Tampilkan postingan dengan label Danau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Danau. Tampilkan semua postingan

Danau Ranamese - Menikmati Kesunyian Danau Purba Manggarai Timur

Danau Ranamese. Flores memang memiliki panorama alam yang luar biasa. Tak heran jika Surga yang Jatuh ke Bumi ini mampu mengundang wisatawan domestik dan mancanegara. Labuan Bajo di Manggarai menjadi pintu masuknya wisatawan untuk menjelajahi pulau berjuluk Nusa Bunga ini. Menyimpan berbagai wisata bahari yang memiliki panorama bak surga, Flores juga memiliki surga wisata sejuk di dataran tinggi yang dikenal dengan Danau Ranamese. Tempat wisata di Manggarai ini bukan hanya sekedar tempat wisata, tetapi juga menyimpan sejarah menarik di masa lampau. 
Danau Ranamese
Danau Ranamese
Danau Ranamese terletak di dalam kawasan Taman Konservasi Alam Ruteng yang dikelola langsung oleh Kementerian Kehutanan. Secara administratif, Danau Ranamese berada di Rana Mese, Golo Loni, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Berada sekitar 25 kilometer dari Ruteng. Tempat wisata Danau Ranamese tidak susah dijangkau karena lokasinya berada di tepi jalan trans Flores, sehingga untuk mengunjunginya hanya perlu berhenti dan menepi dalam perjalanan. Check it out!

Mendekati wilayah Danau Ranamese, anggapan bahwa flores cenderung gersang akan sirna seketika. Danau ini diapit oleh Gunung Mandosawu (2.400 mdpl) yang merupakan puncak tertinggi dalam pegunungan Ruteng dan Gunung Ranaka (2.140 mdpl) sebagai puncak tertinggi kedua. Jauh dari pemukiman dan berada tersembunyi di tengah gunung, Danau Ranamese merupakan angin segar bagi wisatawan yang sedang dalam perjalanan jauh.

Memasuki kawasan Danau Ranamese, udara sejuk akan menemani siapapun untuk melewati hutan lebat sebelum sampai di area parkir. Sekitar 1 kilometer menjelajahi kawasan hutan, akan tiba di pintu gerbang yang akan membawa sampai ke pos penjagaan dan di pos ini, saatnya untuk parkir kendaraan dan memulai petualangan!. Di tempat ini bisa memilih,  ingin ke Danau Ranamese atau ke air terjun. Lets go!

Asal Mula Danau Ranamese

Danau Ranamese terbentuk karena letusan gunung berapi Nampar Nos atau dikenal dengan Gunung Ranaka, yang diperkirakan terjadi sekitar 400 tahun yang lalu. Erupsi yang hebat itu mengakibatkan kawah yang ada di gunung api tertutup air membentuk danau, hingga bagian tepinya terlihat curam. Danau purba ini layaknya dengan Danau Kelimutu yang terbentuk dari kawah Gunung Kelimutu yang fenomenal di Ende.

Legenda Danau Ranamese

Ada dua versi tentang asal mula Danau Ranamese ini, yaitu :

  1. Seorang pemburu bernama Empo Mese yang setelah berburu pagi siang malam, tidak mendapatkan satu ekorpun binatang. Dia naik ke atas pohon di tengah lembah dan ketika melihat ke bawah melihat ada gemerlap cincin emas. Namun ketika turun, cincin emas itu hilang. Dia berulang kali melakukannya dan tetap sama. Kemudian ketika cincin itu terlihat lagi, dia melempar tombak ke tengah cincin dan turun lagi. Ketika tombaknya dicabut, bukan cincin yang tertarik tapi air, makin lama makin besar hingga menenggelamkannya. Kepala Empo Mese menjadi batu yang diangkat bidadari dari dasar danau ke daratan.
  2. Ada dua danau yang dihuni makhluk halus, yaitu Danau Ranamese (danau kecil) dan Danau Ranahenbok (danau besar) yang terletak di Golorutuk. Penghuni Danau Ranamese dan Danau Ranahenbok berperang. Penghuni Ranamese pun minta bantuan manusia karena nyaris kalah. Pasukan manusia menang dengan mudah karena senjata yang digunakan Ranahenbok adalah belut (dalam pandangan makhluk halus adalah tombak). Manusia menebas belut itu dengan parang. Kekalahan penghuni Danau Ranahenbok dibayar dengan menukar Danau Ranamese menjadi lebih luas. 


Danau Ranamese

Danau Ranamese terletak pada ketinggian 1.200 mdpl dan memiliki kedalaman sekitar 43 meter. Dengan luas sekitar 5 Ha, Danau Ranamese menjadi danau terbesar di Manggarai. Danau yang dikelilingi oleh hutan lebat dan subur ini menghadirkan hawa dingin, sejuk dan menyegarkan. Air danau yang sedingin es melengkapi nuansa dingin khas pegunungan.
Danau Ranamese
Permukaan Danau Ranamese yang Tenang
Kawasan Danau Ranamese banyak dihuni oleh burung Samyong (Pachycephala Nudigula) atau Ngklong yang merupakan burung endemik Nusa Tenggara dan dikenal dengan burung 1.001 kicauan. Selain itu terdapat juga burung kipasan Flores (Rhipidura Diluta), Anis Nusa Tenggara (Zoothera Dohertyl), dan puluhan burung lainnya. 

