan menjauh. Mitos Gunung Slamet yang letusannya bisa membelah pulau jawa kerapkali menghantui masyarakat yang percaya. 

Menurut ramalan Sri Aji Joyoboyo yang hidup di awal abad ke-12, pulau Jawa akan terbelah dua akibat amblesnya permukaan tanah yang membujur dari laut utara hingga laut selatan. 
Letusan Gunung Slamet


Misteri Gunung Slamet

Masyarakat sekitar maupun pendaki tentu tidak asing dengan anggapan 'angker' Gunung Slamet. Beberapa legenda mistis ada di dalamnya yang menjadi bumbu cerita di setiap pendakian.

1. Puncak Surono

Merupakan gunung yang masih aktif, Gunung Slamet mempunyai kawah besar yang bernama Segara Wedi (lautan pasir). Puncak Gunung Slamet bernama puncak Surono. Menurut warga sekitar, konon dulu ada seorang pendaki bernama Surono yang meninggal di puncak Gunung Slamet karena jatuh ke jurang dan untuk menghormatinya, terdapat tugu penghormatan di atas puncak Gunung Slamet yang disebut puncak Surono.

2. Makhluk Kerdil

Misteri Gunung Slamet yang tak asing lainnya adalah adanya makhluk kerdil di jalur pendakian Gunung Slamet via Guci. Konon makhluk tersebut dulunya adakan  pendaki yang tersesat dan mencoba bertahan hidup dengan memakan daun hingga lama-kelamaan kehilangan jati dirinya sebagai manusia.

3. Pos Samarantu

Pos 4 - Samarantu berasal dari kata 'Samar' dan 'Hantu' yang cukup terkenal di jalur Pendakian Gunung Slamet via Bambangan. Konon banyak makhluk gaib yang akan mengganggu pendaki jika bermalam di pos ini. Pos ini dinamakan Samarantu karena adanya hantu yang samar-samar akan menyerupai manusia ketika mengganggu para pendaki.
Pos 4 - Samarantu


4. Air Terjun Guci

Air Terjun Guci di lereng Gunung Slamet, Slawi merupakan objek wisata sejuk dan nyaman. Konon airnya bisa menyembuhkan berbagai macam sakit kulit. Di balik air terjun Guci dipercaya sebagai sarang siluman Naga Cerek. Banyak yang memanfaatkan sebagai tempat olah batin maupun mencari pusugihan. Juru kunci setempat bisa menyampaikan permintaan pesugihan kepada Naga Cerek dengan ritual khusus yang wajib dilakukan malam Jum'at Legi dan Selasa Kliwon. Namun pesugihan ini tentu ada syaratnya yaitu nyawa anggota keluarga. Banyak pemandu wanita yang siap memberikan jawa pada setiap tamu yang lebih baik tidak dilakukan.
Air Terjun Guci
Itu adalah beberapa misteri di Gunung Slamet. Sampai sekarang masih belum jelas kenapa pendaki Surono begitu dihormati, lalu kenapa hanya pos samarantu yang terkenal angker dan bagaimana asal usul air terjun guci.

Semua itu tetap menjadi misteri Gunung Slamet yang belum terkuak dan semoga saja berdasarkan misteri yang cukup mistis bisa membuat setiap pendaki tidak berlaku yang menyimpang selama melakukan pendakian.


Baca Juga : 
Pendakian Gunung Wilis 2.300 mdpl via Bajulan

Sejarah Letusan Tambora - "Pompeii Dari Timur"
Menelisik 3 Pesona Gunung Papandayan yang Eksotis

Read More

Legenda Dewi Anjani dan 10 Misteri Gunung Rinjani

Asal Usul Gunung Rinjani Lombok. Siapa yang tidak mengenal Gunung Rinjani?. Gunung di dalam deretan 7 Summit Indonesia ini mendapat predikat sebagai gunung terindah di Indonesia. Gunung Rinjani memiliki pemandangan alam yang sangat luar biasa. Savana, hutan, bukit, danau dan air panas membentuk perpaduan yang luar biasa di dalam Taman Nasional Gunung Rinjani. Kecantikan Gunung Rinjani tidak jauh berbeda dengan Dewi Anjani - dewi cantik penguasa gunung berapi berketinggian 3.726 mdpl ini. Asal-usul Gunung Rinjani'pun dikaitkan dengan kisah legenda Dewi Anjani.
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Gunung Rinjani
Gunung Rinjani terletak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Taman Nasional Gunung Rinjani memiliki luas sekitar 41.300 Ha (diusulkan penambahannya menjadi 76.000 Ha). Di sebelah barat puncaknya terdapat kaldera memanjang ke timur dengan luas sekitar 3.500 m x 4.800 m dan di kaldera ini terdapat Danau Segara Anak seluas 11 km persegi dengan kedalaman 230 m.

