Tampilkan postingan dengan label Agrowisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agrowisata. Tampilkan semua postingan

5 Tempat Menarik di Perkebunan Teh Sirah Kencong

Kebun Teh Sirah Kencong Blitar. Wisata alam kini semakin digandrungi para wisatawan. Bukan saja daerah pesisir pantai, tetapi dataran tinggi juga banyak diminati karena selain hawa sejuk, pemandangan alamnya juga mengagumkan, tapi ya... tergantung dimana. Bukan hanya Malang dengan Kebun Teh Wonosari'nya, di Blitar juga ada Kebun Teh Sirah Kencong. Nama Perkebunan Teh Sirah Kencong pasti sudah tidak asing. Namun jangan salah, wajah Kebun Teh Sirah Kencong kini semakin dipoles cantik untuk pariwisata. Tempat wisata yang dikenal sebagai Jalur Pendakian Gunung Butak kini dikenal juga karena pesona wisata alamnya.
Kebun Teh Sirah Kencong Blitar
Kebun Teh Sirah Kencong Blitar
Kebuh Teh Sirah Kencong terletak di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Berada sekitar 37 kilometer dari Kota Blitar. Dulu, rute ke Kebun Teh Sirah Kencong terkenal dengan jalurnya yang terjal dan cukup berat. Ada dua rute ke Kebun Teh Sirah Kencong yang bisa dilalui, yaitu :
  1. Via Semen : Blitar - Wlingi - Pasar Semen - Belok kanan ke arah Sirah Kencong. 
  2. Via Tegalsari : Kawedanan Wlingi ke utara sampai Tegalsari - Belok kiri di pertigaan Tegalsari - Ikuti jalur melewati hutan sengon, SD Ngadirenggo 2, hutan pijiombo dan pabrik susu. Ikuti arah ke Kebun Teh Sirah Kencong.
Jalur kedua adalah jalur yang sangat direkomendasikan karena lebih mudah dari jalur Semen, sudah beraspal mulus dan dilengkapi dengan petunjuk arah. Kedua jalur tersebut adalah medan gunung, sehingga banyak tanjakan dan tikungan yang siap menanti.

Berada di bawah kaki Gunung Butak dan memang salah satu Jalur Pendakian Gunung Butak, Sirah Kencong tidak hanya menyajikan pesona alam bak permadani hijau saja, tetapi ada beberapa hal menarik yang ada di Sirah Kencong. Kini bukan hanya pendaki, tetapi semua kalangan umur dari yang muda hingga tua mulai terbius dengan wajah baru Sirah Kencong. 

Berikut beberapa tempat menarik di Sirah Kencong :

1. Kebun Teh 

Kebun Teh Sirah Kencong Blitar
Salah Satu Area Kebun teh
Sesuai namanya, andalan utama Sirah kencong adalah perkebunan teh yang  membentang luas di perbukitan di bawah kaki Gunung Butak. Sirah Kencong merupakan unit usaha dari Kebun Bantaran - PT Perkebunan Nusantara XII, dengan produk unggulan berupa teh hitam Ken Tea (Sirah KENcong TEA). Kebun teh Sirah Kencong berada di ketinggian 1.000 mdpl. Bisa dibayangkan bagaimana sejuknya hawa pegununggan disini. 

Pemandangan di perkebunan teh Sirah Kencong sangat mempesona. Menikmati hamparan luas hijau teh yang berbukit mampu membuat siapapun enggan segera beranjak di tempat ini. Terlebih adanya gasebo di beberapa titik yang semakin melengkapi waktu bersantai bersama keluarga, teman-teman, atau... si doi. 

2. Brak Papat

brak papat
Brak Papat
Bagi para pendaki gunung, nama Brak Papat tentu sudah tidak asing. Brak Papat berada di ketinggian 1.340 mdpl dan merupakan salah satu tempat favorit untuk camping ceria bagi penyuka ketinggian dan kesepian. Lokasi yang lebih tinggi dan masuk dalam jalur pendakian, tentu harus sedikit mendaki menembus kebun teh untuk sampai di Brak Papat.

Brak Papat adalah area lapang cukup luas di area perkebunan Sirah Kencong. Dari tempat ini yang berlatar belakang Gunung Butak, nampak juga megahnya Gunung Kelud. Dikelilingi panorama kebun teh yang hijau'pun serasa menyejukkan mata. Kala malam, giliran lampu-lampu kota yang muncul menghiasi dataran berdampingan dengan gemerlapnya bintang-bintang di langit. Ciehh....!

3. Candi Sirah Kencong

candi sirah kencong
Candi Sirah Kencong
Candi Sirah Kencong berada di salah satu bukit di kawasan Kebun teh Sirah Kencong. Dari tempat parkir, bisa mengikuti petunjuk arah untuk ke candi, tentunya dengan berjalan kaki. Memang membutuhkan sedikit tenaga karena harus mendaki bukit kecil sekitar 15 menit dari pintu masuk perkebunan. 