Selain wisatawan, danau  berwarna khas hijau ini juga digunakan warga sekitar untuk memancing ikan nila dengan rakit kayu sederhana yang ditambatkan pada akar-akar pohon. Adanya angsa liar yang berenang dan terbang rendah melintasi danau menjadikan pemandangan alam yang nyaris sempurna.  Melihat aktivitas beberapa warga lokal ini jadi terasa damai, terlebih jika kabut sudah menyelimuti permukaan danau yang tenang di tengah hutan lebat yang jauh dari pemukiman. Hm..... dingin-dingin empuk... Biasanya, sebelum siang, danau sudah tertutup kabut.
Danau Ranamese
Memancing di Rana Mese
Danau Ranamese terkenal dengan kesejukannya di celah hutan yang hijau tetapi juga sebagai rumah bagi aneka burung. Tidak hanya itu, Danau Ranamese memiliki banyak keanekaragaman hayati. Beragam spesies flora dan fauna ada di dalamnya, termasuk sekitar 250 spesies burung, jenis ikan, mamalia dan hutan tropis ada di dalam kawasan Danau Ranamese. Kesunyian Danau Ranamese menjadi tempat bagi burung-burung untuk unjuk suara dengan kicauannya yang tak pernah habis. Sungguh harmoni alam yang begitu mendamaikan.

Danau Ranamese bukan hanya sekedar tempat wisata yang menenangkan wisatawan ataupun tempat bagi para photographer berburu satwa endemik, tetapi juga para muda mudi Nusa Tenggara  yang ingin sekedar berfoto selfie. Danau yang tenang dan damai, siapa lagi yang akan mengganggu ketika berfoto ria?.  

Tips Wisata ke Danau Ranamese :
  1. Datanglah pagi agar pemandangan danau sempurna dan belum tertutup oleh kabut yang mulai datang sebelum siang.
  2. Pakailah jaket untuk mengurangi hawa dingin yang kadang menusuk tulang.
  3. Tempat wisata danau ranamese sudah ada beberapa fasilitas seperti tempat parkir, taman,beberapa tempat berteduh dan villa untuk pengunjung yang ingin menginap.
  4. Bawalah alat pancing sendiri jika anda ingin memancing di Danau Ranamese.
  5. Berada di kawasan konservasi dan hutan yang asri, jangan mengotori area Danau Ranamese dan melakukan vandalisme. 


Read More

Sejarah, Legenda dan Mitos Danau Tiga Warna Kelimutu

Danau Tiga Warna Kelimutu. Danau Kelimutu sangat populer karena menjadi buah bibir para wisatawan domestik dan mancanegara. Keunikah dan keindahan danau fenomenal ini membuat siapapun tak segan mengunjungi Flores untuk melihat kebenaran mitos bahwa air danaunya bisa berubah-ubah. Banyak yang mengaitkan perubahan air danau dengan mitos yang berkembang di masyarakat sekitar. Danau berketinggian 1.639 mdpl ini memiliki sejarah, asal-usul dan mitos yang cukup menarik untuk diketahui. Selain memiliki pesona alam yang indah, tentu tidak lengkap jika tidak tahu 'sesuatu' tentang Danau Kelimutu. 
Danau Tiga Warna Kelimutu
Danau Kelimutu


Read More

Terbius 8 Danau Indah di Pegunungan Indonesia

Danau Indah di Pegunungan Indonesia. Menyapa alam bebas merupakan kegiatan favorit sebagian besar orang yang kadang risih dengan suasana perkotaan. Pendakian gunung adalah salah hal menarik yang bisa dilakukan. Berpetualang ke alam bebas, menikmati keindahan semesta sekaligus olah raga untuk kesehatan tubuh adalah beberapa hal yang bisa didapatkan ketika mendaki gunung. Pendakian gunung bukan saja tentang puncak. 

View dan alam yang luar biasa indah kerap kali bisa ditemui di pendakian gunung-gunung tertentu. Danau merupakan sumber air melimpah yang bisa ditemukan di beberapa gunung tertentu. Selain sebagai sumber air, danau menjadi estetika tersendiri yang menjadi salah satu faktor untuk mengklaim 'mengapa gunung itu indah'.

Danau bisa menjadikan gunung semakin populer di kalangan wisatawan. Danau juga sangat melegakan para pendaki dengan sumber air melimpahnya. Berikut adalah danau indah yang bisa ditemui di sekitar pendakian gunung-gunung di Indonesia :

1. Danau Kelimutu

danau kelimutu
Danau Kelimutu
Siapa yang tidak mengenal mutiara cantik di Flores ini?. Bisa dibilang ini adalah danau paling eksotis dan unik di Indonesia. Danau Kelimutu berada di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Flores, Nusa Tenggara Timur. Danau Kelimutu merupakan sebutan untuk tiga kawah di Gunung Kelimutu yang mempunyai tiga warna berbeda yaitu biru, hitam / merah dan putih. Warna pada Danau Kelimutu'pun pernah berubah-ubah hingga 44 kali, so amazing !. Danau Kelimutu tidak hanya bisa ditemukan oleh para pendaki gunung. Karena sudah menjadi wisata yang populer di Flores, siapapun bisa melihat danau unik ini.