Gunung Rinjani dikenal karena alamnya yang memikat mata. Nama yang cantik memang sepadan dengan pemandangan alamnya yang mempesona. Kecantikan Gunung Rinjani tidak lepas dari Legenda Dewi Anjani yang dipercaya sebagai penguasa Gunung Rinjani. Siapakah Dewi Anjani dan apa hubungannya dengan Gunung Rinjani?

Legenda Dewi Anjani

Salah satu legenda Dewi Anjani menurut cerita rakyat Lombok, Dewi Anjani adalah anak dari Resi Gotama dan Dewi Windradi. Dia mempunyai dua saudara yaitu Guwarsa (Subali) dan Guwa Resi (Sugriwa). Hubungan gelap dari Dewi Windradi dan Bhatara Surya membuat Bhatara Surya memberikan pusaka kedewataan Cupumanik Astagina pada Dewi Windradi dengan syarat tidak boleh ditunjukkan pada siapapun walaupun anaknya sendiri.

Karena rasa sayang yang begitu besar, Dewi Windradi memberikan pusaka Cupumanik kepada Dewi Anjani. Dewi Anjani terpergok kedua saudaranya ketika mencoba pusaka tersebut, hingga terjadi keributan. Akibat kesalahan kecil dari Dewi Anjani, hubungan Dewi Windradi'pun terbongkar. Resi Gotama yang marah mengutuk Dwi Windradi menjadi batu dan melempar pusaka sakti ke udara yang diperebutkan ketiga anaknya. Cupu itu terbelah menjadi dua dan menjadi telaga. Mereka bertiga yang menyentuh telaga itu langsung terkutuk menjadi kera. Resi Gotama'pun menyuruh mereka untuk bertapa untuk menebus dosa.

Suatu ketika Batara Guru melewati Telaga Madirda, Dieng - tempat Dewi Anjani bertapa. Melihatnya kurus kering, dilemparkannya dedaunan sinom di pangkuan Dewi Anjani. Dewi Anjani memakannya dan karena daun itu, dia langsung hamil. Bayi yang dilahirkan berwujud kera putih yang diberi nama Hanoman.
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Dewi Anjani
Cerita rakyat Lombok tersebut tidak diketahui secara jelas bagaimana hubungan Dewi Anjani dengan Gunung Rinjani. Legenda Dewi Anjani justru lekat kaitannya dengan Telaga Madirda di Dataran Tinggi Dieng. Mungkin ada legenda Dewi Anjani yang lain? Who knows?.

Asal Usul Gunung Rinjani

Asal usul Gunung Rinjani yang paling populer adalah kisah Datu Tuan. Konon dahulu di dekat Pelabuhan Lembar terdapat Kerajaan Tuan yang dipimpin Raja bernama Datu Tuan bersama permaisurinya Dewi Mas. Meski kerajaannya makmur, raja sering bersedih karena usia semakin tua belum dikaruniai anak. Suatu hari raja memohon pada istrinya untuk menikah lagi agar mereka bisa memiliki anak pewaris kerajaan. Setelah permaisuri setuju, raja meminang seorang gadis bernama Sunggar Tutul.

Sejak itu perhatian raja terhadap Dewi Mas berkurang. Kesabaran Dewi Mas mendapatkan balasan dari Yang Maha Kuasa, dia akhirnya mengandung. Kabar ini mengejutkan Sunggar Tutul sehingga dia merencanakan hasutan untuk Dewi Mas dengan mengatakan bahwa anak yang dikandung hasil dari hubungan gelap dengan Lok Deos. Raja yang murka segera mengusir Dewi Mas dari istana.

Dewi Mas dan pengiringnya membangun pemukiman di sebuah gili. Pada suatu hari datanglah nahkoda yang berlabuh ke gili dan menemukan Dewi Mas. Setelah bercerita, Dewi Mas meminta nahkoda mengantarkannya ke Bali. Akhirnya Dewi Mas dan pengikutnya membangun pemukiman baru di Bali. Dewi Mas melahirkan dua anak kembar dengan keajaiban. Seorang bayi laki-laki lahir dengan sebilah keris, diberi nama Raden Nuna Putra Janjak. Sedangkan bayi perempuan lahir dengan anak panah, diberi nama Dewi Rinjani.