Candi Sirah Kencong ditemukan pada tahun 1967 dengan tiga bangunan pokok berupa kaki dan tubuh candi. Candi Sirah Kencong masih memiliki kesamaan dengan Candi Penataran dengan relief yang lebih sederhana. Di Candi Sirah Kencong terdapat relief Bubuksah Gagangaking, Samudra Mantana dan relief Bima. Dari lokasi candi, pemandangan utama berupa kebun teh juga masih mendominasi area. Sejarah yang berpadu dengan keindahan. Hm... duduklah sejenak sambil berkisah Bimasuci

4. Air Terjun Sirah Kencong

air terjun sirah kencong
Air Terjun Sirah Kencong
Air Terjun Sirah Kencong hampir searah dengan Candi Sirah Kencong. Jika arah candi lurus melalui kios-kios bunga, maka arah ke air terjun adalah ke kiri. Lagi-lagi dibutuhkan tenaga yang lebih untuk ke air terjun karena kembali harus berjalan di trek yang cukup menanjak. Bisa dibilang tempat ini adalah akhir dari segalanya karena puncak dari segala lelah di tempat wisata ini ada di Air Terjun Sirah Kencong.

Air Terjun Sirah Kencong sudah ditata layaknya tempat wisata dengan adanya gasebo, kursi kayu dan patung gajah yang mengelurkan air, kadang juga tidak. Aliran air terjun ini tidak terlalu deras dan dikelilingi vegetasi hijau yang menyejukkan mata. Sangat cocok untuk sarana menyegarkan mata, menyegarkan diri, menyegarkan pikiran, pokoknya menyegarkan segalanya.

5. Goa Tikus

goa tikus sirah kencong
Goa Tikus
Goa Tikus atau Goa Perlindungan searah dengan Air Terjun Sirah Kencong dan hanya berjarak sekitar 70 meter dari air terjun dengan jalan yang menanjak. Goa ini tidak begitu lebar dan ada dua mulut goa yang saling terhubung. Yah... memang goa ini dibuat pada jaman Jepang sebagai tempat persembunyian.

Pada atap-atap Goa, dihuni kaum kelelawar yang tak terhitung jumlahnya (karena gelap). Tidak apa-apa jika ingin menyusuri mulut gua satu hingga ke mulut gua yang kedua karena jaraknya tidak jauh. Jangan heran kalau bau kotoran kelelawar semerbak menusuk hidung. 

Sirah Kencong menyajikan pesona alam yang cukup lengkap. Tak heran jika wisata di Blitar ini masih menjadi andalan pariwisata. Dibalik nama Kebun Teh Sirah Kencong, tempat ini menjadi lokasi wisata yang cocok untuk para pendaki, pecinta alam dan penggemar sejarah. Mulai sejarah dari jaman Kamandanu yang berupa candi hingga sejarah di jaman penjajahan tersaji di Sirah Kencong. Meski tidak banyak, tapi tetap berkesan indah. So, when will you want to explore it?


Tips Wisata di Kebun Teh Sirah Kencong :
  1. Rute ke Sirah Kencong melalui jalur Tegalsari sangat direkomendasikan karena bisa diakses kendaraan roda 2 dan roda 4.
  2. Jika ingin camping di Brak Papat, konfirmasilah dengan petugas.
  3. Jika ingin naik mengelilingi kebun teh, candi, air terjun dan goa tikus, bawalah logistik dari bawah karena di lokasi tersebut tidak ada warung. Warung hanya ada di area parkir air terjun.
  4. Trek ke area kebun teh dan Candi Sirah Kencong cukup panas, bawalah pelindung kepala. 
  5. Jangan merusak atau mengambil apapun di area wisata sejarah Candi Sirah Kencong.
  6. Trek ke Goa Tikus cukup menanjak, pakailah sandal anti selip. 
  7. Bawalah penerangan bila ingin masuk ke dalam goa. 
  8. Jangan membuang sampah sembarangan atau melakukan vandalisme di seluruh area wisata Kebun Teh Sirah Kencong.

Read More

Nikmatnya Petik Jambu Segar di Kampung Jambu Blitar

Kampung Jambu Karangsono Blitar. Berada di kaki Gunung Kelud, menjadi berkah, baik kota maupun kabupaten Blitar. Tanah regosol yang banyak ditemukan di Blitar bisa dimanfaatkan untuk menanam padi, tebu, tembakau dan sayur mayur. Blitar memiliki komoditas pertanian yang cukup menjanjikan dan kini telah berkembang menjadi sebuah daerah potensial yang memiliki beragam jenis produk unggulan. Baru-baru ini, cukup gencar dengan wisata baru di Blitar yaitu Kampung Jambu. Yah, menyusul agrowisata yang ada sebelumnya seperti Kampung Coklat, Perkebunan Belimbing dan Agrowisata Jeruk, Kampung Jambu dengan varietas jambu biji merah kini mulai dikenal masyarakat sekitar maupun luar daerah. Jika ada Istana Jambu di Kediri, maka ada Kampung Jambu di Blitar.
Kampung Jambu Blitar
Kampung Jambu Karangsono
Kampung Jambu berada di Dusun Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Tak heran jika ketika masuk Dusun Karangsono ini banyak dijumpai tanaman Belimbing dan Jambu karena merupakan komoditas utama di Karangsono. Banyaknya kedua jenis tanaman tersebut khususnya jambu, itulah kenapa tempat ini dinamakan Kampung Jambu. Rute ke Kampung Jambu yang mudah yaitu mengitu jalan di sebelah barat Kantor Kabupaten. Pusat Kampung Jambu ada di kiri jalan, tidak jauh setelah perempatan ke 3, tepatnya di rumah Mas Mufid Raharja.
Kampung Jambu Blitar
Kampung Jambu
Jambu biji merah termasuk buah yang menjadi favorit bagi banyak orang. Jambu biji merah memiliki kandungan vitamin C yang sangat tinggi, bahkan 3-6 kali lebih tinggi daripada buah jeruk. Kandungan vitamin dan mineral'nya memiliki banyak khasiat dan manfaat seperti mengobati disentri, menjaga kesehatan jantung, meningkatkan fungsi otak, mengobati batuk dan pilek, pencegahan kanker, meningkatkan daya tahan tubuh, membuat kulit sehat, serta membantu mengobati demam berdarah. Jadi, siapa yang tidak tertarik mengkonsumsi buah manis ini?