2. Danau Segara Anak

dananu segara anak rinjani
Danau Segara Anak
Para pendaki tentu mengenal Danau Segara Anak karena lokasinya berada di jalur Pendakian Gunung Rinjani yang berlabel gunung terindah di Indonesia yang masuk jajaran 7 Summit Indonesia. Gunung Rinjani berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Untuk ke Danau Segara Anak, tidak perlu mendaki ke puncak Gunung Rinjani. Danau Segara Anak yang merupakan kawah aktif Gunung Rinjani ini berada di lereng gunung. Menikmati Danau Segara Anak bisa melalui Pendakian Gunung Rinjani via Sembalun maupun via Senaru dengan lama perjalanan sekitar 2 hari.

3. Danau Ranu Kumbolo

ranu kumbolo semeru
Danau Ranu Kumbolo
Jika Danau Segara Anak andalan Pulau Lombok, maka Pulau Jawa memiliki Danau Ranu Kumbolo di Gunung Semeru yang juga masuk dalam jajaran 7 summit Indonesia. Danau Ranu Kumbolo berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Untuk Danau Ranu Kumbolo bisa melalui jalur Pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane dengan lama perjalanan sekitar 4 jam. Dengan meningkatnya pendakian Gunung Semeru dari tahun ke tahun, keaslian Danau Ranu Kumbolo mulai terkikis. Meski begitu, sunrise di tepi danau tetap menjadi perfect moment yang ditunggu-tunggu para petualang dari berbagai penjuru negeri di Gunung Semeru.

4. Danau Satonda

danau satonda
Danau Satonda
Masih belum banyak yang mengenal dimana ada Danau Satonda. Ya... Danau Satonda memang tidak berada di dalam jalur pendakian gunung maupun kawasan tertentu. Namun, sejarahnya sangat melekat dengan Gunung Tambora karena lokasinya juga tidak jauh dari Gunung Tambora. Danau Satonda berada di Pulau Satonda, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Danau air asin yang biru ini dikelilingi perbukitan Pulau Satonda yang hijau menguning, sehingga mirip sebuah kawah yang eksotis. Hal ini mengundang peneliti dari mancanegara karena air laut yang berbeda dari air laut normal dan hal ini dikaitkan dengan letusan Gunung Tambora dan letusan Gunung Satonda yang merupakan gunung purba tua. Penasaran ?

5. Danau Gunung Tujuh

danau gunung tujuh
Danau Gunung Tujuh
Sama dengan Danau Satonda, Danau Gunung Tujuh tidak ditemukan di dalam pendakian gunung. Danau Gunung Tujuh terletak di Gunung Tujuh yang berada di belakang Gunung Kerinci. Danau ini berada di ketinggian 1.950 mdpl, bisa dibayangkan bagaimana kesegaran air danau ini mengobati panas karena penat. Danau Gunung Tujuh bisa dijangkau dari Taman Nasional Kerinci Seblat dengan waktu pendakian sekitar 3 jam. Biasanya setelah turun dari Pendakian Gunung Kerinci yang merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia ini, para pendaki menyempatkan diri ngadem di Danau Gunung Tujuh dan Danau Kaco.

6. Danau Kaco

danau kaco
Danau Kaco
Danau Kaco berada di Kabupaten Kerinci, Jambi. Danau ini juga tidak ditemukan dalam pendakian gunung, tapi masuk dalam Taman Nasional Kerinci Seblat. Danau Kaco terbilang sangat unik sehingga pesonanya sangat menggiurkan para penggiat alam. Danau Kaco bisa memancarkan cahaya ketika malam hari khususnya saat bulan purnama. Letaknya masih jarang dikunjungi wisatawan, kecuali para pendaki setelah dari Gunung Kerinci. Kondisi sekitar Danau Kaco yang masih sepi, kadang membuat siapapun waspada dengan kemunculan harimau sumatra di sekitar lokasi. Namun, siapa yang tidak tertarik menyaksikan keunikannya?

7. Danau Taman Hidup

danau taman hidup argopuro
Danau Taman Hidup
Taman hidup bukan seperti dongeng Alice In Wonderland. Taman hidup adalah sebutan sebuah danau di jalur Pendakian Gunung Argopuro yang merupakan gunung dengan jalur pendakian terpanjang se-Jawa. Lokasi Danau Taman Hidup merupakan salah satu tempat camp favorit pendaki karena merupakan sumber air yang melimpah. Untuk ke Danau Taman Hidup bisa ditempuh dengan Pendakian Gunung Argopuro via Baderan yang membutuhkan waktu 3 hari atau via Bremi yang lebih dekat dengan waktu sekitar 6 jam. Danau Taman Hidup yang tenang dengan suasana sunyi memang sangat menarik untuk berdiam diri sejenak, melepas lelah, memancing,maupun refreshing.