Beranjak dewasa, Dewi Mas menceritakan kisahnya kepada kedua anaknya. Mengetahui bahwa ayahnya telah mengusir ibunya, Raden Nuna Putra Janjak sangat marah dan bersama pengiringnya berlayar ke Lombok. Sampainya di istana, terjadi keributan antara Raden Nuna Putra Janjak dengan penjaga. Dengan keris di tangannya, Raden Nuna sangat sakti hingga Datu Tuan harus turun tangan. Ketika mereka bertarung, terdengar suara dari langit yang mengatakan bahwa Raden Nuna adalah anak kandungnya. Datu Tuan menangis dan menyesal, kemudian segera menjemput permaisuri ke Bali.

Akhirnya mereka kembali ke istana, tiada dendam dengan Sanggar Tutul dan hidup damai. Datu Tuan menyerahkan tahta kerajaan kepada Raden Nuna Putra Janjak. Kemudian, Datu Tuan menyepi di gunung diiringi Dewi Rinjani. Di puncak gunung itu mereka bersemedi dan Dewi Rinjani diangkat oleh para jin untuk dijadikan ratu. Sejak saat itulah gunung tertinggi di pulau Lombok tersebut dinamakan Gunung Rinjani.


Sejarah Gunung Rinjani

Menurut cerita yang beredar di masyarakat, termasuk pecinta alam dan pendaki gunung, ada tiga versi kenapa gunung tertinggi di Nusa Tenggara tersebut dinamakan Rinjani, yaitu :
  1. Rinjani berasal dari bahasa jawa kuno 'Rinjan' yang berarti 'Tuhan'. 
  2. Rinjani diambil dari nama Dewi Rinjani yang mengantar Datu Tuan bertapa di atas gunung.
  3. Rinjani dilatarbelakangi kisah Putri Anjani yang menjadi hubungan dengan pria miskin namun tidak disetujui ayahnya, hingga akhirnya dia kabur menghabiskan sisa hidup di atas gunung. Para jin mengangkatnya menjadi ratu kerajaan mereka dan dinamailah gunung tersebut Rinjani. Namun, tidak jelas asal usul maupun legenda tentang Putri Anjani ini. 

Misteri dan Mitos Gunung Rinjani

Gunung Rinjani merupakan simbol sakral bagi suku Sasak dan suku Bali. Gunung cantik ini dikenal sebagai tempat Dewi Rinjani yang menurut legenda telah menjadi ratu jin, ada berbagai misteri yang ikut mewarnai keindahan Gunung Rinjani. Legenda, mitos dan larangan'pun sudah berkembang menjadi kepercayaan turun-temurun.

1. Dewi Anjani
Gunung Rinjani erat kaitannya dengan sosok Dewi Anjani. Masyarakat meyakini bahwa Dewi Anjani berparas cantik, terlahir dari perkawinan manusia Sasak dengan Jin dan masih keturunan Raja Selaparang. Masyarakat sering mengadakan upacara ritual dengan melarung emas berbentuk ikan ke Danau Segara Anak untuk menghormati keberadaan Dewi Anjani agar lingkungan sekitar Gunung Rinjani aman tentram.

2. Segara Muncar
Dari puncak Gunung Rinjani ke arah tenggara ada kaldera lautan debu yang dinamakan Segara Muncar. Konon pada saat tertentu terlihat istana ratu jin. Pengikutnya diyakini golongan jin yang baik. Segara Muncar menjadi salah satu nama tari kontemporer di Lombok yang menceritakan kisah malam pengantin Dewi Anjani.
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Segara Muncar
Masyarakat Sasak percaya bahwa puncak Gunung Rinjani di jalur pendakian gunung adalah puncak semu, sedangkan puncak sejatinya dilindungi agar tidak tersentuh makhluk lain. 

3. Gunung Barujari
Gunung Barujari adalah anak Gunung Rinjani di Segara Anak. Menurut kepercayaan masyarakat, Gunung Barujari merupakan pusar Gunung Rinjani. Sebagian juga percaya bahwa meletusnya Gunung Barujari karena bangsa jin yang ada disana sedang membangun sesuatu. Hal ini nampak dari bebatuan yang tersusun rapi di sekitar kaki Gunung Barujari.
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Gunung Barujari

4. Danau Segara Anak
Setiap tahun sebanyak dua kali, masyarakat Hindu Bali melakukan upacara di Segara Anak, sedangkan masyarakat Sasak bisa melakukannya berkali-kali. Danau Segara Anak dipercaya memberi suatu peringatan. Masyarakat percaya jika melihat danau terlihat luas, maka umur akan panjang, begitupula sebaliknya. Mitosnya, siapapun yang mandi atau berenang di danau harus tau diri dan tidak berniat jahat untuk menghindari gangguan dari penunggu danau.
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Segara Anak