Seluk Beluk Kampung Jambu

Sudah lama di daerah ini membudidayakan jambu sebagai komoditas pertanian mulai tahun 2011 - 2017. Berawal dari pertanian, bisnis berkembang menjadi jual beli buah jambu. Tahun 2017-2018, bekerja sama dengan organisasi di desa dan di luar desa untuk menambahkan sarana edukasi di Kampung Jambu. Tempat wisata Kampung Jambu yang awalnya mengutamakan edukasi, juga dikembangkan menjadi tempat wisata. Meski begitu, Kampung Jambu tetap mengandalkan pasar sebagai mata pencaharian utama. 
Kampung Jambu Blitar
Area Petik Jambu
Ada sekitar 2.000 pohon jambu biji merah di Desa Karangsono. Panen biasanya dilakukan dua hari sekali dan paling lama seminggu dua kali, dengan kapasitas 20kg atau bisa lebih. Rata-rata panen pertahun sekitar 3 kw. Jambu ini kemudian dikirim ke Tulung Agung, Kediri dan Blitar. Selain itu juga dipasarkan lewat tengkulak, kios, penjual jus dan konsumen langsung. 

Perawatan

Perawatan jambu di tempat wisata Kampung Jambu ini tergolong mudah karena perawatan pokoknya hanya air dan sinar matahari yang akan menyebabkan rasa jambu manis atau tidak, segar atau tidak dan sebagainya. Saat musim kemarau, perawatannya menggunakan pupuk kandang, sedangkan musim hujan menggunakan pupuk kimia. Semua buah di tempat wisata Kampung Jambu Blitar ini, dari kecil mentah memang diplastik untuk menghindari hama buah dan beberapa bagian batang  juga dicangkok untuk perkembang biakan.
Kampung Jambu Blitar
Cangkok

Wisata Edukasi

Uniknya Kampung Jambu, selain bisa petik jambu langsung, tersedia juga sarana edukasi yang mempelajari agrowisata tentang jambu biji merah, belimbing dan pabrik pengolahan. Edukasi ini meliputi perkembangbiakan, perawatan hingga sampai ke pasar penjualan. Edukasi ini hasil dari kerjasama dengan masyarakat oraganisasi dan pemerintah yang dimulai pada tahun 2017 hingga sekarang. 

Ada beberapa paket edukasi yang ditawarkan oleh wisata Kampung Jambu :
  1. Paket A @15.000 : Edukasi varietas jambu biji merah
  2. Paket B @30.000 : Edukasi jambu biji merah, belimbing dan pabrik pengolahan.
  3. Paket C @65.000 : Edukasi menggabungkan 4 desa se Kanigoro meliputi Edukasi jambu biji merah, mengunjungi rumah budaya di Desa Sawentar, belajar batik Blitar, edukasi Candi Sawentar dan kolam renang. Edukasi dimulai jam 7 - 15. Jika menggunakan kendaraan (kereta mini / elf) ada biaya tambahan. 


Wisata Kampung Jambu

Wisata kampung jambu di rumah Mas Mufid Raharja ini adalah pusat dari sekitar 2.000 pohon jambu biji merah yang ada di Dusun Karangsono. Mulai dari petik buah jambu, edukasi, menikmati olahan jambu berupa jus, serta jual beli. Dari 2.000 pohon, hanya ada beberapa yang ada Kampung Jambu. Namun tenang, jika kurang bisa ambil yang lain karena jauh mata memandang, pohon jambu di kawan ini cukup mendominasi. 
Kampung Jambu Blitar
Meski Susah Digapai....
Kampung Jambu Blitar
Tak Kehabisan Akal...

Area kebun jambu yang cukup luas sangat teduh dan berburu jambu biji merah bisa dimulai dari sini. Pohonnya memang tidak begitu tinggi, tetapi kualitas buahnya tidak diragukan lagi yaitu besar, manis dan bebas dari hama buah. Tak usah segan memanjat atau meminta bantuan Mas Mufid jika ingin mengambil jambu yang tidak tergapai. Lelah berburu jambu biji merah, bercengkerama di bawah rindangnya pohon jambu sambil menikmati jus jambu biji merah akan menjadi momen santai paling menarik di Kampung Jambu.

Tips Wisata di Kampung Jambu Blitar :
  1. Tidak ada jam buka-tutup resmi di tempat wisata Kampung Jambu Blitar. Jadi siapapun bisa datang sewaktu-waktu asalkan tidak tengah malam.
  2. Jika ingin mengikuti edukasi, sebelumnya koordinasikan dulu dengan Mas Mufid Raharja.
  3. Pengunjung bebas memetik buah jambu biji matang sendiri di Kampung Jambu. Jika tidak menjangkau, bisa minta tolong pada Mas Mufid atau memanjat.
  4. Jika memanjat, pastikan batang pohon kuat menopang berat tubuh agar pohon tidak patah.
  5. Jika hasil petik sendiri masih kurang, biasanya ada stok buah jambu yang bisa dibeli langsung. 
  6. Jangan mengotori area wisata Kampung Jambu, merusak pohon atau melakukan vandalisme.