8. Danau Habema

danau habema
Danau Habema
Mungkin belum banyak yang mengenal Danau Habema, tapi siapapun tau Pegunungan Jayawijaya. Danau Habema berada di kompleks Pegunungan Jayawijaya-Papua, salah satu dari Seven Summits. Danau yang berada di ketinggian 3.225 mdpl ini didaulat sebagai danau tertinggi di Indonesia. Pendakian Jayawijaya yang tergolong mahal tak berbeda dengan Danau Habema, untuk itulah kenapa danau ini sepi dari wisatawan maupun pendaki. Pesona alamnya tentu membuat siapapun tergiur untuk merasakan dinginnya danau di bawah kaki salju abadi.

Itu adalah 8 danau indah di pegunungan Indonesia yang bisa dijumpai di jalur pendakian maupun berkaitan erat dengan gunung tersebut. Danau-danau itu pula yang membuat waktu pendakian kadang tampak lebih lama, karena terbius dengan nuansa alamnya yang mempesona. Cool.

Read More

Danau Kelimutu - Keajaiban Alam Indonesia dari Flores

Danau Kelimutu Ende. Berlibur ke Flores, jangan lewatkan wisata unik Danau Kelimutu atau yang populer disebut Danau Tiga Warna. Bukan hanya di dalam negeri, tetapi danau fenomenal ini juga dikenal di luar negeri. Sebagai danau yang bisa berubah-ubah warna hingga 44 kali, Danau Kelimutu juga memiliki cerita mistis serta mitos yang menjadi bumbu cerita menarik bagi siapapun yang mengunjunginya. Siapa yang tidak tertarik dengan fenomena keajaiban alam gunung berapi berketinggian 1.639 mdpl ini?
Danau Kelimutu Ende
Danau Kelimutu
Gunung Kelimutu berada di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Gunung Kelimutu tercatat terakhir meletus pada tahun 1968. Sedangkan pertama berubah warna terjadi setelah letusan tahun 1886.

Seperti wisata gunung pada umumnya, perjalanan ke area Danau Tiga Warna Kelimutu dari lokasi parkir diawali dengan menyusuri jalan menanjak yang pada beberapa bagian sudah dipaving. Awalnya, jalan yang menanjak memang belum terlalu curam dan masih cenderung datar. Tidak jauh dari lokasi parkir akan sampai di persimpangan dengan tanda 'Danger Area'. Ada petunjuk arah untuk ke kawah maupun ke terowongan Belanda. Walk to the left.
Danau Kelimutu Ende
Area Masuk Wisata Danau Kelimutu
Setelah melewati persimpangan, jalur mulai melebar dan datar, cukup sebagai pemanasan sebelum menyusuri tangga panjang di lereng gunung. Disini akan melewati area Danau Atapolo yang bisa dilihat dari dekat. Untuk ke puncak Gunung Kelimutu, harus melewati puluhan tangga di sepanjang lerengnya yang tentunya lebih banyak membutuhkan tenaga ekstra. 

Asal Usul Nama Danau Kelimutu

Kelimutu berasal dari kata 'keli' yang berarti gunung dan 'mutu' yang berari mendidih. Kelimutu memiliki tiga danau yang memiliki nama berbeda yaitu :
  1. Tiwu Nuwa Muri Koo Fai : Berwarna khas hijau lumut, memiliki kedalaman sekitar 127 meter serta memiliki luas sekitar 5,5 Ha. Dipercaya sebagai tempat berkumpulnya jiwa muda mudi yang telah meninggal.
  2. Tiwu Ata Polo : Berwarna hijau, kadang merah, memiliki kedalaman hingga 64 meter serta memiliki luas sekitar 4,5 Ha. Dipercaya tempat berkumpulnya jiwa orang-orang meninggal yang selama hidupnya selalu melakukan kejahatan.
  3. Tiwu Ata Mbupu : Berwarna kehitaman, kadang putih, memiliki kedalaman hingga 67 meter serta memiliki luas 4 Ha. Dipercaya tempat berkumpulnya jiwa orang tua yang telah meninggal. 
Awalnya, daerah ini ditemukan oleh Van Such Telen warga Belanda pada tahun 1915. Ketika pertama ditemukan, Danau Kelimutu berwarna merah, putih dan biru. Keindahannya dikenal setelah Y. Bouman melukiskan dalam tulisannya pada tahun 1929.

Puncak Gunung Kelimutu

Puncak Gunung  Kelimutu ditandai dengan adanya tugu di area puncak. Perjalanan normal dari area parkir hingga puncak membutuhkan waktu sekitar 25 menit. Dari puncak tampak Danau Tiwu Nuwa Muri Koo Fai dan dibatasi oleh tebing batu disebelah kanannya tampak Danau Tiwu Ata Polo. Sementara di seberang sisi kedua danau ada Danau Tiwu Ata Mbupu yang berwarna kehitaman dan memiliki kedalaman hingga 67 meter.
Danau Kelimutu Ende
Tiwu Nuwa Muri Koo Fai
Danau Kelimutu Ende
Tiwu Ata Mbupu
Dari ketiga danau tersebut, Danau yang paling sering berubah warna hingga 44 kali dalam kurun waktu 1915-2011 adalah Danau Timu Ata Polo yang juga salah satu sumber air Sungai Ria Mbuli. Biasanya danau ini berwarna coklat hingga kemerahan. 
Danau Kelimutu Ende
Tiwu Ata Polo
Spesial momen di Danau Tiga Warna Kelimutu adalah menjelang matahari terbit. Ketika matahari perlahan muncul di belakang Tiwu Nuwa Muri Koo Fai, panorama alam yang luar biasa akan tersaji dengan indahnya. Warna jingga matahari berpadu dengan warna hijau tosca dihiasi perbukitan indah yang nampak di sekelilingnya membentuk lukisan alam yang begitu indah. Menikmati alam pagi dengan segelas kopi hangat, tentu akan lebih sempurna. 

