Budaya Lampau Masa Kini

Bukankah kehidupan jaman modern sekarang masih terbesit suatu kebiasaan dari jaman Kerajaan?. Dimana yang lebih tinggi derajatnya, yang lebih tinggi pangkatnya dan yang lebih tua akan lebih dihormati dan diprioritaskan?, lebih dibenarkan dan diyakini?, lebih dipercaya dan dihargai?.

Kehidupan yang seperti itu, yang hanya memandang tingginya manusia yang "lebih" sehingga tidak memandang manusia yang tidak "lebih". Sebagian orang yang "lebih" khususnya di daerah Jawa, kadang memanfaatkan budaya lampau itu. Contohnya saja sikap orang  yang berpangkat tinggi atau biasa disebut "bos" terhadap bawahannya, sebut saja Office Boy, pasti berbeda. Sikap seseorang terhadap orang yang lebih tua pasti juga berbeda dengan orang yang lebih muda. Lebih gampang lagi, seorang senior terhadap Junior

Senior-Junior yang sudah jadi topik hangat ketika pergantian tahun, ketika siswa/siswi baru, mahasiswa/i baru memasuki dunia pembelajaran yang baru yang mana kadang menjadi sorotan dengan perlakuan semena-mena para Senior terhadap Juniornya, mereka yang merasa tua, lebih lama, lebih tau, lebih berpengalaman, pada dasarnya itu semua hanya karena mereka 'merasa' seperti itu. Mereka berteriak "Kalian masih junior!", apakah pembentukan mental yang terlewat batas harus dikalahkan dengan perkataan seperti itu?. Pembentukan mental yang kadang melebihi batas karena sebuah kata, "Senior".

Atasan-bawahan, hal yang sering jadi problem di area kerja, bagaimana bawahan harus mengikuti Atasan. Atasan yang sulit diganggu gugat (lebih tua/pemilik usaha, berpangkat tinggi) mungkin lebih bisa menjawab perasaan kesal jika itu mungkin terjadi. Namun bagaimana dengan Atasan yang mudah diganggu gugat (lebih muda dan orang baru). Apakah para senior tua bersedia dengan hati menerimanya sebagai atasan?. Jika menyuruh orang tua suatu ketidak sopanan, hal itu tentu akan menjadi ambigu, antara pekerjaan dan kesopanan sosial yang sudah mendarah daging sejak jaman dahulu.
Persaingan kerja selain terjadi karena atasan-bawahan, kadang terjadi dengan sesama rekan kerja, itulah dimana mental kerja harus dibangun dimana di dunia kerja tidak pernah ada kata PERSAHABATAN dan itu pula dimana Kerja sama akan menjadi ajang persaingan.

Tua-Muda, hal yang sakral dalam budaya jawa dimana yang lebih muda harus menghormati yang lebih tua, jika tidak bisa "kualat", seperti cerita kutukan Malin Kundang. Jika Senior selalu benar, maka orang tua juga akan selalu benar. Menentang orang lebih tua dianggap tidak sopan, lalu bagaimana jika pertentangan itu sebuah kebenaran?. apa orang muda selalu salah di mata orang yang lebih tua?. Apa jika melakukan pembelaan terhadap kebenaran apa itu tetap salah?.

Kesopanan adalah bagaimana berperilaku kepada setiap manusia, bukan karena dia "lebih", atau karena dia "bukan" .Bukan tentang karena kita semua berbeda, bukan karena agama, suku, budaya, ras. Bukan karena yang "lebih" ditinggikan dan yang "kurang" selalu direndahkan tapi karena semua tercipta di bumi yang sama dan tentang siapa kita.

Seperti yang pernah kukatakan bahwa manusia itu, "Semakin banyak semakin merasa menang. Semakin tua semakin merasa benar. Semakin tinggi semakin merasa berkuasa."

Pergilah pada alam yang bisa memberimu kehidupan baru yang tidak ada tolak ukur untuk itu, karena ukuran satu-satunya adalah "kita manusia".

Loading...

Share :

Facebook Twitter Google+

0 Response to "Budaya Lampau Masa Kini"

Post a Comment