Read More

Kampung Anggrek - Wisata Cantik di Lereng Gunung Kelud

Wisata Kampung Anggrek. Letusan besarnya pada tahun 2014 tidak membuat area wisata Gunung Kelud benar-benar redup. Justru hal tersebut membuat Gunung Kelud semakin dikenal, sehingga beberapa tempat wisata baru mulai dibuka untuk memuaskan hasrat para wisatawan. Selain alam kehijauan yang luar biasa, Gunung Kelud menyimpan sisi cantik yang akan membuat kaum hawa tak sabar untuk mengunjunginya. Hm... Kampung Anggrek namanya, secuil keindahan yang kini mewarnai lereng Gunung Kelud.
Wisata Kampung Anggrek
Kampung Anggrek
Tempat wisata Kampung Anggrek berada di Dusun Sumberpetung, Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Berada sekitar 30 kilometer ke timur dari pusat kota Kediri dan sekitar 7 kilometer dari puncak Gunung Kelud. Tempat wisata ini ada di area perkebunan Sumber Sari Petung.

Rute ke Kampung Anggrek sama dengan rute ke tempat wisata Gunung Kelud. Setelah sampai di kawasan hutan di Desa Ngancar, ada persimpangan jika ke kiri ke Gunung Kelud, ke kanan ke Kampung Anggrek. Akses jalan juga sudah sangat baik dengan aspal mulus yang bisa dilalui kendaraan roda 4.

Meski sudah launching pada Agustus 2015, diresmikan pada awal tahun 2016, tempat wisata Kampung Anggrek baru mulai hits sekitar Oktober 2016. Sesuai dengan namanya, Kampung Anggrek bukanlah area yang dipenuhi tanaman anggrek saja, tapi di lokasi ini juga memberikan edukasi bagi pengunjung dengan adanya green house yang dibuka untuk umum, baik pelajar, mahasiswa maupun wisatawan.
Wisata Kampung Anggrek
Tempat Wisata Kampung Anggrek
Memasuki kawasan wisata di kediri ini, taman yang luas di sisi cafetaria akan menyambut pengunjung. Bukan saja anggrek yang menjadi komoditas utama tempat wisata, tanaman buah nanas yang menjadi ciri khas Gunung Kelud juga menghiasi area taman Kampung Anggrek, seperti nanas queen, nanas var.md2, nanas bogor, nanas madu, nanas spanish dan nanas medusae.

Bukan hanya jalan-jalan melihat taman anggrek, tempat wisata di Kediri ini selain untuk wisata, memang dibuka untuk edukasi dan pengembangan tanaman anggrek untuk jangka panjang. Ada sekitar 70 jenis koleksi anggrek yang ada di Kampung Anggrek, dimana sebagian anggrek diimpor langsung dari Taiwan dan Thailand. 
Wisata Kampung Anggrek
Koleksi Kampung Anggrek

Berikut adalah tempat utama yang menarik di Kampung Anggrek :



1. Laboratorium Kultur Jaringan

Dari banyak jenis anggrek, 6 genus diantaranya dikembangkan, yaitu: anggrek bulan (phalaenopsis), dendrobium, vanda, cymbiddium, oncidium dan cattleya. Budidaya anggrek dilakukan dengan cara kloning di Laboratorium Kultur Jaringan. Induk anggrek jenis unggul akan diteliti dan dikloning dengan harapan bisa memunculkan varietas anggrek yang berkualitas. Bahkan kloning aggrek yang dilakukan di Kampung Anggrek ini baru pertama dilakukan di Indonesia dan pastinya tidak sembarang orang yang bisa masuk ke laboratorium kultur jaringan tersebut.
Wisata Kampung Anggrek
Beautifully Orchid

Penelitian kloning anggrek ini masih dilakukan dan akan diproduksi massal sekitar 3,5 tahun mendatang untuk meningkatkan produksi tanaman dari 300 ribu/ tahun menjadi 1 juta/tahun. Pilihan yang tepat untuk membidik pasar ekspor.

2. Green House

Ada 5 green house di Kampung Anggrek yang penuh dengan berbagai jenis anggrek unik dan langka. Salah satu diantaranya adalah anggrek bulan hybride (Phalaenopsis hybride). Di dalam green house ini, kegiatan yang dilakukan yaitu pengumpulan induk anggrek, persilangan, aklimatisasi kecambah dan pembuahan. Karena dibuka untuk umum, hal ini tentu menjadi pengetahuan baru bagi masyarakat maupun pelajar.
Wisata Kampung Anggrek
Green House
Di dalam green house ini, kemolekan bentuk ratusan jenis anggrek warna warni akan menyambut siapapun yang datang dan kecantikan bunga nya terpampang di setiap sisi ruangan. Suasana yang teduh dan indah, pasti menjadi lokasi favorit bagi kaum hawa. Jika lelah, deretan gazebo tersedia di depan green house.