Bukan hanya wisatawan lokal, wisatawan asing juga cukup mendominasi di area wisata Danau Kelimutu ini. Meski suhu lumayan dingin ditambah angin yang berhembus kencang, tidak meruntuhkan semangat siapapun untuk berfoto mesra dengan keajaiban alam Danau Tiga Warna, karena siapa tahu beberapa menit kemudian warnanya telah berubah. 

Perubahan Alam Kepercayaan Abadi

Masyarakat (Orang Lio) percaya bahwa jiwa atau arwah akan datang ke Danau Kelimutu setelah seseorang meninggal dunia sebagai tempat peristorahatan terakhir kehidupan. Setelah jiwanya meninggalkan kampung, akan tinggal di Kelimutu untuk selamanya. Sebelum masuk ke kawah Kelimutu, para arwah akan menghadap Konde Ratu selaku penjaga pintu masuk Perekonde. Arwah tersebut masuk ke dalah satu danau kawah tergantung usia dan perbuatannya. 
Danau Kelimutu Ende
Danau Tiga Warna Kelimutu
Ketiga danau tersebut seolah bagaikan cat berwarna . Warna airnya berubah-ubah tanpa tanda ada tanda alami sebelumnya. Warna yang berubah-ubah disebabkan oleh proses geokimia di dasar danau yang menghasilkan kandungan zat kimia tertentu di dalam air. Peralihan warna menjadi hijau kemungkinan akibat perubahan gas gunung api atau dampak kenaikan suhu. Warna merah dan coklat tua disebabkan konsentrasi zat besi dan warna hijau lumut mungkin berasal dari biota jenis lumut. 

Festival Danau Kelimutu

Festival Danau Kelimutu dilakukan tiap tahun, biasanya tanggal 14 Agustus. Pameran yang menyuguhkan kuliner dan kerajinan tangan ini diakhiri dengan upacara adat Pati Ka di Danau Kelimutu. Pati Ka berarti memberi makan, dimana pemberian makan ditujukan untuk para leluhur Danau Kelimutu yang terdiri dari daging babi dan moke (minuman tradisional). Acara adat diawali dengan tarian adat 'tari gawi', kemudian peletakan sesaji untuk leluhur. 

Ritual ini juga sebagai ungkapan rasa syukur atas tahun kemarin melalui doa serta meminta berkat, kesejahteraan, kesehatan dan kehidupan yang baik di tahun mendatang. Festival ini menghormati tradisi ritual Pati Ka Du’a Bapu Ata Mata dari kelompok etnis Lio di Flores.

Suasana Danau Kelimutu bervariasi, tidak hanya perbedaan dan perubahan warna, tetapi juga karena cuaca. Tidak aneh jika tempat keramat ini menjadi legenda yang sejak lama berlangsung turun temurun, sehingga masyarakat setempat percaya bahwa tempat ini sakral. 
Danau Kelimutu Ende
Cheers...

Tips Wisata di Danau Kelimutu :
  1. Waktu terbaik untuk mengunjungi Danau Kelimutu adalah menjelang matahari terbit. 
  2. Gunakan perlengkapan safety seperti sepatu atau sandal gunung, jaket, kerpus dan sarung tangan karena di puncak sangat dingin ketika menjelang pagi.
  3. Biasanya ada penjaja makanan di area puncak yang menjual minuman seduh.
  4. Tetaplah berjalan di jalan setapak yang sudah ditentukan.
  5. Berhati-hatilah saat mengambil foto di area danau. Meski telah dibuat pagar pengaman, biasanya masih ada yang melewati batas aman untuk mengambil foto.
  6. Lebih baik tidak ke arah danau menjelang siang karena cuaca yang panas dan biasanya area danau sudah tertutup kabut setelah jam 8. Namun, tergantung kondisi cuaca juga.
  7. Hormati tempat yang dianggap sakral ini dengan tidak merusak apapun di area wisata.
  8. Sebagai Taman Nasional, jagalah kebersihan di area wisata Danau Kelimutu dengan tidak membuang sampah sembarangan dan melakukan vandalisme.