5. Air Panas Aiq Kalak
Sumber air panas di lereng Gunung Rinjani ini konon memiliki kesaktian. Selain biasa digunakan para pendaki untuk melepas lelah, orang-orang sakti biasanya mengetes kekuatan keris dan senjata di sumber air panas. Mitosnya, jika pusaka tidak memiliki kekuatan, maka akan langsung rusak atau bengkok. Demikian juga minyak obat bertuah dari minyak kelapa. Jika minyak yang disebut Siu Satus Tunggal direndam dan berubah semakin jernih, maka minyak tersebut memiliki kekuatan untuk menyembuhkan.
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Air Panas Aiq Kalak
Bagi masyarakat Gumi Sasak, tempat pemandian ini dipercaya sebagai tempat pemandian Adipati Surabaya Raden Mas Jayanegara yang merupakan salah satu tokoh pewayangan di Lombok.

6. Tempat Para Wali
Masyarakat Sasak Lombok percaya bahwa di sekitar Danau Segara Anak ada sebuah masjid besar yang dibangun para gaib. Selain sebagai tempat ibadah, masjik tersebut konon dipercaya sebagai tempat diadakannya pertemuan para wali baik yang sudah tinggal disana maupun para wali yang masih hidup, namun memiliki kesaktian menembus alam gaib. Para wali inilah yang selalu menjaga Gunung Rinjani agar tidak meletus dan menyengsarakan penduduk Lombok.


Baca Juga :

7. Tempat Sakral
Ada beberapa tempat yang disucikan sebagai tempat bertapa dan juga tempat sakral untuk menyempurnakan ilmu. Menurut masyarakat setempat, penganut paham tarekat menunaikan ibadah haji ke Gunung Rinjani, mungkin maksudnya sebagai salah satu perenungan kebesaran Tuhan.  
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Upacara Mulang Pekelem
Selain itu ada daerah tertentu di lereng Gunung Rinjani yang tidak boleh dimasuki (terlarang) karena diyakini daerah angker, dimana yang memasukinya akan hidup dan tinggal di daerah jin (hilang).

8. Gua Susu
Gua Susu berada sekitar 1 kilometer dari Segara Anak mengikuti jalur pendakian via Torean. Di dalam Gua Susu terdapat air panas dan dari stalagtitnya ada tetesan air yang konon berasa seperti susu, kadang berbeda-beda. Tempat ini sering digunakan peribadatan suatu golongan dan meditasi mencari kekuatan gaib. Mitosnya, mulut gua susu dipercaya akan lebih lebar jika yang masuk orang baik dan menjadi sempit jika yang masuk orang berniat jahat. 
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Gua Susu

9. Bunga Sandar Nyawa (Edelweiss)
Semua pendaki gunung pasti tau bunga abadi bernama latin Anaphalis Javanica ini. Menurut kepercayaan masyarakat di sekitar Gunung Rinjani, tanaman ini adalah tanaman di dalam Taman Sari dari kerajaan Jin di alam gaib. Untuk memperoleh bunga ini, masyarakat jaman dahulu harus berani mempertaruhkan nyawa, itu sebabnya bunga ini juga disebut bunga Sandar Nyawa. Mitosnya, bunga ini tidak pernah layu dan mempunyai usia yang sama dengan makluk gaib. 
Asal Usul Gunung Rinjani Lombok
Bunga Sandar Nyawa (Edelweiss Rinjani)

10. Larangan Keluh Kesah
Keluh kesah seperti sudah mendarah daging di dalam diri pendaki ketika mendaki gunung yang seharusnya tidak dilakukan di gunung manapun. Namun, jangan berkeluh kesah di Gunung Rinjani. Kepercayaan yang berkembang terkait dengan Gunung Rinjani adalah soal kekawatiran. Mitosnya, bila mengkawatirkan sesuatu ketika pergi ke Gunung Rinjani, konon kekawatiranya bisa menjadi kenyataan. 

Asal usul Gunung Rinjani termasuk penamaannya, tidak bisa dibuktikan secara pasti dengan adanya berbagai versi legenda yang beredar. Berbagai misteri maupun mitos juga tidak sepenuhnya wajib dipercayai, tetapi menghormati dan menghargai kepercayaan masyarakat setempat mengenai Gunung Rinjani perlu dilakukan untuk menjaga keasrian alam Gunung Rinjani yang kini mulai tercemar akibat ulah manusia nakal yang tidak menghargai alam maupun budaya dan kepercayaan masyarakat setempat.


Baca Juga :




Read More