3. Taman Kelinci

Jangan heran jika ada taman kelinci di dalam Kampung Anggrek. Mendengar adanya taman kelinci, tentu tempat wisata di Kediri ini bisa dinikmati dari segala kalangan. Ada taman kelinci di area kampung anggrek yang bisa dikunjungi untuk menyaksikan kelinci-kelinci bermuka unyu-unyu.
Wisata Kampung Anggrek
Taman Kelinci

Taman kelinci merupakan kandang kelinci berukuran cukup luas dengan berbagai jenis kelinci di dalamnya. Jenis-jenis kelinci tersebut antara lain kelinci angora, kelinci LOP, kelinci belanda, kelinci english spot, kelinci himalaya, kelinci lion, kelinci satin, Netherland dawrf, kelinci new zealand, kelinci hotot, kelinci harlequin dan kelinci havana. Tapi jangan berfikir lebih jauh bahwa kelinci-kelinci ini suatu saat akan ikut dikloning. Hm... maybe.

Selain menjadikan anggrek sebagai icon utama tempat wisata, ada berbagai hiburan lain yang menarik di Kampung Anggrek yang membuat tempat wisata di kediri ini semakin membuat betah siapapun yang datang. Adanya green house, taman kelinci, patung raksasa gorila yang terbuat dari jagung dan tatanan taman yang dihiasi varietas nanas dan tanaman lain, membuat Kampung Anggrek tidak lepas dari acara selfie. Of course !

Sebagai tempat wisata populer di Kediri yang buka pada jam 07.30 - 16.30 siapapun pasti tergiur untuk berkunnjung. Lokasi wisata Kampung Anggrek tentu sudah membuat siapapun yang datang merasa nyaman dengan adanya berbagai fasilitas yang baik seperti gazebo yang tersebar di area wisata, musholla, kantin, toilet dan deretan tempat duduk. Ingin berlama-lama?, kenapa tidak?

Wisata Kampung Anggrek
Taman Kampung Anggrek

Tidak hanya memamerkan varietas unggulan, berbagai jenis bunga anggrek juga dijual dengan harga ekonomis. Untuk bibit bunga dijual sekitar Rp 25.000, untuk yang sudah berbunga dijual di kisaran Rp.30.000 - Rp100.000. Sedangkan bunga yang besar dan langka dijual di kisaran Rp.200.000. Orchid lovers, you must come in !.
Wisata Kampung Anggrek
With the Big Guy

Tips Mengunjungi Tempat Wisata Kampung Anggrek :
  1. Patuhi aturan yang ada di lokasi wisata seperti dilarang merokok di area green house, dilarang memetik tanaman, dan sebagainya.
  2. Laboratorium Kultur Jaringan hanya boleh dimasuki oleh petugas, jadi jangan sembarangan masuk.
  3. Jangan merusak tanaman yang ada di taman maupun wahana wisata lain.
  4. Jangan memberi makanan sembarangan pada kelinci di taman kelinci.
  5. Jagalah kebersihan di area wisata.
Read More

Kampung Melon - Mengenal Budidaya 'Mister Melon' Kabupaten Blitar

Kampung Melon Blitar. Pecinta buah melon mungkin jarang, tapi jika ada sebuah tempat bernama Kampung Melon, siapapun pasti tergiur untuk mengunjungi tempat wisata di Blitar yang sedang booming ini. Kampung Melon belum terlalu populer namun sangat berpotensi menjadi agrowisata menarik di Kabupaten Blitar. Tempat wisata Kampung Melon bukan hanya menyajikan buah melon sebagai daya tarik utama, namun menggabungkan wisata yang berbasis edukasi. Selain mengundang para wisatawan, tempat wisata ini'pun mengundang para pelajar yang ingin mempelajari budidaya melon modern.
kampung melon
Kampung Melon
Tempat wisata Kampung Melon berada di Desa Modangan, Nglegok, Kabupaten Blitar. Lokasinya searah dengan Wisata Candi Penataran. Dari pertigaan, jika ke kiri ke arah wisata Candi Penataran, maka ke kanan adalah rute ke Kampung Melon. Petunjuk jalan sudah terpampang jelas di setiap percabangan jalan. Tempat awal yang bisa disinggahi adalah di sekretariat Kampung Melon. Dari sekretariat ke lokasi, jalan tetap lurus dan belok kanan di perempatan. Kemudian lurus hingga menemukan masjid kemudian belon kanan di jalan setapak di pinggir persawahan, terus jalan hingga menemukan persimpangan dan belok kanan lagi, akan tampak lokasi wisata Kampung Melon.
kampung melon
Sekretariat Kampung Melon
Blitar, kota yang sangat cocok untuk budidaya berbagai tanaman perkebunan memiliki potensi agrobisnis yang lambat laun mulai dikembangkan seperti Kampung Coklat, Kebun Kopi Karanganyar, Agrowisata Jeruk dan Agrowisata Belimbing, tak beda halnya Kampung Melon. Bermodal dari para petani setempat yang berinisiatif menumbuhkan wisata berbasis agro yang unik sekaligus meningkatkan potensi wisata Desa Modangan, jadilah Dusun Karanganyar Timur menjadi pusat wisata Kampung Melon. Kini Desa Modangan yang dulunya jarang dikenal oleh masyarakat Blitar, kini mulai dilirik dan diburu.