Read More

Pulau Sempu dan Segara Anakan yang Mempesona

Pulau Sempu MalangPulau Sempu merupakan salah satu tempat wisata di Malang yang sangat terkenal, berupa pulau terpencil dengan keindahan yang memukau. Laguna Segara Anakan menjadi daya tarik pulau kecil dengan luas 877 Ha ini. Laguna dengan luas sekitar 4 Ha, merupakan tempat paling menawan  yang tersembunyi jauh di lingkar hutan tropis yang lebat. Pasir putih yang bertemu dengan birunya air dan terpisah dari lautan lepas, menjadikan Pulau Sempu sebagai tempat wisata paling populer di Malang Selatan.
segara anakan
Pulau Sempu
Wisata Pulau Sempu terletak di selatan Pantai Sendang Biru. Lokasinya berada di pantai selatan Kabupaten Malang tepatnya di Desa Tambak Rejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Pulau yang ditumbuhi pepohonan tropis adalah cagar alam  yang dikelola oleh Balai Konvervasi Sumber Daya Alam Jawa Timur. Akses jalan menuju lokasi cukup mudah dengan jalan yang sudah beraspal dengan papan petunjuk yang jelas. Sendang Biru sendiri merupakan dermaga untuk menuju ke Pulau Sempu.
pulau sempu
Dermaga Pantai Sendang Biru
Cara menuju ke Pulau Sempu, wisatawan diwajibkan menyewa perahu dengan tarif kurang lebih Rp.100.000-Rp.200.000. Perahu bisa menampung sekitar 10 orang. Jika belum pernah ke Segara Anakan, disediakan jasa guide dengan tarif sekitar Rp.200.000. Karena tidak jauh dari Pantai Sendang Biru, hanya dibutuhkan waktu kurang dari 30 menit untuk sampai di Pulau Sempu. 

Untuk menikmati wisata Pulau Sempu Malang, anda bisa hanya mengelilingi sekitar pulau atau berhenti di garis pantai Pulau Sempu. Jika ingin ke Segara Anakan, perahu akan menuju ke Teluk Semut (Ant Bay).
Melintasi Hutan Tropis
Hutan Tropis Pulau Sempu
Perjalanan menuju ke wisata Laguna Segara Anakan Pulau Sempu adalah sebuah petualangan yang harus dialami wisatawan karena selepas dari Teluk Semut, perjalanan dilanjutkan dengan trekking kurang lebih selama 2 jam menembus lebatnya hutan dengan jalan curam, terjal dan berlumpur. Meski jalur agak sulit dan melelahkan, semua akan terbayar ketika sampai di Laguna tersembunyi yang sangat cantik dan bisa disebut sebagai primadona Pulau Sempu.

Lokasi camp di Pulau Sempu Malang cukup menarik. Wisatawan dalam dan luar negeri tak segan menghabiskan waktu wisata di sekitar Segara Anakan selama semalam lalu akan dijemput esok harinya oleh nelayan sesuai kesepakatan.
segara anakan
Laguna Segara Anakan
Karena sebuah cagar alam, berbagai vegetasi tumbuhan tropis ada di Pulau Sempu diantaranya waru laut, pandan, mangrove, dan sebagainya. Selain itu Pulau Sempu juga menjadi rumah bagi satwa liar seperti kera abu-abu yang tak jarang ditemukan di sekitar pantai. Selain itu ada babi hutan, kijang, rusa ditambah satwa laut seperti udang, kepiting, ikan belodok dan lain sebagainya.

Jika tidak sempat menjelajah Pulau Sempu ada fasilitas penginapan di sekitar Pantai Sendang Biru. Selain itu ada mushola, warung dan juga nelayan yang menjual hasil tangkapan ikan.

Tips wisata ke Pulau Sempu :
  1. Merupakan cagar alam, untuk ke pulau sempu harus melakukan  simaksi (surat ijin masuk kawasan konservasi), karena Pulau Sempu terbatas digunakan untuk penelitian dan pendidikan.
  2. Jika tidak ingin menyewa sepatu untuk trekking, gunakan santal yang anti selip karena trek yang berlumpur.
  3. Jangan lupa membuat kesepakatan dengan nelayan perahu untuk waktu penjemputan.
  4. Bawalah bekal yang cukup sepanjang perjalanan ke Laguna Segara Anakan karena cukup melelahkan.
  5. Jangan mengotori wilayah wisata Pulau Sempu Malang ataupun melakukan vandalisme dan perusakan lingkungan.

Read More

Kesunyian Eksotis Telaga Ngebel Ponorogo

Telaga Ngebel Ponorogo. Bukan hanya reog yang terkenal di Ponorogo. Ponorog menyimpan destinasi wisata alam yang sangat mengagumkan yaitu Telaga Ngebel. Tempat wisata di Ponorogo ini sangat cocok untuk siapapun yang menyukai destinasi alam bebas. Berada di tempat yang jauh dari keramaian dan dikelilingi oleh perbukitan, menjadikan tempat wisata Telaga Ngebel ini salah satu spot wisata populer di Ponorogo. 
Telaga Ngebel Ponorogo
Telaga Ngebel
Telaga Ngebel terletak di Desa Ngebel, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Berada sekitar 30 km dari pusat Kota Ponorogo. Rute untuk ke tempat wisata Telaga Tebel juga mudah dijangkau. Ada dua rute yang bisa dijadilan alternatif :
  1. Kota Ponorogo - Jenangan - Ngebel. 
  2. Madiun - Dolopo - Ngebel
Sudah terpasang papan petunjuk arah di jalan raya,jadi tidak perlu bingung, terlebih masyarakat sekitar juga pasti tahu lokasi tempat wisata Telaga Ngebel. Meski ada petunjuk arah, ada beberapa jalan yang rusak karena dilalui oleh penambang pasir.
  