Diresmikan pada 12 Maret 2016, tempat wisata Kampung Melon menyajikan berbagai hal yang menarik. Bukan melon biasa yang ada di tempat ini. Budidaya melon tanpa biji menjadi ikon utama di Kampung Melon, yang mana varietas asli Blitar ini sudah menembus pasar ekspor ke Thailand. Bahkan benih yang dinamakan 'Mister Melon' telah diekspor hingga Amerika. Bisa dibayangkan kualitas buah melon di Kampung Melon pasti berbeda dari yang lain.

kampung melon
Agrowisata Kampung Melon
Tanaman melon ditanam dan dibudidayakan di dalam 12 green house di tempat berbeda yang berjajar agar bisa berlangsung sepanjang musim. Diapit oleh persawahan yang asri, ada beberapa wahana menarik yang bisa dinikmati seperti kolam renang anak dan flying fox. Mempelajari budidaya melon di dalam green house juga sayang untuk dilewatkan. Namun sebelumnya, singgahlah di sekretariat untuk memperoleh pengarahan. Perlu diketahui, letak sekretariat dan lokasi wisata Kampung Melon memang terpaut cukup jauh.
kampung melon
Sebagian Green House Tanaman Melon
Buah Melon bisa dinikmati langsung di Kampung Melon atau dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Buah melon yang dihasilkan rasanya manis karena melon dipanen jika sudah jatuh sendiri dari pohonnya. Jika sedang ada bazar, Kampung melon dipenuhi stand yang menjual banyak jajanan tradisonal dan jajanan khas yaitu berbagai olahan buah melon. Tentu sangat menyenangkan menikmati berbagai olahan melon di tengah heningnya suasana persawahan yang sejuk dan jauh dari keramaian.

Desa Modangan selama ini dikenal sebagai penghasil buah melon terbesar. Kampung Melon yang buka untuk umum di hari Sabtu - Minggu ini' pun mengundang para pecinta buah, pecinta melon, pecinta agrobisnis dan semua masyarakat luas untuk menjajal rasa manis melon andalannya. Apalagi mendekati musim panen, bersiaplah memburu buah melon yang dijual dengan harga ekonomis tersebut. Tertarik ? come on !

Read More

Petik Jeruk Segar di Agrowisata Jeruk Kabupaten Blitar

Agrowisata Jeruk Kabupaten Blitar. Buah jeruk adalah buah dengan rasa manis yang sangat digemari banyak orang. Jika berkunjung ke Blitar, selain mengunjungi wisata alam dan ziarah, sempatkan berkunjung ke Agrowisata yang ada di Blitar. Selain Kampung Coklat dan Agrowisata Belimbing, Agrowisata jeruk kini menjadi icon agrowisata baru di Kabupaten Blitar dimana pengunjung bisa memilih jeruk manis dengan memetik sendiri.
Agrowisata Jeruk
Agrowisata Jeruk terletak di Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Lokasinya ada di barat kota Blitar dan berbatasan dengan Kabupaten Kediri. Dari kota Blitar menuju ke arah Kediri melewati Srengat. Di depan polsek Udanawu ada pertigaan, belok kanan dan ikuti jalan melewati perkampungan dan sawah penduduk hingga menemukan banner di kiri jalan.

Tergolong agrowisata baru yang mulai dibuka pada Agustus 2015, lokasi agrowisata jeruk hanya ditandai dengan banner yang terpampang di depan halaman, sehingga pengunjung dengan mudah menemukan lokasinya.
Pengunjung akan disambut dengan tanaman jeruk di kanan dan kiri halaman rumah. Untuk menuju ke kebun, pengunjung harus berjalan ke belakang rumah, ke area kebun jeruk.
Halaman Depan Agrowisata Jeruk
Tanaman jeruk yang ada di sekitar lokasi berjumlah sekitar 500 pohon. Dengan lokasi perkebunan seluas 8 Ha, ada sekitar 8.000 pohon jeruk yang ditanam di 10 lokasi berbeda dan tidak terpaut jauh. Kini Agrowisata Jeruk ini masih dalam tahap pengembangan.

Jenis jeruk yang ditanam adalah jeruk kepruk siam. Setiap pohon yang ditanam bisa menghasilkan sekitar 50 Kg jeruk manis. Perawatan yang dilakukan untuk menjaga kualitas jeruk ini adalah pemupukan rutin, penyiraman dan pengecatan dengan fungisida untuk mencegah tumbuhnya jamur. 
Kebun Jeruk
Bulan terbaik untuk petik jeruk adalah antara Agustus - September ketika buah jeruk sudah matang. Untuk membeli jeruk, pengunjung bisa memetik sendiri atau langsung membeli di teras rumah pemilik kebun. Harga yang ditawarkan berbeda tergantung dari ukuran buah yaitu sekitar Rp.4000 - Rp. 11.000. Jika jeruk di kebun tidak ada yang matang, jangan kuatir!, pengunjung tetap bisa membeli jeruk yang ada di rumah pemilik. Selain membeli secara langsung, agrowisata ini juga menerima pesanan buah jeruk untuk reserpsi, reuni dan hajatan.

Ada tempat khusus rekreasi yang dipagari tanaman randu. Dengan tarif masuk Rp.10.000, pengunjung bisa menikmati jeruk yang lebih besar. Suasana yang teduh di area kebun berbatasan dengan persawahan penduduk, sehingga menciptakan suasana nyaman ketika berburu dan petik jeruk manis. 