Telaga Ngebel terbentuk secara alami karena air yang berasal dari sumber air Kanal Santen dan Air Terjun Toyomarto. Telaga ini berada di kaki Gunung Wilis dan memiliki suhu antara 20 - 26 derajat celcius. Dengan luas 5 kilometer yang bisa dikelilingi, terbayang betapa banyaknya spot menarik untuk menjelajah area wisata ini. Tapi pastikan untuk menjelajah tetap menggunakan kendaraan, daripada lelah di tengah jalan.
Telaga Ngebel Ponorogo
View Telaga Ngebel
Telaga Ngebel memiliki air telaga jernih kehijauan yang diakibatkan oleh biota air di bawah telaga. Maka jangan heran jika di area telaga ini terdapat banyak keramba ikan dan juga masyarakat desa yang memancing di pinggiran danau. Telaga Ngebel ini sangat alami dan bersih dari sampah anorganik, sehingga masih menjadi hibitat ideal untuk ikan air tawar berkembang biak. Jadi, selain menikmati kesunyian dan pesona alam Telaga Ngebel, menyalurkan hobi memancing di danau ini juga boleh dicoba. 
Telaga Ngebel Ponorogo
View Telaga Ngebel
Selain bersantai di area tepian danau, bermain wahana air untuk menjelajah Danau Ngebel juga bisa dicoba disini. Ada beberapa permainan yang bisa dicoba di tempat wisata Telaga Ngebel, yaitu :
  1. Kuda Tunggang.
  2. Bendi : Kereta kuda yang bisa diisi 3 orang.
  3. Bus Air : Bisa menampung sekitar 15-20 orang. Desain yang terbuka memang dikhususnya untuk wisatawan yang ingin mengelilingi Telaga Ngebel secara leluasa dan santai, terutama jika ingin mengabadikan momen lewat jepretan kamera.
  4. Speed Boat : Jika ingin mencoba adrenalin, wahana ini bisa jadi pilihan. SPeed Boatbisa diisi 6 orang.
  5. Perahu bebek.
Telaga Ngebel Ponorogo
Wahana Air

Untuk kuda tunggang dan bendi, tidak bsia digunakan untuk mengelilingi telaga karena dikawatirkan bisa mengganggu lalu lintas yang padat, terutama di akhir pekan dan hari libur. Namun tenang, menyusuri jalanan dengan kuda tunggang dan bendi bisa dilakukan tanpa meninggalkan view telaga. Dengan adanya beberapa permainan menarik di darat maupun di air, menjadikan Telaga Ngebel layaknya Telaga Sarangan. Selain penginapan, di sekitar telaga juga terdapat warung makan dengan kuliner khas air tawar yaitu ikan Nila, yang bisa dinikmati sambil memandang pesona Telaga Ngebel yang tenang. 


Nah, selain spot foto di telaga, ada satu icon baru di tempat wisata di Ponorogo ini, yaitu adanya patung naga. Kira-kira ada apa dengan patung naga?. Yah... lagi-lagi layaknya di Telaha Sarangan, Patung Naga berkaitan dengan legenda Telaga Ngebel.

Legenda Telaga Ngebel

Ada legenda yang beredar di masyarakat tentang terbentuknya Telaga Ngebel Ponorogo. Konon, Patih Batara Angin sedang bermeditasi dengan mengubah wujudnya menjadi ular naga bernama Baru Klinting. Tanpa sengaja, ada orang yang membawa ular itu masuk kedalam desa. Sebelum dipotong, ular itu berubah menjadi seorang anak kecil. Anak tersebut membuat sayembara dengan menancapkan batang lidi dan menyuruh warga desa mencabutnya, tetapi tidak ada yang berhasil. Ketika anak kecil tersebut mencabut lidi, muncul sumber air yang menggenang hingga terbentuk menjadi telaga. Akhirnya oleh masyarakat sekitar, telaga tersebut dinamakan Ngebel yang berarti mengeluarkan bau menyengat.

Selain itu, Telaga Ngebel juga berperan dalam sejarah Kabupaten Ponorogo. Konon, seorang pendiri Kabupaten Ponorogo, yaitu Batoro Katong, pernah menyucikan diri di mata air yang ada di dekat Telaga Nggebel sebelum melakukan syiar Islam di Kabupaten Ponorogo. Mata air itu kini dikenal dengan Kucur Batoro.

Selain menyimpan legenda yang menarik, suasana Telaga Ngebel yang sunyi juga bisa menjadi tempat yang sangat menyenangkan dengan ditambahnya beberapa wahana oleh pengelola. Bercengkerama sore di bawah pepohonan besar yang teduh, dengan panorama alam menawan dikelilingi perbukitan, siapa yang tidak tertarik?
Telaga Ngebel Ponorogo
Cheers...

Tips Wisata ke Telaga Ngebel :
  1. Sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi, karena tidak ada transportasi umum untuk sampai ke lokasi wisata.
  2. Akses jalan lumayan susah jika ditempuh dari Kota Ponorogo karena ada beberapa bagian yang rusak akibat truk pasir, lebih baik menggunakan kendaraan roda 2. Jika dari Madiun, bisa menggunakan kendaraan roda 4.
  3. Waktu yang tepat untuk wisata adalah pagi dan sore hari.
  4. Untuk mengelilingi telaga, gunakan kendaraan. Wahana seperti bendi dan kuda tunggang tidak bisa digunakan untuk mengelilingi area telaga.
  5. Telaga Ngebel masih alami, jadi jangan mengotori area wisata dan melakukana vandalisme.