Baca Juga :

Read More

Berburu Belimbing Unggul di Agrowisata Belimbing Karangsari - Blitar

Agrowisata Belimbing Karangsari - Blitar. Anda penikmat buah-buahan?, anda gemar buah Belimbing?. Sudah banyak tempat wisata yang ada di Kota Blitar mulai dari agrowisata, wisata alam hingga wisata sejarah. Selain Agrowisata Kampung Coklat, kota Blitar masih menyimpan objek wisata berbasis pertanian yaitu Perkebunan Belimbing. Hal ini pula yang menjadikan Kota Patria sebagai penghasil tanaman buah manis asam ini yang paling digemari.
blimbing karangsari blitar
Belimbing Yang Masih Muda
Perkebunan Belimbing ini terletak di Karangsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Perkebunan seluas 5 Ha dan berdiri di sebuah tanah yang sudah dikembangkan sejak tahun 2008. Belimbing yang ada disini berbeda dengan belimbing pada umumnya. 

Belimbing Karangsari memiliki keistimewaan yaitu ukuran yang lebih besar dari belimbing biasa, warna kuning kemerahan yang mencolok dan rasa yang dominan manis. Penanganan pasca panen seperti pembrongsongan buah di pohon, pembersihan buah, sortasi, grading dan pengemasan telah memberikan nilai tambah dari Belimbing Karangsari.
belimbing blitar
Kawasan Masuk Agrowisata
Pengembangbiakan dilakukan dengan menagkar benih yang berasal dari tanaman yang sudah berusia lebih dari 6 tahun kemudian dikecambah dan ditanam dalam polibag untuk diokulasi dengan pengambilan mata temple dari pohon induk untuk ditempel di bibit tersebut setelah berumus setahun.  Melalui perkembang biakan ini, keunggulan Belimbing dari pohon induk tidak mengalami perubahan.
belimbing blitar
Diantara Belimbing Yang Dibrongsong
Tanaman Belimbing menjadi tanaman wajib oleh setiap warga di sekitar Karangsari, tak heran jika akan menemui pohon Belimbing di setiap rumah jika melewati kawasan Karangsari. Setiap pohon rata-rata menghasilkan lebih dari 0,5 kwintal tiap periode berbuah yaitu selama empat kali dalam setahun. 

Gedung pabrik pengolahan sari buah belimbing ada di depan perkebunan. Selain dijual kemasan per kilogram, buah belimbing juga diolah menjadi dodol, sari buah, manisan, sirup dan juga keripik belimbing.

Read More

Manisnya Berwisata di Kampung Coklat Blitar

Kampung Coklat Blitar. Coklat menjadi makanan dan minuman primadona di segala kalangan usia. Selain anak-anak dan remaja, coklat juga menjadi favorit bagi golongan tua karena selain nikmat rasa juga mengandung manfaat untuk kesehatan. Penggemar coklat?, maka Kampung Coklat merupakan tempat yang sangat tepat. Bukan saja untuk penikmat coklat, Kampung Coklat menjadi tempat yang cocok untuk bersantai. Dengan suasana sejuk perkebunan yang sudah dipoles modern, Kampung Coklat cocok untuk menghabiskan waktu senggang.
kampung coklat  blitar
Pintu Masuk Kampung Coklat

Kampung Coklat Blitar terletak di Jl. Banteng Blorok 18, Desa Plosorejo, Kademangan, Blitar. Dari arah Kota Blitar ke selatan, setelah melewati jembatan kademangan, ada pertigaan dengan petunjuk menuju ke lokasi, sekitar 3,5 kilometer.

Sejarah Coklat Nusantara 

Awal memasuki kawasan wisata Kampung Coklat, akan diperkenalkan sejarah coklat nusantara yang dibingkai rapi di dinding-dinding koridor. Disini bisa dibaca sejarah coklat nusantara dan asal usul coklat dari waktu ke waktu yang dijelaskan secara singkat.

Berikut adalah sejarah coklat nusantara yang terpajang rapi di Kampung Coklat : 
  1. Tahun 1560, tanaman kakao pertama kali masuk Indonesia melalui Philipine dan tiba di Sulawesi Utara. Kakao tersebut berjenis Criollo dan dibawa oleh pelaut-pelaut Spanyol dari Venezuela. 
  2. Tahun 1806 - 1880, tanaman kakao jenis Criollo mulai ditanam di pulau Jawa. Tak berselang lama, kakao jenis Forestero yang juga berasal dari Venezuela, juga diperkenalkan di Indonesia. 
  3. Tahun 1888 - 1914, Dr.C.J.J Van Hall melakukan riset terhadap pohon kakao induk di perkebunan Djati Renggo dan Getas. Kedua nama kebun tersebut digunakan sebagai nama klon dengan kode DR dan G. Bersama MacGillvray dan Van Der Knaap, mereka banyak menuliskan literatur perkembangan kakao di Indonesia. 
  4. Tahun 1938, Budidaya kakao di Indonesia mengalami perkembangan pesat. Tercatat ada 29 perkebunan kakao yang tersebar di tanah Jawa. 
  5. Tahun 1973 , PT Perkebunan VI dan Balai Penelitian Perkebunan (BPP) Medan memperkenalkan kakao jenis bulk melalui seleksi dari berbagai klon tertua. 
  6. Tahun 1976 , Melalui persilangan dari klon-klon ICS, Sca dan DR, BPP Jember menghasilkan bahan tanam biji hibrida. Penanaman kakao Indonesia mengalami perluasan, memasuki wilayah Riau, Medan dan Irian Jaya. 
  7. Tahun 1980, produksi kakao Indonesia melonjak dari 2.000 - 3.000 ton pada tahun 1970 - 1977. Menjadi 7.000 ton pada tahun 1980. Indonesia menjadi produsen kakao terbesar ke-3 di dunia. 
  8. Tahun 2011, Pemerintah mengeluarkan kebijakan pengurangan ekspor bahan mentah berupa biji kakao kering dan mendorong agar menjadi produk jadi sebelum akhirnya diekspor. 

Asal Usul Coklat 

Berikut adalah asal usul coklat yang tertera di Kampung Coklat : 
  1. 1000 M, Asal usul coklat pertama kalinya ditemukan hampir 4.000 tahun yang lalu di Mesoamerika. Lokasi tepatnya di Amerika tidak diketahui, tapi dari bukti-bukti arkeologi, ditemukan pada keramik dengan residu dari minuman kakao di situs arkeologi peradaban Mokaya dan Olmec di sepanjang sungai Orinoco. 
  2. 1000 M, 'Kakawa', kata yang digunakan oleh suku Olmec, suku yang berasal dari Meksiko yang membangun peradaban besar pertama Mesoamerika. Sepertinya pada waktu itu bangsa Olmec sudah membudidayakan pohon kakao. 
  3. 100 M, Suku Maya mengadopsi kata 'kakao' dari suku Olmec. Terlihat bahwa suku Maya juga bisa membudidayakan pohon kako. Pohon kakao diambil dari hutan hujan dan ditanamnya di halaman rumah mereka dan biji kakao dihaluskan menajdi pasta. Ketika dicampur dengan air, cabai, tepung jagung dan bahan lainnya, pasta ini dibuat minuman coklat pedas berbusa. 
  4. 600 M, bejana keramik yang digunakan untuk mengkonsumsi minuman coklat ditemukan dalam makam bangsawan dari suku Maya, bukti buat bahwa mengkonsumsi coklat adalah simbol status penting. 
  5. 1000 M, Orang-orang dari Amerika Tengah menggunakan biji kakao sebagai alat pembayaran seperi terlihat pada relief bangsa Meksiko - Keranjang berisi 8.000 biji kakao yang menggambarkan angka 8.000. Penguasaan terhadap daerah-daerah utama penghasil biji kakao menjadi tujuan utama dalam perang antar suku pada beberapa abad berikutnya. 
  6. 1200 - 1500, dengan menundukkan suku Chimimeken dan Maya, suku Artez memperkuat supremasi mereka di Meksiko. Kekaisaran Aztec mengambil alih daerah penghasil kakao terkaya di Mesoamerika, Chiapas modern (meksiko, Guatemala). Suku Aztec menyebut coklat sebagai 'xocalatl' yang berarti hangat atau cairan pahit. 
  7. 1502, Kontak pertama orang Eropa dengan biji kakao (pelayaran ke empat yang dilakukan oleh Christopher Colombus), namun nilainya belum disadari. 
  8. 1525, Penaklukan Spanyol atas Aztec. Hernando Cortez terkejut mengetahi bahwa suku Aztec menggunakan biji kakao sebagai alat pembayaran. Hernando membuka perkebunan untuk menumbuhkan 'uang' yang ditukar dengan emas dari suku Aztec. Kemudian Spanyol memiliki monopoli utama dalam perdagangan coklat selama hampir satu abad. 
  9. 1544, Delegasi Kekchi (penduduk asli) Maya dari Guatemala mengunjungi Spanyol dan bertemu Pangeran Philip. Diantara hadiah yang diberikan adalah tempat minuman coklat Maya, merupakan catatan pertama kemunculan kakao di dunia. Orang Spanyol mulai menambahkan gula tebu dan perasa seperti vanili untuk minuman kakao manis mereka. 

Welcome to Kampung Coklat 

Setelah menengok sejarah dan asal usul coklat, pengunjung akan masuk ke sebuah kebun yang sudah disulap menjadi tempat yang nyaman dan santai untuk nongkrong maupun menghabiskan waktu senggang. Ada ruangan tempat produksi coklat, pondok coklat, chocolate gallery, terapi ikan dan beberapa meja kursi kayu yang ada di bawah pohon coklat yang rindang.

kampung coklat
Suasana Teduh Di Bawah Pepohonan Coklat
Tempat wisata Kampung Coklat sudah dikembangkan dan menambah sarana modern yang unik. Penjemuran kakao yang dahulu dilakukan di depan gerbang masuk, kini dilakukan di belakang. Selain di bawah pohon-pohon kakao, menikmati segala produk dengan bahan dasar coklat bisa dinikmati di area lain yang tidak terganggu dengan pepohonan kakao, tepatnya di sebelah pembibitan pohon kakao, yang tetap menjadi penyejuk suasana.

agrowisata kampung coklat blitar
Kebun Bibit Coklat
Area Ngemil

Di area yang lain, ada area having fun, merupakan arena bermain anak-anak. Ada berbagai permainan yang bisa dilakukan di area yang luas ini. Adanya sarana edukasi, bermain dan bersantai, menjadikan Kampung Coklat tempat tujuan yang menarik untuk berbagai kalangan usia. Sampai saat ini pun, Kampung Coklat tetap melakukan pengembangan wisata.

Area untuk Having Fun

Untuk edukasi, Kampung Coklat Blitar menyediakan berbagai macam paket wisata edukasi dengan tarif Rp 15.000 - Rp 50.000 dimana pengunjung bisa panen biji kakao, pengolahan biji kakao, diskusi dengan pakar budidaya dan sebagainya. Untuk pembelian tiket edukasi bisa dilakukan di lokasi pembelian tiket masuk.

Baca Juga :
Read More