Read More

Telaga Pacuh - Setitik Kesegaran di Dalam Hutan Lindung

Wisata Telaga Pacuh Blitar. Berbicara tentang telaga di Blitar, tentu Telaga Rambut Monte menjadi juara karena kepopulerannya. Namun, ada telaga di Blitar yang bisa dimanfaatkan untuk refreshing ketika hari libur. Wisata Alam Paco atau Telaga Pacuh mungkin belum terlalu akrab di telinga wisatawan yang hanya sesekali berkunjung ke Kota Proklamator ini. Bagi masyarakat Blitar, Telaga Pacuh sudah tidak asing lagi karena dulunya, tempat wisata di Blitar ini pernah menjadi alternatif bersantai bersama keluarga. Bagaimana sekarang?, check it out!
Wisata Telaga Pacuh Blitar.
Telaga Pacuh
Wisata Alam Paco terletak di Desa Panataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Lokasinya berada di antara kawasan wisata Candi Penataran dan Candi Gambar Wetan, sekaligus berada di sisi jalur akternatif tempat wisata Gunung Kelud Kediri. Rute untuk ke Telaga Pacuh dari kota Blitar, langsung ke arah wisata Candi Penataran. Pertigaan sebelum pintu masuk Kawasan Wisata Penataran, belok ke kanan. Lokasi Wisata Alam Paco ada di kiri jalan. Meski rutenya sangat mudah, jalur yang dilalui tidak begitu mudah karena ada beberapa area jalan yang rusak.

Telaga Pacuh dikembangkan menjadi objek wisata pada tahun 2011. Wisata Alam Paco yang menempati area seluar 5.21 Ha ini dikembangkan oleh PT. Perkebunan Nusantara XII Bantaran Afd Penataran. Di area Wisata Alam Paco terdapat hutan lindung yang membuat hawa sejuk masih sangat terasa. Hingga kini, masih terdapat banyak pohon karet bolu berumur ratusan tahun yang masih berdiri kokoh. Selain itu terdapat Telaga Pacuh, yaitu sumber air yang memiliki luas sekitar 1 Ha yang menjadi ikon wisata sekaligus dimanfaatkan pengunjung untuk memancing.

Fasilitas yang ada di tempat wisata Telaga Pacuh memang belum begitu banyak, tetapi masih ada beberasa fasilitas yang tidak digunakan seperti toilet dan juga perahu bebek yang terbuang percuma. Berada di antara pepohonan raksasa yang rimbun, kadang membuat tempat ini terasa seperti tempat yang angker dan sakral. Di bagian depan area wisata, selain pohon karet bolu raksasa dengan ranting yang dibiarkan liar, terdapat gazebo untuk bersantai dan juga pohon bambu yang memperindang area depan ini.  
Wisata Telaga Pacuh Blitar.
Area Depan
Setelah area pertama, ada tangga yang menghubungkan ke area Telaga Pacuh. Telaga ini sebenarnya digunakan untuk irigasi dan suplay air bersih PDAM. Pada tahun 2010 juga pernah digunakan sebagai tempat pemancingan dan bermain perahu bebek. Di telaga ini terdapat banyak ikan mujaer, tak heran jika di tempat ini pernah menjadi tempat pemancingan.
Wisata Telaga Pacuh Blitar.
Area Telaga
Di sebelah barat telaga, ada taman yang berisi beberapa tanaman hias beralas rumput yang terawat baik. Di area taman ini juga terdapat gasebo untuk bersantai, kolam ikan di tengah taman, rumah kayu dan jembatan bambu di sisi utara. Di bagian utara ada jalan setapak diantara pepohonan rimbun yang menciptakan suasana berjalan di tengah hutan alias jungle track. Jalan setapak ini mengarah ke sadranan Panji Joyo Subroto dimana tempat ini masih digunakan untuk ritual oleh beberapa masyarakat sekitar setiap hari kamis malam.

Telaga tenang di balik pohon karet raksasa ini sangat cocok untuk bersantai dan menyejukkan pikiran. Memiliki konsep back to nature yang kini masih dalam tahap pengembangan fasilitas, tempat wisata di Blitar ini akan menjadi tujuan wisatawan, bukan hanya yang suka hobi memancing saja.

Tips Wisata di Telaga Pacuh :

  1. Lokasi wisata Telaga Pacuh bisa diakses dengan kendaraan roda dua maupun roda 4.
  2. Bawalah alat pancing sendiri jika ingin memancing.
  3. Sebaiknya tidak berenang di area telaga.
  4. Jangan merusak taman dan tanaman lain di area Wisata Alam Paco.
  5. Jangan mengotori area wisata dan area danau.
  6. Area wisata cukup sepi selain hari libur. Jagalah sikap di area wisata.
  7. Jagalah kebersihan dan jangan melakukan vandalisme.


Read More